jangan sampai ‘semua’ dikatakan halal dan wajib karena ‘daruroh’ :D

Berikut adalah tulisan di laman page FB ust. Ahmad Sarwat tenang hakikat pengambilan alasan ‘darurat’ dalam menetapkan suatu hukum halal/haram. Tulisan ini di share kembali oleh ust. Felix Siauw dalam page FB nya, beliau juga memberikan footage:

“Ada analogi bagus dari ust. Ahmad Sarwat, coba baca dengan pikiran terbuka dan hati tenang, dan tentu dengan iman pada Allah Swt, apapun hasilnya setelah membaca, tolong tahan diri anda untuk bermaksiat dengan komentar-komentar yang tidak pantas”

Pilih Mana, Makan Anjing atau Babi?

Dosen fiqih saya dulu pernah berteori bahwa kalau pilihannya cuma dua, pilih mana seharusnya, makan anjing atau makan babi?

Jawaban diplomatisnya makan anjing. Sebab masih ada sebagian ulama yang menghalalkan anjing.
Sedang babi diharamkan secara ijma’ oleh semua ulama.

Tapi meski pilih anjing, tetap saja makannya tidak boleh banyak-banyak, apalagi nafsu sampai nambah tiga porsi.

Kalau itu mah bukan darurat tapi doyan, begitu beliau bilang.

Harusnya makan anjing sekedar buat ganjel perut penyambung hidup saja, tidak perlu mewajib-wajibkan makan daging anjing.

Hukumnya cuma berhenti sampai boleh dan bukan wajib. Tidak ada ulama yang mewajibkan makan anjing.

Lagi pula halalnya anjing karena darurat pun sekedar sebuah pendapat sebagian ulama. Tidak semua ulama setuju anjing berubah jadi halal karena alasan darurat.

Kan masih bisa hidup meski makan daun-daunan dan tumbuhan, tidak harus sampai makan anjing.

Anjing gitu loh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s