Pacaran sehat? Pacaran islami? Apa iya ada yang seperti itu?!

NIKAHI atau SUDAHI !!!!

Jika belum bisa menikahi orang yang kau sebut ‘pacar’ karena berbagai alasan, maka SUDAHI saja hubungan HARAM itu. Tulisan ini dan tulisan2 lainnya tak akan ada artinya jika hati kita tak mau kita buka untuk mau menerima hidayah Allah. Jangan sampai penyesalan yang nantinya kita dapatkan, entah itu penyesalan di dunia ataupun di akhirat. Karena sesungguhnya Allah melarang sesuatu bukan tanpa alasan.

kalau memang merasa “saya nggak ngapa2in kok pacarannya, pacaran kami sehat, nggak pegang2an tangan, nggak pergi keluar berdua-duaan”, lantas seberapa yakin kita (manusia akhir zaman yang imannya lebih banyak turun ketimbang naiknya) bahwa kita bisa menghindari godaan syaithan yang datang dengan berbagai bentuk dan cara??? yakin pacaranmu benar-benar bisa dibilang ‘sehat’??? kalau merasa “nggak ngapa2in” ya ngapain pacaran???? kita tahu betul bahwa semua kegiatan yang dilakukan orang pacaran itu sama sekali tak ada yang bisa dikategorikan ‘sehat’. Dari mulai saling tatap, bicara dengan nada mesra, telpon-telponan atau sms-an juga dengan nada dan kalimat mesra dan mengundang syahwat, pegangan tangan, goncengan di motor, dan kegiatan yang lebih ‘berani menantang Allah’ lainnya, seperti pelukan, ciuman, dan yang lebih parah dari itu. astaghfirullaaah….tidak ada satu pun alasan yang bisa digunakan untuk membenarkan kegiatan penuh maksiat seperti ini.

saya ingat betul, dalam buku 99 cahaya di langit eropa dikatakan “kita harus jadi agen islam yang baik”, bagaimana bisa kita bisa menjadi agen islam yang baik jika larangan Allah seperti pacaran saja tak mau kita tinggalkan???!!! bagaimana bisa kita gambarkan indahnya ajaran islam pada non muslim jika kemaksiatan seperti pacaran saja masih kita anggap remeh, bahkan tidak kita anggap sebuah kesalahan dan masih dengan senang hati kita jalani??? apa bedanya kita dengan non muslim jika syariat islam masih kita kesampingkan, hidup semaunya dan tak peduli pada aturan Allah??? yang paling membuat heran, kita dengan bangga menyebut diri islam, bahkan bergabung dalam sebuah gerakan dakwah islam di sekolah dan di kampus, tapi masih melakukan maksiat macam pacaran dan tidak menunjukkan jati diri ke’islam’an kita???? ya Rabbi, tidakkah kita malu pada Allah atas kedurhakaan besar yang telah kita lakukan ini??? coba tanyakan pada hati nurani, jika pacaran saja tidak kita anggap sebagai sebuah kemaksiatan, lantas semua larangan Allah lainnya apakah akan kita berikan ‘toleransi’ juga???😥

mau berapa banyak lagi Muslimah yg nangis nyesel karena hilang kehormatan? | baru kamu mau sadar kl org pacaran cuma pingin kenikmatan?
pagi ini aja, saya dapet 3 email yang isinya penyesalan pacaran | dari wanita semua | apa mau dikata sudah hilang kehormatan?
“ustadz, sy dulu-dulu benci dan anggep status ustadz su’udzann aja sama pacaran | sekarang saya bener-bener nyesel” – innalillahi…
semoga tiap Muslimah yg baca status ini, sadar sebetulnya | jangan deh sampe sadar kalo sudah kejadian, nikahi atau sudahi

– ust. felix siauw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s