Semua yang kita punya ini akan dimintai pertanggung jawaban kan kelak di akhirat? Termasuk tubuh dan paras…jika kecantikan tubuh tidak dilindungi dengan hijab, dan kecantikan paras tidak dilindungi dengan menundukkan pandangan dan menghindari rasa sombong karena memiliki paras cantik, kelak ketika kita ditanya Allah di akhirat, mau jawab apa? 

– the girl with the broken wings

“diam, hentikan bicaramu, dan dengarkanlah….”

manusia diciptakan dengan dua telinga dan satu mulut…
mengapa?
agar kita lebih banyak mendengarkan
diam, hentikan bicaramu, dan dengarkanlah…
dengarkan dan pahami apapun yang ada di sekitarmu…
dengarkan siapapun yang berbicara dan minta didengarkan…
bukankah saat kau bicara, kau juga ingin orang-orang mendengarkanmu?
bukankah rasanya sakit jika tak ada yang mau mendengarkan? dan lantas tak ada yang mau memahami?
kata-kata kadang tak mampu untuk menolong, tapi waktu yang kau luangkan untuk mendengarkan itu jauh lebih bermakna, sungguh…

– the girl with the broken wings

“Anakku, terakhir kali umi ingatkan kepadamu, carilah lelaki yang memiliki impian dan keinginan yang sangat besar akan surga. karena jika kau bertemu lelaki semacam ini, semua langkah hidup, pilihan, keputusan untuk diri dan keluarganya akan disandarkan pada Allah pemiliki surga. jangan hanya mencari lelaki hanya karena mapan, prestise dan kemuliaan yang dicanangkan orang, namun hatinya tak dekat dengan Allah, tak dekat dengan masjid, tak dekat dengan orang dhuafa, karena lelaki seperti ini hanya akan membuat kau tersenyum saat di dunia, namun menangis saat di akhirat kelak.” – Ratu Bilqis

Islam dan ‘perubahan zaman’ ???

“zaman sudah semakin berubah dan berkembang, maka agama dan hukum-hukumnya pun fleksibel mengikuti perubahan dan perkembangan zaman…”

hmmmm….mungkin perlu dikoreksi sedikit ya 

islam itu sudah ditetapkan ‘seperti itu’ oleh Allah. peraturan-peraturan dan penjabaran mengenai hak dan kewajiban manusia sebagai makhluk Allah sudah dibuat ‘fix’ oleh Allah sejak agama ini dibentuk. jadi siapalah kita mau mengatur-atur ketetapan Allah sang pencipta? kita ini hanya makhlukNya, hanya ciptaanNya. kita lah yang harusnya tunduk dan patuh pada diriNya. kita yang harusnya selalu menyesuaikan diri dengan Islam. meskipun kita hidup di zaman batu, di zaman sistem industri mulai berkembang, di zaman penjajahan, di zaman orde baru, di zaman revolusi, bahkan di zaman saat teknologi sudah sangat berkembang hingga manusia tidak perlu berjalan untuk mengambil makanan pun, kita lah yang tetap harus menyesuaikan diri dengan Islam. kita yang harus tetap tunduk dan patuh pada segala perintah dan peraturan yang sudah ditetapkan ALLAH. kita dan perubahan zaman lah yang harusnya bisa fleksibel untuk tetap hidup sesuai dengan syariat-syariat islam. begitulah…