ini janji Rasulullah tentang akan tegak kembali Khilafah Rasyid di akhir zaman

masih tidak percaya khilafah akan tegak? atau masih percaya pada pendapat yang mengatakan khilafah hanya bertahan selama 30 tahun? keraguan anda sudah terjawab kok. ini penjelasannya ^__^

*diambil dari buku berjudul “menjawab keraguan seputar khilafah” – pustaka thariqul izzah 2008

Rasulullah saw pernah menjelaskan bahwa akan ada 5 masa pemerintahan yang terjadi di dunia, hingga akhir zaman. penjelasan tersebut terdapat dalam hadits berikut,

“Masa kenabian akan tetap ada di tengah-tengah masyarakat kalian selama Allah menghendaki, kemudian Allah akan mengambilnya dari tengah-tengah kalian. kemudian akan ada masa khilfah rasyid (yang mendapat petunjuk) yang berjalan selaras dengan kenabian. khilafah itu akan tetap ada di tengah-tengah kalian selama Allah menghendaki, kemudian Allah akan mengambilnya dari tengah-tengah kalian. setelah itu akan ada (masanya) banyak pemimpin, dan itu akan tetap ada di tengah-tengah kalian selama Allah menghendaki, kemudian Allah mengambilnya dari tengah-tengah kalian. setelah itu akan ada pemerintahan tirani dan akan tetap ada di tengah-tengah kalian selama Allah menghendaki, kemudian Allah akan mengambilnya dari tengah-tengah kalian. kemudian akan muncullah khilafah rasyid yang berjalan selaras dengan kenabian.” kemudian beliau terdiam. (musnad Imam Ahmad [v/273])

diamnya Rasulullah ini menandakan berakhir sudah masa-masa pemerintahan di bumi, dan setelah itu kita akan dihadapkan mada akhir zaman, kiamat. kita saat ini sudah berada pada tahapan ke 4, yakni pada masa pemerintahan tirani (atau ada yang menyebutnya “masa pemerintahan yang menggigit”). maka akhir dari masa ini adalah, kembali tegaknya khilafah rasyid yang berjalan selaras dengan kenabian. sesuai dengan janji Allah bahwa pada akhir zaman, umat Islam akan bangkit kembali. 

kemudian, apakah benar khilafah hanya eksis selama 30 tahun?

tidak diragukan lagi bahwa Negara Islam yang didirikan oleh Rasulullah saw. di madinah terus hidup hingga kehancurannya di tangan Mustafa Kamal Atatur pada 3 maret 1924. kelangsungan sistem pemerintahan islam, yakni sistem khilafah, sejak masa khulafaur Rasyidin dibuktikan oleh kenyataan dan naskah-naskah sejarah. dalam konteks sejarah, kita harus mengingat struktur dalam sistem pemerintahan agar kita dapat mengkaji dengan baik apakah negara itu memang ada atau tidak. struktur tersebut didasarkan pada beberapa pilar, yakni Khalifah -sebagai kepala negara, para pembantu Khalifah (Mu’awin Tafwidl), Para pelaksana tugas dari khalifah (mu’awin tanfidz), amir jihad, para gubernur (wulat), para hakim (Qadhi), departemen-departemen negara, dan majelis negara (majelis al-ummah). bila kita menjalankan kajian sejarah, maka dapat kita lihat bahwa seluruh lembaga, kecuali syura, tetap ada selama berabad-abad hingga kehancurannya pada tahun 1924. ketidakadaan atau ketidakberdayaan lembaga syura pasca masa khulafaur rasyidin tidak berarti bahwa sisstem pemerintahan berubah, karena pemerintahan tetap dapat terlaksana tanpa adanya lembaga syura, walaupun mendirikan lembaga tersebut adlaah hal setiap muslim. selama beberapa periode dalam sejarah dimana tidak ada khalifah karena terjadinya perang saudara atau pendudukan oleh tentara asing, negara khilafah tetap ada, karena struktur lainnya tetap ada. 

mengenai pandangan bahwa telah berlangsung sistem monarki (kerajaan), memang benar bahwa bai’at sebagai proses dalam pengangkatan khilafah telah disalahgunakan, namul hal tersebut tidak pernah mempengaruhi kelangsungan negara khilafah. hal ini karena sekalipun seorang khalifah meminta rakyat untuk membai’at puteranya sebelum ia mangkat, proses bai’at itu sediri tetap ada dan berlangsung. bai’at ini biasanya diberikan oleh kalangan berpengaruh atau perwakilan rakyat (ahlul halli wal ‘aqdi), atau sebagaimana kita saksikan pada masa selanjutnya, dilakukan oleh syaikhul islam. 

jumhur ulama tetap sepakat bahwa khilafah tetap berdiri setelah berlalunya era khulafaur rasyidin, walau beberapa kalangan dari golongan salafi tidak mengakui diberikannya gelar khalifah kepada para penguasa berikutnya, karena hadits berikut yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi yang menerima dari Safinah, bahwa Rasulullah saw. bersabda:

“Khilafah di tengah kaumku setelah aku akan berlangsung selama 30 tahun. kemudian akan ada mulkan aduudan (penguasa monarki) setelahnya”.

[Narasi yang sama dapat ditemukan dalam Sunnah Abu Dawud 92/264) dan Musnad Ahmad (1/169)]

menurut tafisran jumhur ulama, hadits ini tidak berarti bahwa negara khilafah langsung lenyap setelah 30 tahun, karena hal itu berarti bertentangan dengan nash lainnya.

jabir bin samurah ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Islam akan tetap ada hingga hari akhir terjadi atau saat kalian telah diperintah oleh dua belas khalifah, mereka semua dari golongan Quraisy”. [Shahih Muslim]

Hadits ini mengindikasikan bahwa umat tidak akan hanya memiliki empat atau lima khalifah, ini berarti khilafah tidak hanya akan berlangsung selama 30 tahun. sehubungan dengan hadits ini, Qadhi Iyad berkata:

‘…Dijelaskan dalam hadits lainnya, ‘khilafah setelahku akan berlangsung selama 30 tahun, kemudian akan ada penguasa monarki’ hadits ini tentu bertentangan dengan hadits yang menyebut ada dua belas khalifah, karena dalam masa 30 tahun hanya ada khulafaur rasyidin dan beberapa bulan saat bai’at diberikan kepada Hasan bin Ali. jawabannya ialah: apa yang dimaksud dengan ‘khilafah akan berlangsung selama 30 tahun’ adalah khilafah nubuwwah (khilafah yang berlandaskan kenabian…)’ [sebagaimana dikutip oleh An-Nawawi dalam syarah Shahih Muslim, 1821]

sementara dalam hal rujukan pada dua belas khalifah yang dimaksud, tidak berarti bahwa khalifah hanya terbatas pada dua belas orang, sebagaimana dijelaskan oleh Qadhi ‘Iyad:

‘Mungkin apa yang dimaksud dengan dua belas khalifah dalam hadits ini dan hadits lain yang sejenis ialah bahwa mereka adalah para khalifah pada masa terkuat khilafah, kekuasaan islam, saat segala urusan di jalankan dengan benar dan rakyat bersatu di bawah mereka yang menduduki jabatan khalifah.’ [Tarikh al Khulafa, karya Imam As Suyuthi, p. 14]

ibnu hajar dalam syarah al-Bukhari berkata:
‘apa yang dikatakan oleh Qadhi Iyad merupakan pendapat terbaik diantara pendapat lain yang mengomentari hadits yang sama. saya kira inilah pendapat terkuat karena didukung oleh sabda nabi saw melalui sanad yang jelas: ‘Dan umat akan bersatu di bawah mereka…’ (fathul Baari).

kemudian ibnu hajar memberikan sebuah perhitungan historis tentang bagaimana umat berkumpul dan bersatu di bawah para khalifah setelah berlalunya era khulafaur rasyidin. ia mengemukakan bagaimana kecintaan umat terhadap khalifah umar bin abdul aziz, dan ia bahkan mengatakan, ‘khulafa bani abbas’, yakni maksudnya para khalifah dari golongan abbasiyah.

sekian uraian singkat yang saya rasa bisa menjawab pernyataan yang mengatakan “khilafah hanya bertahan 30 tahun” tepat pada sasaran. 
semoga setelah diberkan penjelasan seperti ini, orang2 yang masih meragukan pergerakan dan perjuangan untuk menegakkan kembali khilafah bisa berpikir kembali. Allah mengharapkan kita untuk banyak berpikir dan merenung, bukan? kalau bukan dengan menegakkan kembali khilafah, lantas jalan keluar macam apa yang bisa kita berikan untuk mengatasi permasalahan generasi ini? 

semua yang salah datangnya dari saya pribadi, semua yang baik datangnya dari Allah. mohon maaf atas segala kekurangan dan typo error yang terdapat dalam tulisan ini. terimakasih 

4 thoughts on “ini janji Rasulullah tentang akan tegak kembali Khilafah Rasyid di akhir zaman

  1. Alhamdulillah informasinya menambah ilmu dan keyakinan bahwa kekhalifahan itu memang harus ada.
    Tolong lukisan latar belakang diganti dengan yang tidak rame agar mata tidak sakit kala membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s