Ikuti Allah, atau Ikuti Manusia? Tentukan Pilihanmu

Kita diberikan pilihan cuma dua, mengikuti manusia atau mengikuti Al Qur’an.

Beberapa orang ada yg tanpa pikir panjang mengikuti kata2 manis yg mengalir dari lisan manusia, tak berusaha mengkaji apakah kata2 itu benar atau tidak, apakah hanya rekayasa lidah tak bertulang atau memang berasal dari sumber yg diakui kebenarannya.

Beberapa yg lain ada yg bingung, harus memilih yg mana. Di satu sisi mengatakan ”Al Qur’an lah yg paling benar”, tapi di sisi lain mengatakan ”apa yg diucapkan manusia itu juga benar, kita tidak mungkin menutup mata” mereka jelas memiliki ilmu karena tahu bahwa Al Qur’an adalah pilihan terbaik, namun karena rasanya ‘terlalu utopis’ untuk hanya mengikuti standar yg ditetapkan dalam Al Qur’an, maka diikuti pula kata2 manusia dengan dalih ”memilih mudhorat yg paling kecil” dan ”demi kemaslahatan ummat”.

Padahal jika sesuatu sudah haram dari awal, maka akan seterusnya haram, sesuatu yg haram tak akan pernah berubah menjadi mubah, bagaimana pun kita berusaha memutar balikkan fakta. Sesuatu yg haram akan selamanya memberikan kerusakan bagi kehidupan manusia.

Mungkin akan ada yg mempertanyakan ”lantas jika memang haram, kenapa masih hidup dalam situasi yg ‘haram’ ini? Kenapa masih mengikuti aturannya?” untuk hal ini pilihannya pun ada dua, meridhoi keharaman itu dan terus saja mengikutinya dengan senang hati, atau tidak meridhoi keharaman tersebut dan berusaha menjalani hidup dengan aturan yg sudah dibuat oleh Allah dan terus memperjuangkan agar yg haram ini bisa segera digantikan dengan yg halal.

Wallahu a’lamubissawab…

dibawah ini saya sertakan tulisan ust. Felix siauw mengenai tema yg sama, semoga bermanfaat

bila mendukung manusia, pasti akan ada perselisihan | bila mendukung Al-Qur’an insyaAllah akan menyatukan

manusia bisa berubah, Al-Qur’an tetap hingga kiamat | manusia bisa lupa, Al-Qur’an justru jadi pengingat

manusia memperdaya apalagi bila punya kepentingan | Al-Qur’an itu benar dan datangnya dari Tuhan

manusia itu lemah sedang Al-Qur’an justru yang melemahkan | Al-Qur’an itu satu-satunya mukjizat yang Allah masih berikan

manusia pasti mati sedangkan Al-Qur’an itu abadi | Al-Qur’an menuntun di dunia dan akhirat nanti

percaya dan berharap pada manusia pasti berakhir kecewa | percaya dan berharap pada Allah kelak baik dan berakhir sempurna

cuma mengandalkan manusia untuk memimpin itu percuma | kesejahteraan mungkin didapat namun di akhirat tak ada guna

karena keselamatan hanya dijamin di dalam Islam | dan kebangkitan hanya dengan ikuti jalan Rasulullah

“maka siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (QS 2:38)

sudah sejelas ini Allah memperingatkan kita, masihkah kita ingin ingkar?

”Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim* yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolong pun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.” (QS. Huud [11]: 113)

*cenderung kepada orang yang zalim maksudnya menggauli mereka sera meridhoi perbuatannya. Akan tetapi jika bergaul dengan mereka tanpa meridhoi perbuatannya dengan maksud agar mereka kembali pada kebenaran atau memelihara diri, maka dibolehkan

”Jikalau Tuhamu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat. Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusanNya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya. Dan semua kisah dari Rasul-rasul kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya kami teguhkan hatimu: dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yg beriman. Dan katakanlah kepada orang-orang yg tidak beriman: ”berbuatlah menurut kemampuanmu, sesungguhnya kami-pun berbuat (pula).” dan tunggulah (akibat perbuatanmu), sesungguhnya kamipun menunggu (pula). Dan kepunyaan Allah-lah apa yg ghaib dan di bumi dan kepada-Ñya lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia, dan bertawakallah kepadaNya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yg kamu kerjakan.” (QS. Huud [11]: 118-123

Duhai umat muslim se-Indonesia, berhati-hatilah pada perusak agama, yang pekerjaannya menafsirkan ayat-ayat Allah seenak jidatnya, yang dengan bangganya menyatakan jilbab tidak wajib atas dasar tafsir yang dibuat-buatnya sendiri, yang memecah belah ummat, yang merusak aqidah! Perbanyak lagi ilmu agama kalian, perbanyak lagi bekal kalian melawan musuh-musuh Allah ini. jangan sampai karena ke alfa an kita terhadap ilmu islam, kita mudah saja ditipu, dibodohi, oleh orang-orang yang tak ingin hidupnya diatur oleh aturan Allah, oleh orang yang ingin hidup bebas sebebas-bebasnya tanpa takut pada siapapun termasuk Allah….berhati-hatilah…!!!!

“extremists? radical? garis keras?”

“extremists? radical? garis keras?”

😀 you could collect all those words for your self, ’cause we’ll not affected with that. what’s wrong with people mind lately? they can easily throw some bad words to muslim people who try to vocalize dakwah. sadly, you can also heard some bad words from our muslim brothers and sisters too. we can use an issue about ”saying marry christmas and happy new year, and celebrated that event is haram” as an example. is there anything wrong with that issue? there are many postulates from Al Qur’an and Hadits which support that statement. but some people try to deny it and said we were part of extremists and radical for not being tolerant with other religion. tsk..tsk..tsk..sorry, but i’m sick of that!

Dr. Keith L. Moore, pakar anatomi dan embiologi yg masuk islam setelah meneliti keajaiban dalam Al Qur’an…

Bagi semua mahasiswa kedokteran pasti pernah dengar nama DR. KEITH L. MOORE MSc, PhD kan?? itu loh yang namanya terpampang di buku Clinically Oriented Anatomy. tapi tahukah kalian bahwa beliau SUDAH MEMELUK ISLAM karena membaca keajaiban yang tertulis dalam Al Qur’an????

well, saya sendiri baru pertama kali dengar cerita ini, dan setelah googling untuk mencari informasi lebih banyak, ternyata memang beberapa referensi menyatakan hal tersebut, bahwa beliau sudah memeluk agama islam. alhamdulillah…

tapi bagaimana perjalanan seorang ahli anatomi dan embriologi sekelas beliau bisa mendapatkan hidayah dan akhirnya memutuskan untuk memeluk islam? itulah yang perlu kita tahu, sesama muslim pun harus tahu (agar keyakinannya terhadap agama ini semakin kuat), apalagi untuk yang non muslim (tanpa ada maksud jelek terhadap agama lain). ini hanyalah sebuah informasi yang menyebarkan mengenai fakta yang memang terjadi di luar sana, di negara barat, dan fakta ini tidak bisa kita anggap angin lalu, atau hanya sebuah kebetulan belaka, atau sesuatu yang direkayasa. ayolah, ilmuwan cerdas macam apa yang mau disuruh untuk melakukan rekayasa?
hehe…

setelah googling memang banyak pro-kontra tentang kabar keIslaman sang profesor. bahkan ada salah satu muridnya (sesama scientist) yang mengatakan beliau bodoh karena mau mempercayai lembaran2 sampah (saya tidak perlu sebutkan apa yang ia maksud dengan lembaran sampah, terlalu menyakitkan hati jika harus disebutkan) karangan Muhamammad (yang dia anggap punya pengetahuan tentang science) dan membuat Al Qur’an dengan memasukkan unsur science di dalamnya agar terlihat luar biasa. padahal jika ditelusuri lagi, Nabi Muhammad yang menerima firman Allah (Al Qur’an) ini awalnya ketika pertama kali menerima firman Allah, adalah seorang buta huruf, tak bisa membaca. bagaimana mungkin Ia bisa memiliki pengetahuan tentang science dan membuat sebuah kitab karangannya sendiri? membaca saja ia tak bisa?

ada juga yang mengatakan bahwa Al Qur’an sudah dimodifikasi oleh keluarga kerajaan arab saudi agar terkesan ‘modern’ dengan memasukkan unsur2 science di dalamnya. haha, ini benar2 ignorance tak berdasar yang lebih gila lagi. coba saja dia cari script sejarah yang menuliskan mengenai Al Qur’an dari masa ke masa, atau dia tanyakan pada ahli sejarah, apakah isi Al Qur’an pernah berubah dari dulu (sejak pertama kali Allah menurunkannya pada nabi Muhammad) sampai sekarang?

komentar tak berdasar seperti ini dibuat oleh orang2 yang membenci kenyataan bahwa seorang ilmuwan sekaliber DR. Moore bisa masuk islam setelah meneliti mengenai kebenaran Al Qur’an!

Al Qur’an datang LANGSUNG dari Allah (Satu-satunya Tuhan, satu-satunya yang patut disembah, zat yang maha kuasa, maha sempurna dan TIDAK MENYERUPAI MAKHLUKNYA/Manusia/binatang/tumbuhan), dan diturunkan melalui perantara seorang Rasul bernama Muhammah SAW. bukan hasil rekayasan manusia, bukan hasil bentukan zaman, tidak pernah dimodifikasii (tidak akan bisa dimodifikasi) dan tidak ada seri pembaharuan atau seri perbaikannya (karena sejak awal isinya sudah sempurna!). itulah fakta yang tak terbantahkan! believe it or not? it’s your choice 

semoga bermanfaat untuk kita semua. ini link untuk info lengkapnya. silahkan dibaca

http://networkedblogs.com/Ss4vQ