Simpati? Atau ‘Kepo’?

Ada perbedaan yang besar antara simpati, dan rasa sekedar ingin tahu.

Simpati, tidak mengharuskanmu untuk bertanya “Apa dan kenapa”. Simpati, memberikanmu kemampuan lebih untuk menelaah kondisi seseorang tanpa perlu orang itu menjelaskan terlalu banyak tentang dirinya. Simpati, memberikanmu kemampuan untuk bisa menyentuh hati seseorang, dengan kata-kata dan kalimat yang menenangkan, tanpa sedikitpun melukai, tanpa menghakimi, tanpa menggurui. Simpati, memberikanmu kemampuan untuk bisa merasakan apa yang orang lain rasakan, sehingga tak mudah bagimu untuk mengeluarkan saran yang mainstream seperti “sabar, ikhlas” dan sebagainya, karena kau tahu toh meskipun tak kau suruh sabar pun orang itu tahu betul bahwa ia harus bersabar. Simpati, memberikanmu kemampuan untuk mengalihkan rasa sedih yang dirasakan seseorang menjadi tawa, yang walaupun efeknya hanya sementara, tapi bisa membantu orang itu sesaat melupakan luka dihatinya.

Sedangkan rasa sekedar ingin tahu, mengharuskanmu untuk bertanya “Apa? Kenapa? Bagaimana?” dan membuat orang lain harus sibuk menceritakan segalanya, sibuk membuatmu paham sudut pandang masalah yang sesungguhnya. Rasa ingin tahu membuatmu tidak puas dengan satu jawaban, tapi terus dan terus menggali jawaban lainnya, terus dan terus menggali luka yang mungkin ingin ditutup rapat oleh orang yang kau ajukan pertanyaan. Dan rasa ingin tahu, tidak lantas membuatmu bisa mengerti dan memahami kondisi orang tersebut, tidak lantas bisa membuatmu merasakan seberapa sakitnya, seberapa beratnya masalah yang sedang ia hadapi. Rasa ingin tahu, muncul hanya untuk memuaskan egomu, agar hatimu bisa mendapatkan jawaban “oh, ternyata itu masalahnya”.

Itulah beda simpati dan rasa ingin tahu. Cermati ini baik-baik, dan pikirkan dimana posisimu saat ini. Apakah kau bisa menjadi seseorang yang mampu memberikan simpati pada orang lain, atau seseorang yang hanya sekedar ingin tahu urusan dan masalah orang lain? jika tak mudah bagi kita untuk bisa memahami luka yang dirasakan seseorang, kita tak bisa menenangkan hati seseorang apalagi membuatnya bisa tertawa lepas dan melupakan masalahnya, maka paling tidak berusahalah untuk tidak menjadi orang yang ‘kepo’ dan selalu ingin tahu masalah orang lain. Karena bisa jadi, bukannya membantu, kau malah akan semakin melukai orang tersebut.

2 thoughts on “Simpati? Atau ‘Kepo’?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s