Umi

image

Kita sibuk sekali mencari-cari
Padahal yang selalu ada dan tak pernah kurang memberi berada dekat sekali
dia mungkin tak pandai menampakkan cinta dan kasih sayangnya
tapi coba lihat segala hal yang dikorbankannya untuk kebahagiaan kita
Mana bisa kau sembunyikan air matamu darinya
Meski sudah kau tutup-tutupi, dia pasti bisa melihat ke dalam hatimu, dan ikut Merasakan apa yang sedang kau rasakan, turut merisaukan apa yang kau risaukan
Adalah ibu
Manusia yang paling besar cintanya pada kita di muka bumi ini
Yang cintanya tak kan pernah habis
Dan tak pernah berbatas
Bahkan kelak jika kau tak lagi hidup bersamanya
Jika kau tak lagi menjadikannya prioritas utama
Dia tetap akan memprioritaskanmu, sampai kapanpun, tak akan pernah berubah, selamanya… 😥

– mindeulle

*NB. Kaligrafi ini bukan karya saya

Hadirmu, ujian, pembelajaran, dan perjalanan

Aku mengartikan hadirmu sebagai ujian. Menguji seteguh apa imanku melawan arus perasaan.
Aku mengartikan hadirmu sebagai pembelajaran penuh harga
Mengajarkanku tentang kesabaran menahan perih yang tak tertahankan di dalam hati, keikhlasan melepaskan perasaan dan harapan, dan berserah pada ketentuan Sang Maha Kuasa
Jika hadirmu semata-mata hanyalah sebagai ujian dan pembelajaran, maka tak ada lagi yang perlu kunanti darimu
Kurelakan kau pergi melanjutkan perjalanan hidupmu yang kau rasa masih panjang
Jangan lagi menoleh ke belakang
Karena di belakang hanya ada aku dan aku bukan siapa-siapa bagimu
Aku pun demikian
Akan melanjutkan kembali pengembaraanku di jalan Tuhan
Mengembara mencari kebahagiaan yang tak akan pernah kudapat jika terus bergumul dengan segala urusan dunia yang menyesakkan ini
Mungkin saat ini, berjalan sendiri tak jadi masalah
Karena aku yakin, di jalan ini, akan kutemukan seseorang yang kelak mau menemani
Menemani untuk berjalan beriringan, saling berpegangan tangan, berjalan sampai akhir, sampai Tuhan memisahkan
Karena aku percaya, tujuan yang sama akan mempertemukan orang-orang dalam perjalanan….

Yang baik, tak selalu tepat

Suatu hari akan ada seseorang yang cukup baik budinya untuk membuat tertarik. Cukup luas hatinya untuk tempatmu tinggal. Cukup bijaksana pikirannya untuk kamu ajak bicara.  

Kamu tidak perlu menjadi orang lain untuk mempertahankan seseorang. Tetaplah jadi diri sendiri. Kamu pun tidak (dan jangan) menuntut orang lain menerima keadaanmu bila ia memang tidak mampu menerimanya. Karena yang baik belum tentu tepat.

Orang baik itu banyak sekali, dan hanya ada satu yang tepat. Selain itu hanyalah ujian. Kamu tidak pernah tahu siapa yang tepat sampai datang hari akad. Tetaplah jaga diri selayaknya menjaga orang yang paling berharga untukmu. Karena kamu sangat berharga untuk seseorang yang sangat berharga buatmu nantinya.

Suatu hari akan ada orang yang cukup baik dan cukup luas hatinya untuk kamu tinggali. Cukup kuat kakinya untuk kamu ajak jalan. lebih dari itu, ia mampu menerimamu yang juga serba cukup.

– kurniawan gunadi

Waktu untuk sendiri

Kadang kita memang perlu waktu untuk menyendiri, menghilang dari peredaran, bukan untuk bersembunyi, tapi untuk berpikir dalam ruang yang lebih tenang, untuk menilai banyak hal dari kejauhan.

Memangnya apa yang bisa dinilai? Banyak, banyak sekali. Tak bisa saya sebutkan satu-satu di sini karena banyak dari hal-hal itu yang bersifat sangat pribadi, atau jika disebutkan malah akan melukai hati orang lain.

Tapi cobalah lakukan sesekali. Kau akan menemukan bahwa menyendiri tidak selamanya berarti terasingkan. Bahwa menyendiri tidak selamanya berarti kesepian. Bahwa menyendiri tidak akan membuatmu kehilangan, tapi malah membuatmu mendapatkan apa yang kau selama ini kau cari dengan susah payah. 🙂

Teori ini memang tidak berlaku untuk segala hal. Tapi saya jamin ini berkaitan dengan hal-hal yang paling krusial dalam hidupmu. 🙂

– mindeulle

image

Untuk yang sedang menunggu penuh harap, tapi tetap ingin menjaga kesucian dirinya, bersabarlah….karena Allah sedang mempersiapkan hadiah paling indah untukmu, hanya untukmu, yang juga sedang mempersiapkan diri untuk menyambut hadiah terindah itu. Jadi jangan pernah lelah menjaga diri ya… ^_^

Malam sehabis hujan

Tak ada yang lebih menyejukkan dibanding udara malam sehabis bumi dibasuh hujan
Aroma tanah yang mendapatkan kembali pengharapan untuk hidup dari tetesan air yang menghujaninya, adalah aroma yang paling wangi di seluruh jagad raya
Andai kiranya waktu bisa terhenti, aku ingin waktu berhenti tepat di saat seperti ini
Tak ada lagi panas terik matahari yang menyayat-nyayat sampai ke tulang
Tak ada lagi malam-malam dengan hawa panas yang tak bersahabat
Tak ada lagi hari tanpa angin dan hujan yang memuakkan dan mudah membuat emosi tersulut

ilmu menerima

image

Dalam hidup ini, tak ada satu hal pun yang abadi
Tumbuhan ini contohnya
Ia tumbuh dan mekar untuk kemudian layu dan mati
Manusia pun sama
Kita dihidupkan untuk kemudian dimatikan
Kita memiliki untuk kemudian kehilangan
Maka kebahagiaan pun menjadi hal yang tak bisa bertahan lama
Pun kesedihan dan luka juga akan berlaku sama
Akan pergi dan menghilang dengan sendirinya
Untuk digantikan oleh bahagia
Atau malah memberi kesempatan bagi luka-luka baru lainnya
Kita dipaksa untuk hanya menerima
Karena memang satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah hanya menerima
Mau memberontak sekeras apapun, percuma
Kita hanya perlu menerima
Karena ‘menerima’lah satu-satunya jalan untuk berdamai dengan kehidupan
Karena ‘menerima’lah satu-satunya cara meraih ketenangan
Namun sayangnya, ilmu menerima itu adalah ilmu paling sulit yang harus dipelajari manusia
Terutama bagi manusia-manusia yang dalam hidupnya telah merasakan begitu banyak luka
Luka yang terus menerus menganga dan belum kunjung sembuh juga itu harus ditempeli lagi dengan luka-luka lainnya
Maka jangan heran jika mereka sulit untuk menerima
Bukan mereka tak mau, sungguh bukan
Tapi mereka hanya butuh waktu
Mungkin mereka harus belajar menerima luka-luka sebelumnya terlebih dahulu
Mungkin mereka masih berusaha mengobati hatinya yang sudah terlanjur payah itu dulu
Dan luka-luka baru yang datang malah membuat mereka hampir putus asa
Orang-orang seperti mereka bukanlah orang yang lemah
Justru mereka dipilih Tuhan karena mereka kuat untuk bisa menghadapai sendiri semuanya
Tapi tetap saja, ilmu menerima masih menjadi ilmu yang sungguh sulit untuk bisa dipelajari oleh manusia, tak terkecuali mereka
Dan mungkin hanya waktu lah yang mampu menjadi perantara paling baik untuk menghubungkan mereka dengan penerimaan seutuhnya…