Kumohon…pergilah…menghilanglah…

Jangan bersikap terlalu baik pada wanita
Jangan sekali-kali menampakkan keganjilan
Apalagi pada wanita yang rapuh
Apalagi pada wanita yang mudah menangis
Jangan…tolong…hentikanlah…
Mungkin kau tak bermaksud apa-apa
Tapi kau tak pernah tahu apa yang terjadi pada hati wanita
Bagaimana jika wanita itu terlampau jatuh hati padamu?
Bagaimana jika ia terlampau mengharapkanmu hingga dalam setiap doa dan sujudnya diselipkan namamu?
Bagaimana jika ia memohon pada Tuhannya dengan segenap hatinya, hingga air matanya tak mampu lagi ia tahan?
Bagaimana jika ternyata begini kenyataannya, dan kau yg tak tahu apa yg terjadi pada wanita itu setelah sedikit kebaikan yg kau lakukan telah tersimpan dalan memori otaknya?
Jangan siksa dia dengan harapan-harapan tinggi yg muncul karena ketidak hati-hatianmu menjaga sikap
Jangan
Karena dia lah yg akan tersiksa, bukan kau
Karena air mata nya lah yg akan tumpah ruah, bukan kau
Karena dia lah yg akan merasakan sakit, bukan kau
Aku menulis ini bukan untuk menyalahkanmu, atau lelaki manapaun
Tapi kumohon, jangan lagi berikan aku atau wanita lain senyumanmu
Jika kau tak ada perlu apapun denganku, jangan ajak aku bicara, jangan menoleh padaku, jangan menatapaku dengan pandangan yg membuatku bertanya-tanya, jangan tersenyum padaku
Kumohon, jangan…
aku sudah terlalu sering mengalami ini
Merasa disakiti laki-laki padahal itu adalah salahku sendiri
Jangan biarkan aku mengulangi kebodohan yg sama berulang kali
Biarkan aku hidup dalam kesendirianku, dalam keheninganku dalam sepiku
Jangan muncul lagi dihadapanku jika memang kau tak pernah bermaksud untuk mengulurkan tanganmu dan membantuku keluar dari sini
Kumohon…jangan…

Menerapkan Syariat Islam dalam Sistem Demokrasi….?????

Mumpung lagi tadarusan ni, coba buka surat Al Baqarah ayat 183….

Di sana tertera perintah Allah (kewajiban) untuk berpuasa kan?

Nah….

Sekarang coba naik 5 ayat ke atas….

Di sana tertera “Hai orang-orang yang beriman, DIWAJIBKAN atas kamu QISHAASH……” 

Menurut kalian apakah qishaash bisa dilaksanakan dalam sistem demokrasi???

Hanya dalam sistem pemerintahan islam saja lah qishaash itu bisa dilaksanakan. Dalam sebuah daulah islam, yang dipimpin oleh seorang khalifah. 

Inget lho, hukum qishaash itu WAJIB menurut Allah, jadi kita yang manusia ini tak punya hak untuk merubah2 hukum tersebut dengan alasan apapun, dengan pertimbangan apapun, dalam kondisi apapun. 

Dan karena sekarang kita belum bisa melaksanakannya (qishaash) karena belum ada daulah islam yang akan menerapkannya, maka WAJIB pula hukumnya untuk kita menyeru pada penegakan khilafah kepada seluruh masyarakat. 

Caranya? Dengan dakwah, itu saja, Rasulullah juga dulu hanya menempuh jalur dakwah saja. 

Apakah kita perlu masuk ke dalam sistem demokrasi agar langkahnya jadi terasa lebih realistis daripada sekedar ‘omong doang’? hmmm….apakah pernah ada satu saja partai, calon legislatif atau calon presiden yang mengatakan dengan lantang “Akan menerapkan syariat islam secara total jika saya terpilih nanti” ??? jawabannya pasti “tidak ada”, iya kan? Kenapa? Karena jika kita menyuarakan “penerapan syariat islam” dalam bingkai demokrasi, whoooaa, kita pasti akan dirongrong oleh para suksesor demokrasi, para suksesor sistem sekuler ini. mereka tak akan pernah membiarkan syariat islam diterapkan di negara ini karena jika syariat islam diterapkan hilang pula lah wahana bermain mereka, tak ada lagi jalur untuk bisa melakukan korupsi, tak ada lagi jalur untuk suap menyuap, tak ada lagi jalan bagi para pemilik modal dan pengusaha untuk men’setting’ kebijakan pemerintah agar sesuai dengan kemauan mereka. 

Jadi yang bisa kita lakukan apa? Ya itu tadi. dakwah, dakwah, dakwah, ngomong, ngomong dan ngomoooong terus. 

Sampai kapan? Sampai sebagian besar masyarakat paham pentingnya penerapan syariat islam secara total di bumi nya Allah ini, agar kelak masyarakat inilah yang mendesak pemerintahannya digantikan dengan sistem pemerintahan islam, sampai aparat kemanan mau memberikan perlindungan jika di negara ini (contohnya indonesia) akan ditegakkan kekhilafahan dan diruntuhkan demokrasi, sampai sebagian besar petinggi negara mau mengubah negara ini dari negara sekuler menjadi daulah islam. 

Indahnya jalan dakwah, indahnya jalan damai yang diajarkan Rasulullah. Anarkis itu bukan solusi ya untuk menegakkan khilafah. Jadi yang bilang khilafah sudah tegak tapi pakai jalur anarkis dan tak punya perlindungan dari negara manapun, itu bukan kekhilafahan yang sah. 

wallahu a’lamubissawab

semoga bermanfaat. 

 

“Politik” Proklamasi Tegaknya al-Khilafah oleh ISIS

Berikut adalah pernyataan amir hizbut tahrir, Atha’ bin Khalil Abu Ar-Rasytah mengenai pendeklarasian daulah islam oleh ISIS. Semoga kita bisa lebih berhati-hati dalam menelaah pemberitaan yg hanya disebarkan melalui sosmed dan youtube. Semoga bisyarah Rasulullah akan tegaknya khilafah islam yg dirindukan ummat islam di seluruh penjuru dunia akan segera terwujud… 

“Politik” Proklamasi Tegaknya al-Khilafah oleh ISIS

Silsilah Jawaban asy-Syaikh al-‘Alim Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah Amir Hizbut Tahrir atas Pertanyaan di Akun Facebook Beliau

“Politik” Proklamasi Tegaknya al-Khilafah oleh ISIS

Kepada semua saudara yang mengirimkan permintaan penjelasan tentang proklamasi tegaknya al-Khilafah oleh ISIS… dan mohon maaf tidak dituliskan nama-nama Anda karena sangat banyak…

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.

Kami telah kirimkan sebelumnya jawaban pada waktu itu dan saya ingin ulangi kepada Anda:

Saudara-saudara yang dimuliakan,

1. Sesungguhnya tanzhim (organisasi) apapun yang ingin memproklamirkan al-Khilafah di suatu tempat, yang wajib baginya adalah mengikuti thariqah Rasulullah Saw dalam hal itu. Diantaranya adalah, organisasi itu memiliki kekuasaan yang menonjol di tempat tersebut, yang menjaga keamanannya di dalam dan di luar negeri. Harus ada pilar-pilar negara di daerah yang di situ diproklamirkan al-Khilafah… Itulah yang dahulu ada pada Rasulullah Saw ketika beliau mendirikan Daulah Islamiyah di al-Madinah al-Munawarah: 
Kekuasaan di sana adalah milik Rasul Saw, keamanan dalam negeri dan luar negerinya dijamin dengan keamanan (kekuasaan) Islam, dan negara itu memiliki pilar-pilar negara di wilayah tersebut.

2. Sementara itu, organisasi yang memproklamirkan al-Khilafah tersebut, tidak memiliki kekuasaan atas Suriah dan tidak pula atas Irak. Organisasi itu juga tidak merealisasi keamanan dan rasa aman di dalam negeri dan tidak pula di luar negeri, hingga orang yang dibaiat sebagai khalifah saja tidak bisa muncul di sana secara terbuka, akan tetapi keadaannya tetap tersembunyi seperti keadaannya sebelum proklamasi daulah! Ini menyalahi apa yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. Rasulullah Saw, sebelum daulah tegak, boleh saja bersembunyi di goa Tsur. Akan tetapi setelah berdiri daulah, beliau Saw memelihara urusan-urusan masyarakat, memimpin pasukan, memutuskan perkara di antara orang-orang yang bersengketa, mengirim para utusan, dan menerima para utusan secara terbuka tanpa sembunyi. Jadi, sebelum berdiri daulah berbeda dengan sesudahnya… Begitulah, proklamasi organisasi itu atas al-Khilafah adalah ucapan sia-sia (laghwun) tanpa isi. Itu sama saja dengan yang sebelumnya dalam hal proklamasi al-Khilafah, tanpa realita riil di lapangan dan tidak memiliki pilar-pilar. Semua itu hanya untuk memuaskan apa yang ada di dalam diri mereka. Yang ini memproklamirkan diri sebagai khalifah. Yang itu memproklamirkan diri sebagai al-Mahdi… dan sebagainya, tanpa pilar-pilar, tanpa kekuasaan dan tanpa menguasai keamanan dan rasan aman…!

3. Sesungguhnya al-Khilafah adalah negara yang punya bobot. Syariah telah menjelaskan thariqah pendiriannya dan tata cara menggali hukum-hukumnya tentang pemerintahan, politik, ekonomi, hubungan-hubungan internasional… Bukan hanya proklamasi nama tanpa isi, yang dilontarkan di situs-situs elektronik atau media massa-media massa audio visual. Proklamasi al-Khilafah merupakan kejadian agung yang mengguncang dunia. Akarnya menancap dalam di bumi. Kekuasaannya menjaga keamanan dalam dan luar negeri atas wilayah tersebut, menerapkan Islam di dalam negeri dan mengembannya ke seluruh dunia dengan dakwah dan jihad…

4. Proklamasi yang terjadi adalah ucapan yang sia-sia (laghwun), tidak memajukan dan tidak memundurkan dalam hal realita organisasi ISIS. ISIS adalah gerakan bersenjata, baik sebelum proklamasi dan setelah proklamasi. Posisinya seperti gerakan-gerakan bersenjata lainnya yang saling memerangi satu sama lain dan juga berperang melawan rezim, tanpa satu pun dari faksi-faksi itu bisa meluaskan kekuasaan atas Suria atau Irak atau keduanya. Seandainya ada faksi dari faksi-faksi itu, termasuk ISIS, yang mampu meluaskan kekuasaannya atas wilayah yang memiliki pilar-pilar negara dan memproklamasikan al-Khilafah serta menerapkan Islam, niscaya layak untuk dibahas guna dilihat jika al-Khilafah yang didirikannya sesuai hukum-hukum syariah, sehingga pada saat itu diikuti. Hal itu karena penegakan al-Khilafah merupakan kewajiban atas kaum Muslimin dan bukan fardhu atas Hizbut Tahrir saja. Maka siapa saja yang berhasil menegakkannya dengan benar, ia diikuti… Fakta yang terjadi saat ini tidak lah seperti itu. Semua faksi bersenjata (milisi), di antaranya ISIS, tidak memiliki pilar-pilar negara, tidak memiliki kekuasaan atas wilayah, dan tidak menguasai keamanan dan rasa aman. Karena itu, proklamasi ISIS atas tegaknya al-Khilafah adalah ucapan sia-sia (laghwun), tidak layak diperhatikan untuk dibahas pada realitanya sebab sudah tampak jelas…

5. Yang layak untuk diperhatikan dan dikaji adalah kekhawatiran adanya dampak negatif atas proklamasi ini, terkait ide al-Khilafah pada orang-orang yang berpikiran dangkal. Sehingga ide al-Khilafah pada diri mereka jatuh dari posisi sentralnya yang agung dan urgensitasnya bagi kaum Muslimin. Jatuh pada pemikiran yang rapuh, yang sekadar menjadi penyaluran perasaan-perasaan gelisah pada sebagian person. Maka salah seorang dari mereka berdiri di lapangan atau di medan atau di kampung, lalu memproklamirkan diri bahwa dia adalah khalifah, kemudian dia mengundurkan diri dan menyangka telah berbuat sebaik-baiknya! Maka al-Khilafah akan kehilangan urgensitas dan keagungannya pada hati orang-orang yang berpikiran dangkal dan menjadi tidak lebih dari nama bagus yang dijadikan sebutan bagi orang yang menginginkan tetapi tanpa isi… Inilah yang layak diperhatikan, khususnya saat di mana al-Khilafah telah makin dekat, lebih dekat dari sebelum-sebelumnya, dan kaum Muslimin telah menunggu pendiriannya dengan tidak sabar. Mereka melihat Hizbut Tahrir meniti jalan dalam urusannya, dengan berpegang teguh kepada thariqah Rasulullah Saw tentang tata cara pendirian al-Khilafah di al-Madinah al-Munawarah… Kemudian mereka melihat adanya interaksi dinamis dan ekspresif yang berpengaruh antara Hizbut Tahrir dengan umat yang mengasuhnya. Dari interaksi ini kaum Muslimin paham makna ukhuwah Islam. Mereka mencari kabar gembira akan kesuksesan Hizb dalam menegakkan al-Khilafah dan baiknya ri’ayah asy-syu’un dan menjadi benar-benar Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian… Pada saat yang demikian, justru datang proklamasi ini. Maka proklamasi itu mendatangkan potret kabur, jika bukan malah palsu, tentang realita al-Khilafah di benak orang-orang yang berpikiran dangkal di antara masyarakat…

6. Semua itu memunculkan tanda tanya, bahkan banyak tanda tanya… seputar timing proklamasi ini tanpa kekuasaan yang nyata dan stabil bagi pemilik proklamasi; yaitu kekuasaan yang menjaga keamanan negara ini di dalam dan luar negeri. Begitulah yang terjadi di Facebook atau media massa… Timing ini mencurigakan, khususnya bahwa gerakan-gerakan bersenjata yang tegak bukan atas asas takatuliyun fikriyun (kelompok yang bersifat intelektual), membuat infiltrasi menjadi mudah. Masuknya orang-orang jahat dari Timur dan Barat di barisannya adalah mudah. Sudah diketahui bersama bahwa Barat dan Timur terus melakukan tipu daya terhadap Islam dan al-Khilafah. Kepentingan mereka adalah memalsukan potretnya. Jika mereka tidak bisa memadamkan namanya, maka mereka sangat mementingkan agar al-Khilafah tidak lain hanyalah nama yang digunakan oleh orang yang menginginkan tanpa isi sama sekali. Sehingga kejadian agung yang menampar kaum kafir menjadi sekadar nama yang dijadikan ejekan oleh musuh-musuh itu siang malam…!

7. Atas semua yang diperbuat musuh-musuh jahat itu, kita tegaskan kepada musuh-musuh Islam dari Timur dan Barat, antek-antek dan para pengikutnya, serta orang-orang bodoh mereka, bahwa al-Khilafah yang telah memimpin dunia berabad-abad adalah sudah diketahui dan tidak majhul, kuat menghadapi distorsi bagaimanapun tipu daya dan konspirasi dilakukan.

﴿وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ﴾

“Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.” (TQS al-Anfal [8]: 30)

Allah yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa telah mendatangkan untuk khilafah satu partai yang menghimpun orang-orang, yang perdagangan dan jual beli tidak melalaikan mereka dari mengingat Allah. Mereka melingkupi khilafah dengan pikiran, pendengaran, dan penglihatannya. Mereka telah menyiapkan segala persiapan yang dibutuhkan untuk khilafah. Mereka istinbath hukum-hukum dan konstitusinya, serta struktur pemerintahan dan administrasinya. Mereka berjalan dalam upaya menegakkannya dengan meneladani sirah Rasulullah Saw tanpa menyimpang sehelai rambut pun… Mereka, dengan izin Allah, merupakan pagar yang menghalangi kekaburan tentang khilafah. Mereka layaknya batu cadas, yang dengan pertolongan Allah, dapat menghancurkan konspirasi-konspirasi kaum kafir, antek-antek, dan para pengikutnya. Mereka adalah para politisi yang memiliki kesadaran, yang dengan kekuatan Allah, dapat membalikkan segala tipu daya musuh-musuh Islam dan kaum Muslimin menjadi kebinasaan bagi musuh-musuh itu.

﴿وَلَا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلَّا بِأَهْلِهِ﴾

“Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri.” (TQS Fathir [35]: 43)

Saudara-saudara yang dimuliakan,

Sesungguhnya perkara al-Khilafah al-Islamiyah amatlah agung dan posisinya sungguh sangat signifikan. Berdirinya tidak akan sekadar berita yang menjadi bahan ejekan media massa menyesatkan. Akan tetapi dengan izin Allah, berdirinya Khilafah akan menjadi ‘gempa’ menggema, yang membalikkan neraca internasional dan mengubah wajah dan arah sejarah… Sesungguhnya Khilafah akan kembali berupa Khilafah Rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian, sebagaimana yang disampaikan kabar gembiranya oleh Rasul saw. Maka orang-orang yang menegakkannya, mereka seperti orang-orang yang menegakkan Khilafah Rasyidah pertama, orang-orang yang bertakwa lagi bersih, mencintai umat dan umat mencintai mereka, mereka mendoakan umat dan umat pun mendoakan mereka. Umat merasakan kebahagiaan bertemu dengan mereka dan mereka merasakan kebahagiaan bertemu dengan umat; bukannya keberadaan mereka di tengah umat justru dibenci… Begitulah, mereka adalah ashhâbul khilâfah mendatang yang mengikuti manhaj kenabian. Allah akan memberikannya kepada orang yang memang layak untuknya. Dan sungguh kita memohon kepada Allah agar kita termasuk orang-orang yang layak itu dan termasuk orang-orang yang mengaturnya. Kita memohon kepada Allah SWT agar memberi karunia kepada kita dengan tegaknya al-Khilafah ar-Rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian.

﴿فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ﴾

“Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu…” (TQS alt-Tawbah [9]: 111)

Janganlah Anda berputus asa dari rahmat Allah, sehingga Allah tidak menyia-nyiakan untuk Anda wahai saudara-saudara yang dimuliakan, kelelahan yang telah Anda persembahkan. Allah tidak menolak permohonan yang Anda pinta dari-Nya, Allah tidak menggagalkan harapan yang Anda ajukan kepada-Nya. Maka tolonglah kita dengan meningkatkan kesungguhan dan pemberian. Perlihatkan kepada Allah dari diri Anda kebaikan, niscaya Allah menambah kebaikan untuk Anda. Jangan sampai ucapan main-main bisa memalingkan Anda dari perjuangan Anda yang penuh kesungguhan lagi jujur.

Wassalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.

3 Ramadhan 1435 H
1 Juli 2014 M

Selesai jabawan yang telah saya kirimkan sebelumnya.
Saya berharap jawaban ini mencukupi. Semoga Allah memberikan taufik kepada Anda dan menolong Anda. Dan semoga Allah memberi menunjuki kami dan Anda kepada perkara yang paling lurus.

Saudaramu
Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah

04 Ramadhan 1435 H
02 Juli 2014 M
http://www.hizb-ut-tahrir.info/info/index.php/contents/entry_37540

==============================
Raih Amal Sholih dengan Ikut Serta Menyebarkan Status ini.
==============================
Jika Saudara/i ingin mengkaji Islam dan berdakwah bersama HIZBUT TAHRIR INDONESIA silahkan mengisi form yang kami sediakan di http://hizbut-tahrir.or.id/gabung/

Insya Allah, syabab Hizbut Tahrir di daerah terdekat akan segera menghubungi anda. (jika lebih dari 2 minggu, saudara/i bisa memberitahukan lewat pesan inbox)
==============================
Website : www.hizbut-tahrir.or.id
Youtube : http://www.youtube.com/htiinfokom
Facebook : https://www.facebook.com/Htiinfokom
Twitter : https://twitter.com/hizbuttahrirID
===============================