ASSALAMU’ALAYKUM…

HALLOOO SEMUANYA…

Lama banget rasanya nggak pernah nyapa di blog ini lagi. akhir-akhir ini saya lebih banyak post di tumblr (nan-nda-fit.tumblr.com). emang dari jauh hari saya udah mutuskan blog wordpress ini khusus untuk posting hal2 yang sifatnya formal, yang nggak berkaitan sama kehidupan pribadi. hehe…

oh iya…akhir2 ini saya lagi menekuni hobi baru (prasaan saya kebanyakan punya hobi ya, nggak fokus banget orangnya…haha) lagi suka banget sama fotografi. jadi oleh karena itu akun instagram saya di khususkan untuk upload hasil jepretan saya. kalau ada waktu luang monggo silahkan mampir ya. siapa tau aja suka. lebih bersyukur lagi kalau di follow dan ternyata kita punya hobi yang sama jadi bisa share hal2 tentang fotografi. maklum saya baru belajar, anak bawang, jadi butuh banyak masukan ilmu dari senior2 sekalian yang sudah menggeluti bidang itu jauh lebih dulu. hehehe…akun IG nya: @mindeullephotowork ditunggu kedatangannya ya 🙂

tumblr_okgnnfdogh1sl8g3to1_1280

Fitrah penciptaan wanita adalah sebagai ummu warobbatul bait, yakni sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Tapi untuk bisa dan mampu menjalani profesi mulia itu, wanita butuh persiapan yang juga benar2 matang

Karena kelak ibu lah yang akan menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya. Ia yang akan mendidik dan membentuk karakter sang anak. Apakah ayah tak berperan sama sekali? Tentu saja berperan. Tapi peran ibu jauuuuh lebih besar dan lebih berpengaruh

Jika ingin membentuk generasi yang cerdas maka sang ibu pun harus cerdas, jika ingin membentuk anak dengan wawasan luas, maka sang ibu pun harus punya wawasan yang jauh lebih luas, jika ingin memiliki anak yang lingustik nya berkembang dengan baik dan pintar dalam hal komunikasi, maka demikian pula sang ibu, harus sedari kecil mendidik anak nya menjadi komunikator handal. Jika sang ibu abai terhadap pendidikan anak dan menyerahkan sepenuhnya pada sekolah dan lingkungan, maka jangan heran jika bukti nyata nya kita lihat sendiri di masa saat ini. Anak2 semacam awkarin bermunculan dimana-mana. Bukan hanya di kota2 besar tapi juga sampai ke pelosok2 desa

Tidak mudah mendidik anak. Sangat tidak mudah. Dan bisa kita tanyakan pada ibu kita sendiri, bagaimana upaya beliau untuk membentuk kita hingga jadi seperti sekarang, dan apa saja yang dengan ikhlas harus dia lepaskan dan korbankan untuk membuat kita bisa merasakan kasih sayang sepenuhnya dari seorang ibu. 🙂

What Do You Actually Want In Your Life?

Akhir-akhir ini otak serasa sedang tumpul. Kepingin nulis sesuatu tapi nggak tahu harus memulai dari mana dan dengan intro seperti apa. Jadi saya coba-coba saja menulis. Kalau dibaca hasil nya kurang enak, harap dimaafkan dan dimaklumi…

– What Do You Actually Want In Your Life? –

Apa yang sesungguhnya kamu inginkan dalam hidupmu? Pernah tidak kalian coba renungkan hal ini, direnungkan dalam situasi yang tenang, dan bukan dibawah tekanan. Jawaban yang muncul dari dalam diri masing-masing kita pun pasti beragam. Ada yang ingin mengejar cita-cita hingga setinggi luar angkasa (jika kata ‘langit’ tidak cukup menggambarkan ketinggian angan-angan dan harapannya). Ada yang ingin bisa merasakan segala kemudahan dalam hidupnya, bisa makan enak setiap hari, punya rumah mewah, mobil berjejer di garasi, pekerjaan yang mapan dengan gaji yang bahkan berlebih jika patokannya untuk memenuhi kebutuhan tersier. Ada yang ingin suami sempurna, sempurna dalam artian benar-benar punya segalanya, kaya, tampan, mapan, baik hati, tidak sombong, rajin menabung, dan lain sebagainya. Ada yang keinginannya hanya satu, ingin terus mendekatkan diri pada Allah, dan seluruh hal yang ia lakukan dalam hidupnya ingin disandarkannya pada penilaian baik menurut Allah. Ada pula yang tak punya jawaban sama sekali, cuma bisa senyum ketika diberikan pertanyaan seperti itu, tidak punya keinginan apa-apa, dan memilih prinsip hidup “mengalir seperti air”.

Sebenarnya, setinggi apapun kemauan dan harapan kita terhadap kehidupan dunia ini, pasti pada intinya kita hanya menginginkan satu hal, bahagia. Satu kata yang punya ribuan makna. Satu kata yang dicapai dan diusahakan dengan berbagai macam cara oleh masing-masing manusia. Standar bahagia setiap orang pun ternyata tak sama. Ada yang bahagia nya disandarkan pada hal-hal bersifat materi keduniawian, ada yang diletakkan pada hubungan sosial dengan sesama manusia, dan ada pula sekelompok orang yang menancapkan standar bahagianya pada hubungannya dengan Sang Pencipta. Kita semua diberikan keleluasaan oleh Allah untuk menentukan pilihan tentang apa yang sebenarnya kita inginkan dalam hidup, standar bahagia seperti apa yang kita pilih, dan bagaimana cara kita untuk mengusahakannya. Namun bukan berarti keleluasaan itu tidak dibarengi dengan konsekuensi. There will always be a reward or punishment in every decision we made, yang telah ditetapkan Allah untuk setiap manusia, yang merupakan hasil akhir atau konsekuensi dari setiap pilihan yang kita buat dalam hidup.

Tak mudah memang menentukan pilihan, memilih standar bahagia yang tepat, dan mencari apa yang sesungguhnya kita inginkan dari hidup yang hanya sekali dan sementara ini, ditengah gempuran berbagai gaya hidup manusia yang ada sekarang, benar-benar tak mudah. Kadang walaupun kita tahu mana jalan yang akan membawa kita pada ‘bahagia’ yang paling tepat, tetap saja ada kalanya kita menikung, memilih jalan yang salah. Tapi masih saja Allah berbaik hati memberi kita waktu untuk kembali merenung, kembali menata hati dan jiwa, kembali menentukan pilihan. Semoga kita ditetapkanNya pada pilihan-pilihan keinginan yang senantiasa mengantarkan bahagia menurut standar yang dibenarkan oleh syariatNya. In syaa Allah….

Yang ditulis oleh seseorang itu kadang bukan kisah nyata, bukan kejadian yang sesungguhnya terjadi dalam kehidupan si penulis, tapi lebih pada harapan, reka-rekaan masa depan, sesuatu yang ia impikan akan terjadi dan berlaku dalam kehidupannya

Yang ditulis oleh seseorang itu malah lebih sering berupa teguran dan tamparan bagi dirinya sendiri, bukan untuk orang lain, tapi semata-mata untuk mengadili dirinya, atas kesalahan yang pernah dan sedang ia lakukan..

[ Mindeulle ]

tumblr_ol628kfcf21sl8g3to1_1280

Setiap orang pasti punya kriteria pasangan idaman nya masing-masing. Dan entah sejak kapan saya berpikir, laki-laki yang selalu menunaikan kewajiban sholat di saat tepat ketika adzan mulai berkumandang (bahkan mungkin dia lah yang mengawali langkah untuk mengumandangkan panggilan sholat kepada muslim lainnya), yang berusaha untuk tidak menunda-nunda meski sedang dihadapkan pada pekerjaan yang bertumpuk-tumpuk, dan selalu memaksa dirinya untuk menunaikan kewajiban itu secara berjama’ah di rumah Allah meskipun harus berjalan kaki atau naik kendaraan sedikit agak jauh, laki-laki jenis ini selalu punya nilai lebih, selalu ada rasa kagum yang terselip di dalam hati, selalu ada perasaan teduh yang menenangkan saat melihatnya, dan rasa aman karena menyadari bahwa laki-laki seperti ini in syaa allah akan mampu membimbing istri dan anak-anaknya ke jalan yang Allah ridhoi, jalan yang ditekuni oleh orang-orang yang senantiasa berusaha mengutamakan Allah diatas segala-galanya, yang mampu mengayomi, dan memberi harapan akan perkumpulan kembali kelak di surga Allah yang luasnya seluas langit dan bumi…

My Heart is with ALEPPO

Apa yang saudara muslim kita alami di aleppo sudah di luar batas kewajaran yang.bisa diterima akal dan nurani.manusia. Apa yang di lakukan rezim bashar Assad terhadap rakyatnya sendiri sudah amat sangat biadab! Begitu sakit rasanya setiap kali menyaksikan video2 yang menggambarkan kondisi terakhir di sana. Ibu terpisah dari anaknya, anak-anak bayi yang bahkan belum mengenal apa itu dosa harus meregang nyawa, para wanita yang tak sudi kehormatannya di lucuti pengikut ashad memilih untuk bunuh diri, suami yang menggotong tubuh istrinya yang sekarat untuk mencari pertolongan medis tapi tak menemukan satu dokter pun di kawasannya yang masih tersisa hingga akhirnya sang istri menghembuskan nafas terakhirnya. .

Ya rabbi…apa yang tengah terjadi pada umat ini? Dimana lagi rasa kemanusiaan di letakkan oleh Ashad dan Pemimpin Amerika serta Rusia yang menjadi pendukungnya? Kapankah umat ini akan menang dan merasakan hidup yang damai di bawah naungan hukum syariatMu, tanpa ada satu negeri kafir pun yang bisa menginjak-injak kehormatan kami?

Mungkin sebagian kita berpikir bahwa.hanya doa dan bantuan dana saja lah yang bisa kita berikan untuk mereka saat ini. Namun sesungguhnya masih ada satu hal penting yang kita lupakan. Yakni dakwah. Dakwah agar umat muslim mau merasakan sakit yang sama seperti di hati mereka seperti yang saat ini dirasakan oleh saudara2 kita di aleppo, iraq, afghanistan, rohingnya, dan daerah2 konflik lainnya. Dakwah agar umat muslim paham bahwa semua penindasan yang saat ini umat rasakan karena tidak adanya persatuan umat di seluruh dunia. Umat islam terpecah-pecah dalam.sekat nasionalisme, terkukung dalam wilayah teritori, terbagi menjadi 54 negara, yang tidak satupun pemimpin negaranya mau membela umat muslim negara lain dengan mengirim pasukan nya, hanya karena pemikiran “urusan dalam negeri suriah tidak mungkin bisa di campuri” lantas merasa cukup hanya dengan mengirimkan kecaman, memutus hubunga diplomatik dengan rusia, dan kebijakan2 lainnya yang sebenarnya tak akan berdampak banyak pada nasib umat ini.

Berdakwahlah, agar umat ini merindukan kejayaan islam. Agar umat ini merindukan nikmatnya.hidup dalam naungan syariat islam. Berdakwahlah agar mereka paham bahwa dulu umat islam pernah bersatu, menguasai 3/4 dunia, dalam satu kepemimpinan, dengan di atur oleh hukum islam, dan di saat itu semua rakyat merasakan betul apa yang sering kita sebut sebagai “rahmatan lil ‘alamin”. Berdakwahlah, agar terketuk hati para pemilik kuasa, para pemimpin pasukan keamanan di tiap2 negeri muslim, untuk bersatu, dan menyelamatkan saudara2 kita yang saat ini tak harus meminta tolong pada siapa…

 

Mbah…

Mungkin Allah memanjangkan usianya untuk memberikan pengajaran pada kami, bahwa kelak di hari tua kami pun akan menjadi selemah dirinya, dan jadi amat sangat membutuhkan bantuan dan kasih sayang anak dan cucu untuk bisa tetap bertahan… 

Mungkin Allah menjaga nya hingga saat ini untuk menguji keikhlasan dan kesabaran kami. Sesabar dan seikhlas apa kami menghadapi tantrum nya yang jauh melebihi tantrum anak balita, menghadapi penyakit usia tua yang kian hari kian menggerogoti tubuh ringkih dan lemahnya… 

Ya Rabb, ampuni segala dosanya, terima seluruh amal ibadahnya. Jika seluruh penyakit dan rasa lelah yang ia rasakan saat ini adalah caramu untuk menghapus segala dosa nya yang terdahulu, maka ampunilah seluruhnya tanpa tersisa satu biji zarah pun, ya Rabbana…