Aku merindukannya…

Aku merindukannya
Seseorang yang dewasa sikapnya, santun dan hangat tutur katanya
Seseorang yang suka sekali membaca dan koleksi buku-bukunya jauh melebihi isi rak bukuku yang tak seberapa jumlahnya

Aku merindukannya
Seseorang yang sabar dan penyayang,
Yang takut sekali menyakiti hati orang lain, yang tak bisa tenang hatinya sebelum memperbaiki kesalahannya dan meminta maaf pada orang yang disakitinya, apalagi jika yang disakiti itu aku, wanita yang ia cintai dengan seizin Allah
Seseorang yang disukai dan dirindukan anak-anak kecil, karena mereka tahu jika bermain bersamanya akan terasa lebih seru dan menyenangkan

Aku merindukannya
Seseorang yang hidupnya sederhana, mengetahui betul bagaimana perjuangan untuk bisa mendapatkan nafkah, hingga ia lebih suka berhemat dan menabung dibanding hidup foya-foya dan menghabiskan uang dalam sekali waktu

Aku merindukannya
Seseorang yang paham betul tujuan hidupnya, tahu apa yang ia inginkan, tahu betul kemana dia harus melangkah, bagaimana harus bersikap
Seseorang yang tahu kapan harus tegas dan kapan harus sabar
Ia tak pernah lari dari masalah, tak pernah meninggalkanku dalam kondisi penuh amarah, mau mendengarkan protes dan ocehanku yang tiada akhir, menunggu hingga aku puas menumpahkan semua isi hatiku, untuk kemudian tersenyum dan mengajakku menyelesaikan masalah dengan penuh pengertian
Seseorang yang tak pernah meninggalkanku menangis sendiri karena ia tahu betul bagaimana sakitnya kesendirian

Aku merindukannya
Seseorang yang memegang teguh syariat agamanya
Takut akan dosa yang bisa saja ditimbulkan oleh lisan dan padangannya
Hingga ia lebih memilih untuk diam dan menundukkan pandangan dibanding bergaul tanpa batas
Yang saat awal mengenalku, dia bukan mencintai karena parasku, tapi karena prinsip yang kupegang teguh selama ini, dan dia pun memiliki prinsip yang sama

Aku merindukannya
Seseorang yang terus menerus merasa tak tenang jika jauh dari Tuhannya, Selalu berusaha mendekatkan dirinya dengan sang pencipta dan tak ingin membuat dirinya terlalu jauh terseret tipu daya dunia

Aku merindukannya
Seseorang yang dalam kondisi serumit apapun hidupnya, tak pernah mati semangatnya untuk mempelajari agama
Karena ia bertekad ingin benar-benar bisa menjadi imam bagi istri dan anak-anaknya, hingga ia mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya
Karena ia takut akan sedikitnya bekal yang akan dia bawa untuk hidup di alam yang kekal abadi

Aku merindukannya
Dia yang mengerti betul rasanya hidup dengan penuh tekanan dan cobaan yang berat, tapi mampu bertahan melalui semua kesulitan itu karena ia yakin Allah selalu ada untuknya dan tak pernah meninggalkannya
Maka ia pun mengerti betul apa yang kurasakan, apa yang selama ini kulalui, mencintai jiwaku yang sedang berada di atas ataupun di bawah, mencintai sisi terang maupun sisi gelapku, mampu meraih tanganku dan mengatakan “Kita akan lalui ini bersama-sama. Mulai sekarang kau tak akan sendiri, karena aku in syaa Allah tak akan pernah meninggalkanmu. Karena aku tak akan melakukan hal yang sama seperti apa yang telah dilakukan orang-orang di masa lalumu”

Aku merindukannya
Merindukan dia yang tak pernah kulihat wajahnya, tak pernah kudengar suaranya
Merindukan dia yang mungkin saja hanya hidup dalam mimpi-mimpiku
Merindukan dirinya yang tak tahu berada dimana
Merindukan dia yang kini mungkin masih disimpan Allah untuk dipertemukan denganku pada waktu dan kondisi yang tepat

Wahai kau, yang ada di masa depan. Kukatakan padamu, aku sungguh amat sangat merindukanmu….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s