Teman itu bagaikan ‘bau’…
Jika berteman dengan yg jauh dari akhlaq baik, tidak bisa menjaga lisan, hati, sikap dan pandangan, tidak bisa memilah halal dan haram dalam pergaulan, maka bagaikan bau busuk, ia akan tetap menempel di tubuh kita…
Namun jika kita berteman dengan ahli ibadah, menjaga hati, sikap, pandangan dan lisan, selalu menyebut nama Allah, selalu berusaha mendekatkan diri pada Allah, maka layaknya bau parfum yang wangi, ia pun akan terus menempel di tubuh kita…
Pilihlah ‘bau’ yang kau inginkan, pilihlah yang dapat menyelematkanmu di dunia dan akhirat. Semoga Allah selalu menunjukkan kita orang2 yang baik, yang selalu menjaga iman dan takwa nya untuk dijadikan teman bergaul…

10552467_582752761846802_5697285595962080362_n

lelaki yang lisannya terbiasa kasar | tak akan memimpin dengan benar

lelaki yang tunduk patuh pada tiap perintah Allah | pasti memuliakan istri tersebab itu juga perintah Allah

lelaki yang tak malu bermaksiat ketika ramai | akan jauh lebih mudah maksiat di saat sendiri

lelaki yang tak takut mengajakmu maksiat | biasanya sudah pernah ajak wanita lain maksiat | dan besok akan ajak wanita lain lagi maksiat

lelaki yang mengingkari janji taat pada Allah | padamu juga akan diingkari, dia tak bisa dipercaya

dan lelaki yang biasa melafadzkan Al-Qur’an mulia dengan syahdu | lisannya bakal membahagiakanmu dan kehadirannya selalu dirindu

 

FIX…!!!!!!!

*untuk follower, ini tulisan agak kurang bermanfaat, jadi mending nggak usah dibaca, saya nulis ini untuk orang yang KHUSUS, yang kayaknya masih bakal ngeSTALK blog ini. 

awalnya saya pikir nggak perlu lah menjelaskan terlalu detil panjang lebar, paling juga orangnya bisa ngerti sendiri. cukup dengan kalimat simpel aja. karena memang saya juga nggak pengen nyinggung perasaan siapapun. nggak pengen juga menjalin komunikasi nggak perlu sama dia.  tapi ternyata, orang kayak ini emang butuh penjelasan yang lebih gamblang, bukan hanya panjang kali lebar, kalau ibarat foto, kontras nya mesti dikasi paling maksimal, terus dipakein efek sharp, nggak boleh ada yang ngeBlur sama sekali. ya gitu, memang harus PEDES kata-kata nya baru bisa ngerti. laki-laki itu kalau didiemin atau dibaik-baikin malah mikir ‘aneh’. jadi memang harus TEGAS untuk bikin mereka paham apa maksud kita.

MEMAAFKAN bukan berarti MELUPAKAN

apa dengan saya bilang saya memaafkan lantas bisa dengan mudahnya disimpulkan bahwa saya MELUPAKAN SEMUANYA?!

ada ha-hal penting yang bener-bener perlu saya bikin clear di sini.

pertama, saya bukan lagi perempuan yang sama kayak dulu.  I HAVE COMPLETLY MOVE ON..!! jadi kata-kata manis, gombalan-gombalan nggak jelas, janji-janji macam apapun, nggak akan mempan lagi sama saya. justru laki-laki yang dengan mudahnya mengubungi perempuan, yang mudah sekali menebar janji, mengeluarkan rayuan maut, kata-kata manis, kalimat-kalimat yang memelas, dan segala macam gombalan itu nggak akan pernah dapet nilai lebih dari “NOL BESAR” dalam penilaian saya.

kedua, saya bukan lagi perempuan yang mudah luluh, mudah kelepek-kelepek kalau dibaikin sedikit aja, yang mudah senyum lagi meskipun disakitin kayak apa. JELAS BUKAN. jadi jangan pernah anggap saya lemah! dulu juga saya nggak lemah. saya justru SANGAT KUAT karena bisa bertahan dengan orang kayak dia yang nggak bisa menghargai apa yang dia miliki, nggak bisa menjaga perasaan orang lain, berasa saya sudah jadi ‘miliknya’ yang bisa dia perlakukan seenaknya selama bertahun-tahun. nggak semua perempuan bisa sekuat saya! saya inget betul dulu dia sering banget nganggep saya lemah dan nggak dewasa. kalau inget itu saya cuma bisa ketawa. ya jelas lah dia beranggapan begitu tentang saya, itu bukti bahwa dia  100% nggak paham siapa saya, nggak ngerti wanita macam apa yang sedang dia sakiti.

ketiga, saya tahu, tulisan ini juga nantinya akan dibaca, iya kan? ya nggak apa-apa. silahkan aja dibaca. tapiii…jangan coba-coba untuk marah. karena memang siapapun nggak punya hak untuk marah! jika ada orang yang berhak untuk marah, benci, enek, itu harusnya saya. tapi saya lebih milih untuk buang sifat buruk macam itu, salah satunya dengan cara nulis disini, biar semua uneg2 yang pengen saya sampaikan keluar, nggak ada hutang lagi, nggak ada yang saya pendem, dan supaya saya nggak perlu ngejelasin apapun lagi sama orang yang yang saya maksud dalam tulisan ini.

keempat, ini yang paling penting, saya akan benar-benar memaafkan dia (yang ngerasa), asalkan dia nggak muncul lagi dihadapan saya, asalkan dia nggak cari-cari alasan lagi untuk menghubungi saya, asalkan dia kasi saya kesempatan untuk bisa lupain semua yang pernah saya alami dulu, asalkan dia pergi dari hidup saya SELAMANYA..!

ini pernyataan resmi saya yang terakhir untuk kamu, ya kamu, yang ngerasa. sekali lagi, saya tekankan, you don’t have any right to get mad at me! just GO AWAY from my life..! kalau kamu berani bilang “saya tidak akan menyerah” maka saya pun akan berani dengan jelas bilang “saya juga nggak akan pernah ‘nyerahin’ hidup saya lagi sama kamu. saya nggak akan kembali jadi perempuan yang dulu. nggak usah mengusahakan apapun! karena semuanya NGGAK AKAN mempengaruhi penilaian akhir saya. titik..!”

kalau sudah kayak gini masih aja berani sms (meskipun sekedar sms untuk ngebela diri), duh kebangetaaaaaan deh namanya….

Bagaimana jika Rasulullah hidup di tengah ummat yang carut marut ini?

Bayangkan jika Rasulullah hidup di masa ini, jika beliau berusaha mendakwahkan hal yang sama, hidup dengan cara yg sama, menyeru untuk menegakkan hukum2 Allah di atas bumi, menyeru untuk meninggalkan sistem pemerintahan yg dibuat bukan berdasarkan akidah islam, mungkin beliau akan dikatakan radikal, ekstrimis, garis keras, pelanggar HAM, orang gila, utopis, penghayal, pembual, OMONG DOANG nggak ada aksi, disisihkan dari masyarakat, terasing, bahkan mungkin beliau akan dipenjarakan di guantanamo bay. 

Karena memang begitulah kondisi masyarakat saat ini. Mungkin hanya sedikit sekali yang mau membuka mata dan hati nya untuk melihat bahwa islam benar2 akan menang nanti pada akhir zaman, islam benar2 akan berjaya dan kita akan dipimpin oleh satu orang khalifah yang kekuasaannya meliputi seluruh ummat muslim, yang menerapkan hukum2 Allah. Dan lebih sedikit pula yg mau menempuh cita-cita besar itu dengan cara yg sudah dicontohkan oleh Rasulullah karena dianggap tidak realistis, tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Padahal Allah sudah nyata-nyata mengakatakan untuk mematuhi Allah dan RasulNya. Ulil amri memang harus dipatuhi selama kebijakan yg dibuat adalah baik, tapi jika kebijakannya bertentangan dengan hukum2 Allah apa harus tetap di patuhi? Apa jika ulil amri memerintahkan dan menggiring kita ke neraka maka kita akan pasrah dan dengan senang hati digiring layaknya bebek yg tak punya akal? Ulil amri diletakkan pada urutan ketiga setelah ketaatan pada Allah dan Rasululullah, dan jika ada perselisihan atau masalah yg dihadapi di tengah masyarakat Allah memerintahkan kita untuk merujuk kembali pada Al Qur’an dan Assunah, bukan pada keputusan ulim amri, apalagi jika keputusan itu hanya dibuat berdasarkan nafsu manusia. Astaghfirullah…

10606187_572246292884896_5521105437435930628_n

 

Nampaknya ada usaha yang sangat serius dari ‘pihak-pihak tertentu’ melalui pemberitaan media yang tidak berimbang untuk membuat buruk citra kedua hal berikut:

  1. khilafah islam (sistem pemerintahan islam) –> dengan isu munculnya gerakan separatis semacam ISIS

  2. Bendera Rasulullah  Al Liwa dan Ar Roya –> sengaja dibuat agar kesannya seperti bendera ‘teroris’

 

10457741_10202318721840398_9002386218135438264_o

 

 

 

Dulu saya pikir kerudung panjang dan lebar yg menutupi dada dan jilbab/gamis itu sunnah karena nggak tahu dalilnya sama sekali.

Tapi ternyata di Al Qur’an sudah jelas sekali dipaparkan bahwa berhijab seperti itu WAJIB, hanya hijab seperti itu yg memenuhi syariat islam.

Berhijab syar’i itu bukan masalah mau nggak mau, siap nggak siap, tapi mau nggak mau HARUS siap karena hukumnya WAJIB…

Pelarangan Jilbab, peci dan Bank Syariah di Bali –> Apakah ini yang namanya TOLERANSI ?!

Allah, Tuhan ummat muslim, telah berfirman “lakum diinukum waliyadiin” yang artinya “Untukmulah agamamu, dan untukku lah agamaku”

Pelarangan berhijab di BALI menjadi bukti bahwa ‘toleransi’ beragama yg selama ini di gembar gembor kan tidak berlaku sama sekali untuk islam minoritas. Hak seorang wanita muslim untuk menjalankan kewajiban agamanya direnggut oleh orang2 yang pro demokrasi, orang2 yang ‘katanya’ mengusung kebebasan.

jika hal seperti ini terjadi pada umat muslim, kemana lari nya aktivis HAM yang selama ini selalu koar2 mengatakan islam agama yg tidak toleran tanpa pernah mau tahu ajaran islam yang sesungguhnya? Dimana diletakkan kebebasan untuk umat islam?! Giliran ada sekolompok penganut agama lain yg memaksa mati-matian ingin mendirikan rumah ibadah di pemukiman muslim dengan cara memalsukan tanda-tangan perizinan warga, malah dibela sampai kabar beritanya menyebar ke luar negeri. Sebenarnya yg tidak punya dan tidak paham toleransi itu siapa? kita lihat apakah ada media TV yang berani memberitakan hal ini secara ‘proporsional’ dan tidak semakin memojokkan ummat muslim?! setahu saya sampai detik ini BELUM ADA media TV yang BERANI menyoroti hal ini! yang disoroti masih itu-itu saja –> isu ISIS dan KHILAFAH. (tanya kenapa??!!)

lagi-lagi Allah memberikan tamparan untuk ummat muslim (terutama yg hidup di indonesia) dengan kejadian ini. Ketika kita hidup dalam lingkungan mayoritas islam dan tidak ada tekanan apa-apa dari pihak mana pun terhadap hak-hak kita dalam menjalankan hidup, mungkin itu akan membuat kita malah lalai menjalankan aturan2 agama. Tak mau peduli yang namanya syariat islam, tak mau peduli akan usaha orang2 yang getol menyuarakan penerapan syariat islam dalam bingkai khilafah islamiyah. Malah senang-senang saja menjadi pendukung sistem kufur demokrasi. Tapi lihatlah bagaimana kondisi saudara2 kita yang hidup sebagai minoritas di daerah dengen penduduk yang kebanyakan beragama lain. Atau yang hidup dalam tekanan dari bangsa lain. Bandingkan keimanan dan ketakwaan mereka dengan kita. Bandingkan kekuatan niat dan keistiqomahan mereka dalam menjalankan syariat islam dibanding kita. Tidak kah seharusnya kita malu?!

Semua episode buruk yg terjadi pada ummat muslim ini terjadi bukan tanpa maksud apa-apa, tapi Allah sedang benar2 menegur kita, marah pada kita. Bagaimana bisa seseorang yg mengatakan diri muslim dan mengatakan agamanya adalah agama yg sempurna lantas tidak mau melaksanakan aturan agamanya? Bagaimana bisa seseorang yg mengatakan “AlQur’an adalah penuntunku” lantas tidak mau melaksanakan apa yang tertuang dalam Al Qur’an? Tidak mau pula mengusahakan agar seluruh umat muslim di dunia ini (bukan hanya dirinya) bisa menjalani hidup yang sama damainya dengan dirinya, bisa merasakan ketenangan dan keleluasaan dalam menjalankan ajaran agama seperti dirinya? Atau, apa perlu Allah membalikkan kondisi kita yang saat ini masih bisa berleha-leha, diubah seketika menjadi berada di sisi tertindas untuk membuat kita menyadari kesalahan kita? Sungguh mudah bagi Allah untuk melakukan itu jika Ia berkehendak.

Maka dari itu, sadarlah. Bukalah mata dan hati kalian bahwa ummat ini membutuhkan khilafah. Membutuhkan sebuah sistem kenegaraan, sistem pemerintahan yang dijalankan dengan ajaran islam agar setiap muslim mampu menjadi islam yg kaffah. Tak akan pernah surut langkah kami untuk menyuarakan penegakan syariah dan khilafah sampai seluruh umat sadar betul bahwa tidak ada lagi yang bisa menolong mereka selain Allah, tidak ada lagi yang bisa merubah kondisi mereka selain menerapakan hukum2 Allah. Berharap pada demokrasi? Ah sungguh itu hanya bualan pemimpi. Yang peka melihat fakta dan mengambil ibroh dari segala kejadian in syaa Allah tahu betul bahwa sistem ini ya memang sudah rusak. Tidak bisa diperbaiki lagi. Yang berusaha untuk memperbaiki mobil yang rusak nya parah malah akan ikut meledak di dalam mobil itu.

Pengemban dakwah syariah dan khilafah pun saat ini sedang diuji dengan isu global munculnya gerakan separatis berskala besar yang malah merusak keagungan khilafah dan makin mencoreng nama islam. Makin menjadi-jadi lah islamophobia dan makin menjadi-jadi pula cercaan terhadap umat muslim serta agama kita yang indah dan sempurna ini. Marilah satukan barisan bersama orang-orang yg istiqomah memperjuangkan agama Allah. Demi kemenangan islam. Demi kesatuan ummat ini. Demi kehidupan umat yang lebih baik di dunia dan akhirat