Lokalisasi bisa meminimalisir penularan HIV? HAHA…Ngawur!

ada pernyataan yang benar-benar tidak masuk akal yg saya dapatkan dari situs resmi sebuah lembaga pengemban dakwah negeri ini, lembaga yang punya banyak jama’ah di seluruh Indonesia, bunyinya begini:

“Lokalisasi hadir sebagai solusi pemerintah untuk mengurangi dampak negatif perzinahan, bukan menghalalkannya. Dengan dilokalisir, efek negatif perzinahan dapat dikelola dan dikontrol sehingga tidak menyebar ke masyarakat secara luas, termasuk penyebaran virus HIV. Dengan kontrol yang ketat dan penyadaran yang terencana, secara perlahan keberadaan lokalisasi akan tutup dengan sendirinya karena para penghuninya telah sadar dan menemukan jalan lain yang lebih santun.”

ckckckck…sudah sejak kapan lokalisasi didirikan di Indonesia, apakah bisa mencegah semakin tingginya insidensi HIV? orang-orang yang tidak bekerja di bidang kesehatan dan berhubungan langsung dengan pasien itu tidak akan pernah tahu seberapa hebat peningkatan insidensi HIV dan penderita AIDS di seluruh indonesia saat ini. Di Lombok? Jangan tanya. daerah ini sudah mulai berkembang jadi daerah pariwisata pula sekarang. tahu sendiri lah resiko daerah pariwisata seperti apa. sedangkan kita para petugas kesehatan ketar-ketir berhadapan dengan pasien-pasien seperti itu, takut ikut terjangkiti karena kesalahan prosedur dalam pemeriksaan. apa iya dengan di lokalisir lantas orang-orang yang hobinya nge seks itu hanya akan melakukannya dengan para PSK saja?

logikanya berpikirnya begini. ada seorang laki-laki, sebut saja namanya Mr. A. dia mengunjungi sebuah lokaliasi dan ‘berhubungan’ dengan PSK di sana (entah dengan satu orang atau lebih). sudah sangat pasti bahwa para PSK tersebut sudah terjangkit penyakit menular seksual, bisa juga sudah positif mengidap HIV. kemudian Mr. A ini pulang ke rumah dengan membawa ‘bekal’ dari hasill jajanan nya dari lokalisasi tadi. kemudian dia menghibahkan bekalnya itu kepada isterinya. isterinya pun ujung-ujungnya mendapat hadiah tak terduga. selanjutnya si isteri hamil. ia bisa saja melahirkan anak lebih dari 5 setelah terjangkiti penyakit-penyakit hadiah dari sang suami tersebut. tertular lah ke 5 (atau lebih) anak tersebut. lalu si Mr. A yang tabiatnya tak karuan ini tidak puas hanya bermain-main dengan PSK dan isterinya, dia mencari mangsa lain. gadis-gadis remaja di bawah umur dia kencani. anak-anak kecil dia sodomi. jadilah semakin tak terhitung korbannya. selanjutnya korban-korbannya ini mengalami gangguan psikis akibat diperlakukan tidak senonoh oleh Mr. A. ingat kasus sodomi di JIS? tahu apa latar belakang pelakunya? dulu dia pernah menjadi korban pelecehan seksual saat masih kecil, dan kini ia yang menjadi pelakunya. korban-korban Mr. A tadi juga bisa melakukan hal yang sama, menjadi pelaku pelecehan seksual kepada orang lain. jadi semakin tak terhingga lah makhluk yang kecipratan hadiah dosa dan infeksi menular seksual yang dibawa oleh Mr. A tadi.

jika seperti ini kejadiannya, inikah yang disebut bisa MELOKALISIR? bisa MENGONTROL? para penghuninya bisa sadar dan menemukan JALAN YANG LEBIH SANTUN?

ya Rabbi…dunia macam apa ini… T_T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s