Randomly ‘ME’

Mungkin sebagian dari para pembaca akan beranggapan, “jalan pikiran pemilik blog ini terlau random, kadang isi tulisannya baik sekali, kadang tak bermutu, kadang malah terkesan agak negatif”. Well, saya tidak menyalahkan. Orang-orang punya kebebasan untuk menilai. Dan saya memperlihatkan semua tulisan ini memang agar saya tidak tampak sebagai “miss perfect” di dunia maya yang diisi oleh orang-orang yang sebagian besar sama sekali tak pernah mengenal aslinya saya (karena memang saya sungguh jauh dari istilah ‘perfect’). Beginilah saya. Apa adanya saya. Yang seperti roller coaster.  Naik, turun, naik sekali, turun berkali-kali, mendatar, untuk kemudian naik dan turun lagi. Begitu terus. Dan blog ini juga sebenarnya tidak saya khususkan untuk menulis hal-hal berbau agama saja. Karena saya bukan ustadzah. Saya dengan segala kekurangan saya tidak pantas menyandang gelar itu. Hehe….
Jadi sebagai pemilik dan pengelola tunggal blog ini, saya minta maaf yang sebesar-besarnya jika ada tulisan saya yang mungkin terkesan aneh, terlalu curcol, tidak edukatif, dan kurang berkesan di hati pembaca dan follower sekalian. Harap maklum yak…saya cuma perempuan biasa kok….hehehe…tapi saya akan tetap berusaha menghadirkan tulisan-tulisan yang baik untuk kalian semua, yang semoga saja bisa memberikan manfaat kepada siapapun yang mampir untuk membacanya….

Salam “randomly me” :D

ilmu menerima

image

Dalam hidup ini, tak ada satu hal pun yang abadi
Tumbuhan ini contohnya
Ia tumbuh dan mekar untuk kemudian layu dan mati
Manusia pun sama
Kita dihidupkan untuk kemudian dimatikan
Kita memiliki untuk kemudian kehilangan
Maka kebahagiaan pun menjadi hal yang tak bisa bertahan lama
Pun kesedihan dan luka juga akan berlaku sama
Akan pergi dan menghilang dengan sendirinya
Untuk digantikan oleh bahagia
Atau malah memberi kesempatan bagi luka-luka baru lainnya
Kita dipaksa untuk hanya menerima
Karena memang satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah hanya menerima
Mau memberontak sekeras apapun, percuma
Kita hanya perlu menerima
Karena ‘menerima’lah satu-satunya jalan untuk berdamai dengan kehidupan
Karena ‘menerima’lah satu-satunya cara meraih ketenangan
Namun sayangnya, ilmu menerima itu adalah ilmu paling sulit yang harus dipelajari manusia
Terutama bagi manusia-manusia yang dalam hidupnya telah merasakan begitu banyak luka
Luka yang terus menerus menganga dan belum kunjung sembuh juga itu harus ditempeli lagi dengan luka-luka lainnya
Maka jangan heran jika mereka sulit untuk menerima
Bukan mereka tak mau, sungguh bukan
Tapi mereka hanya butuh waktu
Mungkin mereka harus belajar menerima luka-luka sebelumnya terlebih dahulu
Mungkin mereka masih berusaha mengobati hatinya yang sudah terlanjur payah itu dulu
Dan luka-luka baru yang datang malah membuat mereka hampir putus asa
Orang-orang seperti mereka bukanlah orang yang lemah
Justru mereka dipilih Tuhan karena mereka kuat untuk bisa menghadapai sendiri semuanya
Tapi tetap saja, ilmu menerima masih menjadi ilmu yang sungguh sulit untuk bisa dipelajari oleh manusia, tak terkecuali mereka
Dan mungkin hanya waktu lah yang mampu menjadi perantara paling baik untuk menghubungkan mereka dengan penerimaan seutuhnya…

Are you happy?

image

Pertanyaan yang ingin sekali kuutarakan padamu saat ini adalah, “Apa kau bahagia? Apa kau bisa bahagia? Sehebat apa kebahagiaan yang kau rasakan saat ini? Jika, misalnya saja, saat itu aku memutuskan untuk terus berbohong dan menutupi perasaanku yang sesungguhnya, kau jelas akan sangat bahagia saat ini bukan? Kau pasti akan merasa sangat lega bukan? Tapi aku tak ingin berpura-pura, dan kau pun memintaku jujur mengatakannya, bahwa aku tidak seperti yang kau lihat sebelumnya, bahwa aku ‘tidak baik-baik saja’.

Kau pikir aku suka begini? Kau pikir aku mau seperti ini? Kau pikir mudah bagiku? Kau pikir aku akan bisa menerimanya dengan mudah, mengalah dengan mudah, seperti yang selama ini selalu kulakukan padamu? Kau tak pernah menyangka aku akan sehancur ini bukan? Bahkan aku pun tak menyangka diriku akan begini, tak pernah menyangka hidupku akan jadi begini. Tak cukup masalah yang selama  puluhan tahun kupendam sendiri, tak cukup masalah dengan pendidikanku yang tak kunjung usai, dan kini masalah dengan kau, kau pikir aku sekuat itu untuk bisa menghadapinya seorang diri?

Kau boleh menganggapku berlebihan, kau dan siapapun yg mendukungmu boleh mengataiku apa saja. Aku tak peduli. Sudah terlalu lama aku berusaha mengalah, pada siapapun. Dan sekali ini saja aku ingin orang-orang menghargaiku. Hanya untuk sekali ini saja…..

Jangan Menyerah

Ada kalanya kita merasa bahwa kehidupan ini begitu sulit, menghimpit, menyesakkan, memuakkan, dan menyakitkan untuk dijalani.

Ada kalanya kita ingin sekali menyerah, tak sanggup lagi menjalani derita hidup yang seakan tak pernah ada akhirnya. Ingin menghilang, menjauh dari semuanya.

Ada kalanya kita merasa begitu kesepian, sendiri dan tak punya siapa-siapa untuk tempat berbagi kesedihan dan penderitaan.

Beberapa akan menemui saat-saat seperti itu sesekali dalam hidupnya, ada juga yang mengalaminya hampir setiap hari, sepanjang waktu, seakan tak ada waktu untuk beristirahat dan merebahkan tubuhnya yang lelah, seakan tak ada waktu untuk sekedar menghela nafas panjang.

Bagi siapapun, di luar sana, yg pernah atau sedang mengalaminya, bertahanlah, kuatkanlah dirimu. Ingatlah bahwa dunia ini, kehidupan yg kini kau jalani, hanyalah sebuah hal yg fana, yang tak ada apa-apanya dibandingkan kebahagiaan yang akan kau temukan di akhirat kelak.

Ingatlah bahwa semua ini pasti akan berlalu, cepat atau lambat pasti akan berlalu, bahwa Allah akan menghadiahkanmu kebahagiaan di depan sana, bahwa semuanya kelak akan baik-baik saja.

Jika sampai akhir hidupmu pun tak kau temukan bahagia itu, bersabarlah, karena bahagia itu telah disimpan Allah untukmu di alam keabadian, ketenangan itu telah menantimu di sana. Semuanya akan kau raih, hanya jika kau mau berusaha untuk bersabar, bersyukur, dan ikhlas menghadapi segalanya.

Percayalah, Allah tak akan pernah menyia-nyiakan hambanya. percayalah, Allah tak pernah meninggalkanmu sendiri, Ia selalu ada untukmu, menantimu panggilanmu, menanti curahan hatimu, Ia yang tak kenal lelah mendengarkan semua kisahmu, tak pernah mengkhiatimu, tak akan mengacuhkanmu….tak kan pernah….

Kalau kalian mau kebal dari patah hati dan penyakit perasaan lain, berikut resepnya:

1. Jangan terlalu mudah jatuh cinta
2. Jangan terlalu mudah memaafkan–hanya untuk kemudian disakiti lagi
3. Jangan terlalu peduli–hanya untuk kemudian kecewa

*Tere Liye

Kenapa kadangkala masalah hidup itu datang bertubi-tubi? Bahkan sama, itu-itu saja masalahnya? Jatuh lagi di lubang yang sama.

Mungkin jawabannya: agar kita paham. Karena mata pelajaran paling susah di sekolah saja, harus diajarkan berkali-kali.

*Tere Liye