Mbah…

Mungkin Allah memanjangkan usianya untuk memberikan pengajaran pada kami, bahwa kelak di hari tua kami pun akan menjadi selemah dirinya, dan jadi amat sangat membutuhkan bantuan dan kasih sayang anak dan cucu untuk bisa tetap bertahan… 

Mungkin Allah menjaga nya hingga saat ini untuk menguji keikhlasan dan kesabaran kami. Sesabar dan seikhlas apa kami menghadapi tantrum nya yang jauh melebihi tantrum anak balita, menghadapi penyakit usia tua yang kian hari kian menggerogoti tubuh ringkih dan lemahnya… 

Ya Rabb, ampuni segala dosanya, terima seluruh amal ibadahnya. Jika seluruh penyakit dan rasa lelah yang ia rasakan saat ini adalah caramu untuk menghapus segala dosa nya yang terdahulu, maka ampunilah seluruhnya tanpa tersisa satu biji zarah pun, ya Rabbana… 

image

Secantik dan setampan apapun dirimu tak akan meningkatkan derajatmu dihadapan Allah jika hatimu tidak kau benahi, imanmu kau biarkan compang camping, akhlakmu tak kau jaga dengan baik, lisanmu tak kau gunakan dengan ma’ruf….
Karena wajah yang kau banggakan bisa jadi hilang dalam sekejap jika Allah berkehendak…
Sedangkan hati yang indah, akhlak yang baik, tutur kata yang lembut, serta keimanan dan ketakwaan yang terjaga tak akan pernah lekang oleh waktu….

Lebih dulu mana, jodoh atau kematian?

Beberapa waktu terakhir tulisan saya di Instagram, facebook atapun di blog berkisar di situ-situ saja. Berputar-putar hanya membahas tentang cinta dan pernikahan.

Memang benar di usia 25 tahunan ini bagi kebanyakan wanita, membahas dan mencari jawaban dari pertanyaan, “Kapan nikah?” Itu adalah hal yang amat sangat menarik, yang seakan tak ada habis-habisnya untuk dibicarakan. Padahal ada yang jauh lebih penting dan lebih pasti dari masalah kapan datangnya jodoh. Hal itu adalah, Kematian.

Siapa yang tahu kapan kita akan mati? Siapa yang bisa mengira jika ternyata ajal yang tak pernah diundang itu justru lebih dulu datang menjemput dibanding sang jodoh yang selalu dinanti-nantikan? Sudah siapkah kita untuk itu? 😥

Menjadi hal yang penting memang untuk memantaskan diri guna mendapatkan seorang suami yang baik agamanya, dan baik akhlaqnya. Tapi memantaskan diri untuk menghadap sang Khalik rasanya jauh lebih penting dan jauh lebih urgent untuk diurus saat ini.

Jika ternyata kita diizinkan untuk bertemu ‘dia’ sebelum ‘Dia’ memanggil, maka itu semata-mata bonus dari Allah untuk kehidupan kita. Bonus yang diberikan sebelum Dia menarik segala nikmat untuk kita di dunia, dan mengakhiri perjalanan kita sampai di detik yang telah ditentukan waktunya… Mulai sekarang, kita sama2 perbaiki lagi niat kita. Agar segala hal yang kita lakukan dalam hidup, segala ibadah yang kita lakukan, semata-mata untuk mencari ridhoNya, dan untuk bekal menuju kematian yang bisa jadi cepat kedatangannya…

Umi

image

Kita sibuk sekali mencari-cari
Padahal yang selalu ada dan tak pernah kurang memberi berada dekat sekali
dia mungkin tak pandai menampakkan cinta dan kasih sayangnya
tapi coba lihat segala hal yang dikorbankannya untuk kebahagiaan kita
Mana bisa kau sembunyikan air matamu darinya
Meski sudah kau tutup-tutupi, dia pasti bisa melihat ke dalam hatimu, dan ikut Merasakan apa yang sedang kau rasakan, turut merisaukan apa yang kau risaukan
Adalah ibu
Manusia yang paling besar cintanya pada kita di muka bumi ini
Yang cintanya tak kan pernah habis
Dan tak pernah berbatas
Bahkan kelak jika kau tak lagi hidup bersamanya
Jika kau tak lagi menjadikannya prioritas utama
Dia tetap akan memprioritaskanmu, sampai kapanpun, tak akan pernah berubah, selamanya… 😥

– mindeulle

*NB. Kaligrafi ini bukan karya saya