image

Secantik dan setampan apapun dirimu tak akan meningkatkan derajatmu dihadapan Allah jika hatimu tidak kau benahi, imanmu kau biarkan compang camping, akhlakmu tak kau jaga dengan baik, lisanmu tak kau gunakan dengan ma’ruf….
Karena wajah yang kau banggakan bisa jadi hilang dalam sekejap jika Allah berkehendak…
Sedangkan hati yang indah, akhlak yang baik, tutur kata yang lembut, serta keimanan dan ketakwaan yang terjaga tak akan pernah lekang oleh waktu….

Umi

image

Kita sibuk sekali mencari-cari
Padahal yang selalu ada dan tak pernah kurang memberi berada dekat sekali
dia mungkin tak pandai menampakkan cinta dan kasih sayangnya
tapi coba lihat segala hal yang dikorbankannya untuk kebahagiaan kita
Mana bisa kau sembunyikan air matamu darinya
Meski sudah kau tutup-tutupi, dia pasti bisa melihat ke dalam hatimu, dan ikut Merasakan apa yang sedang kau rasakan, turut merisaukan apa yang kau risaukan
Adalah ibu
Manusia yang paling besar cintanya pada kita di muka bumi ini
Yang cintanya tak kan pernah habis
Dan tak pernah berbatas
Bahkan kelak jika kau tak lagi hidup bersamanya
Jika kau tak lagi menjadikannya prioritas utama
Dia tetap akan memprioritaskanmu, sampai kapanpun, tak akan pernah berubah, selamanya… 😥

– mindeulle

*NB. Kaligrafi ini bukan karya saya

Akan selalu ada laki-laki yang baik-baik untuk wanita yang terus berusaha memperbaiki dirinya. Juga, akan selalu ada, wanita yang baik-baik untuk laki-laki yang selalu berusaha memperbaiki dirinya. Jangan ragu mengambil prinsip hidup.

*Tere Liye

Hadirmu, ujian, pembelajaran, dan perjalanan

Aku mengartikan hadirmu sebagai ujian. Menguji seteguh apa imanku melawan arus perasaan.
Aku mengartikan hadirmu sebagai pembelajaran penuh harga
Mengajarkanku tentang kesabaran menahan perih yang tak tertahankan di dalam hati, keikhlasan melepaskan perasaan dan harapan, dan berserah pada ketentuan Sang Maha Kuasa
Jika hadirmu semata-mata hanyalah sebagai ujian dan pembelajaran, maka tak ada lagi yang perlu kunanti darimu
Kurelakan kau pergi melanjutkan perjalanan hidupmu yang kau rasa masih panjang
Jangan lagi menoleh ke belakang
Karena di belakang hanya ada aku dan aku bukan siapa-siapa bagimu
Aku pun demikian
Akan melanjutkan kembali pengembaraanku di jalan Tuhan
Mengembara mencari kebahagiaan yang tak akan pernah kudapat jika terus bergumul dengan segala urusan dunia yang menyesakkan ini
Mungkin saat ini, berjalan sendiri tak jadi masalah
Karena aku yakin, di jalan ini, akan kutemukan seseorang yang kelak mau menemani
Menemani untuk berjalan beriringan, saling berpegangan tangan, berjalan sampai akhir, sampai Tuhan memisahkan
Karena aku percaya, tujuan yang sama akan mempertemukan orang-orang dalam perjalanan….

Jika kelak kau menjadi orang tua

Jika kelak kau menjadi orang tua
Jadilah seorang pendengar yang baik, agar anakmu sedari kecil terbiasa menceritakan segala permasalahan hidupnya kepadamu, dari masalah yang paling remeh temeh hingga yang paling besar dan rumit. Ia tak perlu susah-susah mencari telinga orang lain untuk mendengarkan segala keluh kesahnya, karena ia tahu di rumah ada kau yang siap mendengarkan apapun yang ingin ia ceritakan, kapanpun, 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu, tanpa perlu ia merasa sungkan dan takut padamu.

Jika kelak kau menjadi orang tua
Jadilah sahabat sejati bagi anak-anakmu. Yang bisa mereka ajak melewati hari-hari nya yang paling bahagia, hingga hari-hari yang diliputi mendung tak berkesudahan. Yang bisa mereka ajak jalan-jalan kemana saja, bahkan bertualang ke puncak rijani sekalipun. Yang bisa mereka ajak nonton variety show korea sejenis Running Man hingga kalian tertawa terbahak bersama sampai sakit perut. Mereka tak perlu resah jika tak memiliki sahabat yang asyik dan bisa dipercaya di luar sana, karena keberadaanmu sebagai sahabat dan orang tua sekaligus sudah lebih daripada cukup.

Jika kelak kau menjadi orang tua
Jadilah tipe orang tua yang penuh pengertian. Tidak mudah menyalahkan setiap tindakan, pembicaraan dan keputusan yang dibuat anak-anakmu, tapi mencoba mencari tahu apa alasan dari semua sikap mereka itu. Bisa jadi mereka salah. Itu wajar karena mereka baru mulai belajar menjalani kehidupan. Tapi tak menutup kemungkinan kalau mereka bisa saja benar, dan justru kau lah yang harus belajar banyak dari sikap mereka itu. Karena pada dasarnya manusia itu harus selalu belajar hingga akhir hayatnya. Usia dewasa tak lantas membuatmu tahu segalanya dan benar dalam segala hal, bukan? Pahamilah mereka, pahami setiap apa yang mereka lakukan. Jika memang salah, luruskanlah dengan cara yang baik. Jika memang benar, pujilah tindakan yang mereka lakukan sebagai caramu memberikan contoh pada mereka untuk berbesar hati menerima kekalahan.

Jika kelak kau menjadi orang tua
Kumohon, janganlah jadi orang tua yang pemarah dan selalu merendahkan mereka. Karena jika kau lakukan itu, kemana lagi mereka harus pulang? Kemana lagi mereka harus berlindung? Kemana lagi mereka harus mengadu? Jika anak-anakmu pada akhirnya bisa mendekatkan dirinya pada Sang Maha kuasa, maka keselamatanlah bagimu dan bagi mereka. Tapi bagaimana jika mereka tersesat? Mengambil jalan yang salah, bergaul dengan orang yang salah, menjadi orang yang jauh dari Tuhan, dan semua itu terjadi karena cara didikmu yang tak baik, tak membuat mereka merasa diterima, tak membuat mereka merasa dicintai? Siapakah yang harus kau salahkan jika sudah terlanjur demikian?