Tak lagi menunggu

image

Jika dulu menanti, menduga, dan berharap, menjadi bagian yang selalu menemaniku tiap detiknya, kini kuputuskan untuk merubah semuanya.
Aku tak ingin lagi menanti, tak ingin lagi menduga-duga, tak pula mengharap apa-apa, pada siapa-siapa. Kuputuskan untuk merubah prioritasku. Merombak seluruh ruang dalam hatiku.
Bukan aku putus asa. Bukan pula karena ingin menyerah. Tapi aku tahu, semua yang kulakukan dulu itu, hanya dan akan terus menyakiti diriku sendiri, mengikis habis perasaanku, membuatku terus menerus gelisah, menangis tanpa sebab yang jelas, dan tak bersyukur atas apa sudah kumiliki saat ini.
Tenagaku, pikiranku, ilmu-ilmu yang sudah kupelajari bertahun-tahun, tak akan berguna jika yang kulakukan setiap harinya hanya menanti dan berharap akan sesuatu yang tak pasti, atau seseorang yang bisa jadi tak sedikitpun mengharapkanku, bahkan mungkin tak ingat pernah mengenalku.
Di luar sana masih banyak yang membutuhkan keikhlasan dariku. Keikhlasan untuk meluangkan waktu, perhatian, tenaga, pikiran, ilmu serta dedikasiku. Di luar sana masih banyak sekali sumber kebahagiaan lain, yang bisa membuatku lebih mensyukuri hidup, lebih menunduk malu pada Tuhan yang telah baik sekali memberiku izin untuk hidup hingga detik ini, meski Ia tahu tak banyak hal berguna yang aku lakukan hingga saat ini untuk memperjuangkan agamaNya.
Dan tak perlu jauh-jauh menengok keluar. Di dalam rumah pun bahagia itu ada, selalu ada. Tak pernah kurang kadarnya. Hanya mungkin, aku yang terlambat menyadari. Aku yang menutup mata. Aku yang mengejar-ngejar fatamorgana, menyangka itu air yang melimpah, padahal mata air yang menyejukkan dan tak pernah berhenti mengalir itu ada disekelilingku, dekat sekali.
Maka, untuk apa lagi menanti yang tak pasti? Jika memang dia ingin datang, pasti kelak Tuhan lah yang akan menggerakkan hatinya. Mungkin saat ini, bagi dirinya yang entah siapa dan entah berasal dari mana, mencariku bukanlah prioritasnya. Jadi, aku pun harus begitu. Tak lagi menjadikannya prioritasku. Impas, kan?

– mindeulle

7 thoughts on “Tak lagi menunggu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s