manusia dan pilihan…

Terkadang manusia menjadi buta dan mengambil jalan yang salah tanpa tahu bahwa di jalan itu ia akan dihadapkan pada sebuah jurang yang terjal. Dan Tuhan membiarkan dia terjatuh ke dalam jurang, terluka, sendiri dan merana agar ia tahu bahwa jalan itu adalah pilihan yang salah. Selanjutnya, semua tergantung si manusia. Apakah ia mau tetap menderita di dalam jurang, atau berusaha keluar dari sana meski harus dengan usaha mati-matian!
– the girl with the broken wings –

teruntuk para aktivis yang MELUPAKAN keluarga karena kesibukan berorganisasinya…

Picture

Orang bilang anakku seorang aktivis . Kata mereka namanya tersohor dikampusnya sana . Orang bilang anakku seorang aktivis.Dengan segudang kesibukan yang disebutnya amanah umat . Orang bilang anakku seorang aktivis .Tapi bolehkah aku sampaikan padamu nak ? Ibu bilang engkau hanya seorang putra kecil ibu yang lugu.

Anakku,sejak mereka bilang engkau seorang aktivis ibu kembali mematut diri menjadi ibu seorang aktivis .Dengan segala kesibukkanmu,ibu berusaha mengerti betapa engkau ingin agar waktumu terisi dengan segala yang bermanfaat.Ibu sungguh mengerti itu nak, tapi apakah menghabiskan waktu dengan ibumu ini adalah sesuatu yang sia-sia nak ? Sungguh setengah dari umur ibu telah ibu habiskan untuk membesarkan dan menghabiskan waktu bersamamu nak,tanpa pernah ibu berfikir bahwa itu adalah waktu yang sia-sia.

Anakku,kita memang berada disatu atap nak,di atap yang sama saat dulu engkau bermanja dengan ibumu ini .Tapi kini dimanakah rumahmu nak?ibu tak lagi melihat jiwamu di rumah ini .Sepanjang hari ibu tunggu kehadiranmu dirumah,dengan penuh doa agar Allah senantiasa menjagamu .Larut malam engkau kembali dengan wajah kusut.Mungkin tawamu telah habis hari ini,tapi ibu berharap engkau sudi mengukir senyum untuk ibu yang begitu merindukanmu . Ah,lagi-lagi ibu terpaksa harus mengerti,bahwa engkau begitu lelah dengan segala aktivitasmu hingga tak mampu lagi tersenyum untuk ibu . Atau jangankan untuk tersenyum,sekedar untuk mengalihkan pandangan pada ibumu saja engkau engkau,katamu engkau sedang sibuk mengejar deadline. Padahal,andai kau tahu nak,ibu ingin sekali mendengar segala kegiatanmu hari ini,memastikan engkau baik-baik saja,memberi sedikit nasehat yang ibu yakin engkau pasti lebih tahu.Ibu memang bukan aktivis sekaliber engkau nak,tapi bukankah aku ini ibumu ? yang 9 bulan waktumu engkau habiskan didalam rahimku..

Anakku, ibu mendengar engkau sedang begitu sibuk nak. Nampaknya engkau begitu mengkhawatirkan nasib organisasimu,engkau mengatur segala strategi untuk mengkader anggotamu . Engkau nampak amat peduli dengan semua itu,ibu bangga padamu .Namun,sebagian hati ibu mulai bertanya nak,kapan terakhir engkau menanyakan kabar ibumu ini nak ? Apakah engkau mengkhawatirkan ibu seperti engkau mengkhawatirkan keberhasilan acaramu ? kapan terakhir engkau menanyakan keadaan adik-adikmu nak ? Apakah adik-adikmu ini tidak lebih penting dari anggota organisasimu nak ?

Anakku,ibu sungguh sedih mendengar ucapanmu.Saat engkau merasa sangat tidak produktif ketika harus menghabiskan waktu dengan keluargamu . Memang nak,menghabiskan waktu dengan keluargamu tak akan menyelesaikan tumpukan tugas yang harus kau buat,tak juga menyelesaikan berbagai amanah yang harus kau lakukan .Tapi bukankah keluargamu ini adalah tugasmu juga nak?bukankah keluargamu ini adalah amanahmu yang juga harus kau jaga nak?

Anakku,ibu mencoba membuka buku agendamu .Buku agenda sang aktivis.Jadwalmu begitu padat nak,ada rapat disana sini,ada jadwal mengkaji,ada jadwal bertemu dengan tokoh-tokoh penting.Ibu membuka lembar demi lembarnya,disana ada sekumpulan agendamu,ada sekumpulan mimpi dan harapanmu.Ibu membuka lagi lembar demi lembarnya,masih saja ibu berharap bahwa nama ibu ada disana.Ternyata memang tak ada nak,tak ada agenda untuk bersama ibumu yang renta ini.Tak ada cita-cita untuk ibumu ini . Padahal nak,andai engkau tahu sejak kau ada dirahim ibu tak ada cita dan agenda yang lebih penting untuk ibu selain cita dan agenda untukmu,putra kecilku..

Kalau boleh ibu meminjam bahasa mereka,mereka bilang engkau seorang organisatoris yang profesional.Boleh ibu bertanya nak,dimana profesionalitasmu untuk ibu ?dimana profesionalitasmu untuk keluarga ? Dimana engkau letakkan keluargamu dalam skala prioritas yang kau buat ?

Ah,waktumu terlalu mahal nak.Sampai-sampai ibu tak lagi mampu untuk membeli waktumu agar engkau bisa bersama ibu..

Setiap pertemuan pasti akan menemukan akhirnya. Pun pertemuan dengan orang tercinta,ibu,ayah,kaka dan adik . Akhirnya tak mundur sedetik tak maju sedetik .Dan hingga saat itu datang,jangan sampai yang tersisa hanyalah penyesalan.Tentang rasa cinta untuk mereka yang juga masih malu tuk diucapkan .Tentang rindu kebersamaan yang terlambat teruntai.

Untuk mereka yang kasih sayangnya tak kan pernah putus,untuk mereka sang penopang semangat juang ini . Saksikanlah,bahwa tak ada yang lebih berarti dari ridhamu atas segala aktivitas yang kita lakukan.Karena tanpa ridhamu,Mustahil kuperoleh ridhaNya 🙂

 

dikutip dari: http://morishinetoday.weebly.com/anakku-aktivis.html

sketsa (lagi)…

lagi males belajar =P
pelampiasannya = bikin sketsa…
agak aneh si hasilnya sebenarnya, ada garis yang terlalu tebel di tempat yang ndak diperlukan, ada yang terlalu tipis padahal harusnya tebel…but after all, saya suka pose cewek yang ada di gambar ini… ^_^

si KRISAN merah ^_^

beberapa minggu yang lalu, ketika saya sedang bersungut-sungut mengendarai motor di siang bolong (yang benar-benar bolong! maksudnya benar-benar panas, hehehe), tiba-tiba ada sebuah pemandangan ‘indah’ menyapa mata saya yang hampir jadi sipit gara-gara menghindari silaunya sinar matahari siang itu. di jalan saya berpapasan dengan seorang bapak-bapak penjual bunga yang juga sedang mengendarai motornya, dengan membawa beberapa pot kecil berisi bunga-bunga yang cantiiiiiik sekali warnanya. tanpa pikir panjang saya meminta si bapak untuk menepi dan mulai menawar harga bunga-bunga itu. dan akhirnya pilihan saya pun jatuh pada bunga krisan berwarna merah segar yang saat itu sudah mulai berbunga, tapi masih belum ada yang mekar satupun. hehehe. dan beruntungnya lagi saya mendapatkan bunga cantik ini dengan harga murah, hanya Rp 20.000 satu pot. senangnyaaa…mulai dari situ, tanpa absen, setiap hari, saya terus merawat dan memperhatikan perkembangan bunga kesayangan saya. dan akhirnya sekarang semua bunganya sudah mekar…bagus sekaliiiiiiiiiiiiiiiii… >___< . ini saya share deh foto nya supaya para pembaca juga bisa menikmati keindahannya…hehehehe

setelah ini saya nggak tau ini bunga mesti diapain lagi…rasanya sayang kalau harus dibiarkan layu. hiks…any idea? apa harus dikeringin ya? -.-??

orang Indonesia, MALAS membaca, senang BERGOSIP…ckckck!

beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah artikel yang di post oleh seorang teman melalui Facebook, saya tertarik sekali ingin membahas sedikit mengenai isi artikel tersebut di blog ini. di bawah ini saya cantumkan isi artikelnya yang berjudul “Kemampuan membaca remaja indonesia rendah!”

Skor rata-rata kemampuan membaca remaja Indonesia menempati rangking 57 atau lebih rendah dari Montenegro, Yordania, dan Tunisia.

Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Ella Yulaelawati mengatakan, skor rata-rata kemampuan membaca remaja Indonesia adalah 402, di bawah skor rata-rata negara yang masuk Organization for Economic Cooperation and Development (OECD).

Katanya, Indonesia menempati ranking ke 57 dari 62, dibawah Montenegoro, Yordania, dan Tunisia. Salah satu penyebabnya adalah maraknya acara talkshow di televisi yang mencermin budaya berbicara lebih kuat di masyarakat Indonesia ketimbang budaya membaca. Dirinya menambahkan, untuk menumbuhkannya dapat dilakukan dengan memunculkan taman bacaan masyarakat (TBM).

TBM menyediakan buku-buku sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar. Pemerintah juga akan mengembangkan TBM di pusat perbelanjaan yang dinamai TBM @ Mall di mana pemerintah menyediakan hibah Rp70 juta. Jika dilengkapi dengan pembelajaran komunitas dan aktivitas-aktivitas lain, disediakan dana Rp200 juta.

Dalam TBM yang juga berfungsi sebagai Balai Belajar Bersama ini, pengunjung tidak hanya dapat membaca berbagai buku pengetahuan dan terapan, tapi juga bisa belajar fotografi, memasak, merajut, dan berbagai keterampilan lainnya. Ella menyatakan, TBM@Mall merupakan salah satu program Kemendikbud untuk meningkatkan budaya baca masyarakat Indonesia karena untuk membudayakan kebiasaan membaca masyarakat Indonesia susah sekali.

Deputi Menko Kesra bidang Pendidikan dan Agama Agus Sartono selaku Ketua Harian Pendidikan untuk Semua (PUS) Nasional mengatakan, kemelekaksaraan salah satu kontribusi dalam penilaian Human Development Index (HDI). “Karena itu, pemerintah Indonesia menyepakati Konvensi Dakkar yang salah satu isinya menurunkan angka buta aksara minimal lima persen dari jumlah penduduk Indonesia,” ujarnya.

Taman bacaan masyarakat, kata mantan Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri Kemendikbud itu, merupakan salah satu program kementerian pendidikan untuk mendukung kemelekaksaraan penduduk buta aksara. “Jadi, setelah penduduk buta aksara bisa membaca dan menulis, untuk tetap mempertahankan agar mereka melek aksara, perlu diberikan bahan bacaan dan TBM inilah wadahnya,” kata Agus.

Dia menyebutkan, pendidikan untuk semua merupakan target pencapaian pendidikan nasional pada program tahun 2010–2014, yang meliputi enam bidang secara berurutan PAUD, Pendidikan Dasar, Keaksaraan, Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH), Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Mutu Pendidikan.

Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat Indonesia Heri Hendrayana Harris berpendapat, TBM dapat berada di garda depan pemberantasan buta aksara dan menumbuhkan minat baca karena mudah diakses masyarakat, tidak eksklusif dan membumi.

“Saat ini tercatat sekira 5.000 TBM di seluruh Indonesia berpotensi mengembangkan program literasi lokal dari komunitas lokal. Selama ini, sejumlah fasilitas membaca, seperti perpustakaan, terasa menakutkan karena terkesan hanya orang yang bersekolah yang bisa menikmatinya,” imbuhnya.

Katanya, TBM dapat mengakses berbagai referensi, sekaligus menjadi wadah bagi komunitas untuk beraktivitas sesuai karakter dan potensi daerah tersebut. Taman-taman bacaan yang ada perlu difasilitasi untuk berbagai praktik cerdas dan terbaik pengelolaan sehingga taman bacaan dapat dikelola secara lebih kreatif dan profesional.

sebenarnya saya lumayan setuju dengan apa yang disampaikan di artikel tersebut. janganlah mengambil contoh jauh-jauh, jadikan saja saya sebagai contohnya. sejujurnya saya bukan tipe orang yang suka membaca, bahkan mungkin cenderung bisa dibilang agak malas membaca. apalagi kalau yang harus dibaca adalah diktat kuliah yang tebalnya beratus atau bahkan beribu halaman (maklum diktat kuliah kedokteran tebalnya na’udzubillah, dijadiin bantal kayaknya bisa deh -.-” ). biasanya saya hanya membaca buku-buku itu kalau ada tugas, menjelang ujian, atau menjelang tutorial (proses diskusi mingguan yang menjadi salah satu program pendidikan di kampus kami). jarang sekali ada inisiatif untuk membacanya di waktu luang. nah, lain lagi kalau yang disuruh baca adalah novel atau buku-buku fiksi dan non fiksi lainnya yang menurut saya menarik, walaupun harus begadang semalaman bahkan sampai tidak tidur pun saya rela deh jabanin yang penting bisa segera selesai dibaca. hehehe…

 

sebenarnya kebiasaan seperti itulah yang membuat kita, para remaja ini, atau bahkan mungkin bangsa ini, tidak bisa maju-maju sampai sekarang. istilahnya orang-orang di negara maju sono sudah berlari sampai ke mars kita masih saja merangkak di bumi. membaca seharusnya bisa kita jadikan kebiasaan, atau bahkan mungkin hobi, dan tidak perlu pilih-pilih mana bacaan yang memang diminati saja. bahkan dari segi kesehatan pun membaca itu baik sekali manfaatnya. menurut penelitian, orang tua yang berusia 70 tahun ke atas yang dulunya memiliki hobi membaca atau suka membaca bahkan sampai usia tua akan memiliki resiko mengalami demensia (penyakit pikun) lebih rendah daripada orang yang dengan usia sama tetapi tidak suka atau jarang membaca saat masih muda. membaca membuat sel-sel otak kita terus bekerja. kita analogikan saja sel otak itu dengan manusia. manusia jika sering berolah raga maka ia akan terus bugar bahkan sampai di usia tuanya. sering olah raga pun bisa membuat sistem  imunitas tubuh akan terus bekerja dan membuat orang tersebut jarang terkena penyakit. sedangkan bila seseorang jarang olahraga maka bisa dijamin tubuh orang itu akan lemah dan tidak sehat, bahkan sering sakit-sakitan. begitu pula dengan otak. jadi mulai sekarang, rajin-rajin membaca ya supaya otaknya tetap ‘kinclong’ kerjanya sampai tua, lebih baik membaca kan daripada mengerjakan hal-hal lain yang tidak penting… ^_^

 

selain itu saya rasa apa yang dikatakan di artikel tadi bahwa di indonesia ini terlalu menjamur program talk show yang menunjukkan kalau orang indonesia suka ngomong itu tepat sekali. malah saya malu mengakui hal ini. bermacam-macam hal bisa dijadikan bahan pembicaraan di negeri kita ini, dari mulai gosip seputar artis, sampai fitnah-fitnah picisan tentang pemerintah. para pelaku atau penggosipnya pun beragam dan merata dari semua kalangan masyarakat, dari mulai kelas diskusi warung kopi sampai diskusi orang-orang berdasi yang mengambil lokasi di hotel-hotel bintang lima (biar diskusinya terkesan MAHAL dan BERBOBOT, padahal tetap saja yang dibicarakan isinya sampah dan ujung-ujungnya berakhir pada saling memfitnah dan saling menjatuhkan satu sama lain).

 

aaahh indonesia, terlalu banyak hal rasanya yang harus diprihantinkan dari negeri ini. negeri yang seharusnya makmur, negeri yang seharusnya maju dan berkembang pesat dengan segala kekayaan yang dimilikinya, tapi tidak pernah bisa mencapai derajat makmur karena orang-orang yang menempatinya tak ada motivasi untuk maju dan mengubah nasib menjadi lebih baik (ini sekalian menegur diri sendiri T_T ). semoga saja di masa depan negara ini dan seluruh rakyatnya bisa berhasil menggapai mimpi-mimpinya ya, kita doakan saja (sambil terus berusaha tentunya).