Dialah yang memberimu rasa

Sejatinya, rasa suka, cinta dan rindu itu adalah ujian bagimu. Ujian untuk membuktikan lebih besar mana antara rasa suka, cinta dan rindumu pada sosok yang fatamorgana, dibandingkan suka, cinta dan rindumu pada yang kekal dan selalu ada…

Namun kau gagal memahami hakikat ini, menganggap semua rasa ini adalah hadiahNya yang terindah, dan memilih untuk hanyut dalam perasaan yang semakin lama semakin membutakan hati dan pikiran. Lupa dari mana kau berasal, lupa tujuan hidupmu, lupa kemana kau akan berakhir. Lupa, gara-gara suka, cinta dan rindu yang terlampau batas, pada sosok yang tak seharusnya dijadikan pilihan utama….

Ia yang kita lupakan pun juga bisa cemburu. Dan Ia punya kuasa untuk mengambil apa-apa saja yang membutakan hatimu dariNya. Sayangnya, setelah ia mengambil kepunyaanNya kembali pun kau tetap tak mengingat diriNya, kau mengesampingkan keberadaanNya. Kau kembali hanyut pada perasaanmu, namun kini patah hati dan sendu yang kau jadikan pelarianmu. Bukan Dia. Lagi-lagi bukan Dia…..

Lantas kapan kau akan jadikan Dia sebagai pilihan utamamu? Sampai kemana kau akan berkelana sebelum memutuskan untuk kembali padaNya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s