Jika kelak kau menjadi orang tua

Jika kelak kau menjadi orang tua
Jadilah seorang pendengar yang baik, agar anakmu sedari kecil terbiasa menceritakan segala permasalahan hidupnya kepadamu, dari masalah yang paling remeh temeh hingga yang paling besar dan rumit. Ia tak perlu susah-susah mencari telinga orang lain untuk mendengarkan segala keluh kesahnya, karena ia tahu di rumah ada kau yang siap mendengarkan apapun yang ingin ia ceritakan, kapanpun, 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu, tanpa perlu ia merasa sungkan dan takut padamu.

Jika kelak kau menjadi orang tua
Jadilah sahabat sejati bagi anak-anakmu. Yang bisa mereka ajak melewati hari-hari nya yang paling bahagia, hingga hari-hari yang diliputi mendung tak berkesudahan. Yang bisa mereka ajak jalan-jalan kemana saja, bahkan bertualang ke puncak rijani sekalipun. Yang bisa mereka ajak nonton variety show korea sejenis Running Man hingga kalian tertawa terbahak bersama sampai sakit perut. Mereka tak perlu resah jika tak memiliki sahabat yang asyik dan bisa dipercaya di luar sana, karena keberadaanmu sebagai sahabat dan orang tua sekaligus sudah lebih daripada cukup.

Jika kelak kau menjadi orang tua
Jadilah tipe orang tua yang penuh pengertian. Tidak mudah menyalahkan setiap tindakan, pembicaraan dan keputusan yang dibuat anak-anakmu, tapi mencoba mencari tahu apa alasan dari semua sikap mereka itu. Bisa jadi mereka salah. Itu wajar karena mereka baru mulai belajar menjalani kehidupan. Tapi tak menutup kemungkinan kalau mereka bisa saja benar, dan justru kau lah yang harus belajar banyak dari sikap mereka itu. Karena pada dasarnya manusia itu harus selalu belajar hingga akhir hayatnya. Usia dewasa tak lantas membuatmu tahu segalanya dan benar dalam segala hal, bukan? Pahamilah mereka, pahami setiap apa yang mereka lakukan. Jika memang salah, luruskanlah dengan cara yang baik. Jika memang benar, pujilah tindakan yang mereka lakukan sebagai caramu memberikan contoh pada mereka untuk berbesar hati menerima kekalahan.

Jika kelak kau menjadi orang tua
Kumohon, janganlah jadi orang tua yang pemarah dan selalu merendahkan mereka. Karena jika kau lakukan itu, kemana lagi mereka harus pulang? Kemana lagi mereka harus berlindung? Kemana lagi mereka harus mengadu? Jika anak-anakmu pada akhirnya bisa mendekatkan dirinya pada Sang Maha kuasa, maka keselamatanlah bagimu dan bagi mereka. Tapi bagaimana jika mereka tersesat? Mengambil jalan yang salah, bergaul dengan orang yang salah, menjadi orang yang jauh dari Tuhan, dan semua itu terjadi karena cara didikmu yang tak baik, tak membuat mereka merasa diterima, tak membuat mereka merasa dicintai? Siapakah yang harus kau salahkan jika sudah terlanjur demikian?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s