Idealisme vs dunia nyata

Idealisme anak muda biasanya akan melunak, atau bahkan mungkin pudar setelah ia beranjak menuju ke usia dewasa. Setelah ia tahu berat dan kerasnya terpaan hidup. Setelah ia lepas dari tanggung jawab orang tuanya

Dulu, saya pun demikian. Merasa bisa bertahan hanya dengan semangat untuk menggapai mimpi yang belum kesampaian, dan tak mau percaya sepenuhnya pada wejangan orang tua yang (saat itu) saya rasa hanya akan menali kekang ekspresi dan bakat yang dimiliki

Tapi sekarang, hari ini, detik ini, saya sepenuhnya tersadar bahwa idealisme itu, yang dulu rasanya paling benar, yang dulu dianggap keren sekali, ternyata tak bisa menjamin apa-apa untuk bertahan di dunia yang persaingannya keras ini

“If you want to live with your own dream and idealism, then work hard for it! But, if you’re still doubting your self, then you should stop day dreaming and live a normal life like what your parents told you to do”

Syukurlah orang tua saya termasuk tipe pendidik yang tegas. Andaikata mereka tidak menindak tegas anak sejenis saya, entah akan jadi apa saya hari ini

Tapi saya salut dengan mereka yang ternyata bisa membuktikan dirinya, hidup dengan idealisme nya, dan sukses karena kerja keras dan semangat juangnya. Kerja keras yang pastinya dipupuk dengan semangat yang tak mudah padam. Pernah dengar mas kurniawan gunadi? Dia salah satu contohnya. Seorang penulis yang sudah menelurkan 3 buah best selling book dari rumah produksinya sendiri. Padahal dia kuliah bukan di jurusan sastra, tapi prosa-prosa karangannya selalu bisa menyentuh hati pembacanya. Saya salut, sungguh, karena semangat seperti yang dimiliki mas gun ini tidak pernah ada pada diri saya. Dan kenyataan itulah yang membuat saya sadar, bahwa “Hey nanda, if you still insist on being like this, you’ll be  vanished, seriously”

Teman itu bagaikan ‘bau’…
Jika berteman dengan yg jauh dari akhlaq baik, tidak bisa menjaga lisan, hati, sikap dan pandangan, tidak bisa memilah halal dan haram dalam pergaulan, maka bagaikan bau busuk, ia akan tetap menempel di tubuh kita…
Namun jika kita berteman dengan ahli ibadah, menjaga hati, sikap, pandangan dan lisan, selalu menyebut nama Allah, selalu berusaha mendekatkan diri pada Allah, maka layaknya bau parfum yang wangi, ia pun akan terus menempel di tubuh kita…
Pilihlah ‘bau’ yang kau inginkan, pilihlah yang dapat menyelematkanmu di dunia dan akhirat. Semoga Allah selalu menunjukkan kita orang2 yang baik, yang selalu menjaga iman dan takwa nya untuk dijadikan teman bergaul…

10552467_582752761846802_5697285595962080362_n

Yang tak pernah disadari oleh pendukung capres nomor urut 1 atau 2…

yang tak pernah disadari oleh pendukung capres nomor urut 1 atau 2, bahwa mereka berdua tak akan memberi perubahan apa-apa pada kehidupan umat islam di Indonesia, apalagi di seluruh dunia. uang riba akan selalu berada di sekitar kita, dan sebagian besar masyarakat masih menganggap riba bukan sesuatu yang haram karena pemerintah tak pernah melarangnya, tak pernah mengharamkannya, dan membiarkannya tumbuh bebas dalam sistem perekonomian negara ini. Dalam tiap rupiah gaji yang kita terima, dalam tiap suap makanan yang kita makan, yakinkah semua itu tak pernah dihinggapi oleh debu-debu riba? mungkin tak heran jika iman kita masih sulit untuk tetap berada di atas, kita masih sulit untuk bisa istiqomah, karena kita tak bisa memastikan apakah semua makanan yang masuk ke dalam perut ini bersih dari hal yang HARAM…

yang tak pernah disadari oleh pendukung capres nomor urut 1 atau 2, bahwa mereka berdua tak pernah sekalipun menyebut-nyebut akan menerapkan syariat islam, akan menjunjung hukum2 Allah sang pencipta, dan masih memelihara bahkan membuat kembali hukum2 baru, hukum2 yang menyaingi hukum buatan Allah, menyaingi hukum buatan sang pembuat manusia. Siapalah kita ini, berani menyaingi Allah dalam membuat hukum. siapalah kita ini, berani memberikan toleransi kebablasan pada kemaksiatan, berani melegalkan penjualan minuman keras, berani melegalkan perzinahan, bahkan berani membuat aturan untuk melarang wanita muslimah yang ingin berhijab. Tidak ingatkah dari mana kita berasal? dari setetes air yang kotor, na’jis dan hina. tak ada hak untuk kita yang lemah ini berani menandingi hukum2 Allah sang pemilik tubuh ini, pemilik seluruh jagad raya dan seisinya.

yang tak pernah disadari oleh pendukung capres nomor urut 1 atau 2, bahwa mereka berdua adalah penganut paham sekulerisme. paham yang memisahkan agama dari kehidupan, agama hanya berlaku di masjid dan di rumah, tidak untuk diterapkan dalam pergaulan, dalam perekonomian, dalan dunia pekerjaan, apalagi dalam pemerintahan. Paham yang sangat mengagungkan kebebasan seperti kebebasan mengeluarkan pendapat, kebebasan berprilaku, kebebasan kepemilikan. Kebebasan-kebebasan inilah yang membuat tatanan kehidupan ummat islam menjadi hancur. SIapa saja akan merasa bebas bersuara, mengatakan apapun, bahkan menghina Allah dan Rasulullah. Siapa saja bebas bergaul seluas mungkin, tak memperhatikan kaidah pergaulan antar ikhwan dan akhwat, bercampur baur antara yang bukan muhrim menjadi hal yang sangat lazim, pacaran sudah jadi budaya yang susah sekali dihilangkan, seks bebas? jangan tanya! sudah banyak bukti hasil survei yang menunjukkan angka kejadian seks bebas di kalangan remaja semakin meningkat. kebebasan kepemilikan mengakibatkan semua sumber daya alam bangsa bebas di raup oleh pihak swasta dan asing, dan yang tersisa untuk rakyat hanyalah debunya saja.

yang tak pernah disadari oleh pendukung capres nomor urut 1 atau 2, bahwa mereka berdua akan tetap mengusung sistem perekonomian kapitalis. Sistem yang hanya akan menguntungkan para pemilik modal besar. sehingga tidak heran jika pemerintahan ini dikendalikan pula oleh para pemilik modal tersebut. kebijakan pemerintah ‘dijinakkan’ agar keberadaan perusahaan-perusahaan besar ini tidak mudah digoyahkan. ada simbiosis mutualisme antara para pengusaha besar dengan pemerintah, simbiosis yang tak pernah sekalipun menguntungkan pihak lain selain mereka (baca: rakyat kecil). yang miskin akan tetap miskin. mati pun tak akan dipedulikan. Kapitalisme, adalah paham yang sangat mengagung-agungkan UANG. jadi jangan heran jika korupsi bisa jadi sangat mengakar begini di dalam pemerintahan kita. jangan pernah heran! karena demi uang dan kekuasaan, apapun akan dilakukan, bahkan memakan rakyat nya sendiri.

yang tak pernah disadari oleh pendukung capres nomor urut 1 atau 2, bahwa meskipun ada salah satu capres yang dengan lantang dan berapi-api mengatakan “Saya akan menjaga kedaulatan bangsa ini dari tangan-tangan asing yang ingin menguasai dan mengeruk kekayaan kita…!!!!” kita lihat saja, apakah nantinya setelah mereka terpilih mereka bisa serta merta meruntuhkan kerajaan perusahaan asing yang sudah bertahun-tahun bercokol di Indonesia, bertahun-tahun mengeruk kekayaan alam kita seperti newmont, freeport, petronas, dan lain-lain?! padahal dalam sistem islam, kepemilikan individu tidak boleh menguasai kepemilikan umum. sedangkan dalam sistem yang diusung para capres ini (sistem demokrasi) jangankan kepemilikan umum, pulau saja bisa dibeli oleh siapa saja yang berduit.

Mungkin para pendukung capres ini merasa bahwa indonesia telah merdeka SEPENUHNYA. padahal kenyataannya tidak demikian. Mungkin benar bahwa kita telah merdeka secara fisik, tidak dijajah seperti dulu, tidak dijadikan buruh, tidak disuruh untuk kerja rodi, tapi tidak kah kalian sadar bahwa kita masih dijajah melalui budaya, melalui nilai-nilai agama yang dibuat menyimpang, melalui undang-undang yang kufur terhadap Allah???!!!! justru penjajahan seperti ini yang jauh lebih berbahaya! penjajahan fisik lebih bisa membuat rakyat mendekat pada Allah, mengingat Allah, meminta bantuan kepada Allah. sedangkan penjajahan mental? karena masyarakat tidak merasakan penjajahan itu secara langsung, maka mereka membiarkan diri mereka terlena, memasrahkan diri mereka untuk dijajah, Terlena oleh aturan yang tak menganggungkan Islam, karena merasa diri sudah hidup nyaman, karena merasa “yang penting kita bisa ibadah tenang”. padahal di luar sana, ada masih banyak saudara kita sesama muslim yang tak bisa beribadah dengan tenang, yang setiap detik hidupnya diwarnai oleh suara ledakan bom, yang anggota keluarganya dibunuh dan dibantai di depan matanya. Padahal di luar sana, saudari kita yang ingin berhijab malah terbentur oleh aturan negara, dianggap teroris, bahkan dilecehkan secara seksual. Apakah masyarakat indonesia ini harus diberikan penjajahan fisik (lagi) baru mau menyadari bahwa kembali pada jalan Allah adalah jalan yang paling benar? tidak kah mereka menyadari bahwa AS telah mengepung Indonesia dengan mendirikan pangkalan militer di berbagai titik yang mengelilingi negara ini? akan sangat mudah untuk kita secara fisik dijajah lagi oleh mereka. tinggal lemparkan saja bom nuklir ke Indonesia, kacaulah negara ini. na’udzubillahimindzalik. semoga tidak seperti itu kejadiannya, semoga Allah masih memaafkan kita dan memberikan kita kesempatan untuk bertaubat… 😥

saya benar-benar tak habis pikir. bagaimana bisa mereka begitu menggebu-gebu mempromosikan capres yang tak pernah sedikit pun memikirkan nasib ummat islam? sedangkan kemaksiatan di sekitar mereka dibiarkan begitu saja? bagaimana bisa mereka marah dan berang ketika pancasila dihina, NKRI diganggu kedaulatannya, sedangkan ketika Rasulullah di caci, dibuat karikaturnya, dihina, dan Al Qur’an dijadikan tissue toilet mereka tidak bersuara? malah mengatakan “kita orang islam harus sabar, bukankah dulu Rasulullah sabar saja ketika dilempari kotoran oleh kafir quraisy?” Astaghfirullaaah….dimanakah kita letakkan hati nurani kita??? 😥

mari pikirkan kembali pilihan kita, 1 atau 2 itu sama saja. pilih saja Allah dan Rasulullah agar hati lebih tenang. saling mencerca dan menghina hanya karena fanatik pada salah satu capres tak akan menambah timbangan amal baik kita di hari penghisaban nanti, malah akan memberikan kehinaan pada kita dihadapan ALLAH. selagi masih ada umur, selagi masih ada sisa waktu, selagi Allah masih menganugerahkan kita kesempatan untuk menghirup napas dalam-dalam, renungkanlah kembali semuanya, semua yang terjadi dalam hidup ini, semua realita ummat saat ini. kembalilah pada jalan yang diridhoi Allah. kembalilah pada jalan yang dicontohkan Rasulullah. bergabunglah bersama mereka yang istiqomah menyuarakan penegakan syariat islam tanpa harus masuk ke dalam sistem pemerintahan yang kufur ini. semoga Allah membuka pintu-pintu hati kita yang masih tertutup rapat. semoga Allah selalu menunjukkan kita jalan yang Ia Ridhoi… 🙂

Umat Islam Bagaikan Tali yang Terputus-putus

tidakkah hadits ini mampu menggambarkan bagaimana kita saat ini? bagaimana ummat muslim secara keseluruhan saat ini?

inilah yg terjadi pada ummat islam. Ummat ini terpecah karena simpul pemerintahan (khilafah) yg pertama kali lepas, maka lepaslah simpul2 lain nya. Bahkan perkara ‘sholat’ pun kini sudah membuat kita semakin terpecah dan terputus-putus menjadi bagian-bagian kecil yang tak punya kekuatan sama sekali jika digerus oleh zaman dan kekuatan asing….

sadarilah wahai saudara saudariku yang kusayangi…

10452313_664037850349214_8531212309026580875_n

Umat Islam – DULU dan KINI

Dulu saat masyarakat eropa masih percaya takhayul, semua barang yg menjadi hasil science dianggap memiliki kekuatan magis, masyarakatnya berada dalam kebodohan hingga masa itu dikatakan sebagai masa kegelapan di eropa (dark age).

Sedangkan di jazirah arab di mana masa kekhilafahan masih berjaya dengan daerah kekuasaan yg membentang sangat luas dan sistem pemerintahan islam masih di gunakan, ilmu pengetahuan sangat berkembang pesat dan bermunculan berbagai cendekiawan dari berbagai bidang ilmu, seperti ibnu sina dalam bidang kedokteran, az zahrawi dalam bidang ilmu bedah, al khawarizmi sebagai ahli matematika, jabir ibn hayyan dlm bidang kimia, al idrisi pakar geografi, nashrudin ath thusi pakar astronomi, imam empat mazhab (hanafi, maliki, syafii, hanbali) dalam bidang ilmu islam. mereka muncul dan memberikan kemajuan bagi peradaban Islam hingga nama daulah/negara islam sangat dihormati, disegani, dan ditakuti pada masa itu. 

Mereka bisa muncul karena sistem pemerintahan yg digunakan adalah sistem pemerintahan islam, yg memberikan keluasan dan keleluasaan bagi siapapun untuk mengembangkan diri, menambah ilmu sebanyak-banyaknya, tanpa memikirkan biaya pendidikan, tanpa harus susah dengan uang gaji yang habis karena biaya kesehatan. Pendidikan dan kesehatan di gratiskan, semua sumber daya alam yang menunjang hajat hidup orang banyak di kelola langsung oleh negara, tidak boleh ada pihak swasta dan asing yang mengelola dan melakukan privatisasi untuk keuntungan pribadi. Dan hasil dari sumber daya alam digunakan sepenuhnya untuk kesejahteraan ummat. Perpustakaan dan laboratorium berdiri di setiap sudut kota, semua orang boleh dengan bebas mengasah kemampuannya dan berlatih menjadi penemu.

Coba lihat apa yg terjadi pada umat islam saat ini. Jika disebut nama islam di tengah2 bangsa barat, mereka akan mengatakan ”islam itu bodoh, miskin, kotor, terbelakang, mudah di profokasi, mudah dikendalikan, mudah di pecah belah, teroris,” tak ada lagi yang tersisa dari umat islam saat ini. Tak ada lagi nama besar islam yang kuat dan dihormati. Tak ada lagi kedigdayaan daulah islam.

Umat islam saat ini meski jumlahnya banyak namun seperti buih di lautan. Mereka fokus mempertahankan kesukuannya, kenegaraannya, tak peduli pada saudaranya di negara lain yg sedang menderita dan disiksa. Mereka banting tulang mencari nafkah untuk makan dan menyekolahkan anaknya, sedangkan biaya pendidikan semakin melambung tinggi. Yang bisa bebas sekolah di mana saja sampai jadi profesor hanya orang2 berduit. Baru punya uang sedikit namun akhirnya jatuh sakit, mereka harus lagi merogoh kocek dalam-dalam guna membayar biaya kesehatan yg semakin tinggi membumbung dan sudah di komersialisasi oleh beberapa pihak.

Di Indonesia, minyak bumi, emas, perak, tembaga, batu bara, hasil hutan, hasil laut, mau cari apa lagi? Semuanya ada! Tersedia dan gratis diberikan oleh Allah? Tapi apa yg terjadi? Perusahaan2 besar bernama freeport, petronas, newmont dan lain2 lah yg menguasai, dan itu DILEGALKAN oleh pemerintahnya sendiri karena tak bisa membiayai anak bangsa untuk mengelola sumber daya alam nya sendiri. 

beginilah nasib umat tanpa seorang khalifah yang melindungi dan mengayominya. Sudah begini keadaan umat di seluruh dunia, masih saja ada yang mengatakan khilafah tidak dibutuhkan. Masih saja ada yg tidak percaya bisyarah Rasulullah bahwa di akhir zaman akan muncul kembali khilafah rasyidah. Masih saja ada yang percaya pada sistem pemerintahan yg memang digunakan musuh2 Allah untuk memecah belah ummat agar mementingkan kesukuan dan kenegaraannya saja. Masih saja ada yang mengatakan islam tak pernah mengajarkan berpolitik dan islam tak perlu dikejar dan dibangkitkan dengan politik. Masih saja ada yang mengatakan ‘hanya’ perbaikan individu yg dibutuhkan utk memperbaiki kerusakan dan kebobrokan yang ada di seluruh dunia ini dan tidak butuh koar2 menegakkan khilafah dan syariat islam. Masih saja ada yang mengatakan orang2 yang memperjuangkan tegaknya khilafah, memperjuangkan janji Allah dan kabar gembira Rasulullah, sebagai perusak ukhuwah, perusak NKRI, aliran sesat…ya Rabbi, maafkan kami, dan tunjukkanlah kami jalan yang lurus dan engkau ridhoi…

Apakah Seruan Amar Ma’ruf Nahi Munkar dapat Merusak Ukhuwah? Let’s Think Again….

Kita harus jeli membedakan mana yg termasuk amar ma’ruf nahi munkar dan mana yg termasuk fitnah perusak ukhuwah…

Apakah protes tegas terhadap kemakisatan tidak diperbolehkan dalam agama? Jika ada peraturan penguasa yang mencabik2 hak seorang muslim untuk menjalankan syariat agamanya dan meraup uang rakyat demi kepentingan pribadi, apa lantas kita harus diam dan tak boleh bersuara? Tak boleh menegur dan menasehati mereka? Tak boleh menjelaskan pada masyarakat mana yg salah dan mana yg benar?

Mungkin kisah-kisah dibawah ini bisa kita jadikan bahan perenungan. Ada banyak sekali contoh kisah para ulama terdahulu yg hidupnya berada dalam penyiksaan fisik dan psikis akibat keberanian dan ketegasannya dalam menentang kedzliman penguasa. Mereka tabah dan sabar menghadapi segala macam tantangan dan halangan demi memperjuangkan islam dan umatnya, bukan demi membela kepentingan pribadi, pemimpin, atau kelompoknya. Mereka tidak menyembunyikan apalagi memutar balikkan syariah Islam.

Hasan Al Bashri adalah seorang di antara para ulama yg begitu besar rasa takutnya kepada Allah. Sebaliknya, ia tak pernah gentar terhadap penguasa dunia yg lalim. Beliau berani menentang penguasa Hijaj bin Yusuf ats-Tsaqafi, penguasa Iraq yg lalim pada zamannya. Ia berani mengungkap keburukan perilaku penguasa tersebut di hadapan rakyat dan menyampaikan kebenaran di hadapannya. Beliau sangat terkenal dengan ucapannya, ”Sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian dari para pemilik ilmu untuk menjelaskan ilmu yg dimilikiNya kepada manusia dan tidak menyembunyikannya.” karena keberaniannya itulah beliau harus menanggung penderitaan.

Demikian pula Sufyan ats Tsauri. Rasa takutnya kepada Allah begitu besar. Sebaliknya, keberaniannya terhadap penguasa lalim pun tak diragukan. Ia pernah menentang apa yg dilakukan penguasa Abu Ja’far al Manshur ketika dia mendanai dirinya dan para pengikutnya yang beribadah haji ke Baitul Haram dalam jumlah yg sangat besar, yg diambil dari baitul mal milik kaum muslim. Dengan sikapnya ini, hampir saja polisi al-manshur membunuh sufyan.

Abu hanifah pernah menolak jabatan yang ditawarkan Abu Ja’far al-manshur dan menolak uang 10.000 ribu dirham yg akan dberikan kepadanya. Kemudian ia ditanya oleh seseorang, ”apa yg anda berikan kepada keluarga anda, padahal anda telah berkeluarga.” beliau menjawab, ”keluargaku kuserahkan pada Allah, sebulan aku cukup hidup dengan 2 dirham saja,”

dalam riwayat lain disebutkan, suatu ketika khalifah muawiyah hendak memulai pidatonya. Saat itu Abu Muslim al Khaulani segera berdiri dan berkata bahwa ia tidak mau mendengar dan menaati khalifah. Ketika ditanya alasannya, beliau menjawab ”karena engkau telah berani memutuskan bantuan kepada kaum muslim. Padahal harta itu bukan hasil keringatmu dan bukan harta ayah-ibumu.” mendengar itu khalifah muawiyah sangat marah. Ia lalu turun dari mimbar, pergi dan sejenak kembali dengan wajah yg basah. Ia membenarkan apa yg dikatakan Abu Muslim dan mempersilahkan siapa saja yg merasa dirugikan boleh mengambil bantuan dari baitul mal (Al Badri, Al Islam bayna al ulama’ wa al hukkam, hlm. 10)

lalu bagaimana dengan Rasulullah? Rasulullah dahulu berdakwah dikalangan kafir quraisy yg hidupnya sangat amat jahiliyah. Perzinahan, pembunuhan terhadap anak perempuan, penyiksaan terhadap kaum wanita, penyembahan terhadap berhala, dan segala macam jenis kemaksiatan lainnya terjadi disana. Dakwah Rasulullah pada saat itu mendobrak tatanan hidup kafir quraisy yg sudah menganggap semua jenis kemaksiatan itu sebagai sesuatu yg lumrah dan sudah jadi bagian dari tradisi sehari-hari. Itulah yg membuat para penguasa kafir quraisy berang akan kemunculan rasulullah dan dakwah yg disampaikannya. Mereka merasa kedudukan mereka sebagai pemimpian kaum quraisy mulai terganggu bila banyak rakyatnya yg mau mengikuti agama yg dibawa Rasulullah dan mengikuti segala aturan dari agama tersebut. Itulah mengapa Rasulullah pun disiksa oleh penguasa quraisy pada masa itu.

kadang ada beberapa hal dalam hidup ini yg perlu ketegasan. Tidak selamanya kelemah lembutan itu yg membawa kebaikan. Apalagi dengan tipe masyarakat yg sekarang, yg lebih banyak tak acuh terhadap suara ulama, hidup semaunya sendiri dan bebas tanpa aturan, merasa diri islam dan cukup dengan keislamannya itu, tidak lantas mau peduli pada aturan yg diberikan agamanya. Ketegasan juga dibutuhkan untuk menertibkan ummat yg seperti ini. Dan itulah tugas utama ulama. Ulama seharusnya berani berusra dengan tegas dan lantang menyerukan ummat dan para pemimpin untuk kembali pada syariat islam, kembali pada agama Allah yg indah, dan menjadikan dunia hanya sebagai ‘kuda tunggangan’, bukan sebaliknya. Ulama seharusnya tidak mendiamkan, tidak menyetujui dan tidak mendukung kedzaliman dan siapapun yg berbuat dzalim. Karena Allah sudah tegas berfirman:

”Janganlah kalian cenderung (la tarkanuu) kepada orang-orang yg berbuat dzalim, yg dapat mengakibatkan kalian disentuh api neraka.” (QS. Hud [11]: 113)

Inilah efek pornografi dan pornoaksi yang dibiarkan ‘kebablasan’

10409332_684942041543286_8509011404064918780_n

inilah efek pornografi dan pornoaksi yang dibiarkan ‘kebablasan’. pemerintah ataupun masyarakat sama2 punya andil dalam hal ini. penerapan ilmu agama di rumah2 memang penting, penting sekali malah, tapi bisakah kita yakin anak-anak kita nantinya ketika ‘keluar’ dari lingkungan rumah bisa terlindungi dari bahaya ‘budaya seks’ yang sudah sangat amat MENGAKAR ini???

 sekuat apapun iman seseorang, jika di lingkungan sekitarnya masih banyak hal yang dapat meng’eksitasi’ nafsu syahwatnya, lihat saja apa yang akan terjadi selanjutnya. saya bukan ingin mendiskreditkan tokoh agama ya, sungguh bukan, tapi ini adalah contoh efek buruk lingkuang terhadap individu. sering kita lihat berita “seorang ustadz, atau guru ngaji menjadi pelaku sodomi dan pemerkosaan terhadap anak didiknya”. apakah lantas ustadz itu tidak punya ilmu agama? jelas punya. tapi kenapa bisa sampai begitu? karena pengaruh lingkungan yang tidak mendukung…astaghfirullah….

beginilah kalau demokrasi dibiarkan merajalela, kebebasan berargumen, kebebasan menentukan jalan hidup pribadi dijadikan ‘asas hidup’. semua-semua serba bebas tanpa aturan. ketika mulai ada aturan islam yang muncul, malah dianggap melanggar HAM, atau ada orang-orang yang mengatakan “suka-suka gue lah mau hidup kayak apa, hidup-hidup gue juga, kenapa mesti lo yang ribet, kenapa mesti pemerintah yang ribet, pakai mau nerapin syariat islam segala, nggak usah ngurusin hidup orang lain lah, urusin aja diri lo sendiri, sok suci banget”. ya Allah T_T nafsu sudah tidak ada bentengnya lagi, batasan maksiat sudah tak jelas lagi, PACARAN dianggap lumrah, dianggap sah2 saja asal masih saling menjaga (yakin bisa benar-benar ‘menjaga’, segimana kuat sih iman kita ngelawan godaan syaithan yang datang dalam segala bentuk dan rupa?!) sampai saking bingungnya mau melampiaskan syahwat kemana, BINATANG dan ALAT-ALAT dirumah pun bisa jadi objek pemuas nafsu, sampai ada muncul istilah ‘sex toys’ itu awalnya darimana? ya dari itu, orang2 yang sudah nggak tahu lagi mau memuaskan nafsu syahwatnya dengan cara apa. ya Rabbi, hancur sekali generasi islam di negara dengan MAYORITAS MUSLIM TERBESAR DI DUNIA ini… T_T

sudah sehancur ini ummat islam, sudah begini fakta yang dipaparkan, sudah sampai begini Allah memperingatkan kita, belum lagi dengan segala macam bencana alam yang (entah kenapa) lebih banyak terjadi di Indonesia, di negeri muslim ini, ketimbang di negaranya orang2 kafir sono, masih saja kita menganggap penerapan syariat islam dalam bingkai pemerintahan itu TIDAK PENTING? tidak pernah diajarkan Rasulullah? tidak perlu asalkan individu nya diperbaiki? Allahu Rabbiii….kita pakai logika saja, pernah tidak ma’mum itu rapi duluan sebelum imamnya naik? imam nya naik dulu kan baru ma’mum yang tadinya bergosip, yang tadinya ketawa ketiwi, yang tadinya main-main sama anaknya, yang tadinya ngaji sendiri, akhirnya bangkit dan sholat secara berjama’ah mengikuti imam yang mengkoordinir mereka? begitulah juga ummat islam. jika tidak ada KHALIFAH yang memimpin ummat ini, maka tidak akan pernah rapi ummat ini sampai kapapun. yang satu bilang A, yang satunya lagi kekeh pengen B, yang satu kiblatnya ke barat, yang satunya lagi kiblatnya ke barat laut. yang satu lebaran tanggal 1, yang satunya lebaran tanggal 2, teruuuus akan seperti ini, teruuuus akan terpecah belah, terkotak-kotak oleh nasionalisme, terkotak-kotak oleh ego masing-masing golongan, terkotak-kotak oleh kebijakan negara yang berbeda-beda. kalau pecah belah terus seperti ini, KAPAN BISA MASALAH PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI YANG SUDAH PARAH INI BISA TERSELESAIKAN?

mengikuti pemimpin yang sekarang? atau yang akan terpilih nantinya melalui pemilu, apakah bisa menyelesaikan masalah? selama sistem yang dipakai masih sistem RUSAK ini, maka masalah seks bebas dan masalah lainnya tidak akan pernah bisa terselesaikan! “ah, omongan lu aja itu! bisa kok kalau kita pilih pemimpin yang baik, kan banyak didukung ulama”. hehehe, boleh nggak saya kasi contoh, nanti kalau si presiden ini terpilih (siapapun itu) berani tidak dia terang2an mengatakan ingin menerapkan syariat islam secara menyeluruh di Indonesia? berani tidak dia memberantas semua lokalisasi semacam dolly? berani tidak dia merubah semua tayangan di stasiun TV agar hanya menayangkan tontonan yang bernuansa islami? berani tidak dia mewajibkan rakyatnya untuk menggunakan pakaian yang sesuai dengan norma (no more hot pants, no more tank top, no more bikin, no more hijab tapi KETAT)?? berani tidak dia melarang riba dalam sistem perekonomian masyarakat? berani tidak dia memberantas peredaran Khamr, bahkan tidak membolehkan sama sekali khamr masuk ke indonesia? BERANI TIDAK???????? kalau memang berani, saya mungkin akan memilih dia dalam pemilu nantinya. tapi kalau keberaniannya masih redup, kalah saing dengan rasa takut nya terhadap ‘penguasa’ sesungguhnya (Amriki dan Wahyudi) maka jangan harap indonesia ini akan berubah, jangan harap budaya ngeseks dan pornografi serta pornoaksi akan bisa diberantas selamanya, jangan pernah berharap.

wallahu a’lamubissawab…semoga AllAh selalu menunjukkan kita jalan yang Ia ridhoi…