Yang manakah dirimu?

Dari sekian ribu wajah yang kusaksikan dalam sehari, yang manakah dirimu?
Aku ingin sekali tahu, bagaimana senyummu, bagaimana caramu tertawa, bagaimana kau bicara, bagaimana wajahmu saat diam?
Pernahkah kita bertemu sebelumnya?
Pernah kita berpapasan di suatu tempat?
Atau kau berasal dari tempat yang jauh dan kita tak pernah sekalipun bertemu?
Pertanyaan ini terus berputar dalam pikiranku, setiap hari
Ingin rasanya sehari saja tak kupikirkan tentang dirimu, tentang kapan kau akan hadir dan menemani hari-hariku
Tapi melihat umi yang juga turut mengkhawatirkanku yang masih saja sendiri membuatku mau tak mau ikut mengkhawatirkan diriku yang begini
Masih lamakah aku harus menunggumu datang?
Seberapa lama?
Setahun? 2 tahun? 5 tahun?
Apa yang membuatmu begitu lama melangkahkan kakimu menujuku?
Padahal, sungguh, aku tak meminta banyak darimu
Aku hanya meminta kita sama-sama menguatkan dalam agama ini
sama-sama mengingatkan akan kekhilafan yang kapanpun bisa terjadi, dengan cara yang ma’ruf
Sama-sama berusaha menjadi hamba Allah yang lebih baik dihadapanNya
Itu saja….
Sulitkah permintaaku itu?

2 thoughts on “Yang manakah dirimu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s