“POKOKNYA HTI itu….”

Gak Mau Kalah, Pokoknya…

sumber: akun FB ukhti putri halimah

Pokoknya HTI itu omdo, tegakkan khilafah tapi gak action | kalo HTI angkat senjata pasti gini -> HTI itu radikal ekstrimis lagi anarkis

Apa dalil kewajiban khilafah? | udah dikasih dibales gini -> dalil haramnya demokrasi? | dikasih lagi dibalesnya gini lagi -> pokoknya NKRI harga mati

Kembali dg nomer 2, kalo ga dibales chatnya/komennya pasti dibilang ‘kabur’, pengecut, ga ada nyali. | Pokoknya Syabab/h HTI itu OMDO *ngelus dada

Pokoknya HTI itu netral tidak menyuruh golput | kata mereka, silakan datang ke TPS dan coblos salah satunya *gagal fokus *politik praktis

Pokoknya HTI itu sesaaaat, organisasi yang ideologinya tidak taat konstitusi NKRI | padahal, Indonesia ideologinya yang sesat : Kapitalisme Demokrasi

Pokoknya HTI itu harus mendakwahkan akidah dan ketauhid-an, bukan khilafah | Iya, di kitab nidzhom bab thariqul iman, qada’ dan qadar, kitab nafsiyah, itu tentang akidah dan ketauhid-an keleus *kalem aja

Pokoknya HTI harus keluar dari Indonesia kalo mau negakkin khilafah | kalo pun HT keluar dari Indonesia, di Malaysia, Palestina, Suriah, Britain, Belanda, dll juga ada Hizbut Tahrir

Pokoknya, kalo khilafah tegak akan ada perang saudara ! | lupa ya? Khilafah selama 13 abad ga ada tu cerita non muslim dan muslim berantem cakar2an apa lagi tembak2an

Pokoknya, HTI itu menikmati demokrasi. Jadi PNS, pake FB buatan yahudi, buat KTP, trus ya demo juga, lebih parahnya buku nikah itu ada lambang burung pancasila | duh ini parah, gagal fokus akibat terlalu fokus dengan kebencian. Harap belajar lagi tentang Hadlarah dan Madaniyyah. Lalu bedakan, mana yang haram, mana yang mubah? Sepakat?

Pokoknya kami cinta tanah air, tidak akan melepaskannya apa lagi rela direbut khilafah? | kami lebih cinta pada negeri ini, tak tega melihat semua aset negara dikebiri oleh asing, harga yang terus mencekik, dan kematian akibat kelaparan dan minimnya fasilitas kesehatan, serta stop pembodohan generasi dengan biaya sekolah tinggi, yang terpenting kami tak tega menyaksikan kalian diazab Allah karena mencampakkan syariatNya.

inilah pernyataan saya, inilah pernyataan kami… ^_^

Maaf, maaf sekali. Saya berjuang untuk Allah, untuk Islam, untuk Rasulullah, bukan untuk HT atau HTI.
Di akhirat pun yg ditanya Allah bukan “bersama partai mana kamu berjuang?”, tapi “apa yg sudah kamu lakukan utk Islam?”.

Organisasi/partai hanya wadah kita untuk memperjuangkan Islam, karena berdakwah sendiri-sendiri akan terasa berat, maka perlu adanya dakwah secara berjama’ah.
Kenapa saya pilih dakwah berjama’ah bersama HTI?
Karena hanya HTI yg visi & misinya selalu istiqomah, & perjuangannya melanjutkan kehidupan Islam, perjuangannya menyambut bisyarah Rasulullah & janji Allah pun di luar parlemen.
“Perjuangan di luar parlemen”nya itu yg saya sangat salut.
Dan saya pun telah membuktikan bahwa kejelekan-kejelekan HTI yg digembar-gemborkan oleh orang-orang iri & dengki terbukti salah. Mereka hanya salah paham & hanya didoktrin oleh petinggi-petinggi mereka yg memanfaatkn kondisi serta mempropagandakan kebusukan yg ada.
Saya yakin, siapa saja yg sinis & benci dgn perjuangan HTI, bisa jd ke depannya dia menjadi garda terdepan dlm perjuangan ini. Karena Allah Maha Pembolak-balik hati.
Semoga Allah membuka mata, telinga & hati orang-orang yg benci, karena benci & cinta itu “beti” alias beda tipis.
Salam ukhuwah dari saudarimu yg tak kenal menyerah menyampaikan mana yg haq, mana yg bathil. in syaa Allah

semoga saya, dan siapapun yang telah mantap memutuskan untuk berjuang bersama jama’ah ini bisa tetap istiqomah, dan semoga akan semakin banyak lagi saudara muslim yang mau bergabung bersama kami demi memperjuangkan tegaknya khilafah dan syariat islam di bumi Allah…

Allahu Akbar ! 

Diskusi sore yang bermanfaat bersama Ust. Ismail Yusanto

Sore ini, selepas acara Konferensi Islam dan Peradaban selesai diadakan dengan sukses (alhamduillah) di aula graha bakti praja, kami para anggota HTI seluruh lombok diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan almukarrom ustadz Ismail Yusanto, juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia yang terkenal dengan ketegasannya dalam menyampaikan materi-materi dakwah. Tapi ternyata, setelah mendengar cerita-cerita dan tausyiah beliau mengenai perjuangan dakwahnya selama 25 tahun ini, beliau tidak melulu menggunakan tata bahasa yang tegas dan saklek, tapi kita diajak berdiskusi ringan dan santai, dalam suasana yang nyaman sambil duduk bersama-sama. Beliau sesekali juga mengeluarkan beberapa celetukan-celetukan lucu yang membuat kami cengengesan atau tertawa kecil. Dalam diskusi singkat tersebut, beliau membagi beberapa tips yang bermanfaat agar kita, para pengemban dakwah ini, tetap semangat dalam berdakwah, tapi juga dapat mengimbanginya dengan kehidupan di lingkungan bekerja, belajar, rumah tangga, dan lain sebagainya, diantaranya yaitu:

  1. Dalam rencana berumah tangga, kita sebaiknya mencari calon pasangan yang memiliki visi dan misi yang sama. Nahhh….ketika ust. Ismail menyampaikan tips yang ini semua syabab/syabah sepertinya pada cengengesan sendiri deh, entah membayangkan apa atau siapa. hehehe. Beliau mengatakan, visi misi yang harus disamakan itu ya sama-sama harus memiliki jiwa pejuang syariah dan khilafah, supaya rumah tangga itu bisa sejalan, bisa adem ayem, dan karena seperjuangan jadi nanti in syaa Allah bisa bertemu di surganya Allah. coba bayangkan jika calon pasangannya tidak sevisi-misi, yang satu pengen ngaji (halaqoh) yang satu nggak mau, atau malah yang lebih parah ada yang melarang pasangannya untuk halaqoh. yang satu sibuk ngontak tokoh masyarakat, yang satunya ribut karena pasangannya sering pergi ke luar rumah terus, nggak pernah ada waktu untuk keluarga, nggak pernah ada hari libur karena hari libur full dipakai untuk jadwal dakwah dan acara2 publik, padahal dakwah itu yang lebih penting, tapi karena punya pasangan yang tidak mengerti, malah jadi masalah. Yang ada malah pusing, nyusahin, bikin stress, ribet. (untuk tips yang satu ini saya bener-bener setuju deh ustadz, untuk saya ngurus diri sendiri aja masih susah banget buat istiqomah, yang sudah ikut halaqoh aja masih bisa melenceng, apalagi yang nggak pernah ikut halaqoh, nggak sevisi-misi, bisa berabe urusannye)
  2. Dalam kehidupan berumah tangga, ust. Ismail juga menyarankan untuk selalu membangun komunikasi. segalanya harus dikomuikasikan, biar sama-sama enak. jangan apa-apa dipendem. punya masalah, bukannya dibagi dengan pasangan agar bisa dibantu cari penyelesaiannya malah dipendem sendiri, susah-susah sendiri, stress sendiri, ujung-ujungnya berdampak pada keharmonisan keluarga juga nantinya. komunikasi itu sangat penting pokoknya.
  3. dalam berdakwah, kuncinya cuma ada 3: sabar, sabar, dan sabar. itu saja. tapi untuk bisa menjalankannya itu susaaaah sekali. sering sekali kita terbawa emosi jika menanggapi orang-orang yang nyinyir, nyindir, mencibir, menyangsikan pergerakan kita, dan lain sebagainya. padahal sabarnya Rasulullah saat disiksa fisik dan batin nya oleh kafir quraisy saja sampai tak terhingga. seharusnya kita berusaha melakukan hal yang sama. meskipun tidak 100% bisa sama dengan manusia se-mulia Rasulullah, paling tidak berusaha untuk menyamai. 🙂
  4. Kuatkan qolbu dengan sholat malam. itulah kunci keteguhan hati Rasulullah dalam berdakwah. selain itu jangan lupa banyak-banyak mengaji dan puasa senin kamis untuk semakin memperkuat qolbu. kalau kita sudah berusaha untuk sering qiyamullail, meskipun kita mulai melenceng dan tidak istiqomah di jalan dakwah, in syaa Allah akan cepat sadar dan taubatnya ketimbang tidak pernah melakukan amalan tersebut.

Kafir Tahu Khilafah Akan Tegak

Ketika ummat muslim di seluruh dunia masih terlena dengan janji-janji sistem demokrasi, dengan gaya hidup bebas yang disodorkan sekulerisme dan liberalisme, yang sebenarnya ditujukan untuk memecah belah ummat yang seharusnya bersatu padu, orang kafir di luar sana sudah ketakutan akan ancaman kembalinya kejayaan khilafah islamiyah seperti dulu, yang pernah berdiri dengan gagah dan jaya di muka bumi selama 1300 tahun….

Para petinggi AS pun sudah sejak dulu mempersiapkan diri untuk membendung ancaman ini, namun kemana ummat islam? Kemana keinginan mereka untuk bersatu? Apa yang membuat mereka tertidur pulas di bawah sistem buatan kafir yang baru berdiri 100 tahun tapi sudah memperlihatkan kehancuran dan kebobrokan di sana-sini? Mengapa mereka bangga menyuarakan ”kami orang ini”, ”kami bangsa ini”, terkotak2 oleh nasionalisme yang membuat mereka tak peduli pada nasib saudara sesama muslimnya di negara lain, tak peduli pada penderitaan rakyat di palestina, rohingnya, suriah, mesir, dan hanya bisa pasrah dibawah kekuasaan kafir tanpa bisa melakukan apa2 untuk membantu saudaranya?! Bahkan masih tetap berharap pada sistem kufur yg tak pernah dicontohkan Rasulullah?

berikut adalah artikel mengenai seorang pastur yang mengetahui khilafah akan bangkit dan sampai mengarang buku untuk mencegah hal itu terjadi.

sumber:https://www.facebook.com/photo.php?fbid=244848592384590&set=a.117346021801515.1073741828.113598835509567&type=1&relevant_count=1

1452367_244848592384590_8233971681193588318_n

Oleh : Mujiyanto

Setelah Israel takluk, khalifah akan menyerang Amerika dan kemudian Eropa.

Ketika kaum Muslim di negeri-negeri Islam terpesona dengan demokrasi, para dedengkot Kristen justru khawatir akan berdirinya khilafah dalam waktu dekat. Sampai-sampai mereka menulis buku dan menyebarkannya ke seluruh dunia.

Pendeta Gerald Rowland, asal Queensland Australia, menerbitkan buku dengan judul cukup provokatif ‘Defeating the New Chaliphate” atau dalam terjemahan bebas berarti: Mengalahkan Khalifah yang Baru. Penulis buku ini telah lebih dari 50 tahun menjadi misionaris di berbagai belahan dunia dan pernah menetap di Yerusalem, Palestina.

Dalam bukunya, ia sangat mengetahui apa itu khilafah. Menurutnya, khalifah adalah pengganti Muhammad SAW dalam memimpin umat Islam di seluruh dunia. “Khalifah adalah pemimpin dalam agama dan politik, di mana khalifah memerintah imperium Islam. Yang paling terkenal adalah imperium Utsmani (Ottoman).”

Rowland pun membeberkan sejarah kekhilafahan Islam sejak masa setelah Nabi SAW hingga berakhirnya kekhilafahan Utsmani di Turki akibat ulah Mustafa Kemal Attaturk. Turki akhirnya berubah menjadi republik sekuler. “Dan tak ada lagi khalifah yang baru setelah itu,” tulisnya.

Upaya menegakkan khilafah itu, menurut Rowland, sedang berlangsung. Tujuan utama penegakan khilafah yang baru adalah menyatukan seluruh Muslim dunia dan menyebarkan Islam dengan dakwah dan jihad.

Kekhilafahan pertama akan berusaha menaklukkan dan menundukkan Israel, khususnya Yerusalem. Nantinya, tulis pendeta itu, ibukota khilafah berada di Yerusalem. Setelah Israel takluk, katanya, khalifah akan menyerang Amerika dan kemudian Eropa. “Dan itu tidak sulit karena akan ada jutaan orang yang rela mati, karena mengharap balasan yang berlimpah dari Allah jika mereka mati.”

Dalam buku itu Rowland menulis, banyak gerakan yang ikut andil dalam menegakkan kembali khilafah Islam ini di seluruh dunia. “Anehnya, yang paling vokal menyuarakan dari kelompok-kelompok ini adalah Hizbut Tahrir,” tulisnya sambil mengambil contoh HT Inggris dan Australia.

Ia sangat khawatir, khilafah Islam ini akan menjadi momok bagi kaum Kristen dan Yahudi. Dalam bayangannya, orang kafir nantinya akan dibunuh secara teratur oleh khalifah. Terhadap kondisi ini, Rowland menulis, “Sayangnya, gereja pada umumnya bodoh dan diam tentang ancaman serius ini yang sepenuhnya bermaksud untuk memusnahkan orang Yahudi dan Kristen, bersama dengan semua penganut untuk setiap agama lain di bumi.”

Makanya, menurutnya, setiap orang Kristen harus diinformasikan secara lengkap dan secara aktif bersiap menjadi prajurit Kristen dan berdiri bersama Israel ‘menanggung beban awal perang yang sangat nyata ini’.

Ia mengingatkan, serangan Islam menjadi langkah penting berdirinya khilafah yang baru. Jika Kristen dan Yahudi gagal menghadang, maka khilafah Islam akan menjadi ‘raksasa’ untuk mengatur kembali rencana dan harapan Islam.

Misionaris ini berharap dunia Barat bangun dalam menghadapi ancaman serius. “Dan mulai mengambil tindakan yang tepat untuk membendung air pasang ini yang akan pasti menyusul mereka jika tidak dihentikan.”

Sesuai Prediksi

Bagi Barat, Khilafah bukanlah ide utopis. Prof Noah Feldman, Dosen Law School, Harvard University, AS dalam bukunya yang berjudul, “The Rise dan The Down of Islamic State”, menulis, “Dapat ditegaskan bahwa meningkatnya dukungan rakyat (Islam) terhadap syariah Islam dewasa ini—meskipun pernah mengalami keruntuhan—akan dapat mengantarkan pada terwujudnya Khilafah Islamiyah yang sukses.”

Berdasarkan perhitungan yang matang kalangan intelijen Amerika Serikat, NIC (National Inteligent Council/Dewan Intelijen Nasional) yang berpusat di Washington dalam “The Global Future Mapping 2020” memperkirakan bakal berdirinya The New Islamic Chaliphate (Khalifah Islam yang baru) sebagai salah satu kekuatan dunia pada 2020. Ini adalah perkiraan para intelijen Amerika yang berasal dari seluruh dunia.

Dalam laporannya tahun 2004, NIC memprediksi empat skenario yang akan hadir pada masa 10 tahun ke depan, yakni:

1. Dovod World: “Digambarkan bahwa 15 tahun ke depan Cina dan India akan menjadi pemain penting ekonomi dan politik dunia”.

2. Pax Americana: “Dunia masih dipimpin oleh Amerika Serikat dengan Pax America-nya”.

3. A New Chaliphate: “Berdirinya kembali Khalifah Islam, sebuah pemerintahan Islam global yang mampu memberikan tantangan pada norma-norma dan nilai-nilai global Barat”.

4. Cycle of Fear : “ ‘Munculnya lingkaran ketakutan’, dalam skenario ini respon agresif pada ancaman teroris mengarah pada pelanggaran atas aturan dan sistem keamanan yang berlaku, akibatnya akan lahir dunia ‘Orwellian’ ketika pada masa depan manusia menjadi budak bagi satu dan tiga negara otoriter”.

Ketua Dewan Duma (Parlemen Rusia) Mikael Boreyev, dalam buku “Rusia Emperium Ketiga”, juga memprediksikan bahwa pada tahun 2020 mayoritas negara-negara di dunia akan mengalami kehancuran dan nanti hanya akan ada lima negara besar, yakni: Rusia, yang telah menggabungkan Eropa ke dalamnya; Cina, yang akan mendominasi negara-negara Asia Timur dengan kekuatan ekonomi dan militernya; Khilafah Islamiyah, yang akan membentang dari Jakarta hingga Tangier dan mayoritas daerah Afrika selatan padang pasir; dan Konfederasi yang menggabungkan benua Amerika Utara dan Amerika Selatan. Boreyev melihat bahwa India juga mungkin akan menjadi negara besar jika ia mampu menghadapi kekuatan Islam yang meliputinya.

Sekilas mengenai ustadz FELIX Y. SIAUW

bukan terlalu ngefans, bukan terlalu terpaku sama satu ustadz saja, tapi sekedar kagum dengan kontribusi besarnya yang dia berikan untuk islam dan memperjuangkan tegaknya syariat islam. padahal beliau seorang muallaf, sedangkan kebanyakan dari kita, yang mengaku islam sejak lahir, tapi tak pernah memberikan kontribusi yang REAL terhadap islam, malah mungkin membuat islam semakin terpuruk dan semakin disudutkan dengan sikap, tutur kata, dan pola pikir kita yang ‘nyeleneh’.

hal lain yang saya kagumi, ada banyak orang di luar sana yang memberi komentar buruk, bahkan sampai memfitnah beliau. mengatakan beliau hanya dakwah untuk promosi buku lah, mengatakan beliau ikut suatu ‘aliran’ lah. tapi beliau anteng2 aja menanggapi, tidak merespon berlebihan dan mengklarifikasi masalah dengan cara dan respon yang bijak, tidak ada unsur emosi. mungkin itu ujian untuk dakwah beliau, dan ujian untuk orang2 lain yang berusaha menegakkan hukum Allah dan sunnah Rasul diatas segala-galanya. SEMANGAT Ustadz Felix Siauw !!! perjuangan untuk membela agama Allah insya Allah nggak akan sia2, meski banyak yang mencela karena ustadz ikut HTI, tak usah pikirkan lah ustadz, mereka hanya mencela tanpa dasar, menjudge tanpa berusaha mengenal. “islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali pula pada keadaan asing. maka beruntunglah orang-orang yang terasing (HR. Bukhari)

ini adalah tulisan yang di post teman saya di facebook dan saya kutip dalam postingan ini karena isinya bagus 🙂

Siapa yang tidak kenal Felix Siauw? Ustadz yang memutuskan untuk memilih Islam sebagai agamanya pada tahun 2002 silam ini akhir-akhir ini menjadi bahan perbincangan di tengah-tengah masyarakat. Adalah suatu keniscayaan, bahwa siapa saja yang sering tampil di TV dan memberikan kontribusi positif kepada khalayak pasti ia akan menjadi buah bibir di masyarakat. Apalagi yang sering tampil tersebut dikenal sebagai sosok seorang ustadz, seperti ustadz Felix Siauw. Meskipun memang tidak semuanya seperti itu.

Hampir semua stasiun televisi pernah Ustadz Felix Siauw sambangi, berbagai acara yang bernuansa Islami maupun non Islami, pernah beliau isi. Mungkin banyak di antara kita yang mengidolakan ustadz lulusan kampus IPB Bogor ini, meskipun mungkin tidak sedikit pula yang membenci. Namun itu sudah menjadi sunnatullah, ada yang mencintai, ada pula yang membenci, semua itu adalah ketentuan ilahi.

Di jejaring sosial twitter, ustadz yang memiliki nama akun @felixsiauw, ustadz ke-3 terpopuler setelah Ustadz Yusuf Mansyur (970 ribu) dan Ustadz A’a Gym (hampir 750 ribu) dengan jumlah followers sekitar 330 ribu sudah membuktikan eksistensinya dan kapabilitasnya sebagai seorang ustadz yang dakwahnya diterima dengan baik oleh berbagai elemen masyarakat, meski memang itu bukan tolok ukur yang baku.

Di jejaring sosial seperti facebook dan twitter beliau banjir pujian dan sanjungan dari para penggemarnya, tidak sedikit pula yang mengucapkan terimakasih karena merasa telah tercerahkan dan merasa hidupnya lebih baik setelah membaca, mendengar atau pun melihat ceramah ustadz yang lahir di Palembang 31 Januari 1984 tersebut. Tentunya para penggemarnya punya berbagai alasan dan latar belakang kenapa mengidolakan sosok ustadz yang sudah dikaruniai tiga orang putera ini. Kebanyakan penggemarnya adalah dari kalangan remaja.

Saya sendiri belum lama mengenal ustadz yang juga dikenal sebagai “Ustadz Twit” ini, terus terang waktu pertama kali melihat Ustadz Felix Siauw perform pada sesi Inspirasi di acara Muslim Entrepreneur Forum 2012 yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia saya begitu berkesan. Cara penyampaiannya yang enak didengar, tidak membosankan, mudah dicerna, padat dan berisi, mungkin itu adalah beberapa alasan mengapa ketika melihat beliau perform kali pertama saya langsung jatuh hati kepada beliau, dan semenjak itu saya langsung berburu dan berusaha mengumpulkan berbagai rekaman-rekaman atau pun video-video beliau ketika aktif berdakawah ataupun buku karya-karya beliau seperti Muhammad Al-Fatih 1453, Beyond The Inspirations, How to master your Habits, dan buku-buku karya belaiau yang lain.

Terus terang, saya benar-benar iri. Bukannya apa-apa, karena saya yang sudah memeluk Islam berpuluh-puluh tahun lamanya, sampai sekarang usia saya yang sudah “menginjak kepala dua” belum juga mampu memberikan kontribusi apa-apa bagi agama ini, belum memiliki karya apa-apa. Sementara Ustadz Felix Siauw, meskipun beliau adalah seorang muallaf, akan tetapi sudah memilki kontribusi yang sangat luar biasa bagi agama ini. Subhanallaah.

Akan tetapi masyarakat tidak banyak yang tahu, ustadz yang banyak penggemarnya ini ternyata adalah seorang aktivis dakwah di Hizbut Tahrir Indonesia. Iya, ustadz yang memiliki nama lengkap Felix Yanwar Siauw ini adalah seorang Syabab Hizbut Tahrir, harokah dakwah Islam yang banyak masyarakat Indonesia belum mengenalnya. Kalau pun mereka mengenal, biasanya yang mereka kenal tentang Hizbut Tahrir adalah ormas Islam garis keras, sampai sekarang saya juga belum menemukan kerasnya di mana. Kalau pun mereka mengenal, biasanya yang mereka kenal tentang Hizbut Tahrir adalah ormas Islam yang berbahaya, sampai sekarang, saya juga belum menemukan bahayanya di mana, dan sejumlah informasi-informasi miring lainnya tentang Hizbut Tahrir yang mereka dapatkan dari orang-orang yang membenci Hizbut Tahrir tanpa sebab yang jelas.

Bahkan saya pernah menemukan komentar dari salah satu penggemar ketika mengomentari status Ustadz Felix Siauw, kurang lebih begini isi komentarnya,
“Isi ceramahnya bagus, tapi sayang, ikut HTI (Hizbut Tahrir Indonesia).”
Saya tersenyum saja bacanya, apanya yang disayangkan beliau ikut berdakwah bersama HTI? Apanya yang salah dari HTI? Apa HTI itu menakutkan? Apa HTI itu membahayakan? Merugikan? Tidak, kan?

Mudah-mudahan kedepannya nanti Ustadz Felix Y Siauw sering-sering muncul di TV, karena menurut saya jarang-jarang ada ustadz yang memiliki karakter seperti beliau ini muncul di TV, karena biasanya kebanyakan ustadz-ustadz yang sering tampil di TV adalah lebih dominan bercandanya ketimbang materi yang disampaikan, sehingga yang di tangkap dan yang lebih diingat oleh masyarakat adalah bercandanya, bukan materi yang disampaikannya. Mudah-mudahan saya salah.