Inilah efek pornografi dan pornoaksi yang dibiarkan ‘kebablasan’

10409332_684942041543286_8509011404064918780_n

inilah efek pornografi dan pornoaksi yang dibiarkan ‘kebablasan’. pemerintah ataupun masyarakat sama2 punya andil dalam hal ini. penerapan ilmu agama di rumah2 memang penting, penting sekali malah, tapi bisakah kita yakin anak-anak kita nantinya ketika ‘keluar’ dari lingkungan rumah bisa terlindungi dari bahaya ‘budaya seks’ yang sudah sangat amat MENGAKAR ini???

Β sekuat apapun iman seseorang, jika di lingkungan sekitarnya masih banyak hal yang dapat meng’eksitasi’ nafsu syahwatnya, lihat saja apa yang akan terjadi selanjutnya. saya bukan ingin mendiskreditkan tokoh agama ya, sungguh bukan, tapi ini adalah contoh efek buruk lingkuang terhadap individu. sering kita lihat berita “seorang ustadz, atau guru ngaji menjadi pelaku sodomi dan pemerkosaan terhadap anak didiknya”. apakah lantas ustadz itu tidak punya ilmu agama? jelas punya. tapi kenapa bisa sampai begitu? karena pengaruh lingkungan yang tidak mendukung…astaghfirullah….

beginilah kalau demokrasi dibiarkan merajalela, kebebasan berargumen, kebebasan menentukan jalan hidup pribadi dijadikan ‘asas hidup’. semua-semua serba bebas tanpa aturan. ketika mulai ada aturan islam yang muncul, malah dianggap melanggar HAM, atau ada orang-orang yang mengatakan “suka-suka gue lah mau hidup kayak apa, hidup-hidup gue juga, kenapa mesti lo yang ribet, kenapa mesti pemerintah yang ribet, pakai mau nerapin syariat islam segala, nggak usah ngurusin hidup orang lain lah, urusin aja diri lo sendiri, sok suci banget”. ya Allah T_T nafsu sudah tidak ada bentengnya lagi, batasan maksiat sudah tak jelas lagi, PACARAN dianggap lumrah, dianggap sah2 saja asal masih saling menjaga (yakin bisa benar-benar ‘menjaga’, segimana kuat sih iman kita ngelawan godaan syaithan yang datang dalam segala bentuk dan rupa?!) sampai saking bingungnya mau melampiaskan syahwat kemana, BINATANG dan ALAT-ALAT dirumah pun bisa jadi objek pemuas nafsu, sampai ada muncul istilah ‘sex toys’ itu awalnya darimana? ya dari itu, orang2 yang sudah nggak tahu lagi mau memuaskan nafsu syahwatnya dengan cara apa. ya Rabbi, hancur sekali generasi islam di negara dengan MAYORITAS MUSLIM TERBESAR DI DUNIA ini… T_T

sudah sehancur ini ummat islam, sudah begini fakta yang dipaparkan, sudah sampai begini Allah memperingatkan kita, belum lagi dengan segala macam bencana alam yang (entah kenapa) lebih banyak terjadi di Indonesia, di negeri muslim ini, ketimbang di negaranya orang2 kafir sono, masih saja kita menganggap penerapan syariat islam dalam bingkai pemerintahan itu TIDAK PENTING? tidak pernah diajarkan Rasulullah? tidak perlu asalkan individu nya diperbaiki? Allahu Rabbiii….kita pakai logika saja, pernah tidak ma’mum itu rapi duluan sebelum imamnya naik? imam nya naik dulu kan baru ma’mum yang tadinya bergosip, yang tadinya ketawa ketiwi, yang tadinya main-main sama anaknya, yang tadinya ngaji sendiri, akhirnya bangkit dan sholat secara berjama’ah mengikuti imam yang mengkoordinir mereka? begitulah juga ummat islam. jika tidak ada KHALIFAH yang memimpin ummat ini, maka tidak akan pernah rapi ummat ini sampai kapapun. yang satu bilang A, yang satunya lagi kekeh pengen B, yang satu kiblatnya ke barat, yang satunya lagi kiblatnya ke barat laut. yang satu lebaran tanggal 1, yang satunya lebaran tanggal 2, teruuuus akan seperti ini, teruuuus akan terpecah belah, terkotak-kotak oleh nasionalisme, terkotak-kotak oleh ego masing-masing golongan, terkotak-kotak oleh kebijakan negara yang berbeda-beda. kalau pecah belah terus seperti ini, KAPAN BISA MASALAH PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI YANG SUDAH PARAH INI BISA TERSELESAIKAN?

mengikuti pemimpin yang sekarang? atau yang akan terpilih nantinya melalui pemilu, apakah bisa menyelesaikan masalah? selama sistem yang dipakai masih sistem RUSAK ini, maka masalah seks bebas dan masalah lainnya tidak akan pernah bisa terselesaikan! “ah, omongan lu aja itu! bisa kok kalau kita pilih pemimpin yang baik, kan banyak didukung ulama”. hehehe, boleh nggak saya kasi contoh, nanti kalau si presiden ini terpilih (siapapun itu) berani tidak dia terang2an mengatakan ingin menerapkan syariat islam secara menyeluruh di Indonesia? berani tidak dia memberantas semua lokalisasi semacam dolly? berani tidak dia merubah semua tayangan di stasiun TV agar hanya menayangkan tontonan yang bernuansa islami? berani tidak dia mewajibkan rakyatnya untuk menggunakan pakaian yang sesuai dengan norma (no more hot pants, no more tank top, no more bikin, no more hijab tapi KETAT)?? berani tidak dia melarang riba dalam sistem perekonomian masyarakat? berani tidak dia memberantas peredaran Khamr, bahkan tidak membolehkan sama sekali khamr masuk ke indonesia? BERANI TIDAK???????? kalau memang berani, saya mungkin akan memilih dia dalam pemilu nantinya. tapi kalau keberaniannya masih redup, kalah saing dengan rasa takut nya terhadap ‘penguasa’ sesungguhnya (Amriki dan Wahyudi) maka jangan harap indonesia ini akan berubah, jangan harap budaya ngeseks dan pornografi serta pornoaksi akan bisa diberantas selamanya, jangan pernah berharap.

wallahu a’lamubissawab…semoga AllAh selalu menunjukkan kita jalan yang Ia ridhoi…

7 thoughts on “Inilah efek pornografi dan pornoaksi yang dibiarkan ‘kebablasan’

  1. tidak ada yang instan mbak, semuanya butuh proses. demokrasi dengan diberlakukannya perda syariat di seluruh provinsi sepertinya paling cocok untuk negeri ini…

    • memang ndak ada yang bilang instan kokπŸ˜€
      malah ide kekhilafahan itu dianggap ide yang paling tidak instan sama orang2 yang sensi, dianggap tidak realistis lah, apalah…sudah biasa dengernya…πŸ˜€

      • nah, berarti bener ya. mending pake demokrasi tapi diterapkan perda syariat di seluruh pelosok Indonesia…hehehe,

      • ye tetep aja nggak bener, demokrasi nggak akan bisa nyambung dengan ideoogi islam. sumber aqidah asalnya saja sudah beda. coba disebutkan penerapan syariat islam seperti apa yg mau diterapkan dalam bingkai demokrasi?πŸ™‚

  2. wah, hehe…
    masa sih ga ada demokrasi dalam ideologi islam? aqidah asalnya memang darimana mbak? kalau demokrasi yang dimaksud adalah kebebasan, sebenernya kan manusia memiliki kebebasan. hanya saja kalau di barat yang meninggikan isu HAM, kebebasan ini ga ada pembatasnya. nah kalo di Islam ada pembatasnya, namanya hukum Allah. sumber hukum Allah itu darimana? Al Quran, Al Hadits, Ijma’, Qiyas, Maslahah Mursalah, dll.
    kalo di Islam ada fiqh muamalah, inilah bukti adanya demokrasi (kebebasan) yang terbelenggu oleh hukum Allah itu. hukum asalnya muamalah itu “diperbolehkan selama tidak ada dalil yang melarangnya”. beda dengan ibadah yang hukum awalnya “dilarang kecuali ada dalil yang mewajibkannya”.muamalah itu interaksi sosial, contohnya pelecehan seksual, pemerkosaan, transaksi ribawi, dsb yang mbak sebutkan di artikel ini. itu semua dibolehkan, kalau ga ada syariat Islam (dalil2) yang melarang. demokrasi dengan penerapan syariat Islam? it’s great untuk kondisi Indonesia sekarang. dan masalah khilafah, sebenernya dalam khilafah pun ada demokrasi (kebebasan). buktinya kafir dzimmi pun dilindungi haknya di zaman Rasulullah SAW. tujuan dari berdirinya khilafah juga penerapan syariat Islam kan ya mbak? kenapa enggak kita perjuangkan perda syariat diterapkan di seluruh provinsi (contohnya kayak di Aceh)?πŸ™‚

    • saya rasa saya nggak perlu jelasin panjang lebar tentang demokrasi itu apa. saya minta anda yg cari tahu sendiri seluk beluk demokrasi dari mulai penciptaannya sampai penerapannya, cari juga mengapa ideologi kapitalis menggunakan demokrasi sebagai sistem pemerintahan yg tepat untuk melanggengkan ideologi kapitalisme tersebut. apa yang anda tuliskan di komentar ini cuma sedikit dari makna demokrasi yang sesungguhnya.πŸ™‚

      dan saya kok agak ndak terima ya sama kalimat “ini bukti adanya demokrasi (kebebasan) yang terbelenggu oleh hukum Allah” maaf ya, tapi tidak ada hukum Allah yang membelenggu kebebasan. siapa sih kita ini yang berhak mengatakan “saya bebas” padahal ada Allah yang jadi pemilik tubuh dan jiwa ini.

      dan untuk terakhir, saya ingin menegaskan bahwa saya menuliskan artikel seperti ini tidak untuk diajak berdebat dan membenarkan pemahamanan masing-masing. ada baiknya setiap artikel “baru” yang kita dapatkan itu tidak langsung didebat, harusnya kita menelaah lagi, benar atau tidak apa yang ditulisakan disini, dengan mencari tahu sendiri. kalau mengajak berdebat si penulis artikel, saya rasa itu kurang ma’ruf. Allah ngasi kita tangan, panca indera dan akal kan untuk memperbanyak ilmu dan tsaqafah islam? sebaiknya kita gunakan itu dengan maksimal terlebih dahulu, mungkin ini terakhir dari saya. mohon maaf bila ada kesalahan dalam tutur bahasa.πŸ™‚ semoga Allah selalu menunjukkan kita jalan yang ia ridhoi….

  3. pengertian demokrasi yang sempit itu kan tercermin dari artikel ini, jadi saya hanya mengikuti alur saja. “kebebasan yang terbelenggu oleh hukum Allah”, memang benar seperti itu. karena tidak ada kebebasan yang benar2 bebas. pasti selalu terhalang dengan kebebasan orang lain dan hukum Allah. oke deh, mohon maaf juga atas tutur kata yang menyinggung. emang beda tipis ya antara debat dengan menyampaikan pendapat pribadi, karena pendapat pribadi (terkadang) bertentangan dengan pendapat orang lain sehingga dianggap mengajak debat.πŸ™‚
    saya suka semangat penulis dalam menuliskan artikel seperti ini, semangat yang ingin menghancurkan sesuatu yang dianggap salah. walaupun menurut saya tahapannya terkesan instan.πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s