ibadah untuk siapa? untuk Allah atau untuk pandangan manusia?

Semoga niat ibadah kita, niat perubahan kita, setulusnya, hanya karena Allah semata
tidak dicampur adukkan dengan perasaan kepada manusia, tak dibumbui oleh rasa ingin dilihat dan diperhatikan oleh seseorang, tak ada alasan2 yg menandakan kita tidak ikhlas karena Allah di dalamnya…
Menjadikan seseorang sebagai sumber inspirasi memang boleh, tapi jika semata-mata berbuat hanya karena dia? Hmmm…masak iya Allah mau dijadikan alasan sampingan? Hehe…
karena jika ‘dunia’ yang dijadikan alasan, maka ketika ‘dunia’ itu hilang, apakah akan hilang pula keinginan kita untuk meningkatkan ibadah dan melakukan perubahan?
Semoga bukan begitu jalan ceritanya ya…Allah tahu kok mana yang ikhlas karena dirinya, mana yang tidak, tak perlu kita repot menyembunyikan…Ia hanya akan tinggal menilai hasil kerja kita, ridho kah Allah dgn semua ibadah yang dilandaskan niatnya pada ‘pandangan manusia’? Wallahu a’lamubissawab… 
*bahan renungan bersama, baik untuk penulis maupun untuk pembaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s