i want…

i want somebody to share

share the rest of  my life

share my innermost thoughts

know my intimate details

someone who’ll stand by my side

and give me support

and in return

he’ll get my support too

he will listen to me

when i want to speak

about the world we live in

and life in general

though my views may be wrong

they may be even perverted

he’ll hear me out

and won’t easily be converted

to my way of thinking

infact he’ll often disagree

but in the end of it all

he will understand me

 

diadaptasi dari novel 23 Episentrum karya Adenita

remaja sekarang doyan ngeseks sebelum nikah!

MERDEKA.COM. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional menyatakan, angka kehamilan pada usia remaja semakin meninggi. Hal itu itu disebabkan oleh kurangnya pendidikan seks yang sehat di kalangan remaja.

“Perilaku seksual yang tidak sehat di kalangan remaja di Indonesia khususnya yang belum menikah cenderung meningkat,” ujar Kepala BKKBN Sugiri Syarif di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jl Kramat Raya, Jakarta, Selasa (12/2).

Sugiri mengatakan, menurut data Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI), sebanyak 1 persen remaja perempuan dan 6 persen remaja laki-laki menyatakan pernah melakukan hubungan seksual pranikah.

“Bahkan menurut data Kementerian Kesehatan, 35,9% remaja mempunyai teman yang sudah pernah melakukan hubungan seks pranikah dan 6,9% responden telah melakukan hubungan seks pranikah,” kata dia.

Selanjutnya, kata Sugiri, terdapat pola kenaikan angka perilaku seks pranikah yang cukup tinggi pada remaja di wilayah perkotaan. Sedangkan untuk daerah pedesaan, angka tersebut cenderung menurun.

“Tapi, angka perilaku seks pranikah di pedesaan masih dua kali lipat dibandingkan dengan di perkotaan,” terang Sugiri.

Untuk menekan agar angka tersebut tidak semakin meninggi, kata Sugiri, BKKBN tengah menjalin kerjasama dengan beberapa pihak, salah satunya PBNU. “Kami melihat PBNU memiliki potensi akar rumput yang cukup kuat,” terang dia.

Lebih lanjut, Sugiri berharap, kerjasama ini dapat menekan semakin meningkatnya aktivitas seks pranikah di kalangan remaja. “Salah satunya melalui pendidikan seks,” pungkas dia.

Sumber: Merdeka.com

sebenarnya ada yang kurang dari artikel di atas. bukan hanya pendidikan seks yang kurang pada remaja saat ini, tetapi yang terpenting adalah pendidikan agama. tanpa ilmu agama, tanpa iman, dan tanpa ketakwaan terhadap sang maha pencipta, tak akan mungkin para remaja bisa bertahan dengan gaya pergaulan yang semakin bebas belakangan ini. mereka tak akan tahu seberat apa dosa yag dan balasan yang akan diberikan Tuhan jika melanggar perintahNya. keluarga dan orang tua lah yang seharusnya memaksimalkan hal ini. dari keluarga yang beriman dan bertakwa, akan tumbuh anak yang juga akan memiliki pendirian agama yang teguh dan iman yang kuat.  insya Allah… 🙂