Apa kabar indonesia malam: Kondom untuk (si) apa?! – video

eng i eeeng…. -..-”

keliatan banget nara sumber yang pro pekan kondom nasional ‘hilang bahan’ buat ngejawab pernyataan jubir HTI sebagai nara sumber yang kontra.

kemenkes sudah menyadari bahwa yang jadi penyebab utama penyebaran HIV yang semakin meningkat di indonesia itu adalah perilaku seks yang menyimpang. contohnya ya free sex, homosex, bisex, transgender, tapi kok ya bukannya masalah itu yang diselesaikan, ini malah pakai kondom dijadikan solusi…lucu 😀

alhamdulillah sekarang kabarnya PKN sudah dihentikan. tapi yang disayangkan, KATANYA nih program ini sudah diberlakukan 7 tahun di Indonesia, tapi lihat apa yang terjadi? angka penderita HIV malah semakin meningkat to selama beberapa tahun ini? dan peningkatannya bukan lagi dari penggunaan jarum suntik (yang malah makin menurun angkanya) tapi dari hubungan heteroseksual! kenapa? ya karena penyebab utamanya tidak diperangi!

*maaf videonya kepotong, udah berusaha nyari yg full, tapi dapetnya cuma yang ini, semoga dengan video ini pun masyarakat bisa cukup tercerahkan. 🙂

Mengapa WANITA rela menanggalkan gelar MULIA hanya demi kesetaraan gender ?

Mengingatkan sesama wanita akan kemuliaan yg diberikan Allah pada dirinya 🙂

Kesetaraan gender? bukan itu yang kita cari. karena pada hakikatnya wanita dan pria diciptakan ALLAH dengan kodrat yang berbeda, maka kita tak bisa disetarakan dan di sama-sama kan. wanita punya tugas mulia nya sendiri, begitu pula pria, punya tugas mulia nya sendiri.

islam tak pernah melarangmu untuk berkembang, tapi justru Ia memberikanmu kemudahan dan jalan keluar untuk mendapatkan pahala yang sama dengan laki-laki.

mungkin dulu saya pernah kagum dengan wanita-wanita yang berhasil dengan kariernya, menjadi spesialis atau bahkan mendapat gelar yang lebih tinggi lagi di usia muda tapi tetap mampu mengurus anak. tapi ketika tahu ‘yang sebenarnya’ pemikiran saya berubah 180 derajat. saya jadi berpikir bahwa yang membuat wanita berada pada kedudukan paling mulia, adalah ketika ia berada di rumah, menjadi madrasah pertama untuk anak-anaknya, mempersiapkan segala sesuatunya untuk kebutuhan anak dan suaminya, menjadi ibu dan isteri yang baik.

Islam tak pernah melarang wanita untuk sekolah setinggi-tingginya, dan bekerja untuk membantu keuangan keluarga, tak pernah. Asalkan, jangan lupakan kewajibannya, untuk menjadi isteri yang sholehah dan menghormati suami, menjadi ibu yang baik dan mendidik anak-anaknya untuk menjadi generasi islam yang hebat. tapi jika kesibukan diluar rumah membuat wanita lupa akan kewajibannya, kira-kira bisakah ia menjalankah kewajiban-kewajibannya itu dengan maksimal?

jika nanti di akhirat, ketika catatan amal kita dibuka oleh Allah dan Allah bertanya “kau dulu ketika hidup, bekerja mengejar dunia dan lalai akan tugasmu menjadi isteri dan ibu yang baik. kau tinggalkan suamimu dan membiarkannya kesepian dan tak bahagia, di saat seharusnya kau jadi penyemangatnya setelah ia lelah mencari nafkah untukmu dan anakmu. kau biarkan anak-anakmu mengasuh dirinya sendiri, bermain sendiri, belajar sendiri, dan akhirnya tersesat dalam ketidak-tahuannya tentang agama dan kehidupan akhirat. bisakah kau mempertanggung-jawabkan ini semua?” 😦

sungguh indahnya ajaran agama yang dihadiahkan Allah untuk kita. mari bersyukur kita terlahir sebagai wanita 🙂

berikut adalah tulisan dari seorang teman yang membahas mengenai tema yang sama 🙂

Mengapa WANITA rela menanggalkan gelar MULIA hanya demi kesetaraan gender ??

ketika laki-laki diwajibkan untuk sholat berjama’ah di Masjid, wanita justeru diberi penawaran untuk memilih ikut serta dalam sholat berjama’ah itu atau memilih sebuah KEMULIAAN dengan tetap sholat di rumah untuk menjaga anak2 dan harta suaminya..

ketika laki-laki diwajibkan untuk berjihad, wanita justeru diberi penawaran untuk memilih ikut serta dalam “jihad” itu atau memilih sebuah KEMULIAAN dengan tetap di rumah untuk menjaga anak2 dan harta suaminya..

ketika laki-laki diwajibkan untuk menafkahi ibu dan keluarganya, wanita justeru diberi penawaran untuk memilih ikut membantu suaminya atau memilih sebuah KEMULIAAN dengan tetap di rumah untuk menjaga anak2 dan harta suaminya serta berbakti pada (suami) nya..

Wanita tidak pernah dilarang untuk melakukan apa saja yg bisa dilakukan oleh laki-laki, namun wanita ditawarkan sebuah kemudahan yang sudah sangat disesuaikan dengan kondisinya, kemudahan itulah yang dapat membawa seorang wanita pada gelar MULIA..

Satu hal yang harus kita (wanita) ingat, jika ingin tau kedudukan wanita di mata ISLAM, maka pelajarilah seluruhnya secara utuh, jangan setengah2, lihat semua sisi, maka kita akan bersyukur dilahirkan sebagai seoran wanita, Laki-laki pun begitu,,

ISLAM selalu seimbang, jika ada ketimpangan, maka pertanyakanlah pengetahuan (tentang islam) kita masing2,,

filosofi kisah Lukman dan keterkaitannya dengan arus protes terhadap profesi dokter

*tulisan ini rada telah di post di wordpress, sebenarnya sudah di posting duluan lewat FB tanggal 3o november, tapi ndak apa lah, daripada ndak sama sekali 😀

Pernah dengar kan cerita tentang Lukman yg berjalan dgn anaknya sambil membawa keledai?

Mungkin cerita ini cocok dengan keadaan para dokter saat ini 

saat Lukman menyuruh anaknya menaiki keledai karena tak ingin anaknya lelah berjalan, ada orang yg berkata ”anak kurang ajar, dia biarkan ayahnya berjalan sedangkan dia enak2 naik keledai”

kemudian mereka bertukar posisi. Kini lukman yg menaiki keledai dan anaknya yg berjalan, lalu ada orang yg berkata ”ayah tak punya perasaan, dia biarkan anaknya yg lemah utk berjalan sedangkan dia yg kuat malah naik keledai”

selanjutnya mereka memutuskan utk menunggangi keledai tersebut bersama-sama, dan orang yg melihat mereka berkata ”orang2 tak punya perasaan, mereka berdua menunggangi keledai yang lemah itu”

lalu terakhir mereka kembali berjalan bersama dan membiarkan keledainya tak ditunggangi, lantas ada lagi orang yang berkata ”bodoh! Bawa keledai tapi tak ditunggangi”

kemudian si anak bertanya pada lukman, ”ayah, mengapa semua orang memprotes semua hal yang kita lakukan?”

lukman pun menjawab ”anakku, itulah tujuan ayah mengajakmu jalan-jalan. Ketika kamu berbuat sesuat yg menurutmu benar, orang2 akan tetap berkata-kata tentang dirimu. Apalagi kalau kau melakukan kesalahan. Pelajaran yg ingin ayah sampaikan adalah: laa yumkinu irdhaa’u kullinnaas. Mustahil membuat semua orang sepakat dengan apa yang kamu lakukan”. Jadi mau kita bicara pakai teori jenis apapun juga, tetap saja tak bisa elakkan bahwa tetap akan ada orang-orang yang tak setuju dengan pendapat atau sikap kita. Yang bisa kita lakukan hanya berusaha untuk sabar dan ikhlas, tapi justru itu lah yang paling sulit ya? 🙂

semoga bisa kita petik pelajaran dari semua kejadian yang menimpa kita saat ini. Pasti Allah punya rahasia dibalik kejadian ini, pasti ada hikmah yang harus kita cari tahu. malah mungkin kata-kata pedas dan kalimat cacian yg mereka tujukan pada kita ternyata adalah ‘bahan renungan’ yang dikirimkan Allah pada kita semua. Atau Allah ingin menguji keikhlasan dan kesabaran kita, dalam menjalani profesi mulia ini. Wallahu a’lamubissawab. Semoga kita termasuk orang2 yang sabar, ikhlas, dan bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian. 

‘Perasa’ nya hati wanita, bukanlah sisi lemahnya, tapi ‘kekayaan’ nya :)

*gara-gara seseorang, tiba-tiba dapet inspirasi 🙂

Hati wanita itu terlalu rumit untuk dimengerti, bahkan kami pun kadang tak mengerti hati dan perasaan kami sendiri. Bisa sedih dan gembira karena sebab-sebab sepele, atau bahkan tanpa sebab sama sekali. 😀

Maafkan kami jika kami terlalu perasa. Karena ‘perasa’nya kami itulah yang nanti akan bisa membantu kami memahami kapan anak kami sedang dilanda masalah, kapan suami kami sedang butuh dukungan dan dorongan semangat.

Kata orang, dibalik kesuksesan laki-laki ada wanita-wanita hebat (ibu maupun isterinya) yang menjadi topang mereka. Dibalik kehebatan Rasulullah dalam memimpin ummat, ada seorang Khadijah yang selalu setia mendukung, menyemangati, menjadi pendengar yg baik, dan memberikan seluruh jiwa, raga dan hartanya untuk membantu Rasulullah.

Itulah mengapa Allah menciptakan wanita lebih mampu menggunakan hati dan perasaan nya dibandingkan laki-laki yang lebih banyak menggunakan otak dan pikiran. Percayalah pada kemampuan ‘hati dan perasaan’ kami ini, yang walapun sulit dipahami, tapi kami memang diciptakan dengan kodrat seperti ini, agar kami mampu melahirkan dan membesarkan generasi Islam yang maju dan kuat. In sha Allah.. 🙂

#TolakPekanKondomNasional – a short review from somebody’s interesting post

Pembagian kondom dengan maksud utk mencegah penyebaran HIV sehingga orang-orang yang dianggap ‘beresiko’ bisa berhubungan sex dengan ”save”, sama saja dengan memberikan arena tanding, helm, sarung tangan tinju dan pengaman lainnya utk siswa/mahasiswa yg suka tawuran. Solusi gila macam apa itu?! #TolakPekanKondomNasional selamatkan ummat dari bahaya seks bebas, Allahu Akbar!!!

berikut adalah tulisan yang menurut saya sangat menarik, saya tak tahu kejadian seperti di bawah ini apa pernah terjadi atau tidak, tapi layak untuk dibaca, jadi kelak ada bahan untuk melawan pejabat-pejabat yang rada nggak bener cara berpikirnya itu. 😀

SOLUSI GAGAL NEGARA AMBURADUL
=======================

suatu hari seorang pejabat (p) berdiskusi dengan seorang aktivis dakwah (ad) terkait beberapa permasalahan negara dan solusinya

P : saya heran mengapa anda dan teman2 anda menolak kondomisasi sebagai solusi atas permasalahan semakin mewabahnya virus HIV/AIDS

ad: saya lebih heran mengapa anda menjadikan kondomisasi sebagai solusi atas permasalahan HIV/AIDS

p: memangnya kenapa? kondomisasi itu kan supaya orang yang berhubungan intim bisa main “save” dan tidak tertular virus itu.

ad : begini, kalau untuk maraknya kasus tawuran pelajar, apa solusi anda?

p: ya kita akan perketat pengamanan, jangan sampai terjadi tawuran, kita juga perintahkan ke sekolah2 mereka supaya di razia yang membawa senjata tajam, dan supaya mereka digerakkan untuk ikut ekskul2 supaya ada kegiatan positif dan tidak kepikiran untuk tawuran.

ad: solusi apa itu? kenapa mereka tidak di fasilitasi saja, di buatkan arena tanding, diberikan helm dan baju pengaman, mereka boleh tawuran asal “save” dan tidak mengganggu masyarakat.

p: solusi apa itu? solusi ngawur, anda ini mau menjadikan negara ini rusak? itu sama saja dengan melegalkan kekerasan dan menjadikan generasi ini kecanduan dengan penyelesaian2 kekerasan kelak dewasa mereka menjadi anti damai, tau anda?!?!?!?!

ad : nah, kalo kondom? sama saja kan dengan tawuran? anda memfasilitasi orang ngeseks dengan bagi2 kondom asal “save”, itu sama saja dengan melegalkan prostitusi, menjadikan generasi bangsa ini rusak kecanduan seks, kelak dewasa mereka mau jadi apa? pencandu seks, tidak apa-apa asal aman???? begitu???

ad: harusnya anda memperketat pengamanan, jangan sampai ada orang ngeseks bebas, jadikan hidup generasi muda sehat dengan memudahkan mereka menikah atau puasa, izinkan poligami bagi mereka yang sudah menikah, buat juga ketentuan yang mengatur hukum sanksi bagi orang yang pacaran dan berdua-duaan, ini langkah pencegahan, tapi hukum seberat-beratnya orang yang berzina, ini langkah pengobatan dan efek jera. bukan malah bagi-bagi kondom???? solusia apa itu??? solusi ngawur!!! anda mau menjadikan negara ini rusak?!?!?!?!

p:?&*%&#^*#&!!!!

#TolakPekanKondomNasional – mencantumkan tulisan dari Ustadz favorit ane –> Ust. Felix Siauw :)

Islam mencegah HIV dengan melarang free sex! Jangankan free sex, PACARAN yg jadi ‘jalan tol bebas hambatan’ utk bisa terjadinya hal itu saja diharamkan! Itu baru namanya solusi 🙂

Ini malah pemerintah keluarkan dana sampai 25 miliyar utk pekan kondom nasional, giliran kebijakan POLWAN BOLEH BERHIJAB malah mikir2 baru boleh diberlakukan. Yaelah bro…

berikut adalah postingan Ust. Felix Siauw mengenai penolakan terhadap pekan kondom nasional, check it out!

#TolakPekanKondomNasional

dapet gambar dari salah satu tweeps tentang bis “Pekan Kondom Nasional” yang mangkal bagi kondom gratis di UGM | gambar bisnya porno pula 

sedih melihat pengelola negeri ini | amanah yang Allah titipkan malah digunakan untuk merusak generasi muda

bukannya nggak mau post pic bis “Pekan Kondom Nasional” yang mangkal di UGM itu | nggak tega saya posting pic yang merusak begitu 

begitulah pemerintah negara ini menyetujui bagi-bagi kondom gratis dengan dana 25 milyar | bukan hanya untuk kesia-siaan tapi kemaksiatan

25 milyar untuk kondom gratis ada padahal maksiat | unyuk polwan berhijab yang kewajiban dari Allah mikir-mikir? #TolakPekanKondom

zina itu salah satu dosa besar yang sangat dilaknat Allah | apapun alasannya apapun analisisnya tetap saja dosa | ini malah sponsori zina?

logika aneh Kemenkes & KPAN | “AIDS No! but FreeSex Yes!” | emang ada FreeSex tanpa AIDS? #TolakPekanKondom

logika aneh Kemenkes | “tolak AIDS dengan bagi kondom gratis di bus bergambar wanita seksi setengah telanjang” | #TolakPekanKondom

ukuran pori-pori kondom 1/60 mikron & membesar jadi 1/6 mikron saat dipakai | ukuran virus HIV 1/250 mikron | cegah AIDS dengan kondom?

penyebaran AIDS itu efek dari FreeSex | eh ini malah dibagi-bagiin kondom gratis untuk FreeSex? #TolakPekanKondom

Islam mencegah AIDS dengan melarang FreeSex | jangankan sex bebas, pacaran aja diharamkan | itu baru solusi  #TolakPekanKondom

bagi-bagi kondom gratis | AIDS-nya belum tentu tercegah | FreeSex-nya sudah pasti terjadi | #TepokJidatTetangga #TolakPekanKondom

logika aneh Kemenkes & KPAN | “lakukanlah seks aman, yaitu dengan kondom” (ini mereknya dan ini artis teladannya) | #TolakPekanKondom

walau kita kesel tapi kita tetep woles kok  | tapi tugas kita tetep mengedukasi ummat | agar tak terjebak logika sesat liberalis

orang beriman itu standar pikirnya HALAL dan HARAM dulu | setelahnya baru berpikir MANFAAT atau MUDHARAT | kalo yang lain, nggak tau deh..

Maukah membagi “semangat” dan “suara” nya untuk menolong generasi muda muslim?

Entah kenapa, saya berharap sekali, semangat luar biasa dari rekan-rekan sesama dokter dan dokter muda yang beragama Islam yang kemarin digunakan untuk menyuarakan penolakan terhadap kriminalisasi dokter bisa juga digunakan untuk menyuarakan penolakan terhadap pekan kondom nasional dan membela agamanya sendiri. 

Karena kalau bukan kita yang membela dan membangun agama ini, lantas siapa yg mau diharapkan? Para tokoh agama saja? Tak cukup kawan, kita generasi muda inilah yg sepatutnya bergerak maju. Mari bersama-sama dengan tegas kita menyatakan #TolakPekanKondomNasional !!! Selamatkan ummat dari bahaya seks bebas !!!