My Heart is with ALEPPO

Apa yang saudara muslim kita alami di aleppo sudah di luar batas kewajaran yang.bisa diterima akal dan nurani.manusia. Apa yang di lakukan rezim bashar Assad terhadap rakyatnya sendiri sudah amat sangat biadab! Begitu sakit rasanya setiap kali menyaksikan video2 yang menggambarkan kondisi terakhir di sana. Ibu terpisah dari anaknya, anak-anak bayi yang bahkan belum mengenal apa itu dosa harus meregang nyawa, para wanita yang tak sudi kehormatannya di lucuti pengikut ashad memilih untuk bunuh diri, suami yang menggotong tubuh istrinya yang sekarat untuk mencari pertolongan medis tapi tak menemukan satu dokter pun di kawasannya yang masih tersisa hingga akhirnya sang istri menghembuskan nafas terakhirnya. .

Ya rabbi…apa yang tengah terjadi pada umat ini? Dimana lagi rasa kemanusiaan di letakkan oleh Ashad dan Pemimpin Amerika serta Rusia yang menjadi pendukungnya? Kapankah umat ini akan menang dan merasakan hidup yang damai di bawah naungan hukum syariatMu, tanpa ada satu negeri kafir pun yang bisa menginjak-injak kehormatan kami?

Mungkin sebagian kita berpikir bahwa.hanya doa dan bantuan dana saja lah yang bisa kita berikan untuk mereka saat ini. Namun sesungguhnya masih ada satu hal penting yang kita lupakan. Yakni dakwah. Dakwah agar umat muslim mau merasakan sakit yang sama seperti di hati mereka seperti yang saat ini dirasakan oleh saudara2 kita di aleppo, iraq, afghanistan, rohingnya, dan daerah2 konflik lainnya. Dakwah agar umat muslim paham bahwa semua penindasan yang saat ini umat rasakan karena tidak adanya persatuan umat di seluruh dunia. Umat islam terpecah-pecah dalam.sekat nasionalisme, terkukung dalam wilayah teritori, terbagi menjadi 54 negara, yang tidak satupun pemimpin negaranya mau membela umat muslim negara lain dengan mengirim pasukan nya, hanya karena pemikiran “urusan dalam negeri suriah tidak mungkin bisa di campuri” lantas merasa cukup hanya dengan mengirimkan kecaman, memutus hubunga diplomatik dengan rusia, dan kebijakan2 lainnya yang sebenarnya tak akan berdampak banyak pada nasib umat ini.

Berdakwahlah, agar umat ini merindukan kejayaan islam. Agar umat ini merindukan nikmatnya.hidup dalam naungan syariat islam. Berdakwahlah agar mereka paham bahwa dulu umat islam pernah bersatu, menguasai 3/4 dunia, dalam satu kepemimpinan, dengan di atur oleh hukum islam, dan di saat itu semua rakyat merasakan betul apa yang sering kita sebut sebagai “rahmatan lil ‘alamin”. Berdakwahlah, agar terketuk hati para pemilik kuasa, para pemimpin pasukan keamanan di tiap2 negeri muslim, untuk bersatu, dan menyelamatkan saudara2 kita yang saat ini tak harus meminta tolong pada siapa…

 

Mbah…

Mungkin Allah memanjangkan usianya untuk memberikan pengajaran pada kami, bahwa kelak di hari tua kami pun akan menjadi selemah dirinya, dan jadi amat sangat membutuhkan bantuan dan kasih sayang anak dan cucu untuk bisa tetap bertahan… 

Mungkin Allah menjaga nya hingga saat ini untuk menguji keikhlasan dan kesabaran kami. Sesabar dan seikhlas apa kami menghadapi tantrum nya yang jauh melebihi tantrum anak balita, menghadapi penyakit usia tua yang kian hari kian menggerogoti tubuh ringkih dan lemahnya… 

Ya Rabb, ampuni segala dosanya, terima seluruh amal ibadahnya. Jika seluruh penyakit dan rasa lelah yang ia rasakan saat ini adalah caramu untuk menghapus segala dosa nya yang terdahulu, maka ampunilah seluruhnya tanpa tersisa satu biji zarah pun, ya Rabbana… 

Kepada kamu yang baru-baru ini datang…

Kepada kamu yang baru-baru ini datang mengetuk pintuku
Siapkah kamu menghadapi seorang aku?
Aku tidak sesempurna yang kamu kira
Aku punya banyak sekali belang di sini dan di sana
Mau kah kamu menerima aku yang begini?
Mau kah kamu mengizinkan aku melanjutkan pilihan-pilihan yang sudah kupilih jauh sebelum aku mengenalmu?
kau juga tak tahu bagaimana keluargaku
Bagaimana selama ini aku bertahan dalam keluarga yang begini
Bisakah kamu memahami? Bisakah kamu menerima? Bisakah kamu membantu memperbaiki?
Bisakah kamu meyakinkanku bahwa kamu tak akan berbalik arah dan pergi?
Bisakah kamu menyadarkanku bahwa laki-laki tak semuanya sama? Bahwa kamu berbeda dari mereka yang hanya bisa menyakiti dan lantas pergi tanpa rasa bersalah?
Mampukah kamu bertahan meski gerbang yang akan kau lalui menujuku sulit sekali dibuka? benteng yang melindunginya sulit sekali ditembus?
Bersediakah kamu meyakinkanku bahwa kali ini, keputusanku untuk (kembali) memberi orang lain izin memasuki hidupku bukanlah keputusan yang salah dan gegabah?
Kau tahu? aku takut sekali
Sebelum kuputuskan untuk memulai semua ini, aku takut sekali
Takut keputusanku salah
Takut semuanya tak berakhir baik
Takut akan tersakiti lagi
Takut kau akan sama saja dengan orang-orang yang muncul sebelum kamu
Orang-orang yang hanya bisa datang untuk menggoreskan luka yang sulit sekali untuk dirawat dan diobati
Takut ditengah jalan kau malah menyerah dan pergi karena tak sanggup menembus semua kesulitan yang harus kau lalui
Tapi setakut apapun, tetap saja, tak ada alasan bagiku untuk menutup pintu
Maka dengan ini, dengan nama tuhanku yang maha pengasih dan penyayang, kuizinkan kau menapakkan kakimu di halaman menuju kastilku
Dengan ini, kuserahkan semua jawabannya pada Dia yang maha mengetahui
Akan kubiarkan Dia yang mengatur jalannya, jalanmu dan jalanku
Apakah keduanya kelak akan bertemu dan bersatu, ataukah akan berpisah untuk selamanya, tak ada yang tahu…

And I’m still a girl with broken wings

Ternyata ada sesuatu yang lain yang menghentikan langkah ku
Ada yang lain yang membuat seluruh rangka sayapku patah
Ada yang lain yang mengikatku dan aku tak mampu melepaskan dengan mudah ikatannya
Ternyata tak mudah bagiku untuk berjalan di jalanku sendiri, jalan yang sudah kupilih, sudah kutiti dengan susah payah
Ternyata aku masih sama saja seperti dulu
Patah, rapuh, tak berdaya, tak mampu berbuat apa-apa
Sampai kapan aku harus begini, duhai Tuhan?