Terlalu banyak sosmed malah bikin hidup kita makin nggak tenang
Beneran deh
Off aja sosmed yg nggak perlu
Uninstal yg bikin ribet
Pakai seperlunya
Dunia ini butuh lebih banyak karya dan aksimu ketimbang kamu pantengin sosmed dan internet berlama-lama

*ini ceritanya lagi ngomelin diri sendiri…hehe

Yang baik, tak selalu tepat

Suatu hari akan ada seseorang yang cukup baik budinya untuk membuat tertarik. Cukup luas hatinya untuk tempatmu tinggal. Cukup bijaksana pikirannya untuk kamu ajak bicara.  

Kamu tidak perlu menjadi orang lain untuk mempertahankan seseorang. Tetaplah jadi diri sendiri. Kamu pun tidak (dan jangan) menuntut orang lain menerima keadaanmu bila ia memang tidak mampu menerimanya. Karena yang baik belum tentu tepat.

Orang baik itu banyak sekali, dan hanya ada satu yang tepat. Selain itu hanyalah ujian. Kamu tidak pernah tahu siapa yang tepat sampai datang hari akad. Tetaplah jaga diri selayaknya menjaga orang yang paling berharga untukmu. Karena kamu sangat berharga untuk seseorang yang sangat berharga buatmu nantinya.

Suatu hari akan ada orang yang cukup baik dan cukup luas hatinya untuk kamu tinggali. Cukup kuat kakinya untuk kamu ajak jalan. lebih dari itu, ia mampu menerimamu yang juga serba cukup.

– kurniawan gunadi

Kenapa bernafas pun terasa seberat ini?
Seperti ada beban berat sekali yang memenuhi ruang-ruang dalam paru, yang bahkan dengan helaan napas keras dan panjang pun tak bisa membuangnya keluar

Kenapa mengingat rentetan kejadian rasanya sesakit ini? Semuanya sudah terjadi. Tak ada yang bisa diulang atau diperbaiki. Allah pun sudah memperlihatkan begitu banyak petunjuk, sudah membuka segala hal yang selama ini tak bisa terindera, lantas mau apa lagi?

Bukankah seharusnya aku bersyukur? Iya, pasti aku akan bersyukur. Tapi ada satu hal yang kusesali dari diriku sendiri. Sudah kuduga dari awal bahwa membuka pintu hati sama saja dengan bermain api. Resiko bermain api ya terbakar semua, seluruh badan, bahkan kadang sampai hangus tak bersisa.

Namun meski sudah tahu resikonya, dengan bodohnya kubuka lagi pintu yang sebelumnya sudah kututup rapat-rapat. Mudah sekali luluh hanya dengan satu dua kebaikan. Mudah sekali terpengaruh dengan cerita-cerita di balik layar yang tak menjamin segalanya. Maka beginilah yang ku dapati sekarang. Terjatuh lagi dalam lubang yang sama. Dan kembali merasakan sakit yang sama. Lantas siapa yang perlu ku salahkan?

Wanita misterius

Ilmu tingkat tinggi yang perlu dipelajari kaum hawa adalah, menjadi wanita yang penuh misteri, yang susah ditebak, yang selalu menimbulkan tanya, yang membuat orang lain ingin mencari tahu lebih banyak informasi tentang dirinya.

Dan menguasai ilmu ini tidak mudah, sungguh. Ada memang beberapa wanita yang sudah dikaruniakan sifat seperti itu, jadi dia tidak perlu repot-repot berlatih pagi dan petang untuk menguasai ilmunya.

Beruntung sekali kamu. Bersyukurlah karena kita yang terlalu mudah ditebak dan dibaca ini harus bersusah payah untuk bisa jadi seperti kamu. Iya, kamu. Siapa lagi kalau bukan kamu ^_^

Dedicated to my beloved friend, “HZA” wanita paling misterius yang pernah saya kenal, Yang kelihatan aslinya cuma di depan sahabat2 yang sudah 18 tahun bersama dengan dirinya….hahahaha :D

Hujan turun kembali sore ini….

Dan hujan pun kembali turun sore ini
Nampaknya ia tahu
Ada anak manusia yang butuh kehadirannya
Yang air matanya tertahan di pelupuk mata
Dan hanya hujan lah yang bisa menggantikan jatuhnya
Tertahan karena rasa sesak
Tertahan karena kewajibannya untuk tetap tampak kuat di hadapan orang tua yang juga menanggung begitu banyak masalah
Tertahan karena ia adalah sosok yang paling diandalkan dalam keluarga
Tertahan karena ia tak punya siapa-siapa untuk membagi rasa sakit, kerinduan, mimpi dan harapan-harapannya…

Ada orang yang sudah berulang kali melakukan kesalahan
Berulang kali pula dia sadar akan kesalahannya dan berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tak akan mengulangi
Tapi belum saja kering ucapan janji itu dari bibirnya, ia sudah kembali mengulangi kesalahan yang sama
Untuk kemudian kembali menyesalinya, kembali menyakiti diri sendiri, kembali berjanji, janji yang tak pernah bisa ia tepati….