Belum bisa move on dari hasil pemilu kemarin?

mungkin masih banyak, bahkan terlalu banyak yang menganggap permasalahan indonesia ini terjadi karena ‘tokoh’ presidennya, tapi jarang ada yang mau tahu bahwa permasalahan ini sesungguhnya bersifat SISTEMIK akibat kesalahan pada SISTEM, yang tidak akan selesai hanya dengan mengganti presiden saja, tapi juga mengganti keseleruhuan sistem nya.

ada juga yang menganggap bahwa “pemerintahan SBY kemarin jauh lebih baik daripada sekarang”, pernahkah anda tahu bahwa SBY pernah mengeluarkan pernyataan berkut?

“…Kedepan pemerintah hanya berperan sebagai pembuat kebijakan, peraturan, dan fasilitator. Sedangkan peran swasta harus tumbuh dalam berbagai sektor pembangunan ……”

dalam artian, para presiden–siapapun dia–yang terpilih dalam sistem demokrasi, hanya akan memfungsikan pemerintah sebagai REGULATOR/PENGATUR/PEMBUAT KEBIJAKAN. bukan untuk mengurusi urusan rakyat secara langsung, bukan sebagai pengayom umat dan masyarakat, karena bukan begitu asas demokrasi yang sesungguhnya. rezim noeliberal adalah rezim yang menganggap bahwa pemberian subsidisi macam APAPUN kepada rakyatnya oleh negara adalah HARAM hukumnya karena dapat merugikan negara. beginikah sebuah sistem kenegaraan yang anda inginkan? maka jika presiden yang terpilih adalah presiden yang berbeda, sesuai dengan harapan anda, bisakah anda menjamin sistem yang bobrok dari akar sampai buahnya ini bisa ia perbaiki?

“… State regulation is a source of economic inefficiency. Hence, the role of the state in economic affairs should be minimized..“(Pengaturan Negara merupakan sumber ketidakefisiensian sehingga peran Negara dalam aspek ekonomi harus diminimalisasi) — The State and Neo Liberalism. Based on Cypher and Dietz The Process of Economic Development

begitulah pandangan rezim neolib mengenai fungsi sebuah negara

kita ambil contoh permasalahan yang paling besar saat ini, yakni masalah kenaikan BBM. siapa bilang BBM hanya akan naik pada masa pemerintahan jokowi? rencana kenaikan BBM sesungguhnya sudah digadang-gadang sejak masa pemerintahan SBY, dan baru terealisasi pada masa pemerintahan jokowi. apakah jiwa prabowo yang terpilih, BBM tidak akan naik? jawabannya adalah tidak. karena rencana kenaikan ini sudah disepakati oleh pemerintah jauh-jauh hari. hutang yang melilit indonesia lah yang menjadi penyebabnya. negara kita sudah mempersilahkan kepada ‘pihak asing’ untuk mengatur segala kebijakan melalui ‘barter’ hutang tersebut. kenaikan BBM ini adalah usaha pihak asing untuk menguasai secara penuh sektor minyak bumi indonesia, dari hulu (yang sudah lama dikuasai asing sebanyak 80%) hingga sektor hilir (dengan dibangunnya SPBU asing yang mampu bersaing dengan SPBU lokal milik pertamina). itu baru satu contoh saja, dan masih banyak contoh lain bertebaran, terbuka bagi siapapun yang ingin menelaah dan mengambil pelajaran.

jadi, yang belum bisa move on dari hasil pemilu kemarin, bukalah mata anda lebar-lebar, bahwa meskipun presiden yang terpilih adalah presiden yang menurut anda baik, jika sistem yang digunakan masih sistem yang mengizinkan negeri ini untuk hancur, maka akan semakin hancurlah negeri yang kaya raya ini.

“Telah tampak kerusakan di darat dan lautan akibat perbuatan tangan manusia, supaya Allah swt merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (Terjemahan QS Ar Ruum(30):41)

Apakah jalan yang benar itu? satu-satunya Jalan yang benar, yang ditunjuki Allah SWT adalah dengan menerapkan hukum-hukum (syariah) yang telah diturunkan Allah swt. Dalam konsep-konsep syariah ini, prinsip tata kelola pelayanan kebutuhan publik yang shahih/baik menyatu dengan sistem politik kenegaraan Islam, dan konsep syariah ini hanya bisa diterapkan dalam sebuah sistem kenegaraan, yakni Khilafah Islam. sebuah sistem yang terbukti berhasil mewujudkan kesejahteraan kehidupan bagi umat manusia selama ratusan abad. sebuah sistem dimana penguasa/pemerintah tidak hanya berfungsi sebagai regulator yang lepas tangan terhadap urusan rakyatnya, tapi berperan total sebagai pengurus umat yang bertanggung jawab penuh dalam pengelolaan pemenuhan hajat hidup rakyat.

tidakkah kalian menginginkan kesejahteraan itu? tidakkah kalian menantikan masa di mana islam mampu menjadi rahmat bagi seluruh ummat? masihkah berharap pada sistem yang belum genap 100 tahun umurnya namun sudah menampakkan kerusakan dimana-mana? ayolah MOVE ON, masalah negeri ini tak kan terselesaikan hanya dengan mengganti presiden, tapi dengan mengganti keseluruhan sistem menjadi sistem yang diridhoi ALLAH swt, yakni khilafah islamiyah. 🙂

 

Hidup adalah pilihan, mau jadi yang manakah anda?

Hidup adalah pilihan, mau jadi yang manakah anda?

  1. Mengabaikan janji Allah dan menganggap remeh orang2 yang mempercayai-Nya?
  2. Mendiamkan dan menunggu hasil daripada kejadian yang terjadi di depan anda?
  3. Membuat beribu alasan agar tidak berjuang demi tegaknya islam?
  4. Menyerahkan harta dan nyawa anda dan berbuat sekuat tenaga menegakkan islam?
  5. Membiarkan kemunkaran dan kemaksiatan merajalela di muka bumi, atau berjuang dalam dakwah amar ma’ruf nahi munkar?

Perhatikan firman Allah berikut ini:

“Tidaklah sama antara mukmin yang duduk yang tidak mempunyai ‘uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar.” (TQS. An-Nisaa [4]: 95)

Beberapa dari rekan-rekan mungkin pernah secara sadar atau tidak mengatakan “saya nggak begitu minat masalah politik”. Ya, memang bisa dimengerti. Jika yang dimaksud adalah politik kotor dalam sistem kufur semacam demokrasi, pastilah siapapun akan muak mendengar dan membicarakannya. karena saya juga demikian. Tak ada satu hal pun yang baik untuk dijadikan contoh dari sebuah sistem yang bobrok dan diragukan kesuksesannya semacam itu. Tak ada yang menarik untuk dibicarakan mengenai sistem demokrasi yang berasal dari peradaban yunani yang hancur dan tak menghargai harkat dan martabat manusia.

Tetapi politik islam adalah sesuatu yang berbeda. Politik islam yang kita bicarakan adalah sistem politik yang HANYA bisa diterapkan dalam sebuah sistem kenegaraan yang disebut Khilafah Islamiyah, tidak dalam bentuk sistem selain itu. Sistem politik ini adalah sistem politik terbaik yang pernah dijalankan di muka bumi, pernah terbukti berhasil menyejahterakan manusia selama 1300 tahun, pernah membuat peradaban muslim menjadi peradaban yang begitu jaya, hebat, disegani dan dihormati oleh kawan maupun lawan. Karena sistem ini berasal langsung dari sang pencipta manusia, Allah swt.

Tidak akan ada kehinaan di sisi Allah bagi siapapun yang membicarakan, mengkaji, memikirkan, apalagi memperjuangkan politik islam dalam bingkai khilafah. Justru memperjuangkannya adalah sesuatu yang wajib hukumnya bagi semua muslim, tanpa terkecuali. Jadi jika saat ini tak ada ketertarikan dalam hati untuk memikirkan masalah politik islam, maka ubahlah mindset anda dan patrikan dalam hati bahwa “saya harus mau tahu, dan saya harus tahu”. Karena tanpa adanya kekuasaan politik, agama kita tak akan pernah bisa menjadi agama yang rahmatan lil ‘alamin.

“Sesungguhnya dunia adalah ladang bagi akhirat, tidaklah sempurna agama kecuali dengan dunia. Kekuasaan dan agama bagaikan saudara kembar; agama merupakan pondasi dan penguasa adalah penjaganya. Apa saja yang tidak memiliki pondasi akan hancur, dan apa saja yang tidak memiliki penjaga akan hilang. Dan tidaklah sempurna kekuasaan dan hukum kecuali dengan adanya pemimpin.” – Ibnu Sina, dalam buku Al-Qanun.

Memang benar, ada atau tidak adanya orang yang memperjuangkan sistem politik islam tidaklah masalah bagi Allah, karena jika Allah sudah berkehendak untuk merealisasikan janjiNya maka “kun fayakun” pasti akan terjadi juga. Tapi apakah iya kita hanya akan menjadi penonton dan menunggu Allah menampakkan kekuasaannya tanpa ada keinginan kita untuk memperjuangkan tegaknya agama yang indah ini di muka bumi?

Cobalah baca sabda Rasulullah berikut,

“Barang siapa yang pada pagi hari hasratnya adalah selain Allah maka pada sisi Allah bukanlah apa-apa, dan barang siapa yang pagi harinya tidak peduli dengan urusan kaum muslimin maka dia bukan bagian dari mereka.”(HR. Imam Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman)

In the end, the choice is all yours, whether you want to join this big movement, or you want to sit and relax in your ‘comfy couch’…

Menolak Khilafah Karena Pendiri Hizbut Tahrir Seorang Mu’tazilah? Apa benar demikian? Yuk Tabayyun dulu ^_^

sumber: facebook post from Miftah Al-Kansa

Saya pernah bertanya, ‘Mengapa mereka menolak Khilafah?’Ajaibnya, ada yang menjawab begini, ‘Karena pendiri Hizbut Tahrir adalah penganut mu’tazilah.’Jawaban itu menjadi tidak nyambung karena:

Pertama: Khilafah bukan milik Hizbut Tahrir, sehingga tidak sepatutnya menolak Khilafah karena tidak suka dengan pendiri Hizbut Tahrir. Khilafah adalah kewajiban dari Allah, bukan dari pendiri Hizbut Tahrir.

Ada banyak nash yang menunjukkan kewajiban menegakkan Khilafah, baik dari Al-Quran maupun Al-Hadits. Sehingga, menolak kewajiban menegakkan Khilafah, sama saja menolak sebagian ayat Al-Quran, menolak sebagian sabda Nabi, dan menolak sejarah.

Tidak bijak jika hanya karena ketidaksukaan terhadap pendiri Hizbut Tahrir, malah rela menolak kewajiban dari Allah. Sebenarnya beriman kepada Allah, atau kepada hawa nafsu?

Kedua: Pendiri Hizbut Tahrir, syaikh Taqiyuddin An-Nabhani, bukanlah seorang Mu’tazilah. Bahkan di kitab beliau yang berjudul Nizhamul Islam, dengan tegas beliau menyatakan penolakan terhadap paham mu’tazilah.

Mu’tazilah adalah paham yang menempatkan akal berada di atas nash atau dalil. Sehingga, segala perintah Allah akan diterima jika sesuai dengan akal dan akan ditolak jika bertentangan dengan akal. Adapun syaikhTaqiyuddin An-Nabhani, menjadikan akal sebagai sarana untuk memikirkan fakta dan menghubungkannya dengan nash, lalu dihukumi dengan nash itu. Bukan menjadikan akal sebagai sumber hukum. Sehingga, merupakan sebuah fitnah keji apabila mengatakan bahwa beliau adalah seorang penganut mu’tazilah.

Ketiga: Jikapun ingin menolak kewajiban Khilafah, seharusnya bukan berdasarkan maslahat atau mudharat, melainkan karena ada dalil yang melarangnya atau tidak mewajibkannya. Pertanyaannya, adakah dalil yang mengharamkan Khilafah? Atau minimal, adakah dalil yang menyatakan bahwa Khilafah tidak wajib?

Keempat: Jikapun ingin membahas maslahat atau mudharat, sesungguhnya ada segudang maslahat yang bisa disuguhkan oleh konsep Khilafah, dan ada segudang mudharat yang telah kita rasakan sendiri manakala kita tidak menegakkannya.

Sesungguhnya, Khilafah adalah kewajiban dari Allah, janji-Nya, dan bisyarah (kabar gembira) dari Rasul-Nya. Maka, sekuat apapun daya manusia, meskipun seluruh kekufuran berkumpul untuk menghalanginya, sungguh kami percaya, Khilafah akan tegak semula. Kapan? Itulah yang masih menjadi rahasia-Nya.

Testimoni Para Tokoh Intelektual dalam JICMI 2013

untuk para kaum intelektual, yg tua maupun muda, tidak ada kata terlambat untuk mengkaji ilmu islam. karena mengkaji ilmu agama hukumnya FARDU ‘AIN, sedangkan mempelajari ilmu dunia hanyalah fardu kifayah. jangan sampai di akhirat kelak kita menyesali mengapa waktu yg begitu banyak dalam hidup yang dikaruniakan Allah ini tidak kita gunakan semaksimal mungkin untuk mengkaji ilmu islam.

contoh lah tokoh2 dalam video ini, dari gelar yang tertempel di nama-nama mereka jelas mereka bukan orang sembarang. mereka habiskan waktu bertahun-tahun untuk mengejar ilmu dunia sampai mendapatkan gelar profesor dan gelar-gelar prestisius lainnya dari universitas dalam hingga luar negeri, namun pada akhirnya mereka sadar bahwa ilmu-ilmu dunia ini tak akan ada gunanya jika tidak dibarengi dengan ilmu agama.

buktikanlah pada orang2 yang selama ini merendahkan islam, memberikan cap buruk pada umat dan agama ini, menganggap islam itu teroris, mengatakan islam itu bodoh, miskin, dan mudah dipecah belah, bahwa kaum intelektual seperti kalian pun bisa memberikan andil dalam memperjuangkan islam, dalam memperjuangkan bangkitnya kembali umat dari keterpurukan, yakni dengan cara mengkaji ilmu islam dan berjuang bersama jama’ah yang senantiasa istiqomah memperjuangkan kebangkitan islam dan istiqomah memperjuangkan ditegakkannya kembali hukum-hukum ALLAH di muka bumi.

ambillah ibrah dari pengalaman dan testimoni yang mereka bagikan untuk kita melalui video ini. semoga bermanfaat, selamat menonton

#YukNgaji ^_^

 

Beginilah Cara Kapitalisme Merampok Negeri Ini dan Menjadikan Rakyat Sebagai Tumbal

walaupun singkat tapi tulisan ini cukup untuk membuka wawasan dan mata kita yg selama ini tertutup tentang bagaimana buruknya tipudaya kapitalis. indonesia hanyalah salah satu dari negara ‘lemah’ lainnya yg terperdaya oleh rencana busuk mereka. negara ini tak ubahnya sebuah boneka yg diatur gerak kaki dan tangannnya untuk melakukan apapun yg dapat memberi keuntungan sebanyak-banyaknya bagi para kapitalis. IMF, world bank, USAID, dan lembaga2 lainnya hanyalah serigala berbulu domba.

ah…mau sampai kapan kita ini di perdaya oleh mereka. padahal kita sudah jelas tahu bahwa kita (rakyat) lah yg akan dijadikan tumbal. apa manfaat yg bisa kita dapatkan dari berbagai macam nota kesepakatan para kapitalis dengan petinggi negara ini? tidak ada! pembangunan yg mampu mensejahterakan rakyat? ah itu hanya dongeng yg dihembus2kan untuk membesar-besarkan hati rakyat yg sudah putus asa dengan kehidupan. yg ada kita sudah diberikan tanggungan hutang. setiap satu anak bayi yg terlahir di indonesia sudah menanggung hutang sebesar 7 juta rupiah, dan jumlah ini bisa jadi akan terus bertambah! dari mana angka itu berasal? dari rerata jumlah keseluruhan hutang yg ditanggung oleh negeri kita tercinta ini jika dibagi dengan jumlah keseluruhan rakyat. ucapkanlah terimakasih untuk para penguasa yg telah memberikan kita hadiah berupa hutang yang tak tahu kapan akan bisa dilunasi itu. ucapkan pula terimakasih pada demokrasi dan sistem ekonomi yang berjalan beriringan dengannya (sistem ekonomi kapitalis) yg telah memperburuk nasib rakyat negeri yg kaya raya gemah ripah loh jinawi ini. terimakasih banyak!

semoga Allah memudahkan perjuangan orang2 yg istiqomah memperjuangkan sistem kenegaraan islam yang kita sebut dengan khilafah, yg senantiasa istiqomah mendakwahkan keindahan islam dan menjelaskan kebobrokan dan kebusukan sistem pemerintahan demokrasi pada seluruh rakyat agar mereka pun menginginkan demokrasi diganti dengan khilafah, yg berani mendatangi penguasa untuk memberikan nasehat dan teguran agar mereka kembali ke jalan Allah, yg meski dicerca, di fitnah, dikatakan sesat, di cap hanya bisa ‘omong doang’, yg dianggap mengancam NKRI padahal tak pernah melakukan kegiatan yg membahayakan macam apapun namun semangat juangnha tak pernah surut bahkan anggotanya semakin banyak tersebar di seluruh dunia, yg tetap menempuh jalan dakwah yg telah dicontohkan rasulullah dan tidak sedikitpun berminat untuk menghamba pada demokrasi apalagi ikut andil dalam sistem kufur ini. salam hangat untuk kalian semua. perjuangan kalian yg tanpa pamrih, tanpa mengharapkan imbalan apapun selain ridho Allah, semoga kelak dibalas dengan surga oleh Allah dan disana kalian bisa bertemu dengan sosok yg sama2 kita rindukan, kekasih kita Muhammad SAW.

saya mungkin hanya bisa menulis, tak punya banyak kontribusi untuk dakwah ini. tapi semoga orang2 yg membaca tulisan ini, rekan2 yg saya tag dlm tulisan sederhana ini, kelak akan menjadi bagian dari kalian, bagian yg memperjuangkan hukum Allah tegak di atas segala-galanya. aamiin, allahumma aamiin…

“Siapa pun yang ingin mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi di dunia, mesti segera membaca buku ini.” Itulah komentar majalah Rolling Stone tentang buku “The Shock Doctrine; The Rise of Disaster Capitalism” karangan wartawati Kanada, Naomi Klein, yang diterbitkan Penguin Books, London , Inggris (2007).

“Tuan-tuan, kami ini berdaulat. Kami ingin melunasi utang kami, tapi maaf-maaf saja jika kami harus membuat kesepakatan lagi dengan IMF,” kata Presiden Argentina, Nestor Kirchner.

Sambil membopong diktator dan rezim sokongannya, kaum kapitalis mensponsori para ekonom didikan kampus-kampus neoliberal untuk menyiapkan karpet merah bagi kapitalisme dengan menyusun kebijakan ekonomi reformis propasar, satu eufemisme dari kebijakan prokapitalis fundamentalis. Afrika Selatan pasca-Nelson Mandela, Rusia di bawah Boris Yeltsin, dan Polandia pasca komunis adalah beberapa contoh.

Negara-negara yang semula khidmat mendengarkan rekomendasi para ekonom bimbingan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) itu kemudian sadar telah dibohongi para ekonom dan birokrat bimbingan Barat yang ternyata para calo swastanisasi (perampok) negara.

Para penyusun kebijakan reformasi ekonomi tersebut memang kerap berperan menjadi mulut perusahaan raksasa asing, bahkan konsep kebijakan swastanisasi Bolivia semasa Presiden Gonzalo Sanchez de Lozada disusun para analis keuangan perusahaan asing, seperti Salomon Brothers dan ExxonMobil.

Nelson Mandela adalah salah satu yang kecewa karena cita-cita memakmurkan warga kulit hitam, seperti dipesankan Piagam Perdamaian tak tercapai, justru karena orang dekatnya, Tabo Mbeki, menyusun kebijakan pro-kapitalis sehingga mayoritas rakyat Afsel terpinggirkan.

Polandia juga menyesal mematuhi nasihat ekonom Jeffrey Sachs, seorang Friedmanis dari Universitas Harvard, sehingga aset-aset strategis Polandia jatuh ke tangan asing, justru ketika Partai Solidaritas memerintah negeri itu.

Demikian pula Rusia, yang kehilangan aset-aset strategisnya setelah ekonom reformis Yegor Gaidar, seorang Friedmanis di bawah bimbingan IMF, mempromosikan kebijakan neoliberal. Vladimir Putin kemudian mengoreksi kesalahan itu, dan mengakhiri hubungan mesra Rusia dengan IMF.

Buku tersebut juga menyebut krisis moneter Asia 1997 sebagai hasil desain kaum kapitalis karena mereka ingin menguasai aset-aset strategis di kawasan itu, mencaplok aset-aset perusahaan nasional Asia yang tumbuh meraksasa, dan hendak menggulingkan rezim-rezim yang berubah kritis, seperti Soeharto di Indonesia.

Menurut Naomi, di masa tuanya, Soeharto yang pro-Barat itu bosan diperah korporasi asing, sehingga ia “berkhianat” dengan membagikan aset nasional kepada kroninya yang berakibat korporasi asing itu berang, lalu merancang pembalasan dengan membesarkan skala krisis moneter Asia

Ketika Indonesia dan Asia akhirnya lunglai karena krisis moneter, IMF datang menawarkan obat dengan syarat liberalisasi pasar, sebuah formula klasik ala Friedman. Semua Asia menerima resep itu, hanya Malaysia yang menampik formula rente itu.

Hanya dalam 20 bulan, perusahaan-perusahaan multinasional asing berhasil menguasai perekonomian (termasuk aset dan labanya yang menggiurkan) Indonesia, Thailand, Korea Selatan, Filipina, dan juga Malaysia lewat 186 merger dana kuisisi perusahaan-perusahaan besar di negara-negara ini.

“Ini adalah pengalihan aset dari domestik ke asing terbesar dalam limapuluh tahun terakhir,” kata ekonom Robert Wade.

Tak puas di situ, para kapitalis merancang serangan ke Irak setelah Presiden Saddam Hussein memberi keleluasaan pada Rusia menambang minyak di Irak.

Perusahaan-perusahaan minyak seperti Shell, Halliburton, BP, dan ExxonMobil lalu mengipasi pemerintah AS dan Inggris untuk mencaplok Irak.

Namun, saat Irak sulit digenggam karena masalah terlalu kompleks, negeri itu disulap menjadi lahan bisnis keamanan sehingga para pedagang senjata, konsultan keamanan perusahaan di wilayah krisis, tentara bayaran, dan para spesialis teknologi keamanan mendadak bergelimang uang.

Kemudian, saat kaum kapitalis itu membutuhkan relaksasi setelah penat berburu laba, maka sejumlah lokasi dibidik menjadi situs wisata eksotis, di antaranya Srilanka. Namun, para nelayan miskin yang mendiami pantai-pantai indah Srilanka tak mau hengkang sampai tsunami menghantam Asia bagian Selatan pada 2004.

Bertopengkan bantuan rekonstruksi pascabencana dan bergerak dalam kerudung USAID, para kapitalis menyandera pemerintah Srilanka, agar “menukarkan” pantai indah Srilanka dengan bantuan tsunami. Situasi serupa berlaku di Thailand dan New Orleans pasca-badai Katrina.

Intinya, kaum kapitalis telah membisniskan perang, teror, anarki, situasi krisis, dan bencana alam untuk memperbesar pundi-pundi mereka dengan penderitaan jutaan orang di dunia. Naomi Klein menyebutnya sebagai “kapitalisme bencana”.

sumber: wikimu.com

Propaganda Amerika dalam penyerangan ke Irak dan Suriah

mengapa amerika dan konco2 nya bahu-membahu untuk menggempur suriah dan irak dengan alasan ingin melumpuhkan kekuatas ISIS?

memangnya sebagaimana besar kekuatan ISIS itu sampai amerika dan sekutunya harus turun tangan?

apa jangan2 ini hanya makar yg di rekayasa amerika dan sekutunya sejak lama? dengan sengaja membuat gerakan separatis baru bernama ISIS di wilayah irak dan suriah?

jadi dengan munculnya si ISIS yg kerjanya membunuhi masyarakat ini, amerika bisa memonsterisasi tema “khilafah” agar seluruh dunia menganggap bahwa khilafah itu ajaran kekerasan, dan tidak layak untuk digunakan dan diperjuangkan?

kenapa harus ISIS dimunculkan di wilayah irak dan suriah? apa karena sebelumnya di suriah sudah terbentuk opini masyarakat yg menginginkan khilafah segera ditegakkan? apa karena jauh sebelum ISIS beridiri, bendera al liwa dan ar roya sudah di kibarkan oleh seluruh warga-meski pun mereka bukan syabab/syabah hizbut tahrir-karena mereka begitu mengharapkan khilafah bisa tegak di negeri mereka dan merombak total sistem pemerintahan yg ada saat ini?

kenapa?

seharusnya semua fakta dan kejadian yg muncul ini bisa kita cermati dan kritisi. semua propaganda ini dilakukan  amerika tak lebih karena mereka takut di suriah benar-benar akan tegak khilafah rasyidah yg kekuatannya akan mampu mengalahkan mereka. sehingga dimunculkan lah ISIS, agar mereka punya alasan untuk menyerang suriah, karena tanpa adanya ‘alasan’ mereka tak akan mungkin bisa menyerang sebuah negara yg berdaulat.

think smart!
musuh Allah saja sudah berupaya mati-matian untuk menghalau pergerakan kita, lantas mengapa kita tak mau bergerak bersama dan menyatukan kekutan seluruh ummat untuk mengupayakan khilafah islam bangkit kembali seperti bisyarah Rasulullah?

presiden baru, harapan baru?

siapa bilang kebijakan makro ekononomi bisa dikendalikan oleh seorang presiden?

lihat saja buktinya, kekuasaan moneter ada di tangan BI, kekuasaan keuangan ada di tangan otoritas jasa keuangan (OJK), otoritas jaminan sosial ada di tangan BPJS, otoritas fiskal dalam bentuk pajak nantinya akan dipegang oleh badan penerimaan negara yg akan segera terbentuk.

semua ini terjadi lantaran ada ‘kekuatan besar’ di balik seluruh kebijakan ekonomi di negeri kita tercinta ini, kekuatan yg mampu mengatur segalanya demi menguntungkan diri mereka sendiri, bahkan bisa mengatur presiden dan anggota parlemen sekehendak hati. siapakah pemilik kekuatan besar tersebut? mereka lah para pemilik modal.

welcome to reality, dear muslim brothers and sisters!

entah sadar atau tidak kehidupan kita sudah sejak lama dipermainkan oleh para pemilik modal ini.

kekayaan alam pun tak luput dari santapan mereka. kita tak sekalipun pernah seutuhnya menjadi pemilik seluruh potensi alam negeri ini. 80% SDA kita dikuasai dan di kelola pihak asing, dan yg tersisa untuk rakyat ini tak lebih dari sejumput debu belaka.

siapapun presidennya, mau dia sederhana atau tegas, mau dari kalangan militer atau non militer, dia tak akan punya gigi untuk menghentikan pengaruh ‘kekuatan besar’ ini, karena keberadaan dan keberlangsungan hidup mereka pun dijamin oleh para pemilik modal.

jadi apa yang tersisa untuk rakyat?
penderitaan..hanya penderitaan…

itu bukti nyata sistem ekonomi kapitalis yg saat ini digunakan indonesia tak seujung kuku pun memberikan kesejahteraan untuk rakyat. kesejahteraan untuk penguasa modal dan petinggi negara sih iya, kesejahteraan rakyat? jangan mimpi.

islam sudah memiliki sistem perekonomian sendiri dan dengan sistem ini terbukti rakyat sejahtera dan kesejahteraan itu benar-benar merata. sumber daya alam dikelola langsung oleh negara utk menjamin kehidupan seluruh rakyat! dan sistem ekonomi seperti ini hanya akan koheren dengan sistem pemerintahan yg islami pula. pemerintahan islami hanya ada dalam khilafah islamiyah, yg telah terbukti 1300 tahun membawa kejayaan bagi ummat muslim.

masih mau meragukan bukti-bukti yg bertebaran di depan mata ini?

kalau saya mah sudah males mikir. karena mau jungkir balik pun demokrasi dan sistem ekonomi kapitalis ini tidak akan pernah bisa diobati. hanya bisa dihapuskan dan diganti oleh khilafah islamiyah, sistem yg telah diwariskan Rasulullah, sistem yg menjunjung hukum dan aturan Allah di atas segala-galanya.

#UdahKhilafahAja