DOKTER sering dihina dan disalahkan karena terlambat diagnosis, dsb, namun mereka sering menahan rasa berkemih karena mereka hampir tidak memiliki waktu untuk menggunakan kamar kecil, kelaparan karena mereka sering tidak sempat makan siang, dikeliling kencing, muntah dan darah setiap hari. Kehilangan waktu dengan keluarga mereka ketika mengurus Anda. Mereka kurang tidur namun harus bersedia untuk tetap terjaga bagi Anda dan keluarga Anda. Mereka bahkan mungkin  menangis untuk Anda. Di menit Anda membaca ini, dokter di seluruh dunia sedang menyelamatkan nyawa. Re-posting jika Anda menyukai seorang dokter, ADALAH DOKTER, atau AKAN MENJADI DOKTER atau menghargai dokter/petugas medis. SAYA Bangga menjadi bagian dari profesi ini!

rumus cantik untuk wanita muslimah

sumber: http://www.facebook.com/notes/masrurotun-nisa/-rumus-cantik-/234032809998345?ref=notif&notif_t=note_reply

Tidak cantik = Minder dan jarang disukai orang.
Cantik = Percaya diri, terkenal dan banyak yang suka.
Masa iya??

Itulah sekelumit rumus yang ada dalam pikiran wanita atau bisa juga akhwat. Sebuah rumus simple namun amat berbahaya. Darimanakah asal mula rumus ini? Bisa jadi dari media ataupun oleh opini masyarakat yang juga telah teracuni oleh media, baik cetak maupun elektronik bahwa kecantikan hanya sebatas kulit luar saja.

Semua warga Indonesia seolah satu kata bahwa yang cantik adalah yang berkulit putih, tinggi semampai, hidung mancung, bibir merah, mata jeli, langsing, dll. Akibatnya banyak kaum hawa yang ingin memiliki image ‘cantik’ seperti yang digambarkan khalayak ramai, mereka tergoda untuk membeli kosmetika yang dapat mewujudkan mimpi-mimpi mereka dan mulai melalaikan koridor syari’at yang telah mengatur batasan-batasan untuk tampil cantik. Ada yang harap-harap cemas mengoleskan pemutih kulit, pelurus rambut, mencukur alis, mengeriting bulu mata, mengecat rambut sampai pada usaha memancungkan hidung melalui serangkaian treatment silikon, dll.

Singkat kata, mereka ingin tampil secantik model sampul majalah, atau bintang iklan di tipi-tipi. Maka tidak mengherankan jika  banyak toko-toko kosmetik yang tidak pernah sepi pelanggan.

Kata cantik telah direduksi sedemikian rupa oleh media, sehingga banyak yang melalaikan hakikat cantik yang sesungguhnya. Mereka sibuk memoles kulit luar tanpa peduli pada hati mereka yang kian gersang. Tujuannya? Jelas, untuk menambah deretan fans dan agar kelak bisa lebih mudah mencari pasangan hidup, alangkah naifnya. Ketahuilah, sesungguhnya tidak ada korelasi antara cantik dan kesuksesan hidup!

Satu hal yang harus terus diingat dalam hidup, bahwa bersyukur pada apa-apa yang telah Allah berikan tanpa menuntut lagi, ridho dengan bentuk tubuh dan lekuk wajah yang dianugerahkan Allah karena inilah bentuk terbaik menurut-Nya, bukan menurut media ataupun pikiran dangkal kita. Kalau kita boleh memilih, punya wajah dan kepribadian yang cantik itu lebih enak tapi tidak semua orang dianugerahi hal semacam itu, itulah ke maha-adilan Allah, ada kelebihan dan kekurangan pada diri tiap orang.

Dan satu hal yang pasti, semua orang bertingkah laku sesuai pemahaman mereka, jika kita rajin menuntut ilmu agama Insya Allah gerak-gerik kita sesuai dengan ilmu yang kita miliki. Demikian pula yang terjadi pada wanita-wanita yang terpaku pada kecantikan fisik semata, menurut asumsi beberapa orang (dan saya), mereka merupakan korban-korban iklan dan kurang tekun menuntut ilmu agama, sehingga lahirlah wanita-wanita yang berpikiran dangkal, mudah tergoda dan menggoda.

Sesungguhnya ada yang lebih indah dihadapan Allah, yaitu kecantikan hati yang nantinya akan berdampak pada mulianya akhlaq dan berbalaskan surga. Banyak-banyaklah introspeksi diri (muhasabah), kenali apa-apa yang masih kurang dan lekas dibenahi. Jangan ikuti langkah-langkah syaitan dengan melalaikan kita pada tugas utama karena memoles kulit luar bukanlah hal yang gratis, ia butuh waktu dan biaya yang tidak sedikit. Bukankah menghambur-hamburkan uang (boros) adalah teman syaitan? JADI, mari kita ubah sedikit demi sedikit mengenai paradigma kecantikan. Bagaimana jika….

Faham Syari’at = CANTIK
Tidak Faham Syari’at = Tidak CANTIK sama sekali!
Setuju?

Tambahan, sebuah syair yang indah di bawah ini:

Banyak lebah mendatangi bunga yang kurang harum
Karena banyaknya madu yang dimiliki bunga
Tidak sedikit lebah meninggalkan bunga yang harum karena sedikitnya madu

Banyak laki-laki tampan yang tertarik dan terpesona oleh wanita yang kurang cantik
Karena memiliki hati yang cantik
Dan tidak sedikit pula wanita cantik ditinggalkan laki-laki karena jelek hatinya

Karena kecantikan yang sejati bukanlah cantiknya wajah tapi apa yang ada didalam dada
Maka percantiklah hatimu agar dicintai dan dirindukan semua orang.

Bagi siapapun di luar sana, yang merasa rendah diri, yang merasa tidak menarik, merasa bodoh, merasa tak punya hal yang membanggakan, angkat kepalamu dan tunjukkan pada mereka yang meremehkan dan menertawakanmu, bahwa kau punya apa yang mereka tak punya. Allah tak pernah menciptakan apapun dengan sia-sia, jadi mulai sekarang jangan rendah diri lagi ya… ^_^
– the girl with the broken wings –

MENJAGA PERUT

kita menemukan banyak juga orang miskin yang bertahan menjaga perutnya dari barang-barang yang haram. Ia kejar kemiskinannya itu dengan mempergiat bangun malam dan shalat dhuha. Ia prihatinkan diri dengan berpuasa sunnah. Dan ia jalankan hidup ini dengan ridha dan ikhlas. Bisa jadi hidupnya tetap miskin. Tapi Allah hadirkan ketenangan dalam hidupnya, rumah tangganya langgeng, rizki…nya sedikit tapi jadi daging dan enak dimakan. Tidak berubah jadi penyakit. Petaka jarang sekali hadir di kehidupannya. Dan banyak kemudahan di tengah-tengah kekurangan; anak sakit, dikasih cepat sehat. Tanpa berobat. Anak kurang biaya, tapi Allah kirimkan beasiswa dari tangan orang lain. Tak punya kendaraan, tapi Allah hilangkan keperluan berkendaraan; bersaudara dekat-dekat, berkantor tinggal jalan kaki, dan lain-lain. Beda dengan sebagian dari kita, yang punya kendaraan, tapi Allah terbangkan ke sana kemari dengan kendaraannya itu, yang akhirnya malah bertambah-tambah jauh dari keluarga dan Allah. Bahkan Allah tambahkan kendaraan dengan kendaraan yang lebih hebat dan lebih mahal, yang malah menambah jauh dirinya dengan keluarga dan Allah.

 

from: yusuf mansur network

tak akan ada yang bisa membuat kita berubah kalau kita tak merubah diri kita sendiri. tak akan ada yang bisa menyembuhkan kita, kalau bukan kita yang berusaha menyembuhkan diri kita sendiri…

– the girl with the broken wings –

apakah kamu adalah seorang ‘pendengar yang baik’?

siang ini di kampus, saya mendapatkan dua kuliah mengenai cara ‘konseling’ yang baik terhadap pasien, dan cara komunkasi dokter-pasien yang baik. dalam dua kuliah itu ada satu point yang sangat di tekankan, yaitu kemampun untuk menjadi ‘PENDENGAR YANG BAIK’. kedua dokter yang memberikan kuliah tadi mengatakan hal yang hampir sama, bahwa “menjadi pendengar yang baik itu tidak mudah. sulit sekali. kadang kita terbiasa untuk asyik sendiri saat orang lain berbicara dan tidak memperhatikan apa yang mereka ungkapkan pada kita.” ya, apa yang di sampaikan dosen-dosen saya siang ini benar sekali. memang susah untuk bisa menjadi seorang pendengar yang baik bagi orang lain….

untuk menjadi pendengar yang baik kita harus mempersiapkan waktu kita untuk mendengarkan segala macam keluh kesah orang yang bercerita pada kita, kita tak boleh sedikitpun terlihat bosan diajak berbicara atau mendengarkan cerita mereka yang mungkin butuh waktu sampai berjam-jam lamanya, tak boleh melakukan hal-hal lain saat ada orang yang sedang berbicara pada kita (seperti mengetik sms, menerima telpon, dan lain-lain), dan syarat penting lainnya adalah tatap muka. mendengarkan tanpa ada tatap muka adalah sama saja dengan kita tidak berminat mendengar pembicaraan orang tersebut, dan orang itu pun bisa saja merasa sungkan untuk melanjutkan ceritanya karena sikap kita yang seakan tak lagi tertarik mendengarkan ceritanya. selain mendengarkan cerita dengan penuh keikhlasan, sebagai pendengar yang baik kita juga harus memiliki kemampuan untuk menangkap permasalahan inti yang disampaikan dalam cerita seseorang, dan kemudian mampu menyimpulkannya. setelah itu, dengan sudut pandang yang kita miliki, selayaknya kita memberikan timbal balik pada orang yang bercerita berupa saran ataupun kritik yang tentunya harus berbobot, membangun, dan tidak terkesan menjatuhkan orang tersebut. see? menjadi pendengar yang baik itu sungguh tidak mudah kan?

sebagai seorang dokter, kami di tuntut untuk memiliki kompetensi seperti itu. mungkin bagi beberapa orang, hal ini benar-benar bisa jadi sebuah tuntutan yang berat karena tak sedikit orang yang malas mendengarkan cerita dan rengekan orang lain. mereka lebih memilih untuk asyik dengan pikiran mereka sendiri ketimbang memperhatikan kata demi kata yang disampaikan lawan bicaranya. ada lagi jenis orang yang selalu mau menang sendiri. orang yang ingin bercerita pada dirinya merasa tidak nyaman untuk melanjutkan ceritanya karena si pendengar lebih banyak ngoceh tentang pendapatnya sendiri ketimbang mendengarkan cerita orang lain dengan sabar. mau tidak mau kemampuan seperti ini harus kita latih, terutama untuk orang yang bercita-cita ingin menjadi dokter. coba saja kita lihat, mana ada pasien yang menyukai dokter yang ketika berhadapan dengan pasiennya hanya bisa menjelaskan sambil menunduk dan sibuk menulis tanpa memandang ke arah pasiennya? mana ada pasien yang menyukai dokter yang tak sedikit pun mau bicara ketika berhadapan dengan pasien, hanya mendengarkan sedikit keluhan pasien dan kemudian langsung menulis resep tanpa bertanya lebih dalam mengenai apa yang dikeluhkan pasiennya? mana ada pasien yang menyukai dokter yang wajah dan ekspresinya tidak welcome dan acuh tak acuh saat mendengarkan keluhan pasien? mana ada pasien yang menyukai dokter yang sok pintar dan terlalu banyak omong (padahal apa yang dibicarakan tidak sesuai dengan apa yang diinginkan pasien)?

tidak hanya profesi dokter yang membutuhkan kemampuan untuk mendengarkan dengan baik, orang lain pun butuh untuk belajar mengenai hal ini. tak ada salahnya kan mencoba untuk mendengarkan cerita dan pengalaman orang lain? sungguh, jika kita ingin belajar banyak mengenai kehidupan, maka ‘dengarlah dan gunakalah telingamu untuk mendengarkan dengan seksama’, maka kau akan tahu pesan-pesan yang disampaikan Tuhan melalui kisah orang-orang…

 

apa kau tahu mengapa Tuhan menciptakan manusia dengan dua buah telinga dan hanya sebuah mulut? jawabannya adalah, agar kita bisa lebih banyak mendengarkan dibandingkan berbicara…

dan apa kau tahu?  semua orang itu mampu berbicara dengan baik, tapi tak semua orang mampu mendengarkan dengan baik….