Meneladani Dakwah Rasulullah

Setelah pertama kali Rasulullah SAW. mendapatkan wahyu Allah yang dibawa melalui perantara malaikat Jibril, beliau SAW, pulang dengan tubuh gemetar. Beliau kemudian meminta Khadijah ra. untuk menyelimutinya dan menenangkannya. Beliau begitu ketakutan karena diantara seluruh manusia yang ada saat itu, beliau lah yang dipilih Allah untuk mengemban dakwah islam.

Allah telah memberikannya tanggung jawab yang begitu besar, yang bahkan gunung-gunung pun bergetar dan tak sanggup mengemban amanah tersebut, yakni amanah untuk mendakwahkan Al Qur’an, mendakwahkan islam kepada seluruh manusia.

Beliau mengerti betul beratnya amanah itu, karena manusia pada zaman itu benar-benar berada dalam kondisi yang jahiliyah, amburadul, hidup tanpa aturan agama sama sekali. Sebagai contoh, bangsa Quraisy saat itu tahu bahwa Tuhan mereka adalah Allah, tapi mereka menolak menyembah Allah, mereka malah memilih untuk menyembah berhala-berhala yang tak dapat memberikan kemanfaatan apapun pada diri mereka.

Tapi karena kepatuhan Beliau SAW. pada Allah, maka beliau terima amanah tersebut dan mulai menjalankan dakwah islam di tengah-tengah ummat.

Apakah kemudian langkah beliau mudah? apakah beliau bisa mendakwahkan islam dengan mulus-mulus saja tanpa ada rintangan?

Bahkan beliau dan para sahabat yang meyakini keRasulan Muhammad mendapatkan cobaan yang paling keras diantara segala macam cobaan yang pernah kita alami. beliau mendapatkan celaan, cacian, cemoohan, dilempari kotoran onta, disiksa, bahkan ada sahabat yang terbunuh karena mempertahankan keisalamannya dan mempertahankan dakwahnya.

namun semua kesulitan dan cobaan itu tak lantas membuat Rasulullah meninggalkan dakwahnya. beliau bahkan rela kehilangan apapun yang ada di dunia, kecuali kehilangan iman. beliau tak mau kompromi, meski ditawari untuk ikut dalam kursi kekuasaan oleh petinggi Quraisy saat itu. dengan kalimat lantang beliau mengatakan, “Demi ALLAH! Seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku, dan bulan di tangan kiriku, agar aku menghentikan dakwah ini, niscaya aku tidak akan menghentikan dakwah ini hingga Allah memenangkannya atau aku binasa!”

Rasulullah rela mati demi islam, rela mati demi membela agama yang Haq ini.
sungguh kisah ini seharusnya membuat kita malu se malu-malunya. kondisi umat islam saat ini tak jauh berbeda dengan kondisi masyarakat pada zaman Rasulullah. Kita mengatakan diri Islam, tapi tak mau menjalankan aturan yang di bawa oleh islam. Sholat yang kita lakukan tak berbekas sedikitpun pada diri kita, hanya dijadikan sebagai rutinitas, atau bahkan hanya dilakukan saat merasa butuh ketenangan saja. ketika menghadapi kesulitan, kita datang meratap pada Allah agar Allah memudahkan kesulitan itu, tapi ketika diberi nikmat, kita lalai akan kasih sayang ALLAH, kita lupa bahwa Allah selalu menjaga kita saat sempit maupun lapang. kita lupa, udara masih bisa kita hirup bebas karena izin ALLAH. kita lupa, makanan enak yang kita makan setiap harinya, bukan semata-mata ada karena jerih payah kita, tapi karena Allah memberikan izin untuk mencicipinya. kita lupa, ada mulut yang masih bisa digunakan tertawa, bicara, makan, ada mata yang memiliki resolusi gambar dan tingkat ketajaman jauh melebihi kamera paling canggih di dunia, yang bisa kita gunakan untuk melihat indahnya dunia, melihat wajah orang-orang yang kita cintai, melihat tayangan2 yang kita suka, kita lupa ada telinga yang masih bisa menangkap suara orang tua kita, suara suami dan istri kita, suara anak-anak kita, menangkap suara orang bercerita, menangkap suara ombak, angin, suara adzan, dan suara-suara indah lainnya. kita lupa untuk mensyukuri semua itu…kita, umat islam yang begitu dirindukan Rasulullah, malah melupakan indahnya karunia Allah, melupakan indahnya agama ini, melupakan kewajiban kita di muka bumi, melupakan perjuangan Rasulullah demi menegakkan agama yang kini kita anut bersama, agama islam…

marilah kita tanyakan pada diri sendiri, bukankan kita ini umat Rasulullah? bukankan kita mengakui keesaan Allah? bukankah kita mengakui kekuasaan ALLAH dan kesempurnaan ajaran islam? bukankah kita mengakui Rasulullah adalah suri tauladan yang paling baik bagi kita? bukankah kita meyakini, tak ada sosok yang lebih mulai dibanding Beliau? tak ada yang yang lebih pantas untuk dijadikan panutan selain beliau?

lantas jika memang demikian, mengapa kita masih berpangku tangan ketika islam terkoyak-koyak, namanya tak lagi indah dihadapan dunia, keagungan Allah digadaikan dengan konstitusi berlandaskan aqidah kafir? lantas jika memang demikian, tidakkah kita malu pada Allah? tidakkah kita malu pada Rasulullah yang rela mengorbankan seluruh waktu, perhatian, bahkan nyawanya demi dakwah islam?

melalui tulisan ini, saya mengajak rekan-rekan sekalian, saudara dan saudari muslim yang dicintai Allah, mari kita emban dakwah yang pernah dibawa Rasulullah, mari kita perjuangkan kemenangan islam atas musuh2 ALLAH, mari kita nampakkan pada dunia bahwa agama ini adalah satu-satunya agama yang paling sempurna, paling benar, dan satu-satunya agama yang berasal dari Tuhan pencipta seluruh alam. mari kita gabungkan diri dalam gerakan-gerakan dakwah, dan berjuang bersama mereka dalam dakwah dan syiar islam ke seluruh penjuru negeri. marilah kita ubah mindset seluruh manusia di dunia tentang islam, yang saat ini selalu dikait-kaitkan dengan “terorisme, kebodohan, kemiskinan, perpecahan, biang maksiyat, biang korupsi” menjadi seperti dulu saat islam tegak dengan hukum2 Allah sebagai landasannya. carilah gerakan dakwah manapun yang menurut kalian paling benar dan paling mengikuti thariqah dakwah Rasulullah, dan tuangkan seluruh fokus dan perhatian kalian pada dakwah tersebut. Karena siapa saja yang membantu agama Allah, maka ALLAH pun akan membantu urusannya di dunia dan meninggikan kedudukannya atas manusia-manusia lainnya. in syaa Allah…

One thought on “Meneladani Dakwah Rasulullah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s