INDONESIA TELAH BERTAHUN-TAHUN DIJUAL…!!!

10891689_1521405474812011_5429304345473976258_n

Di bawah ini ada kutipan artikel dari Facebook page ICMS 2014 mengenai 50 Fakta Tragis Negeri Kaya Raya Indonesia. Jujur, saya nggak sanggup baca sampai poin ke 50. terlalu menyesakkan, nggak sanggup tahan air mata rasanya harus baca semua kezhaliman dan ketidak-adilan yang dihasilkan oleh rezim-rezim yang katanya mengusung jiwa kerakyatan ini….

anda hanya salahkan JOKOWI? anda pikir SELURUH masalah indonesia bisa diselesaikan jika PRABOWO menang???!!! Oh, COME ON…!!! don’t pretend to be blind..! Semua orang bisa mengumbar janji manis apapun selama masa kampanye! ini masalah yang sudah terjadi sejak berpuluh-puluh tahun semenjak Indonesia dikatakan merdeka…!!! buka mata bahwa INDONESIA HANCUR KARENA SISTEM YANG KATANYA MEMILIKI ASAS “DARI RAKYAT, OLEH RAKYAT, UNTUK RAKYAT” INI…!!! bukan karena kesalahan pada sosok pemimpinnya, tapi karena kesalahan pada sistem yang diusung oleh negeri ini…!

mana yang mengaku nasionalis, nasionalis-religius, pengusung demokrasi dan demokrasi islami, pancasilais, pancasilais-idealis, NKRI HARGA MATI, cinta tanah air??? Manaa??? INI YANG DISEBUT MERDEKA??? INIKAH SEBUAH BENTUK NEGARA MERDEKA??????!!!!!

para penjajah tahu bahwa penjajahan secara fisik tidak akan memberi keuntungan SEBESAR INI, karena rakyat Indonesia tidak akan tinggal diam dengan penjajahan secara fisik. mereka mengganti gaya menjadi penjajahan segi ekonomi, politik, agama, dan penjajahan dari segi budaya. dan lihat buktinya??? mereka sukses besar-besaran melanjutkan penjajahan terhadap negeri kita! Jika anda tidak merasa terjajah dan merasa Indonesia sudah merdeka, berarti anda tidak peka dengan segala paparan fakta mengerikan yang ada di sekitar anda…!

kalau ada yang mengusik kebudayaan Indonesia sekelas batik, tari gandrung, atau angklung, atau saat suporter tim sepak bola malaysia menghina timnas Indonesia, anda semua marahnya bukan kepalang. tapi ketika HASIL SUMBER DAYA ALAM INDONESIA dikuras habis-habisan, ANDA KEMANA??? Kenapa bungkam????!!!

“Telah tampak kerusakan di darat dan lautan akibat perbuatan tangan manusia, supaya Allah swt merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (Terjemahan QS Ar Ruum(30):41)

berkali-kali, bolak balik orang-orang yang memperjuangkan tegaknya khilafah berusaha menyadarkan anda-anda semua tentang hal ini. tapi anda abai terhadap urusan ummat, merasa bahwa semua kerusakan, semua kehancuran ini bisa diperbaiki melalui jalan lain selain penerapan hukum-hukum islam. jalan lain yang mana??? jalan seperti apa??? bagaimana cara jalan tersebut akan memperbaiki negeri yang bobrok ini?? bagaimana jalan lain itu bisa melindungi saudara-saudara kita di palestina, mesir, suriah, irak, dan rohingnya???!!!!

apakah anda meragukan kehebatan Allah dalam mengatur manusia, bumi, dan segala isinya??? sekali lagi saya tanyakan pada hati nurani anda, pada lubuk hati anda yang paling dalam, apakah anda meragukan Allah dan segala aturanNya??? apakah hanya karena negara ini isinya bukan hanya orang muslim lantas anda merasa Allah tak punya hak dan kuasa untuk mengatur sebuah negeri yang diisi tak hanya oleh warga muslim saja???

dan bagi yang sampai sekarang masih tak acuh tentang urusan perpolitikan, yang masih urung untuk peduli mengenai masalah ummat yang kelaparan, menderita di kolong-kolong jembatan, terpaksa menahan lapar karena tak punya sekeping uang untuk membeli makan, atau rakyat di luar Indonesia yang setiap detik dalam hidupnya harus dihantui oleh suara ledakan bom dan tembakan senapan, apakah anda tega untuk abai pada mereka? apakah anda tega merasa nyaman dengan kehidupan anda sendiri tanpa peduli pada apa yang terjadi dengan saudara anda? bagaimana jika posisinya terbalik, anda yang berada di posisi mereka dan anda merasakan seluruh dunia abai terhadap nasib anda, bagaimana??? apakah masih tega anda mengatakan “saya tidak tertarik dengan masalah politik”????!!!!

ya Rabbi, saksikanlah….kami telah menyuarakan ketidak adilan ini, saksikanlah ya Allah…bukakan pintu hati seluruh rakyat Indonesia agar mau kembali pada aturanMu, kembali pada Syariat Islam. karena hanya dengan jalan itulah negeri ini bisa selamat dari kehancuran….

*maafkan jika saya tak sanggup lagi membendung rasa geregetan ini, maafkan saya yang faqir ini, saya hanya benar-benar sudah tak sanggup melihat rakyat indonesia menderita bertahun-tahun, melihat negeri kaya raya ini semakin lama semakin rusak dan tak punya apa-apa lagi karena kekayaannya habis dikuras oleh penguasa kapitalis.

1. Di masa Raffles (1811) pemilik modal swasta hanya boleh menguasai lahan maksimal 45 tahun; di masa Hindia Belanda (1870) hanya boleh menguasai lahan maksimal selama 75 tahun; dan di masa Susilo Bambang Yudhoyono (UU 25/2007) pemilik modal diperbolehkan menguasai lahan selama 95 tahun. Teritorial Indonesia (tanah dan laut) telah dibagi dalam bentuk KK Migas, KK Pertambangan, HGU Perkebunan, dan HPH Hutan. Total 175 juta hektar (93% luas daratan Indonesia) milik pemodal swasta/asing(Sumber : Salamuddin Daeng(SD), Insititut Global Justice (IGJ)

2. Sebanyak 85% kekayaan migas, 75% kekayaan batubara, 50% lebih kekayaan perkebunan dan hutan dikuasai modal asing. Hasilnya 90% dikirim dan dinikmati oleh negara-negara maju. Sementara China tidak mengekspor batubara, Sekarang kita harus bertarung di pasar bebas dagang dengan China – Asean. Ibarat petinju kelas bulu diadu dengan petinju kelas berat dunia. Pasti Knock-Out ! Siapa yang melindungi rakyat dan tanah tumpah-darah kita ini?(Sumber : SD-IGJ)

3. Beberapa tahun terkhir kita impor 1,6 juta ton gula, 1,8 juta ton kedelai, 1,2 juta ton jagung, 1 juta ton bungkil makanan ternak, 1,5 juta ton garam, 100 ribu ton kacang tanah, bahkan pernah mengimpor sebanyak 2 juta ton beras(Sumber : RR) Pastinya ada yang salah dengan kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Indonesia menyangkut sektor pertanian. Pasti juga ada agen kapitalis yang bermain di balik penindasan yang terjadi terhadap para petani Indonesia ini.

4. Penerimaan negara dari mineral dan batubara (minerba) hanya 3 persen (21 trilyun pada tahun 2006). Padahal kerusakan lingkungan dan hutan yang terjadi sangat dahsyat dan mengerikan!. Devisa remittance dari para tenaga kerja Indonesia (TKI) saja bisa mencapai 30 trilyun pada tahun sama.[Sumber : Tjatur Sapto Edy-(TSE)] Jadi kemanakah larinya hasil emas, tembaga, nikel, perak, batubara,timah,aluminium dan seterusnya, yang ribuan trilyun itu?…

5. Dari permainan ekspor – impor minyak mentah, pelaku perburuan rente migas ‘terpelihara’, dan setiap tahun negara dirugikan sampai 4 trilyun. Namun menguntungkan ‘oknum’ tertentu yg dikenal sebagai MR TWO DOLLARS dan memiliki hubungan dg penguasa(Sumber : RR).Inikah penyebab pansus BBM DPR RI tidak berkutik ? Malah mantan ketua pansus yang gagal itu jadi MENTERI.

6. Disepakati kontrak penjualan gas (LNG) ke luar negeri dengan harga antara tiga hingga 4 dollar Amerika/mmbtu. Padahal saat kontrak disepakati harga pasar internasional US$ 9/mmbtu(Sumber : TSE). Gas dipersembahkan buat siapa? Siapa yang bermain?

7. Dengan standar buatan Indonesia orang miskin di negeri ini tahun 2006 berjumlah 39 juta (pendapatan perhari 5.095,-) Tapi kalau memakai standar Bank Dunia/standar internasional US$ 2 per hari, maka orang miskin di Indonesia lebih kurang 144 juta orang (65%)(Sumber : FB). Lalu apa yang kita banggakan dari pemimpin bangsa ini?

8. Dengan 63 hypermarket, 16 supermarkets di 22 kota (termasuk 29 hypermartket Alfa dan jaringannya di seluruh Indonesia), maka Carefour Indonesia (komisarisnya jenderal-jenderal) total menguasai bisnis ritel. Bagaimana nasib jutaan warung-warung kelontong milik rakyat kecil? Atas nama liberalisme pasar semua digusur? (Sumber : Penelusuran di internet)

9. Sampai sekarang jumlah mall dengan konsep one stop shopping di JKT sekitar 80an dan akan bertambah tahun ini menjadi 90an. Sementara pasar tradisional yang dikelola PD Pasar Jaya tinggal 150an dlm keadaan “babak belur”. SIAPAKAH PEMILIK MALL ?? Sementara penghuni pasar tradisional mayoritas pribumi yg dengan memelas dan menjerit pendapatannya terus melorot. Siapa peduli mereka? Persaingan atas nama ideologi apa ini ? Atau penindasan rakyat macam apa ini? (Sumber : Penelusuran di internet)

10. Sepuluh tahun kedepan Indonesia akan impor biji gandum lk 10 juta ton (butuh devisa lk 42,5 triliun rupiah).Sekarang masih 5 juta ton/tahun. Itu artinya akan jadi importir terbesar didunia.Kebijakan pertanian dan pangan yg tidak pro petani/rakyat, membuat kita tergantung pada impor gandum dari AS, Kanada dan Australia. Budaya makan mie,roti dll ikut andil(sukses marketing kapitalis juga). Padahal di Meksiko mampu memproduksi mie dari tepung jagung atau di China Selatan dari tepung beras. Indonesia sebenarnya mampu membuat yang seperti itu bahkan tepung sagu melimpahruah, kalau mau. Tapi bisnis impor gandum dan jual beli terigu sudah jadi “kerajaan tersendiri” yang dinikmati kapitalis. Tak peduli kesengsaraan petani Indonesia.(Sumber : Penelusuran di internet).

11. Sampai saaat ini kebutuhan daging sapi nasional sekitar 400 ribu ton(1,8 juta ekor sapi).dari jumlah tsb baru bisa dipenuhi lk 65%. kekurangannya diimpor dari AS, AUSTRALIA, SELANDIA BARU, KANADA, IRLANDIA, BRAZIL. Pemerintah mencanangkan swasembada daging sapi thn 2014. tapi yang terjadi sejak tahun lalu adalah serbuan daging sapi impor, sapi siap potong impor, daging sapi beku impor yang menghantam usaha peternakan rakyat. Tak tergambar bagaimana program utk merealisasikan swasembada daging tsb secara gamblang.Tak beda dengan impor kedele, jagung, kacang tanah, gula dll berujung pada tdk diberdayakannya secara optimal kemampuan petani/peternak utk mengisi pasar dalam negeri guna menghadapi kebiasaan impor yang hanya menguntungkan segelintir pengusaha /kapitalis. Rezim ini berpihak ke siapa?(Sumber : Penelusuran di internet)

12. Tahun 2008 adalah tahun monumental bagi industri otomotif di Indonesia. Tercatat penjualan 607.151 unit mobil dan lk 6.000.000 unit sepeda motor.Tentusaja AGEN TUNGGAL PEMEGANG MERK(ATPM)berpesta, apalagi PRINCIPALnya. Apakah Pemerintah dan Rakyat Indonesia mendapat manfaat dari pesta tsb ? Ya tentu. Tapi tidak sebanyak yang diraih bila Indonesia punya merk mobil nasional sendiri lewat pembelian lisensi seperti yang ditempuh Malaysia, India, China, Iran dan Korsel. Sudah puluhan tahun gagasan punya merk mobil nasional tapi kandas. Tommy, Bakri dan Texmaco sdh mencoba tapi kandas. Apakah karena kekuatan kapitalisme pada industri otomotif Indonesia sedemikian mencengkeram sehingga kita tak berdaya atau political will yang lemah ? Kenapa Malaysia bisa dengan PROTON nya ?(Sumber : Penelusuran di internet)

13. Penjualan putus gas Donggi Senoro ke Mitsubishi , menghilangkan potensi perolehan negara sebesar USD 500.000.000/tahun atau Rp 4,5 triliun(hitungan DR.Kurtubi).padahal Pertamina jauh lebih pengalaman dalam membangun dan menjual LNG. Kenapa aset negara strategis ini dilepas begitu saja? Sementara rakyat harus membeli gas dengan “harga dunia”yang 5x lebih mahal?

14. Seperti dalam berbagai bidang Malaysia dulu banyak belajar dari Indonesia trmasuk Petronas awalnya banyak belajar dari Pertamina.tapi kini aset Petronas 5x lebih besar dari Pertamina.(Sumber : Dr. Kurtubi dan Marwan Batubara). Apakah karena kehebatan orang Malaysia atau karena Pertamina secara perlahan digrogoti dari dalam oleh mafia migas/konspirasi kapitalis?

15. Indonesia disebut TANAHAIR. 175 jt ha TANAH dalam bentuk HPH,HGU,KONTRAK KARYA. AIRTAWARNYA dikuasai 246 perusahaan air minum dalam kemasan(AMDK). 65% dipasok oleh perusahaan asing (AQUA DANONE dan ADES COCACOLA). AQUA DANONE milik Prancis menguras air Indonesia dari 2001 sd 2008 saja lk 32.000.000.000 liter dengan laba yang dilapor hanya Rp 728 milyar. Pada label disebut dari mata air pegunungan,padahal dari exploitasi air tanah.Banyak kebohongan pihak AQUA yang dilansir Marwan Batubara(Tokoh LSM KPK-N),mulai dari volume,pajak,laba hingga dampaknya. Dan yang paling mengerikan menurut Erwin Ramadhan, ancaman terhadap ketersediaan air tawar di Indonesia, akan kering dimasa datang? TANAHAIR milik siapa?

16. Hutang Luar Negeri Indonesia (Pemerintah dan Swasta) sebesar dua ribu lima ratus trilyun rupiah (2.500.000.000.000.000) diantaranya dibuat selama 5 th pemerintahan SBY sebesar 300an triliun.. Bunga dan cicilan pokok 450 trilyun. Pertumbuhan ekonomi 4 – 6 % per tahun hanya untuk biaya bunga dan cicilan pokok hutang luar negeri.Sebuah sumber menyebut negara telah bangkrut secara akuntansi karena hutang lebih besar dari assets. Kekuatan ekonomi bangsa Indonesia telah terjebak dalam hutang berkepanjangan (debt trap) hingga tak ada jalan keluar! Kita akan terus hidup bergantung pada hutang.Sementara itu diduga ada mafia dlm “permainan hutang” ini yg mengambil keuntuangan dari “selisih bunga pinjaman hutang”.makin banyak pinjaman makin menguntungkan mafia ini. oh lintah darat terus menghisap darah rakyat.[Sumber : SD-IGJ, FUAD BAWAZIER(FB), RIZAL RAMLI(RR)]

17. Empat puluh tahun lalu pendapatan rakyat Asia Timur rata-rata sebesar US$ 100, bahkan China cuma US$ 50. Kini Malaysia tumbuh 5 kali lipat lebih besar dari pendapatan Indonesia, Taiwan (16 kalilipat), Korea (20 kalilipat), China (1,5 kalilipat) dan telah jadi raksasa ekonomi, politik, dan militer di ASIA.(Sumber : RR). Ke mana hasil sumber daya alam kita yang sudah dikuras selama hampir 40 tahun ini? Ya memperkaya negara Barat, Singapura,ASIA Timur dan tentu saja oknum2 KAPITALIS di INDONESIA.

18. Ekonomi Indonesia hanya dikendalikan oleh 400-an keluarga yang menguasai ribuan perusahaan Sejak Orde Baru mereka dapat monopoli kredit murah, perlindungan tarif, kuota, dan sebagainya. Semua itu karena mereka memberi upeti kepada penguasa(Sumber : RR). Sementara usaha kecil yang puluhan juta dianiya, digusur, dan dipinggirkan.

19. Akibat dari BLBI 1997, maka banyak bank berantakan. Kemudian direkapitalisasi ratusan trilyun. Bunga rekapitalisasi setiap tahunnya ditanggung oleh rakyat Indonesia melalui APBN sebesar puluhan trilyun untuk jangka 30 tahun ke depan(Sumber : FB). Yang menikmati BLBI di antaranya Syamsul Nursalim dkk, ongkang-ongkang kaki di Singapura(bahkan melalui Ayin tetap menjalin “persahabatan” dg PENGUASA Ind). Parahnya lagi, sekarang keadaan perbankan 66-70% sudah dikuasai oleh modal asing(Sumber : SD-IGJ). Sebagian bank yang dikuasai asing itu menikmati bunga rekapitalisasi yang ditanggung oleh APBN tersebut. Kesimpulannya, negara Indonesia ini sudah berantakan dalam aspek-aspek mendasarnya (teritori, keuangan, hutang).

20. Dengan iming-iming pinjaman US$ 400 juta dari the World Bank, Undang-Undang Migas harus memuat ayat: Indonesia hanya boleh menggunakan maksimal 25% hasil produksi gas-nya. Bayangkan, kita eksportir gas terbesar di Asia, tapi penggunaan gas-nya diatur dari luar. Akibatnya PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Asean Aceh Fertilizer, tutup karena kekurangan pasokan gas(Sumber : RR). Ini tikus mati di lumbung padi! Bahkan sekarang harga gas untuk rakyat mau dinaikkan lagi.

21. Dengan total anggaran belanja 3.660 trilyun (tahun 2005 s/d 2009), selama 1825 hari kerja, rezim ini hanya mampu menurunkan jumlah orang miskin dari 36,1 juta (16,6%) menjadi 32,5 juta (14,15%).Sumber lain malah menyebut terjadi penambahan jumlah orang miskin. Sementara pengangguran terbuka makin meningkat dari 7% menjadi lebih-kurang 8,5%. Padahal sebagian rakyatnya sudah rela jadi “kuli” di ARAB SAUDI, HONGKONG, SINGAPURA, MALAYSIA, KORSEL dll. Mau ke mana rakyat dan negeri ini dibawa…? (Sumber : Hasil penelusuran di internet)

22. Untuk pemenangan PEMILU dan PILPRES(selain “PROYEK CENTURY”), demi bertahannya rezim ‘anak manis’ ini, maka majikan dari luar memberi bantuan pinjaman sekitar 50 trilyun untuk mengambil hati orang desa, masyarakat miskin,dan pegawai negeri (PNPM, BLT, GAJI ke-13, JAMKEMAS, KUR, RASKIN, dll)(Sumber : SD-IGJ). Utang makin bertambah demi citra rezim di mata rakyat ‘bodoh’. Ditambah lagi dengan UTANG, untuk kesejahteraan pegawai DEPKEU atas nama REFORMASI BIROKRASI, sebesar hampir 15 trilyun, yang menghasilkan GAYUS MARKUS. Alamak…, makin sempurna kejahatan rezim ini!

23. Dugaan kekayaan negara yang hilang sia-sia: 1>. Dengan memakai asumsi Prof. Soemitro 30% bocor, maka kalau APBN 2007 sebesar 750 trilyun, maka bocornya lebih kurang 250 trilyun. 2>. Penyelundupan kayu/pencurian hasil laut, pasir, dan lain-lain 100 trilyun. 3>. Potensi pajak yang tidak masuk kas negara tahun 2002 (menurut Kwik Kian Gie) sekitar 240 trilyun kalau sekarang misalnya dua kali lipat, maka angkanya berkisar 500 trilyun. 4>. Subsidi ke bank yang sakit menurut Kwik 40 trilyun tahun 2002. Maka secara kasar potensi pendapatan negara yang hilang sia-sia totalnya 890 trilyun. Itulah salah satu sebab rakyat tetap miskin, segelintir orang mahakaya, dan negara tertentu kecipratan menjadi kaya.

24. Tahun 2005 BPK menemukan 900 rekening gelap senilai 22,4 trilyun milik 18 instansi pemerintah. Pada waktu itu ada 43 instansi yang belum diaudit(Sumber : FB). Jadi masih banyak uang negara yang gelap yang belum dimanfaatkan. Kenapa mesti menghutang untuk memberi rakyat raskin dan BLT? Kenapa jalan-jalan raya di tengah kota banyak yang bolong-bolong? Kenapa begitu banyak orang yang mengemis di pinggir-pinggir jalan?

25. Tahun 2003 BUMN Indosat dijual ke TEMASEK SINGAPURA dengan harga 5 triliun.Selama lk 5 tahun TEMASEK telah meraup keuntungan lk 5 triliun laba dari bisnis telekomunikasi tsb. Artinya secara kasar modal sudah kembali. Tahun 2008 TEMASEK menjual Indosat ke QATAR TELECOM senilai 16 triliun. Itu keuntungan mutlak hanya dalam 5 tahun dari perusahaan Singapura. Siapa yang pintar dan siapa yang “pura-pura bodoh”? Ini salah satu dosa rezim neolib yang tak akan dilupakan rakyat.(Sumber : Penelusuran di internet).

26. Menurut BPK ; “kerugian negara akibat ilegal logging 83 milyar/hari atau 30,3 triliun/tahun. ¾ hutan alam telah musnah. Setahun hilang seluas negara Swiss. Belum termasuk kerugian ekologis(banjir,longsor,kekeringan, hilangnya satwa,gas rumah kaca)”. Apa hubungannya dengan RRC atau Malaysia yang jadi juara export kayu lapis di dunia yang dulu dijuarai Indonesia?

27. Menurut ER Hardjapamekas, tahun 2008 , 36 Kepala Daerah diduga korupsi. Tiga tahun terakhir nilai yang dikorupsi lk 1.600 milyar. Sejak reformasi lk 1.000 anggota DPRD terlibat korupsi bernilai lk 200 milyar. Ini yang terungkap… cuma puncak gunung es…

28. Meskipun Cina menerapkan hukuman berat terhadap koruptor sampai 4800 pejabat negara dieksekusi didepan regu tembak tahun 2007, namun tahun 2009 pejabat terbukti korupsi meningkat 2,5% menjadi 106.000. Ini yang diduga menyebabkan peningkatan jumlah yang dieksekusi mati antara 8.000an sampai 10.000an (BATAVIASE.CO.ID 05 APRIL 2010). Indonesia yang “hanya memenjarakan dengan hukuman relatif ringan” (tak ada yang dieksekusi) lk 500an pejabat sejak 5 tahun terakhir, tentu tak mempunyai efek jera.

29. Salah satu dampak buruk skandal CENTURY ,pegawai rendahan tahu para BOS melakukan korupsi besar tapi tak ada tindakan hukum/politik.Akibatnya mereka yang rendahan merajalela melakukan koropsi seperti cerita pak SAPARI sbb ;” TENDER 800 JT. KETIKA MENANG LANGSUNG DIPOTONG 300 JT.PADA SAAT PELAKSANAAN RIELNYA CUMA SISA 250 JT. BERARTI PROYEK DIKERJAKAN DENGAN NILAI CUMA 30% ALIAS KORUPSI 70% (Sumber : Sapari, kontraktor, Jakarta,editorial Metro Tv, 10 Agustus 2010 pk. 07.30).Ini permainan orang bawah. tak merasa ada beban.mereka makin merasa ada pembenaran dari skandal Century.

30. Dlm kasus bencana Teluk Mexico Presiden Obama berhasil mendaptkan komitmen ganti rugi dari Biyond Petrolium(BP) sebesar USD 20 M. Dalam kasus Lapindo yang oleh Rahmat Witoelar (mantan Menneg KLH) disebut BUKAN BENCANA ALAM, malah pemerintah melalui APBN (DARI PAJAK RAKYAT!) harus menanggung beban Lapindo sebesar Rp 7,2 triliun dari 2010 sd 2014(Sumber :Marwan Batubara).lebih besar dari uang Century yang dirampok.

31. Presiden AS Richard Nixon menginginkan kekayaan alam Indonesia diperas sampai kering. Indonesia ibarat realestate terbesar didunia yang tak boleh jatuh ke tangan Uni soviet atau China(Charlie Illingworth,seperti dikutip B Shambazy dalam buku John Perkins” Membongkar Kejahatan Jaringan Internasional. Bagaimana realita Indonesia setelah 40 tahun “pesan Nixon” ? Minyak , gas, emas,batubara, tembaga dll hampir kering dijarah. Ditambah dengan jeratan utang menggunung. Apakah para agen Nixon belum kenyang dan belum tobat?

32. “Aku akan bekerja membangkrutkan negara negara yang menerima pinjaman sehingga negara negara itu selamanya akan terjerat utang . setelah itu mereka akan jadi sasaran empuk kepentingan kami (USA), berkait dengan ;pangkalan militer,hak suara di PBB,akes ke minyak bumi atau sumberdaya alam lainnya”. (John Perkins : ” CONFESSION OF AN ECONOMIC HIT MAN “)

33. Di barat kita bermasalah dengan Malaysia, di timur (NTT) ada masalah dengan tumpahan minyak(ledakan sumur)blok Montara milik PT TEP(Australia/Thailand).Tumpahan ini telah merugikan secara sosial ekonomi dan lingkungan Indonesia. Menurut Gubernur NTT nilai kerugian akan berakumulasi antara 2,5 sd 3 triliun mencakup 20.358 KK nelayan.Sikap Pem RI terhadap Australia/Thailand sangat lambat.Padahal kasus ini sudah lebih setahun(lebih dulu dari kasus Teluk Mexico yang diselesaikan cuma 2 bulan oleh Obama).PEM RI malah telah keluarkan biaya penanggulangan sekitar rp 900 juta. Penanganan dan klaim sangat lambat.bagaimana kedaulatan kita?akan diselesaikan diam2?

34. PETRONAS menguasai 1 juta ha PSC MIGAS dan 400 ribu ha (ada yang menyebut dua juta ha) lahan sawit di Indonesia dikuasai Malaysia.Kedua bisnis tsb seluruhnya seluas 3x pulau Lombok(sumber;SD-IGJ), Investasi senilai USD 1,2 M, 2 JUTA TKI dll seharusnya menjadi alat penekan PEM RI dalam rangka perundingan perbatasan dengan Malaysia.Tak ada perundingan yang sukses tanpa pressure.takada diplomasi santun dengan tetangga yang kurang ajar.

35. Amerika Serikat adalah negara brandal(rogue state) terbesar di muka bumi. Ia mensponsori kudeta a.l. di Indonesia (1965) dan bahkan dengan dukungan institusi keuangannya/Depkeunya juga IMF , menimbulkan aksi devaluasi kejam terhadap aset2 di Asia Timur/Tenggara termasuk Indonesia (1997) yang menciptakan pengangguran massal dan menihilkan seluruh kemajuan yang telah dicapai selama bertahun tahun di Asia Timur/Tenggara termasuk di Indonesia.(lihat NEO IMPERIALISME karya DAVID HARVEY hal 44 dst).Mungkinkah peristiwa tsb berulang lagi di Indonesia dalam pola yang lebih kreatif?

36. Indonesia adalah eksportir sawit terbesar di dunia. namun sebagian besar kebun sawit adalah pengusaha Malaysia. Pabrik olahan sawitnya dibangun di Malaysia dan Singapura.padahal sawit mempunyai 38 produk turunan (bahkan ada yang menyebut 100 an lebih). Indonesia tdk mendapat nilai tambah dari sawit.justru yang terjadi paradox/ketimpangan besar antara pengusaha dengan rakyat yang hidup di sekitar perkebunan (A.Prasetyantoko,FTW,Agsts 2010).Di MalaysiaTKI diexploitasi sebagai “budak”(ada 50ribuan anak anak TKI yang tdk sekolah di Sabah), di Tanahair sendiri jadi kuli di kebun orang Malaysia.TRAGIS DAN IRONIS.

37. Sejak 1998 sd 2009 lebih kurang 474 UU telah disahkan. Yang paling menyedihkan adalah UU bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam. Ciri umum UU tsb adalah ; 1. Hilangnya campurtangan negara dalam perekonomian dan diserahkan pada mekanisme pasar. 2. Penyerahan kekuasaan pada modal besar/asing dalam rangka ekspansi dan eksploitasi sumber daya alam di Indonesia.3.Perlakuan diskriminatif terhadap mayoritas usaha rakyat(Sumber : IGJ<April 2010). Tidak heran karena biaya amandemen UUD 45 dan pembuatan UU dibiayai UNDP, NDI,BANK DUNIA,ADB,USAID total $ US 740 juta ( Sumber : PETISI 28). Makin melapangkan jalan nekolim menguasai ekonomi Indonesia.

38. Menko Perekonomian menargetkan investasi mencapai 3.100 triliun sampai 2014(Sumber :SIB 25/6/2010). Padahal dalam 15 tahun terakhir investasi asing tidak mencapai 1.000 triliun atau cuma sekitar USD 76.469 M(Sumber : SD-IGJ). Dengan investasi dibawah 1.000 triliun saja pihak asing sdh menguasai lk 75% sumber kekayaan alam,sumber keuangan/perbankan dan aktifitas perdagangan di Indonesia. Bila target tsb terwujud ditambah UU yang pro asing/kapitalis serta sikap “kurang nasionalis” para politisi/penguasa, maka bukankah sama dengan kita menyerahkan bangsa dan rakyat (kedaulatan kita) bulat2 ke kaum imperialis?

39. Hutang perkepala rakyat Indonesia meningkat selama pemerintahan SBY , dari 5,8 juta (2004) menjadi 7,7 juta(2009). Jumlah hutang meningkat 31% dalam 5 tahun terakhir. PENINGKATAN TERBESAR SEPANJANG SEJARAH(Sumber : Tim Indonesia Bangkit). Cicilan pokok plus bunga yang dibayar dalam 6 tahun terakhir adalah 877,633 triliun(Sumber : SD-IGJ,Agsts 2010).Lebih besar dari APBN 2007.Melebihi seluruh pendapatan dari pajak setahun. Membangun atau menggali lubang…?

40. Indonesia akan benar2 jadi NEGARA GAGAL?Mnurut Rotberg(2002) gejala negara gagal 1.Keamanan rakyat tak bisa dijaga 2.Konflik agama/etnis tak usai 3.Korupsi merajalela 4.Legitimasi negara menipis 5.Pusat tak berdaya hadapi masalah dalam negeri 6.Rawan terhadap tekanan luar negeri 7.dll. Dalam bukunya COLLAPSE(2005) PROF JARED DIAMOND(UCLA), Indonesia diramalkan akan jadi NEGARA GAGAL,seperti SOMALIA,ETIOPIA,RWANDA dll. AYO BANGKIT BERSAMA.SELAMATKAN INDONESIA !JANGAN SIBUK SELAMATKAN DIRI MASING2 DONG !

41. Thn 1984 ekspor Indonesia US$ 4 MILYAR, CHINA hanya US$ 3 milyar. Dua puluh tahun kemudian Indonesia US$ 70 MILYAR, CHINA US$ 700 milyar. Dalam bidang pembangunan jalan tol Indonesia memulai lbh awal 10 tahun dari Malaysia dan 12 tahun dari China. Sekarang panjang tol Malaysia lk 6.000 km dan China lk 90.000 km. Sementara Indonesia cuma 630 km (Sumber :JEFFREY SACH).Skedar indikator betapa tertinggalnya kita.

42. Dari 1,3 milyar penduduk China ada 70 juta anggota Partai Komunis yang didoktrin utk berbuat terbaik utk rakyat/negaranya. Mereka adalah tim yang 24 jam nonstop memikirkan kemana negaranya akan dibawa.(Sumber : Mayjen Purn. Sudrajat,mantan Dubes di China). Rahasia kemajuan China lainnya :sangat kuat menjaga persatuan dan stabilitas keamanan(ala Soeharto?), falsafah : “mewujudkan dunia benar2 surga”,menegakkan hukum konsisten(sdh lk 10.000 koruptor dieksekusi !)dll. Benar sabda Nabi Muhammad SAW; kejarlah ilmu sampai ke negeri China.

43. Dana pemilu,pilpres dan pemilukada tahun 2009 diperkirakan sekitar 50 triliun(Sumber : Dradjad Wibowo,MI.Com 14/3/09). Lk 5% APBN. Demokrasi mahal. Yang terjadi adalah “demokrasi criminal/ crime democracy” (istilah Rizal Ramli). KRIMINAL PROSESNYA (sbagian beli suara, manipulasi,skandal Century,IT dan DPT,kolusi dan nepotisme nomor urut caleg dll). KRIMINAL OUTPUTNYA (“sekongkol” atur anggaran, contoh anggaran perjalanan 19,5 triliun, tidak serius tuntaskan skandal Century, kasus pemilihan Gub BI dll). Harus segera dibangun demokrasi yang bermartabat. Anggaran partai harus dari Negara supaya akuntabel dan tidak dibajak oleh kapitalis/corporatokrasi, lahir politisi yang akuntabel, bermutu, berintegritas. UU Pemilu/Parpol/Parlemen(MD3) harus dirubah dan spiritnya membuka ruang bagi tumbuhnya demokrasi yang sehat. Outpun lain dari demokrasi kriminal adalah KADER BANGSA TERBAIK (jujur, trackrecord bagus, cerdas, berintegritas) TERELIMINASI/ TERGUSUR dari proses recruitment politik dan birokrasi, sehingga tidak dapat tampil jadi PEMIMPIN BANGSA (hanya karena tak cukup uang/ sponsor/ tak punya power cantolan atau memang mereka menolak bermain uang/ memakai sponsor/cantolan). Yang EKSIS adalah sebagian mereka yang mau bermain dalam system demokrasi kriminal(dan karena itu tak heran bila lembaga politik bahkan birokrasi banyak dihuni “ bukan kader bangsa terbaik” dan karena itu tak punya visi serta komitmen membangun bangsa dengan sungguh2 dan benar). Sistem demokrasi yang benar dan sehat SEMESTINYA melahirkan KADER BANGSA TERBAIK PADA POSISI TERBAIK dan itu menjadi prasyarat menuju kejayaan sebuah bangsa.

44. Luas rata rata lahan petani Karawang 0,33 ha dengan nilai pendapatan rata rata perbulan lebih kurang Rp 700 ribu (Rp 23 ribu perhari). Angka “hidup layak minimal” di Karawang Rp 1,2 jt/bulan ,sementara upah minimum 2010 adalah Rp 1,1 juta/bln( Kompas 25/9/10). Petani Karawang adalah PAHLAWAN yang menyuplai beras utk warga.dan elit2 Jakarta.tapi siapa yang peduli dengan mereka? BENARKAH mereka tersentuh pembangunan? Bagaimana mereka menyekolahkan anak?berobat kalau sakit? Sawah tergenang banjir? Semoga saat kita menyuap NASI kita ingat dan doakan Petani Karawang dan semua Petani Indonesia .

45. Ada lebih kurang 30 juta rakyat Indonesia tidak punya rumah (Sumber;Prof.DR.D.Rachbini). Lebih besar dari seluruh penduduk Malaysia. Di zaman Orba ada rumus pembangunan rumah 1,3,6 (tiap bangun 1 rumah mewah ada kewajiban bangun 3 rumah menengah dan 6 rumah sederhana). Kekuatan lobby kapitalis membuat rumus tsb redup. Yang muncul adalah wanita2 cantik di layar kaca berceloteh tentang rumah idaman. Jutaan rakyat kecil di gang gang kumuh menonton kemolekan “agen kapitalis” tsb sembari merenung tentang harga apartemen yang “cuma satu koma empat milyar”. Para purnawirawan risau dengan nasib rumah yang dihuninya. Benarkah Negara menyejahterakan rakyatnya? Tanah dan bangunan untuk siapa?

46. “Kami telah terbiasa selama 30 thn trakhir ini memenuhi 95% kebutuhan kami dg swasembada. Kami hanya impor secuil. Sanksi internasional akan bawa berkah kemakmuran bagi kami. Negara2 Eropa akan rugi besar akibat sanksi thdp kami “(Pres Iran Ahmadinejad,21 Sep 2010 di New York.)” Tugas kami adalah utk memainkan peran penting dalam membebaskan dunia dari imperialisme, kapitalisme dan hegemoni neoliberal yang saat ini mengancam keberlangsungan hidup umat manusia” ( Kol.Purn. Hugo Chavez,Pres.Venezuela, 27 Juni 2010).”Roh Soekarno” sudah minggat? Tak betah di Tanahair beta? Bangsa yang telah terjebak hutang ribuan triliun tak mungkin bisa tegak kepalanya seperti Iran, Venezuela atau China.

47. Disatu sisi APBN dalam 5 tahun terakhir meningkat 100%. Sumbngan dari pajak 70%, khusus dari PPH dan PPN significant. Tapi subsidi terus menurun dari 23,69% tahun 2005 menjadi 14,29% tahun 2010(Sumber ; SD-IGJ). Padahal kenaikan APBN seharusnya makin memperkuat BASIS KEBIJAKAN EKONOMI KERAKYATAN/ NASIONAL. bukan malah memberi stimulus fiskal(73 triliun tahun 2009 dan 60 triliun tahun 2010) kepada sektor swasta/asing. Pencabutan subsidi listrik/kenaikan TDL (yang sangat memberatkan rakyat!) misalnya bukankah salah satunya karena ingin mengakomodir kepentingan perusahaan2 asing yang ingin investasi disektor kelistrikan? APBN mengabdi untuk siapa?

48. Meskipun China dan India impor minyak masing masing 60% dan 80% dari kebutuhan dalam negerinya tapi tetap mensubsidi rakyatnya. INDONESIA yang punya cadangan 80 miliar barel (seharusnya bisa memproduksi 1,5 jt barel/hari daripada sekarang yang cuma 960 ribu) dan jauh lebih besar potensi minyaknya dari kedua negara tsb (Sumber : DR.KURTUBI), malah sibuk dengan rencana mengurangi subsidi utk rakyatnya. Padahal Indonesia masih punya cadangan gas yang luar biasa yang bisa mengganti peran minyak di industri. Mengapa subsidi utk rakyat yang terus diutak atik? Bukankah masih BANYAK PILIHAN KEBIJAKAN utk membela rakyat dan MEMPERKUAT BASIS EKONOMI KERAKYATAN melalui KEBIJAKAN MIGAS tanpa harus mengurangi subsidi? Minyak dan gas salah kelola? Dipersembahkan buat siapa?

49. Struktur sektor perbankan secara umum tlah dikuasai asing. Bank yg dominan saham asing ; DANAMON (68,83%), BUANA(61%), UOBI(100%), NISP(72%), OCBC(100%), CIMB NIAGA(60, 38%) BII(55,85%), BTPN(71,6%). Meskipun msh minoritas tapi BANK PANIN dan PERMATA masing2 sdh dikuasai asing dengan 35% dan 44,5%. Tahun 2011 akan dijual/privatisasi 10 BUMN, termasuk MANDIRI dan BNI .Selama 5 thn (2004- 2009) kredit bank asing Cuma ngucur 19,34% dan sekarang cendrung turun.dibawah bank pemerintah/swasta nasional(Sumber : AE. YUSTIKA, INDEF). Kerja bank memang NYEDOT UANG, tapi sedotan bank asing lari kemana ya?

50. Kekayaan Indonesia 10 tahun terakhir ini meningkat 5 kali lipat menjadi Rp16.200 triliun, tertinggi peningkatannya di ASIA PACIFIC. Dari 232 juta penduduk Indonesia, 60ribu orang punya kekayaan diatas 1 juta USD( lk rp 9 M), 20%(46.400.000 orang)kekayaannya antara 10ribu USD sd 100 ribu USD(Rp 90jt sd Rp 900 jt). Delapan puluh(80%) atau 185.600.000 orang kekayaannya dibawah USD 10 ribu atau Rp 90 jt(Sumber: Riset Global Wealth Report). Kekayaan meningkat tapi hutan gundul, perut bumi dikuras habis. Yang maha kaya segelintir manusia. Yang miskin makin melarat. Yang maha kaya simpan duitnya dimana ya ?

=====
Tulisan : FUAD BAWAZIER(FB), RIZAL RAMLI(RR)

Minyak Bumi Indonesia, Milik Siapa???

575701_452186194851796_424651168_n

“HAMPIR 80% DARI TOTAL PRODUKSI MINYAK INDONESIA DIKUASAI ASING, yakni; PT Chevron AS (40%), Total E&P (10%), Conoco Phillips (8%), Medco Energy (6%), China National Offshore Oil Corporation (5%), China National Petroleum Corporations (2%), British Petroleum, Vico sia, dan Kodeco Energy masing-masing satu persen. Sedangkan Pertamina, perusahaan BUMN hanya mendapatkan porsi 16%.”

IT IS JUST ONE OF THE SADDEST FACT OF THIS RICH COUNTRY (INDONESIA)

inilah hasil demokrasi, inilah hasil ketundukan pemerintah dan rakyatnya terhadap sistem yang tidak berasal dari akidah islam. inilah hasil dari sistem ekonomi kapitalisme yang diterapkan atas negeri Indonesia (sebagai pengingat, definisi sistem ekonomi kapitalisme: adalah sistem ekonomi di mana perdagangan, industri dan alat-alat produksi dikendalikan oleh pemilik swasta dengan tujuan membuat keuntungan dalam ekonomi pasar. Pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Demi prinsip tersebut, maka pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna keuntungan bersama, tapi intervensi pemerintah dilakukan secara besar-besaran untuk kepentingan-kepentingan pribadi)

padahal mayoritas rakyat negeri ini beragamakan islam, dan menurut penalaran kita (harusnya) muslim-muslim ini mau mengusahakan yang terbaik demi indonesia dengan mengusung hukum islam. Karena (harusnya) muslim-muslim ini meyakini dengan menerapkan aturan islam maka kesejahteraan akan dapat tercapai di bumi pertiwi, baik untuk muslim maupun non muslim. Karena (harusnya) mereka tahu bahwa agama mereka adalah rahmat bagi semesta alam, agama yang paling sempurna dan tanpa cela sedikitpun.

tapi sayangnya kebanyakan dari mereka seakan tak yakin akan kesempurnaan agamanya sendiri, ragu untuk memperjuangkan penerapan hukum islam karena merasa “indonesia ini negeri yang plural, jika hanya hukum islam yg diterapkan lantas bagaimana dengan non muslim?”, sebuah pertanyaan yang seharusnya tidak dilontarkan oleh seseorang yang meyakini kesempurnaan ajaran agama ini, yang karena kesempurnaanya tak mungkin Sang Pencipta mengesampingkan hak-hak non muslim dalam masalah pengaturan warga negara.

Hanya aturan islam yang memperhatikan hak-hak hidup manusia, aturan selain islam tumpul dalam masalah pemeliharaan hak hidup tersebut.

karena HANYA aturan islam yg sempurna mengatur urusan manusia, termasuk urusan perminyak-bumian, yang tergambar dalam sabda Rasulullah berikut:

“Manusia itu berserikat (bersama-sama memiliki) dalam tiga hal: air, padang rumput, dan api”. (HR Ahmad, Abu Dawud, An Nasaaiy)

artinya, dalam aturan islam, api (maksudnya di sini bisa dalam bentuk bahan bakar, seperti minyak bumi, gas bumi, dll) adalah merupakan hak milik seluruh rakyat. yang berkewajiban mengurus (dari penggalian, pengolahan, sampai pendistribusian) secara adil dan merata adalah pemerintah. pemerintah tidak diperkenankan memberi kesempatan kepada pihak swasta, baik asing maupun dalam negerti untuk memonopoli sektor tersebut.

Tapi lihat apa yang terjadi pada negeri kita? lihat apa yang terjadi pada hasil bumi indonesia? lihat apa yang terjadi pada negara yang begitu membanggakan ke-demokrastisan-nya ini? lihat apa yang terjadi pada negeri yang meletakkan ayat-ayat konstitusi di atas ayat-ayat suci ini? lihat apa yang terjadi pada negeri yang membuang hukum dan aturan Allah, dan malah menggunakan hukum dan aturan yang (katanya) universal untuk semua agama? adakah terjamin kesejahteraan di negeri tersebut????

mari kita renungkan ini bersama-sama

“Telah tampak kerusakan di darat dan lautan akibat perbuatan tangan manusia, supaya Allah swt merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (Terjemahan QS Ar Ruum(30):41)

Hukum Memilih Presiden

‪#‎IndonesiaMilikAllah ‪#‎Politik

[Al-Islam edisi 711, 22 Sya’ban 1435 H – 20 Juni 2014 M]

بسم الله الرحمن الرحيم

Tanggal 9 Juli 2014 akan diselenggarakan Pemilu Presiden (Pilpres) untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden secara langsung oleh rakyat. Pilpres berbeda dengan Pemilu Legislatif (Pileg) yang diselenggarakan untuk memilih para wakil rakyat. Dalam Pilpres berlangsung pemilihan kepala kekuasaan eksekutif. Hal itu mencerminkan pengelolaan rakyat atas kekuasaan mereka.

Hukum mengangkat penguasa itu berkaitan dengan dua perkara: (1) perkara yang berkaitan dengan karakter dan sosok penguasa; (2) perkara yang berkaitan dengan sistem/aturan yang akan diterapkan penguasa.

Berkaitan dengan sosok yang sah memangku kepemimpinan negara maka harus memenuhi tujuh syarat: Islam, laki-laki, balig, berakal, merdeka (bukan budak), adil (bukan orang fasik) serta mampu memikul tugas-tugas dan tanggung jawab kepala negara. Jika seseorang tidak memiliki salah satu syarat ini, dalam pandangan hukum syariah, ia tak layak menjadi kepala negara.

Adapun berkaitan dengan sistem/aturan yang diterapkan, maka penguasa wajib menerapkan sistem dan hukum-hukum Islam seluruhnya. Sebab, itu adalah tugas seorang kepala negara. Ia wajib menegaskan kepada masyarakat bahwa ia akan menerapkan syariah Allah SWT dengan semua bagiannya. Jika ia menjanjikan penerapan hukum-hukum Islam secara terbuka tanpa tedeng aling-aling dan berbelit-belit, maka boleh ia dipilih.

Di antara hukum Islam yang wajib dilaksanakan adalah mendeklarasikan sistem Khilafah, menyatukan negeri-negeri kaum Muslim di bawah negara Khilafah, membebaskan negeri-negeri kaum Muslim dari penjajahan dan pengaruh kaum kafir dalam segala aspek kehidupan, serta mengemban risalah Islam ke seluruh dunia.

Siapa saja yang memperhatikan calon presiden yang ada, niscaya ia bisa memahami dengan jelas, bahwa tidak ada satu pun di antara mereka yang mengumumkan akan menerapkan syariah Islam serta mendeklarasikan pendirian Khilafah yang telah diwajibkan oleh Rabb kita dan merupakan sumber kemuliaan kita.

Tidak ada pula dari mereka yang akan membersihkan negeri ini dari pengaruh penjajahan asing; juga tidak ada yang akan mengembalikan kemandirian umat dalam membuat keputusan, kesatuan dan kekayaannya. Karena itu secara syar’i, tidak boleh memilih siapapun dari mereka sebagai kepala negara. Sebab, partisipasi dalam memilih mereka—padahal mereka akan terus berpegang pada konstitusi sekular, berkomitmen menjaga sistem republik sekular dan bersumpah atas yang demikian—berarti ikut berpartisipasi dalam menjaga konstitusi buatan manusia, menjaga pengaruh asing kafir, menjaga kerusakan yang tersebar luas di negeri serta membantu para penguasa memerintah dengan selain hukum yang telah Allah SWT turunkan. Padahal kaum Muslim telah diperintahkan berhukum dengan hukum yang telah Allah SWT turunkan. Allah SWT telah berfirman:

﴿إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّه﴾

Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah (TQS al-An’am [6]: 57).

﴿وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ﴾

Hendaklah kamu menghukumi mereka menurut wahyu yang telah Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Berhati-hatilah kamu terhadap mereka yang akan memalingkan kamu dari sebagian wahyu yang telah diturunkan Allah kepada kamu (TQS al-Maidah [5]: 49).

Penguasa yang meyakini Islam tetapi tidak memerintah dengan Islam adalah penguasa yang zalim dan fasik.

﴿وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ﴾

Siapa saja yang tidak berhukum dengan apa yang telah Allah turunkan, maka mereka itu adalah orang-orang zalim (TQS al-Maidah [5]: 45).

﴿وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ﴾

Siapa saja yang tidak berhukum dengan apa yang telah Allah turunkan, maka mereka itu adalah orang-orang fasik (TQS al-Maidah [5]: 47).

Adapun tidak berhukum dengan hukum Islam karena mengingkari Islam dan menganggap Islam itu tidak layak untuk memutuskan perkara, maka itu merupakan kekufuran. Kita berlindung hanya kepada Allah dari hal itu.

﴿وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ﴾

Siapa saja yang tidak berhukum dengan apa yang telah Allah turunkan, maka mereka itu adalah orang-orang kafir (TQS al-Maidah [5]: 44).

Wahai kaum Muslim:

Sesungguhnya masalah ini ada di tangan Anda semua. Apakah Anda semua akan menempuh langkah yang benar dengan mendeklarasikan Indonesia sebagai benih Daulah al-Khilafah ar-Rasyidah kedua yang telah disampaikan kabar gembiranya oleh Rasul saw. yang mulia:

«ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُبُوَّةٍ»

Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj Kenabian.

Sungguh, era Al-Khilafah ar-Rasyidah itu telah menjelang dengan izin Allah. Kaum Muslim di seluruh negeri mereka, khususnya di Indonesia, rindu untuk diperintah/dihukumi dengan Islam dan hidup dengan kehidupan yang islami.

Wahai kaum Muslim:

Anda semua adalah pemilik kekuasaan yang sebenarnya. Karena itu deklarasikanlah secara gamblang dan lantang, pada kesempatan Pemilu Presiden ini, bahwa Anda semua tidak akan rela dengan selain Islam, dan Anda semua tidak akan menerima dihukumi dengan perundang-undangan buatan manusia. Akan tetapi, Anda semua hanya menginginkan Islam yang suci, yaitu Khilafah yang mengikuti manhaj Kenabian.

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ﴾

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul jika Rasul menyeru kalian pada sesuatu yang memberikan kehidupan kepada kalian (TQS al-Anfal [8]: 24).

22 Sya’ban 1435 H
20 Juni 2014 M

Hizbut Tahrir Indonesia

****
PERINGATAN

Pemerintahan bermakna kekuasaan yang menerapkan hukum. Kepemimpinan ini adalah kekuasaan untuk menolak kezaliman dan menyelesaikan berbagai persengketaan. Pemerintahan dan kekuasaan adalah wilayatul-amri yang dinyatakan di dalam firman Allah SWT:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا﴾

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah serta taatilah Rasul-Nya dan ulil amri di antara kalian. Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (as-Sunnah) jika kalian benar-benar mengimani Allah dan Hari Akhir. Yang demikian itu lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya (TQS an-Nisa’ [4]: 59).

Pemerintahan dan kekuasaan itu merupakan pelaksanaan ri’ayah asy-syu’un atau pemeliharaan urusan rakyat secara praktis.
Islam sebagai ideologi untuk kehidupan bermasyarakat telah menetapkan, bahwa negara dan pemerintahan adalah bagian dari Islam. Islam memerintahkan kaum Muslim untuk menegakkan negara dan pemerintahan yang berhukum dan memerintah hanya dengan hukum Islam.

Banyak ayat di dalam al-Quran al-Karim yang memerintah kaum Muslim untuk berhukum dengan apa yang telah Allah turunkan. Banyak pula ayat mengenai pemerintahan dan kekuasaan; juga tentang rincian aktivitas kekuasaan dalam masalah perang, politik, pidana dan sanksi, tata pergaulan dan berbagai muamalah di tengah masyarakat.

Banyak juga hadis sahih tentang semua itu. Semuanya untuk dijalankan dalam pemerintahan, diterapkan dan dilaksanakan. Semua itu telah dipraktikkan oleh Rasul saw. dalam negara, kekuasaan dan pemerintahan yang beliau pimpin; lalu dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin dan para khalifah sesudahnya.

Semua itu menunjukkan dengan gamblang dan jelas bahwa Islam merupakan sistem untuk pemerintahan dan negara, sistem untuk masyarakat dan kehidupan serta sistem untuk umat dan individu. Semua itu juga menunjukkan bahwa negara tidak memiliki pemerintahan legal secara syar’i kecuali jika berjalan menurut sistem Islam. Islam pun tidak akan eksis kecuali jika hidup di dalam negara yang menerapkan hukum-hukumnya.

Jadi Islam merupakan agama dan ideologi. Pemerintahan dan negara merupakan bagian dari Islam. Negara adalah metode syar’i satu-satunya untuk menerapkan hukum-hukum Islam di tengah-tengah kehidupan. Islam tidak akan eksis dan hidup kecuali jika punya negara yang menerapkan Islam dalam seluruh aspek.
Maka dari itu, menegakkan negara dan mengangkat pemimpin diwajibkan oleh Islam, tentu bukan sembarang pemimpin, melainkan pemimpin yang menerapkan hukum-hukum Islam. Pemimpin itu diangkat semata-mata untuk menerapkan hukum-hukum Islam seluruhnya dalam segala aspek, memelihara urusan rakyat (ri’ayah asy-syu’un) menurut hukum Islam dan mengemban risalah Islam ke seluruh dunia.

Adapun mengangkat pemimpin yang bakal melakukan kemaksiatan, menerapkan hukum-hukum selain Islam, serta mengatur urusan rakyat tidak berdasarkan syariah Islam—sehingga melahirkan ketimpangan, ketidakadilan, kezaliman, keterpurukan, kesengsaraan dan kehidupan yang sempit akibat berpaling dari petunjuk dan peringatan Allah—justru dilarang. Mengangkat pemimpin semacam ini merupakan keharaman dan kemaksiatan besar yang menjadi pintu bagi ragam kemaksiatan lainnya. Tidak selayaknya kaum Muslim terjerumus dalam aktivitas semacam ini.

WalLâh a’lam bi ash-shawâb. []

Sumber: http://hizbut-tahrir.or.id/2014/06/18/hukum-pemilu-presiden/

Curhat Colongan: kendala dalam menyampaikan materi ideologi islam di tengah masyarakat

Ada kenyataan pahit yang saya temukan setelah berdiskusi dengan beberapa teman mengenai islam, mengenai penegakan syariat islam dan khilafah. Dari diskusi ini saya mengambil kesimpulan “intensitas mengenal seseorang yang lama, bahkan sampai bertahun-tahun tidak lantas membuat kita benar-benar bisa saling memahami karakter pribadi masing-masing”. Mereka yang saya pikir akan welcome dan dengan senang hati diajak untuk mendiskusikan agama malah terkesan acuh tak acuh dan risih jika diajak mendiskusikan hal seperti itu, mendiskusikan sesuatu yang terkesan beda dan aneh, mendiskusikan tema yang asing di telinga, mendiskusikan sesuatu yang berada di luar ‘zona nyaman’ mereka.

Ada begitu banyak toleransi terhadap kemaksiatan, toleransi terhadap penyimpangan hukum Allah, semua serba di toleransi, begitulah kesimpulan yang saya ambil dari gaya bahasa rekan-rekan saya tersebut. Sudah mulai rancu batasan maksiat ada di mana, sudah mulai rancu antara mana yang jelas-jelas haram dan mana yang mubah, semuanya jadi rancu karena mereka lebih banyak menggunakan dalil logika dan akal-akalan manusia (yang serba terbatas) dalam melihat problematika ummat. Ketika saya tanyakan “apa dalilnya shahihnya? Apakah ada di Al Qur’an dan As sunnah?” mereka sering berkelit dari pertanyaan macam ini, tidak mau menjawab langsung atau ada yang terang-terangan mengatakan “saya tidak cukup ilmu untuk memberikan dalil”, padahal dalam setiap langkah yang kita ambil harus didasarkan pada aturan Allah, didasarkan pada syariat islam, sudah sesuaikan langkah kita itu dengan ketentuan Allah? Sudah sesuaikah dengan ajaran yang dibawa Rasulullah? Adakah dalilnya? Kuatkah dalil itu? Harusnya itu yang kita pikirkan baik-baik sebelum mengambil langkah, sebelum mengambil keputusan, sebelum percaya dan yakin pada sesuatu atau seseorang.

Bahkan ada salah satu diantara mereka (yang ber’aliran’ tertentu, saya rasa tidak perlu saya sebutkan aliran apa, agar tidak menyinggung perasaan pembaca) yang mengatakan hizbut tahrir itu sesat, hizbut tahrir itu keliru, Rasulullah tidak pernah mengajarkan ummatnya untuk berpolitik, tidak pernah mendirikan daulah islam, dan bisyarah Rasulullah tentang khilafah itu tidak ada. Saya lantas berpikir, “Ah, selama ini ada saja beberapa anggota masyarakat yang berpikir bahwa HT itu perusak ukhuwah, karena sering memprotes kebijakan pemerintah. Tapi kok oknum2 seperti seperti ini tidak pernah ada yang tahu. Oknum-oknum yang menebar kebencian dari belakang. Mereka diam-diam, dibalik layar, mengkaji tentang keburukan hizbut tahrir (menurut versi mereka, tanpa pernah mencari tahu apakah memang benar demikian, memang benar buruk) dan mencap saudara sesama muslim nya sebagai pengikut aliran sesat, hanya karena menurut mereka negara islam itu sudah ada (Saudi arabia) dan tidak perlu lagi didirikan negara islam lainnya, hanya karena kesalah-pahaman tentang materi qadha dan qadar.” Orang-orang inilah yang sebenarnya cocok diberikan label perusak ukhuwah, tukang sebar fitnah tak berdasar, penebar kebencian terhadap sesama muslim. Tapi yang selama ini yang diberikan cap jelek itu siapa? Selalu hizbut tahrir. Kenapa? Karena apa yang dibawa hizbut tahrir itu terkesan ‘gila, aneh, utopis, tidak real, tidak relevan untuk keadaan masyarakat’ bagi sebagian orang.

Ada pula yang mengatakan HT Cuma ngomong doang, bisanya hanya menyebarkan kebencian dan menjelek-jelekkan saudara sesama muslim sendiri. Ya Rabbi, pemikiran seperti ini lebih tidak bijak lagi. Sekarang jika saya tanya balik, pernah HT itu menyebarkan aib pribadi si fulan atau fulanah? Pernah kami menjelek-jelekkan fisiknya, mengorek-ngorek aib keluarganya seperti yang dilakukan oleh para pelaku black campaign? Pernah? Coba diperhatikan lagi, ditelaah lagi, apa sih yang biasanya kami lakukan? Kami memprotes kebijakan mereka, terutama kebijakan yang bertentangan dengan islam, bertentangan dengan hukum Allah, bertentangan dengan syariat, itu yang kami lakukan. Jika semua orang hanya boleh bicara lemah lembut, lantas siapa yang akan bicara dengan lantang dan tegas mengatakan “Ini HARAM, ini tidak diperbolehkan dalam Islam! Tinggalkan ini, jangan ikuti lagi. Mari kembali pada jalan Islam yang lurus.” Bukankah itu namanya nahi mungkar, mencegah dari kemungkaran, menyuarakan contoh-contoh kemaksiatan terhadap Allah di tengah-tengah masyarakat agar mereka sadar bahwa “oh iya, ini salah, harusnya kita sebagai muslim tidak begini.” Dan apakah kami hanya bisa protes-protes di jalan dan di sosmedd saja? Jelas tidak. Hizbut tahrir itu sudah sering, bahkan terlalu sering, mendatangi langsung oknum pemerintah yang bersangkutan, untuk memberikan nasehat agar mereka tidak melakukan hal-hal yang dibenci Allah dan dilarang agama. Tapi tak pernah digubris oleh si bapak-bapak dan ibu-ibu penguasa itu. pernah ada yang tahu metode kami yang seperti ini? Pernah di blow up media? Hanya demo-demo nya saja mungkin yang di blow up, agar kelihatan jeleknya hizbut tahrir di hadapan masyarakat. Tahu sendiri lah media yang ada sekarang sudah di setting dengan sedemikian rupa, sesuai permintaan pemilik kepentingan, “by request” istilahnya.

Saya pernah mendapatkan perumpamaan yang bagus sekali dari musyrifah (guru ngaji) saya tentang perbedaan gaya dakwah Umar bin Khattab dan Abu Bakar Asy Syidiq. Abu bakar adalah orang yang lembut sekali hatinya, lembut tutur katanya, hampir tidak pernah marah. Sedangkan Umar adalah orang yang tegas, keras, garang terhadap kemaksiatan, bahkan Syaithan pun takut padanya, sedikit-sedikit pedang, sedikit-sedikit pedang. Lantas apakah kemuliaan abu bakar jauh lebih tinggi dibanding umar bin khattab hanya karena sifatnya yang jauh lebih lembut dalam berdakwah? Tentu tidak. Setiap orang itu punya gaya bahasa dan penyampaian yang berbeda-beda, ada yang lembut, ada yang senang menjelaskan panjang lebar, ada yang penjelasannya singkat padat dan jelas, dan ada yang tegas, terkesan saklek dan keras. Apakah yang keras itu salah? Selama yang ia suarakan adalah amar maqruf nahi mungkar, semafhum saya tidak ada yang salah. Toh tidak sampai merusak fasilitas umum kan? Palingan hanya menyindir sedikit lewat tulisan.

Ada pula beberapa orang yang tiba-tiba muncul untuk menanyakan ini dan itu, saya kurang tahu maksudnya memang ingin tahu, atau ingin mengetes kemampuan, atau untuk mengajak berdebat. Tapi ketika saya tawarkan untuk melanjutkan diskusi dengan tatap muka langsung dengan anggota HT, mereka semua kabur, hilang entah kemana, bahkan ada yang tiba-tiba meng’unfriend’ saya di sosmed, padahal hubungan persahabatan itu sudah lama sekali terjalin, dan tiba-tiba terputus karena masalah sepele, yaitu “mempersilahkan agar dakwahnya di oper ke rekan yang sesama ikhwan, agar bisa lebih leluasa untuk diskusi, tidak menimbulkan fitnah jika maunya hanya diskusi dengan akhwat saja”. Hadeh…saya benar-benar tidak paham dengan yang begini ini.

Memang sulit, sulit sekali berdakwah untuk kembali pada syariat islam di tengah-tengah masyarakat yang sudah sangat sekuler ini. Pemisahan agama dengan kehidupan yang terjadi sudah benar-benar mengakar, karena mereka sudah ‘terbiasa’ hidup dalam kondisi seperti itu sejak kecil. Setiap segi kehidupan sudah sekuler, agama hanya diletakkan di masjid, tidak boleh dibawa-bawa keluar.

Untuk para pengemban dakwah yang membaca tulisan saya ini, saya mohon, jangan patah semangat untuk terus menyuarakan perbedaan yang haq dan yang bathil. Biarlah satu dua orang menjadi pembencimu, do’akan saja Allah membuka pintu hatinya untuk kelak menjadi orang yang terdepan membela agama Allah. Toh kita berjuang bukan untuk kepentingan golongan kan? Tapi untuk kemenangan islam. Jadi demi agama ini, mari kuatkan semangat dan tekad untuk terus berdakwah di jalan Allah. Semoga kita tetap istiqomah. ^_^

Anda Menolak Penerapan Syariat Islam??? Taubat aja deh, mumpung ada waktu…

berikut beberapa alasan2 “penolakan” kaum muslimin trhdp penerapan syariat islam :

(dikutip dari status seorang teman di akun FB nya)

  1. indonesia bukan negara islam jadi tidak bisa menerapkan syariat islam. memang betul indonesia bukan negara islam, justru itu kita perjuangkan supaya jadi negara islam, masak orang kafir aja berbondong-bondong menyeru kita untuk masuk ke agamanya, sampai bawa misionaris ke daerah2 terpencil, terus kita ummat muslim ini mau kalah? aduh nggak banget deh. hukum mendirikan daulah islamiyah (negara islam) fardlu sekaligus wajib jg bagi kita membai’at (mengangkat) seorang khalifah yaitu pemimpin umat islam, krn ini dicontohkah oleh rasulullah kemudian berdirilah negara islam pertama di Madinah. masak contoh dari rasulullah mau dijadikan “sejarah” aja? kalau cuma sejarah, berarti tata cara shalat, puasa, zakat dll jg cuma sejarah dong? ini nama nya mengambil yg mana disuka dan meninggalkan yg tidak disukai atau dianggap berat. ‪#‎Muslim‬SetengahHati
  2. indonesia itu plural terdiri dari berbagai macam agama suku dll. siapa bilang aturan islam cuma untuk islam dan hanya untuk suku tertentu saja? aturan islam itu dtg dari Tuhan (aturan nya pasti sempurna, TUHAN LHO YG TURUNKAN, masih berani pake alasan PLURAL?). Allah swt berfirman : islam adalah rahmatalilalamin (rahmat bagi sekalian alam), berarti kelompok ini secara tidak langsung mengatakan “Allah bohong” atau “Allah tidak benar”? ‪#‎mungkin‬, hanya mreka yg tahu
  3. kalau kita terapkan syariat islam kita akan digempur Mama rika dan wahyudi serta konco2 nya, berani sama mereka? jelas mreka kebakaran jengkot dan tidak akan pernah ridho islam bangkit dan bersatu, mreka akan tetap menggiring kita dg budaya2 nya (ultah, valentine, budaya pacaran , khalwat, ikhtilat dll) smpai kita mengikuti millah (agama) mreka, solusi nya adalah kita umat islam harus kuat, jangan anggap remeh thalabun-nusrah (minta dukungan politisi,ekonom dan yg penting jg adalah militer), memang tidak gampang tp itu tahap akhir perjuangan rasulullah dan kalau memperjuangkan secara instan (read: masuk parlemen), jika belum ada thalabun nusrah, percuma, malah jadi senjata makan tuan, seperti FIS di aljazair, IM di mesir, dan partai2 dari saudara muslim kita yg lain justru tumbang krn militer mreka sendiri.

Partai Islam berkoalisi dengan Partai Sekuler? Ya Rabbiii….apa lagi ini? T__T

kita mungkin sudah tahu mengenai pemberitaan yang ramai dibicarakan di media saat ini, tentang bagaimana partai-partai islam (baca: yang tidak menang pemilu) mulai mendekati dan menggoda partai-partai nasionalis dan sekuler untuk diajak berkoalisi. “speechless” cuma itu respon yang bisa saya berikan ketika menonton ini. Saya ingat betul bagaimana teman saya yang berasal dari salah satu partai islam itu marah-marah pada saya karena tahu saya golput dan tidak memilih partai islamnya dan menyebabkan orang kafir (yang dia anggap orang kafir itu partai PDI, ini dia yang ngomong ya bukan saya =P ) malah memenangkan pemilu. Sekarang? Malah saya dengar ada partai islam yang ingin berkoalisi dengan si partai pemenang pemilu itu. Malah partai yang teman saya bangga-bangga kan itu akan berkoalisi dengan partai juara ke 2 dalam pemilu kemarin. Saya ingat betul bagaiman MUI sampai mengeluarkan fatwa haram golput! Sampai ada yang bilang “kalau golput nanti orang kafir dan sekuler yang menang!” Nyatanya? Ya Allah….nggak tahu lagi harus bilang apa. lindungilah kami semua. T_T

Hanya sebagai tambahan saja ya, saya berikan kutipan status Bang Tere Liye ke dalam tulisan ini. Saya sertakan juga link page nya. Jangan lupa baca komentar follower di status tersebut dan lihatlah bagaimana respon masyarakat mengenai ‘tema’ ini…

*Entah apa yang ada di kepala mereka

Ada 4 partai Islam, digabungkan ke-4 suara mereka, maka total jenderal 30% di tangan. Lantas, dengan angka sebesar itu, kenapa mereka tidak percaya diri mencalonkan dari kelompoknya sendiri? Kenapa elit politik partai Islam susah sekali untuk bicara satu sama lain, menyatukan kekuatan? Ada apa dengan mereka ini? Takut kalah? Takut salah perhitungan? Ada apa sih?

Sungguh, kami memberikan satu suara kepada kalian, bukan sekadar bersemangat menyelamatkan parpol Islam yang konon kata survei bisa tamat tahun 2014, kami menitipkan satu suara kepada kalian, agar kalian mengaum bagai harimau di tengah gelanggang politik, bukan sebaliknya meng-embekkk semua ikut gerbong lebih besar.

Buat apa kalian mengirimkan begitu banyak selebaran tentang jangan pilih ini, itu, “haram” hukumnya, tapi sekarang, setelah pileg selesai, kalian malah genit sekali bergabung dengan yang kalian “haramkan” sendiri?

Bersatulah. Apa susahnya sih? Mumpung masih ada waktu. Sungguh jangan khianati suara2 yang menginginkan kalian berdiri dengan kepala tegak. 30% itu modal bagus sekali, bukan hanya bisa menggagalkan capres partai lain, bahkan bisa membuat partai lain yang justeru memohon bergabung, ikut peraturan, ikut gerbong. Kalaupun akhirnya kalah, oh dear, itu lebih terhormat. Kalah setelah menyatukan semua kekuatan. Politik itu bicara tentang kehormatan, bukan kesempatan.

Bersatulah. Selagi masih ada waktu. Atau besok lusa, kalian akan semakin kehilangan jati diri. Semakin tidak nyambung antara ucapan dan kelakuan. Semakin tidak mengerti keinginan mendasar orang2 yang memberikan suara.

Bersatulah. Skip semua perbedaan demi sesuatu yang lebih penting

Lambat laun, masyarakat akan semakin sadar. lambat laun, mereka akan semakin mengerti.

Kenyataan yang sekarang tergambar jelas dalam pemberitaan di televisi sudah bisa membuat masyarakat kembali berpikir “Benarkah mereka bisa memperjuangkan islam? Lantas jika memang benar cita-citanya begitu, kenapa bukannya bersatu tapi malah mengekor pada partai yang mengusung sekulerisme?” 


hhh….sesak rasanya jika menyalakan TV dan menyaksikan semua ini. padahal begitu banyak umat islam yang menumpukan harapan pada mereka. tapi mereka malah bersikap begini. Dan nanti orang-orang yang masih pro terhadap mereka pasti akan mengatakan “Mereka pasti punya alasan sendiri. Yang penting niatnya kan tetap ingin memenangkan islam!” ya sudahlah, bicara saja lah sesuka kalian. kami, rakyat negeri ini, sudah terlalu lelah dengan semua alasan-alasan klasik itu. 

Biarlah masyarakat yang menilai sendiri. kadang diam lebih baik ketimbang harus berbicara banyak tapi tak didengar. Hanya satu pesan terakhir kami, kembalilah pada islam. jika tak percaya pada kelompok tertentu (baca: Hizbut Tahrir) yang mengatakan diri ingin memperjuangkan islam karena menganggap organisasi atau kelompok ini hanya bisa omong doang, maka buatlah pergerakan sendiri di luar sana, buatlah pergerakan yang bisa menyadarkan masyarakat bahwa kembali pada islam lah jalan keluar yang terbaik. bukankah itu cita-cita kita bersama? bukankah itu yang kita harapakan?

ini bukan lagi masalah siapa yang salah dan siapa yang benar. ini masalah siapa yang berani dan mau sungguh-sungguh memperjuangkan bangkitnya agama ini. janganlah rusak ukhuwah dengan fitnah-fitnah tak berdasar. bukalah mata lebar-lebar. cermati semua fakta yang terjadi. dan mintalah petunjuk pada Allah lantas usahakanlah apa yang menjadi cita-cita kita bersama ini tanpa harus menunggu siapa-siapa lagi, tanpa harus menggantungkan harapan pada orang-orang yang membudak pada kekuasaan dan lupa akan niat awalnya.

sungguh, Allah akan menilai seberapa jauh usaha kita. maka jangan sia-sia kan waktu walau hanya sedetik. islam menantimu kawan, Allah menyaksikanmu… T_T