adakah hadirmu di hari-hari senja ibumu?

suatu waktu, pasti akan muncul sebuah pertanyaan dalam kehidupan kita.

Mana lebih baik bagi seorang anak perempuan, untuk ikut tinggal bersama sang suami, atau tinggal menemani orang tua dihari-hari senja mereka??

setelah melihat mbah dengan kondisinya yg semakin lemah dimakan usia dan selalu membutuhkan keberadaan umi untuk merawatnya setiap hari…

saya jadi mengambil kesimpulan, apalah arti kita hidup jika membiarkan ibu kita tertatih sendiri di hari tuanya kelak…

apalah arti kita bahagia ditempat yg jauh bersama suami di saat untuk mengupas buah seperti dulu saja ibu kita tak mampu lagi melakukannya dengan mudah…

ada seorang teman yg berkata “Harusnya menantu perempuan dari anak laki-laki nanti yang rawat ibu”, ingatlah, menantu itu bukan anak kandung ibu kita, pasti ibu akan tetap merasa sungkan untuk dirawat oleh menantunya, dan si menantu pun belum tentu mau sepenuh hati merawat ibu kita sebagaimana ia merawat ibu kandungnya sendiri, zaman sekarang susah menemukan menantu perempuan yang tulus lho, yang ada malah si menantu sering merasa direpotkan oleh keberadaan mertuanya, beneran deh

ada juga yg berkata “Nanti anak laki-laki yang tanggung jawab ke ibu”, lalu bagaimana jika kau hanya anak semata wayang dan kau adalah wanita?

jikalau pun kau punya saudara laki-laki, bisakah ia merawat ibunya setelaten anak wanita? bisakah ibumu nyaman dimandikan anak laki-lakinya? bisakah anak laki-lakinya membantu menceboki ibunya saat sang ibu sudah tak mampu lagi melakukan aktivitas itu dengan tenaganya yang sudah melemah?

ini hanyalah sebuah ksimpulan yang saya ambil dari apa yang saya lihat sendiri, semoga bisa jadi bahan pembelajaran untuk kita smua

ingatlah, surga itu ada di telapak kaki ibu. ingatlah bagimana ibumu dengan tulus ikhlas merawatmu, dari kecil sampai kau akhirnya bisa sedewasa sekarang, dan akhirnya bisa jatuh cinta dan memutuskan untuk membangun sebuah keluarga seperti sekarang. di dalam hatinya, mungkin ia malu untuk memintamu tinggal dan menemaninya, tapi sejujurnya dia pasti sangat ingin kau ada di sana, di dekatnya, merawatnya, membuatnya tertawa setiap hari, menyuapinya, ah, bahagia pasti rasanya jika anak kita memperlakukan kita dengan seperti itu…

tidak adalah salahnya kan meminta pada suami? suami yang baik insya Allah mengerti, suami yang baik tidak akan marah ketika kita mengatakan ingin merawat orang tua kita. maka dari itu, pilihlah suami yang baik dan mau mengerti kita… ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s