Renungan untuk para pejuang dakwah

Mengatakan diri beriman itu mudah sekali
Mengeluarkan teori itu mudah sekali
Tapi ketika didatangkan ujian yang bertubi-tubi di saat kita tidak siap, di sanalah baru terbukti, apakah kita benar-benar beriman seperti apa yang terucap? apakah teori kita tentang cara menjalani hidup yang baik mampu dijalankan?
Saya dulu pernah dengan mudahnya mengatakan diri sudah berhijrah, sudah beriman, sudah baik, pernah merasa bangga pada kedekatan terhadap Allah, memandang sebelah mata orang2 yang masih belum mau berhijrah, sudah merasa cukup dengan bergaul dalam lingkungan yang dipenuhi orang-orang yang istiqomah, namun ketika Allah mendatangkan ujian dari seluruh sisi kehidupan, terbuktilah bahwa selama ini iman saya masih amat sangat lemah, hati saya masih dipenuhi keangkuhan dan keegoisan, ketakwaan yang saya perlihatkan di dunia nyata maupun dunia maya hanya sampai ‘di luar’ saja, teori yang saya paparkan tak lebih dari kata-kata tanpa makna.
Tapi Allah memang punya caranya sendiri untuk membuat kita sadar di mana letak kesalahan kita sebagai hambaNya
Jika saja ia membiarkan saya terus menerus seperti itu, mungkin saya tak akan pernah sadar bahwa saya masih kurang dalam segala hal, amat sangat kurang, saya tak akan sadar bahwa berdakwah tidak bisa dilakukan dengan penuh tekanan, hinaan, kata-kata yang tidak santun, dan tanpa contoh yang nyata, bahwa berdakwah tidak bisa dilakukan dengan hati yang keruh dan dipenuhi berbagai macam penyakit hati, saya tak akan pernah sadar betapa berbahayanya lidah dan jari ini jika tidak dikontrol oleh iman dan akal sehat, saya tak akan pernah sadar bahwa sebelum memperbaiki orang lain, harusnya terlebih dahulu saya perbaiki dulu bagian yang masih compang camping dari iman dan akhlak saya….
Saya membagi cerita ini bukan untuk membuka kejelekan diri sendiri. Tapi saya ingin kalian mengambil pelajaran berarti dari apa yang sudah saya lalui. Semoga bisa memberi manfaat :’)

Ibrah Dibalik Tragedi “Air Asia QZ5801”

Baru saja selesai melihat reportase mengenai ditemukannya puing-puing kapal yang dicurigai milik pesawat Air Asia QZ5801

Dalam reportase tersebut sekilas dijelaskan bahwa pesawat ini merupakan salah satu pesawat tercanggih yang di produksi di Prancis. Sebuah pesawat yang memiliki sistem komputerisasi mirip seperti pesawat tempur.

Pesawat dengan sistem komputerisasi secanggih ini bukan tidak memiliki kelemahan. dijelaskan oleh salah seorang pakar penerbangan indonesia, kelemahannya akan nampak ketika pesawat tersebut berhadapan dengan fenomena alam serupa awan cumulonimbus yang memilki muatan listrik yang begitu tinggi sehingga sering terjadi kilatan petir di dalamnya, yang menyimpan kandungan air yang sangat banyak sehingga curah hujan di dalam awan sangat tinggi, dan memiliki suhu dingin yg ekstrim.

Awan sejenis ini dapat mengakibatkan gangguan pada pesawat-pesawat yang menggunakan sistem komputerisasi seperti yang terpasang pada QZ5801. kilatan petirnya mampu meledakkan pesawat, curah hujan dalam awan dapat menganggu turbulensi mesin, atau bisa juga suhu udara dingin pada awan tersebut yang dapat mengakibatkan mesin beku dan kehilangan fungsinya.

tanpa mengurangi rasa bela sungkawa pada keluarga awak pesawat dan penumpang yang ditinggalkan, dari kejadian ini kita bisa mengambil ibrah bahwa, sehebat apapun manusia menciptakan suatu teknologi, kekuatan Allah tak akan pernah bisa terkalahkan. jika Allah sudah berhendak, maka kita tak akan pernah bisa mengelak dari ketetapan tersebut. sakit, ajal, dan ujian-ujian lainnya, semua Allah yang menentukan. ajal tak kan pernah bisa diterka kapan datangnya. meskipun manusia sangat ingin melindungi dirinya dari ajal dengan membuat teknologi secanggih apapun, meskipun manusia sampai harus pindah hidup ke Mars pun, ajal itu tak akan pernah tertunda. karena kita tak tahu, kapan ajal akan datang menjemput, yang kita lakukan hanya bisa mempersiapkan diri. siapa yang tahu kapan saya akan dipanggil Allah? bisa saja esok, nanti, atau bahkan beberapa detik lagi. selama Allah masih memberikan kita kesempatan untuk hidup di dunia ini, mari kita gunakan untuk berlomba-lomba memperbaiki diri, menjalankan aturan islam secara total tanpa banyak alasan dan berusaha menunda-nunda. marilah jadi seperti generasi sahabat dahulu, yang ketika Rasulullah datangkan wahyu dari Allah tentang suatu perkara syariat, maka mereka langsung mengikutinya tanpa pikir panjang. mereka benar-benar sami’na wa atha’ na. sungguh berbeda jauh dengan kita sekarang.

semoga Allah masih mau memberikan kita perpanjangan waktu untuk memperbaiki diri dan menyiapkan bekal untuk kehidupan abadi di akhirat kelak. semoga jika ajal menjemput, kita tidak mati dalam kondisi mendurhakai Allah dan bermaksiat kepadaNya. aamiin, ya Rabbal ‘alamin…

Hidup adalah pilihan, mau jadi yang manakah anda?

Hidup adalah pilihan, mau jadi yang manakah anda?

  1. Mengabaikan janji Allah dan menganggap remeh orang2 yang mempercayai-Nya?
  2. Mendiamkan dan menunggu hasil daripada kejadian yang terjadi di depan anda?
  3. Membuat beribu alasan agar tidak berjuang demi tegaknya islam?
  4. Menyerahkan harta dan nyawa anda dan berbuat sekuat tenaga menegakkan islam?
  5. Membiarkan kemunkaran dan kemaksiatan merajalela di muka bumi, atau berjuang dalam dakwah amar ma’ruf nahi munkar?

Perhatikan firman Allah berikut ini:

“Tidaklah sama antara mukmin yang duduk yang tidak mempunyai ‘uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar.” (TQS. An-Nisaa [4]: 95)

Beberapa dari rekan-rekan mungkin pernah secara sadar atau tidak mengatakan “saya nggak begitu minat masalah politik”. Ya, memang bisa dimengerti. Jika yang dimaksud adalah politik kotor dalam sistem kufur semacam demokrasi, pastilah siapapun akan muak mendengar dan membicarakannya. karena saya juga demikian. Tak ada satu hal pun yang baik untuk dijadikan contoh dari sebuah sistem yang bobrok dan diragukan kesuksesannya semacam itu. Tak ada yang menarik untuk dibicarakan mengenai sistem demokrasi yang berasal dari peradaban yunani yang hancur dan tak menghargai harkat dan martabat manusia.

Tetapi politik islam adalah sesuatu yang berbeda. Politik islam yang kita bicarakan adalah sistem politik yang HANYA bisa diterapkan dalam sebuah sistem kenegaraan yang disebut Khilafah Islamiyah, tidak dalam bentuk sistem selain itu. Sistem politik ini adalah sistem politik terbaik yang pernah dijalankan di muka bumi, pernah terbukti berhasil menyejahterakan manusia selama 1300 tahun, pernah membuat peradaban muslim menjadi peradaban yang begitu jaya, hebat, disegani dan dihormati oleh kawan maupun lawan. Karena sistem ini berasal langsung dari sang pencipta manusia, Allah swt.

Tidak akan ada kehinaan di sisi Allah bagi siapapun yang membicarakan, mengkaji, memikirkan, apalagi memperjuangkan politik islam dalam bingkai khilafah. Justru memperjuangkannya adalah sesuatu yang wajib hukumnya bagi semua muslim, tanpa terkecuali. Jadi jika saat ini tak ada ketertarikan dalam hati untuk memikirkan masalah politik islam, maka ubahlah mindset anda dan patrikan dalam hati bahwa “saya harus mau tahu, dan saya harus tahu”. Karena tanpa adanya kekuasaan politik, agama kita tak akan pernah bisa menjadi agama yang rahmatan lil ‘alamin.

“Sesungguhnya dunia adalah ladang bagi akhirat, tidaklah sempurna agama kecuali dengan dunia. Kekuasaan dan agama bagaikan saudara kembar; agama merupakan pondasi dan penguasa adalah penjaganya. Apa saja yang tidak memiliki pondasi akan hancur, dan apa saja yang tidak memiliki penjaga akan hilang. Dan tidaklah sempurna kekuasaan dan hukum kecuali dengan adanya pemimpin.” – Ibnu Sina, dalam buku Al-Qanun.

Memang benar, ada atau tidak adanya orang yang memperjuangkan sistem politik islam tidaklah masalah bagi Allah, karena jika Allah sudah berkehendak untuk merealisasikan janjiNya maka “kun fayakun” pasti akan terjadi juga. Tapi apakah iya kita hanya akan menjadi penonton dan menunggu Allah menampakkan kekuasaannya tanpa ada keinginan kita untuk memperjuangkan tegaknya agama yang indah ini di muka bumi?

Cobalah baca sabda Rasulullah berikut,

“Barang siapa yang pada pagi hari hasratnya adalah selain Allah maka pada sisi Allah bukanlah apa-apa, dan barang siapa yang pagi harinya tidak peduli dengan urusan kaum muslimin maka dia bukan bagian dari mereka.”(HR. Imam Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman)

In the end, the choice is all yours, whether you want to join this big movement, or you want to sit and relax in your ‘comfy couch’…

Testimoni Para Tokoh Intelektual dalam JICMI 2013

untuk para kaum intelektual, yg tua maupun muda, tidak ada kata terlambat untuk mengkaji ilmu islam. karena mengkaji ilmu agama hukumnya FARDU ‘AIN, sedangkan mempelajari ilmu dunia hanyalah fardu kifayah. jangan sampai di akhirat kelak kita menyesali mengapa waktu yg begitu banyak dalam hidup yang dikaruniakan Allah ini tidak kita gunakan semaksimal mungkin untuk mengkaji ilmu islam.

contoh lah tokoh2 dalam video ini, dari gelar yang tertempel di nama-nama mereka jelas mereka bukan orang sembarang. mereka habiskan waktu bertahun-tahun untuk mengejar ilmu dunia sampai mendapatkan gelar profesor dan gelar-gelar prestisius lainnya dari universitas dalam hingga luar negeri, namun pada akhirnya mereka sadar bahwa ilmu-ilmu dunia ini tak akan ada gunanya jika tidak dibarengi dengan ilmu agama.

buktikanlah pada orang2 yang selama ini merendahkan islam, memberikan cap buruk pada umat dan agama ini, menganggap islam itu teroris, mengatakan islam itu bodoh, miskin, dan mudah dipecah belah, bahwa kaum intelektual seperti kalian pun bisa memberikan andil dalam memperjuangkan islam, dalam memperjuangkan bangkitnya kembali umat dari keterpurukan, yakni dengan cara mengkaji ilmu islam dan berjuang bersama jama’ah yang senantiasa istiqomah memperjuangkan kebangkitan islam dan istiqomah memperjuangkan ditegakkannya kembali hukum-hukum ALLAH di muka bumi.

ambillah ibrah dari pengalaman dan testimoni yang mereka bagikan untuk kita melalui video ini. semoga bermanfaat, selamat menonton

#YukNgaji ^_^

 

Tidak ada manusia yg sempurna tanpa cela, tapi Allah selalu memberikan kita pilihan setiap hari nya, untuk hidup di dunia ini dengan cara yg Dia tentukan atau dengan aturan yg kita buat-buat sendiri, dengan senantiasa berusaha mendekat padaNya atau malah semakin menjauh . Dan dalan hidup akan selalu ada manusia yg dihadirkan Allah utk menegur kita, menasehati kita, mengkritik kita, mengajak kita kembali pada Allah, kembali hidup dengan aturan yg telah dibuat Allah utk manusia. Apakah dia bersikap begitu karena merasa hidup nya sudah baik dan sempurna? justru karena dia tahu bahwa hidupnya penuh dg ketidak sempurnaan, ia tak ingin ada saudaranya yg lain di luar sana melakukan hal yg sama, ia ingin berubah dan ingin mengajak saudara yg ia cintai juga mengambil langkah yg sama dengannya, menyongsong cinta Allah. Dan tidak semua kebenaran dpt diterima dgn penerimaan yg baik, pun tidak semua hal yg benar bisa disampaikan dgn cara yg ‘sesuai’ dengan apa yg kita mau.

Karena sesuatu yg buruk menurut perasaan kita, belun tentu buruk menurut penilaian Allah. Semoga kelapangan hati selalu diberikan Allah utk kita semua. Semoga Allah senantiasa menunjukkan kita jalan yg lurus, jalan yg ia ridhoi.

 

 

10636286_586357074807151_7912043013309127235_n

COVER lebih penting daripada ISI ???

Ketika sosok lebih diperhatikan ketimbang apa yang dia bawa dan bicarakan…
Ketika cap buruk dengan mudahnya diberikan pada kelompok yg maksudnya ingin menyadarkan…
Ketika suara mayoritas lebih disukai ketimbang suara minoritas yg terdengar aneh tanpa peduli apa isi yg dibicarakan…
Maka di mana kita letakkan akal utk mencari tahu kebenaran? Untuk menelaah dalil yang dipaparkan? 
Maka di mana kita letakkan hati yg terbuka utk menerima ilmu, nasehat dan kritikan dari orang lain?
Jika sosok atau kelompok itu terlampau buruk dalam pandanganmu, maka hapuskan bayangannya dari benakmu, namun telaahlah apa yg dibawa, apa yg diucapkan, dan yg terpenting dalil yg digunakan. Jika semua itu ternyata sesuai dgn hati nuranimu, sesuai dgn fitrahmu sbg manusia, dapat memuaskan akalmu dan menentramkan hatimu, maka apakah yg menghalangi utk percaya dan ikhlas mengatakan “iya”…? 

Kami bukan manusia sempurna, sungguh….

Ada perbedaan yang jauh sekali antara membenci manusia dengan membenci kemaksiatan…
Ada perbedaan yang jauh sekali antara memperingatkan dan menasehati, dengan mencerca dan menghina…

Biasanya, saat seseorang mengungkapkan sesuatu, akan bisa ditangkap berbeda oleh orang yang mendengarkannya. Kenapa? Karena semua dikembalikan pada ‘hati’. Jika hati ikhlas menerima kritik, mendengarkan nasehat dari orang lain, dan mau membuka diri, maka penerimaannya akan baik. Sedangkan hal ini akan ditangkap berbeda jika hati tak mau di ajak ‘bekerjasama’. Sebaik apapun bahasa seseorang, jika ‘hati’ masih tak mau bekerjasama, maka akan tetap terasa sebagai sindiran, hinaan dan cercaan yang membuat kita jadi sangat tersinggung. 

Saya pun dulu pernah mengalaminya, ketika seseorang mengatakan ‘pacaran itu haram’ dan saya masih menjalaninya. Tiba-tiba di kepala rasanya keluar tanduk. Kesel se kesel keselnya.  maka marilah kita membuka si hati dan ajak dia bekerjasama, agar kita bisa menerima semuanya dengan hati yang lapang. Menasehati seseorang itu kewajiban setiap muslim, bahkan seorang pendosa seperti saya pun punya kewajiban untuk tetap mengingatkan kebaikan pada orang lain. Bukanlah berarti saya atau rekan2 lain yg ingin berdakwah itu merasa diri sempurna dan tanpa cela. Dihadapan Allah, saya hanyalah seorang manusia yang berlumuran dosa, dan masih bergelut dengan keras untuk menghapus dosa-dosa ini satu per satu. Tapi kewajiban tetaplah kewajiban. Tetap harus ditunaikan, karena jika tak ditunaikan justru akan semakin menambah berat timbangan dosa kelak di hari akhir. Semoga Allah selalu memaafkan kesalahan kita semua dan memberikan kita hati yang penuh keikhlasan.