tulislah apa yang harus dibaca orang lain, bukan apa yang ingin orang baca

hal yang harus diyakini seorang penulis: “tulislah yang orang lain harus baca! bukan yang ingin orang baca. hadapi resikonya. Kunyah seluruh pahit getir reaksi orang2 jika tidak suka.” – tere liye

haters akan selalu ada, orang2 yang mencibir dan berpikiran negatif tentang apa yang kita tulis pun akan banyak. tapi memang itu resiko nya menulis “apa yang harus dibaca orang lain.”

bayangkan jika semua orang hanya bisa menulis yang indah-indah macam puisi cinta, atau menulis ajakan kebaikan dengan bahasa yang lemah lembut seperti “mari kita jadi orang baik, mari rajin menabung” orang mungkin suka bacanya, tapi yakin bisa ada yang menjalankan? manusia kadang musti dipecut dulu baru mau melakukan kebaikan. kita juga begitu, semua manusia punya kecenderungan seperti itu.

tapi giliran disodorkan model tulisan “jangan pacaran, itu haram!” atau “jangan buka auratmu”. yang ngamuk2, pencak silat, ngedumel2 waktu bacanya pasti bakal banyak.

tapi benar kata bang tere liye, kalau semua orang hanya menyuarakan amar maqruf, tapi tidak ada yang berani menyuarakan nahi mungkar, lantas bagaimana kita bisa saling menegur jika melakukan kesalahan? berarti memang harus ada yang berani untuk bersuara dan menanggung resiko pandangan orang terhadap apa yang disuarakannya itu. dan semoga kita jadi orang-orang seperti itu, orang-orang yang tidak takut pada pandangan dan respon manusia dalam berdakwah, dan melakukannya semata-mata untuk saling ingat mengingatkan tentang agama Allah yang indah ini. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s