image

Secantik dan setampan apapun dirimu tak akan meningkatkan derajatmu dihadapan Allah jika hatimu tidak kau benahi, imanmu kau biarkan compang camping, akhlakmu tak kau jaga dengan baik, lisanmu tak kau gunakan dengan ma’ruf….
Karena wajah yang kau banggakan bisa jadi hilang dalam sekejap jika Allah berkehendak…
Sedangkan hati yang indah, akhlak yang baik, tutur kata yang lembut, serta keimanan dan ketakwaan yang terjaga tak akan pernah lekang oleh waktu….

Tetap, tak ada yang berubah

Semakin banyak mengenal karakter manusia, pemahamanku tentang bagaimana harus bersikap dalam menghadapi masing-masing dari karakter itu pun bertambah.
Termasuk dalam memahami karakter orang sepertimu.
Meskipun kau sudah berani muncul sedikit demi sedikit ke permukaan, tetap saja penilaianku terhadapmu tak mudah berubah. Apalagi, sampai saat ini kau masih belum benar-benar berani meminta maaf. Belum benar-benar berubah dari karaktermu yang dulu. Kurasa sampai kapanku penilaianku terhadapmu akan tetap begitu. Entah sampai kapan. Mungkin selamanya penilaianku tak akan berubah sebelum kau juga benar-benar berubah.
Yang kau harus tahu, tak semua wanita meletakkan pilihan pada pandangannya. Aku salah satunya. Sungguh aku tak akan terpengaruh dengan ketenaranmu, dengan ketampananmu, dengan segala apa yang ada padamu, bukan itu hal yang paling krusial bagiku. Dan kurasa tak perlu kujabarkan di sini, cukup aku saja yang tahu. Kau juga tak perlu tahu, toh kau tak benar-benar ingin tahu, kan?

Aku dan Kata-kata(ku)…

image

Aku jatuh cinta pada kata-kata. Karena aku penikmat kata-kata, dan seorang penyaji kata-kata…

Maka kuharap kau juga jatuh cinta padaku karena kata-kata, karena semua pemikiran yang kualirkan melalui tiap-tiap untaiannya. Bukan karena parasku, bukan karena atribut dunia yang menempel padaku, tapi karena kata-kataku. Karena di dalamnya, kau telah temukan bagaimana aku…

– mindeulle

Tak lagi menunggu

image

Jika dulu menanti, menduga, dan berharap, menjadi bagian yang selalu menemaniku tiap detiknya, kini kuputuskan untuk merubah semuanya.
Aku tak ingin lagi menanti, tak ingin lagi menduga-duga, tak pula mengharap apa-apa, pada siapa-siapa. Kuputuskan untuk merubah prioritasku. Merombak seluruh ruang dalam hatiku.
Bukan aku putus asa. Bukan pula karena ingin menyerah. Tapi aku tahu, semua yang kulakukan dulu itu, hanya dan akan terus menyakiti diriku sendiri, mengikis habis perasaanku, membuatku terus menerus gelisah, menangis tanpa sebab yang jelas, dan tak bersyukur atas apa sudah kumiliki saat ini.
Tenagaku, pikiranku, ilmu-ilmu yang sudah kupelajari bertahun-tahun, tak akan berguna jika yang kulakukan setiap harinya hanya menanti dan berharap akan sesuatu yang tak pasti, atau seseorang yang bisa jadi tak sedikitpun mengharapkanku, bahkan mungkin tak ingat pernah mengenalku.
Di luar sana masih banyak yang membutuhkan keikhlasan dariku. Keikhlasan untuk meluangkan waktu, perhatian, tenaga, pikiran, ilmu serta dedikasiku. Di luar sana masih banyak sekali sumber kebahagiaan lain, yang bisa membuatku lebih mensyukuri hidup, lebih menunduk malu pada Tuhan yang telah baik sekali memberiku izin untuk hidup hingga detik ini, meski Ia tahu tak banyak hal berguna yang aku lakukan hingga saat ini untuk memperjuangkan agamaNya.
Dan tak perlu jauh-jauh menengok keluar. Di dalam rumah pun bahagia itu ada, selalu ada. Tak pernah kurang kadarnya. Hanya mungkin, aku yang terlambat menyadari. Aku yang menutup mata. Aku yang mengejar-ngejar fatamorgana, menyangka itu air yang melimpah, padahal mata air yang menyejukkan dan tak pernah berhenti mengalir itu ada disekelilingku, dekat sekali.
Maka, untuk apa lagi menanti yang tak pasti? Jika memang dia ingin datang, pasti kelak Tuhan lah yang akan menggerakkan hatinya. Mungkin saat ini, bagi dirinya yang entah siapa dan entah berasal dari mana, mencariku bukanlah prioritasnya. Jadi, aku pun harus begitu. Tak lagi menjadikannya prioritasku. Impas, kan?

– mindeulle

Sepertinya aku harus kembali belajar mengikhlaskan
Berhenti menerka-nerka
Berhenti berandai tiada makna
Berhenti menunggu
Berhenti mencari tahu
Berhenti ingin tahu
Berhenti melakukan semua hal aneh untuk mendapatkan perhatian yang pada akhirnya satu kali pun tak kudapatkan
Sudahlah
Sendiri memang lebih baik, sepertinya…

Siapalah aku
Berani-beraninya berharap dan bermimpi mendapatkan pasangan seperti dirimu
Aku yang tak punya apa-apa
Tak berprestasi macam dirimu
Tak pernah menginjakkan kaki ke luar negeri, apalagi bersekolah di sana
Ilmu agama juga tak seberapa, hanya seujung kuku saja
Siapalah aku
Berani-beraninya berharap dan bermimpi memiliki pasangan sesempurna dirimu
😥