orang Indonesia, MALAS membaca, senang BERGOSIP…ckckck!

beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah artikel yang di post oleh seorang teman melalui Facebook, saya tertarik sekali ingin membahas sedikit mengenai isi artikel tersebut di blog ini. di bawah ini saya cantumkan isi artikelnya yang berjudul “Kemampuan membaca remaja indonesia rendah!”

Skor rata-rata kemampuan membaca remaja Indonesia menempati rangking 57 atau lebih rendah dari Montenegro, Yordania, dan Tunisia.

Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Ella Yulaelawati mengatakan, skor rata-rata kemampuan membaca remaja Indonesia adalah 402, di bawah skor rata-rata negara yang masuk Organization for Economic Cooperation and Development (OECD).

Katanya, Indonesia menempati ranking ke 57 dari 62, dibawah Montenegoro, Yordania, dan Tunisia. Salah satu penyebabnya adalah maraknya acara talkshow di televisi yang mencermin budaya berbicara lebih kuat di masyarakat Indonesia ketimbang budaya membaca. Dirinya menambahkan, untuk menumbuhkannya dapat dilakukan dengan memunculkan taman bacaan masyarakat (TBM).

TBM menyediakan buku-buku sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar. Pemerintah juga akan mengembangkan TBM di pusat perbelanjaan yang dinamai TBM @ Mall di mana pemerintah menyediakan hibah Rp70 juta. Jika dilengkapi dengan pembelajaran komunitas dan aktivitas-aktivitas lain, disediakan dana Rp200 juta.

Dalam TBM yang juga berfungsi sebagai Balai Belajar Bersama ini, pengunjung tidak hanya dapat membaca berbagai buku pengetahuan dan terapan, tapi juga bisa belajar fotografi, memasak, merajut, dan berbagai keterampilan lainnya. Ella menyatakan, TBM@Mall merupakan salah satu program Kemendikbud untuk meningkatkan budaya baca masyarakat Indonesia karena untuk membudayakan kebiasaan membaca masyarakat Indonesia susah sekali.

Deputi Menko Kesra bidang Pendidikan dan Agama Agus Sartono selaku Ketua Harian Pendidikan untuk Semua (PUS) Nasional mengatakan, kemelekaksaraan salah satu kontribusi dalam penilaian Human Development Index (HDI). “Karena itu, pemerintah Indonesia menyepakati Konvensi Dakkar yang salah satu isinya menurunkan angka buta aksara minimal lima persen dari jumlah penduduk Indonesia,” ujarnya.

Taman bacaan masyarakat, kata mantan Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri Kemendikbud itu, merupakan salah satu program kementerian pendidikan untuk mendukung kemelekaksaraan penduduk buta aksara. “Jadi, setelah penduduk buta aksara bisa membaca dan menulis, untuk tetap mempertahankan agar mereka melek aksara, perlu diberikan bahan bacaan dan TBM inilah wadahnya,” kata Agus.

Dia menyebutkan, pendidikan untuk semua merupakan target pencapaian pendidikan nasional pada program tahun 2010–2014, yang meliputi enam bidang secara berurutan PAUD, Pendidikan Dasar, Keaksaraan, Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH), Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Mutu Pendidikan.

Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat Indonesia Heri Hendrayana Harris berpendapat, TBM dapat berada di garda depan pemberantasan buta aksara dan menumbuhkan minat baca karena mudah diakses masyarakat, tidak eksklusif dan membumi.

“Saat ini tercatat sekira 5.000 TBM di seluruh Indonesia berpotensi mengembangkan program literasi lokal dari komunitas lokal. Selama ini, sejumlah fasilitas membaca, seperti perpustakaan, terasa menakutkan karena terkesan hanya orang yang bersekolah yang bisa menikmatinya,” imbuhnya.

Katanya, TBM dapat mengakses berbagai referensi, sekaligus menjadi wadah bagi komunitas untuk beraktivitas sesuai karakter dan potensi daerah tersebut. Taman-taman bacaan yang ada perlu difasilitasi untuk berbagai praktik cerdas dan terbaik pengelolaan sehingga taman bacaan dapat dikelola secara lebih kreatif dan profesional.

sebenarnya saya lumayan setuju dengan apa yang disampaikan di artikel tersebut. janganlah mengambil contoh jauh-jauh, jadikan saja saya sebagai contohnya. sejujurnya saya bukan tipe orang yang suka membaca, bahkan mungkin cenderung bisa dibilang agak malas membaca. apalagi kalau yang harus dibaca adalah diktat kuliah yang tebalnya beratus atau bahkan beribu halaman (maklum diktat kuliah kedokteran tebalnya na’udzubillah, dijadiin bantal kayaknya bisa deh -.-” ). biasanya saya hanya membaca buku-buku itu kalau ada tugas, menjelang ujian, atau menjelang tutorial (proses diskusi mingguan yang menjadi salah satu program pendidikan di kampus kami). jarang sekali ada inisiatif untuk membacanya di waktu luang. nah, lain lagi kalau yang disuruh baca adalah novel atau buku-buku fiksi dan non fiksi lainnya yang menurut saya menarik, walaupun harus begadang semalaman bahkan sampai tidak tidur pun saya rela deh jabanin yang penting bisa segera selesai dibaca. hehehe…

 

sebenarnya kebiasaan seperti itulah yang membuat kita, para remaja ini, atau bahkan mungkin bangsa ini, tidak bisa maju-maju sampai sekarang. istilahnya orang-orang di negara maju sono sudah berlari sampai ke mars kita masih saja merangkak di bumi. membaca seharusnya bisa kita jadikan kebiasaan, atau bahkan mungkin hobi, dan tidak perlu pilih-pilih mana bacaan yang memang diminati saja. bahkan dari segi kesehatan pun membaca itu baik sekali manfaatnya. menurut penelitian, orang tua yang berusia 70 tahun ke atas yang dulunya memiliki hobi membaca atau suka membaca bahkan sampai usia tua akan memiliki resiko mengalami demensia (penyakit pikun) lebih rendah daripada orang yang dengan usia sama tetapi tidak suka atau jarang membaca saat masih muda. membaca membuat sel-sel otak kita terus bekerja. kita analogikan saja sel otak itu dengan manusia. manusia jika sering berolah raga maka ia akan terus bugar bahkan sampai di usia tuanya. sering olah raga pun bisa membuat sistem  imunitas tubuh akan terus bekerja dan membuat orang tersebut jarang terkena penyakit. sedangkan bila seseorang jarang olahraga maka bisa dijamin tubuh orang itu akan lemah dan tidak sehat, bahkan sering sakit-sakitan. begitu pula dengan otak. jadi mulai sekarang, rajin-rajin membaca ya supaya otaknya tetap ‘kinclong’ kerjanya sampai tua, lebih baik membaca kan daripada mengerjakan hal-hal lain yang tidak penting… ^_^

 

selain itu saya rasa apa yang dikatakan di artikel tadi bahwa di indonesia ini terlalu menjamur program talk show yang menunjukkan kalau orang indonesia suka ngomong itu tepat sekali. malah saya malu mengakui hal ini. bermacam-macam hal bisa dijadikan bahan pembicaraan di negeri kita ini, dari mulai gosip seputar artis, sampai fitnah-fitnah picisan tentang pemerintah. para pelaku atau penggosipnya pun beragam dan merata dari semua kalangan masyarakat, dari mulai kelas diskusi warung kopi sampai diskusi orang-orang berdasi yang mengambil lokasi di hotel-hotel bintang lima (biar diskusinya terkesan MAHAL dan BERBOBOT, padahal tetap saja yang dibicarakan isinya sampah dan ujung-ujungnya berakhir pada saling memfitnah dan saling menjatuhkan satu sama lain).

 

aaahh indonesia, terlalu banyak hal rasanya yang harus diprihantinkan dari negeri ini. negeri yang seharusnya makmur, negeri yang seharusnya maju dan berkembang pesat dengan segala kekayaan yang dimilikinya, tapi tidak pernah bisa mencapai derajat makmur karena orang-orang yang menempatinya tak ada motivasi untuk maju dan mengubah nasib menjadi lebih baik (ini sekalian menegur diri sendiri T_T ). semoga saja di masa depan negara ini dan seluruh rakyatnya bisa berhasil menggapai mimpi-mimpinya ya, kita doakan saja (sambil terus berusaha tentunya).

2 thoughts on “orang Indonesia, MALAS membaca, senang BERGOSIP…ckckck!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s