tumblr_okgnnfdogh1sl8g3to1_1280

Fitrah penciptaan wanita adalah sebagai ummu warobbatul bait, yakni sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Tapi untuk bisa dan mampu menjalani profesi mulia itu, wanita butuh persiapan yang juga benar2 matang

Karena kelak ibu lah yang akan menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya. Ia yang akan mendidik dan membentuk karakter sang anak. Apakah ayah tak berperan sama sekali? Tentu saja berperan. Tapi peran ibu jauuuuh lebih besar dan lebih berpengaruh

Jika ingin membentuk generasi yang cerdas maka sang ibu pun harus cerdas, jika ingin membentuk anak dengan wawasan luas, maka sang ibu pun harus punya wawasan yang jauh lebih luas, jika ingin memiliki anak yang lingustik nya berkembang dengan baik dan pintar dalam hal komunikasi, maka demikian pula sang ibu, harus sedari kecil mendidik anak nya menjadi komunikator handal. Jika sang ibu abai terhadap pendidikan anak dan menyerahkan sepenuhnya pada sekolah dan lingkungan, maka jangan heran jika bukti nyata nya kita lihat sendiri di masa saat ini. Anak2 semacam awkarin bermunculan dimana-mana. Bukan hanya di kota2 besar tapi juga sampai ke pelosok2 desa

Tidak mudah mendidik anak. Sangat tidak mudah. Dan bisa kita tanyakan pada ibu kita sendiri, bagaimana upaya beliau untuk membentuk kita hingga jadi seperti sekarang, dan apa saja yang dengan ikhlas harus dia lepaskan dan korbankan untuk membuat kita bisa merasakan kasih sayang sepenuhnya dari seorang ibu. ๐Ÿ™‚

Dulu saya pikir kerudung panjang dan lebar yg menutupi dada dan jilbab/gamis itu sunnah karena nggak tahu dalilnya sama sekali.

Tapi ternyata di Al Qur’an sudah jelas sekali dipaparkan bahwa berhijab seperti itu WAJIB, hanya hijab seperti itu yg memenuhi syariat islam.

Berhijab syar’i itu bukan masalah mau nggak mau, siap nggak siap, tapi mau nggak mau HARUS siap karena hukumnya WAJIB…

Dalil-dalil mengenai wajibnya menggunakan Hijab Syar’i

10151409_552913894822075_6727944814844364910_n

Syariah telah mewajibkan pakaian tertentu kepada perempuan ketika keluar dari rumahnya dan beraktivitas dalam kehidupan umum. Pakaian perempuan yang disyariatkan terdiri dari dua potong. Potongan pertama adalah bagian baju yang diulurkan dari atas sampai ke bawah menutupi kedua kaki. Bagian kedua adalah kerudung, atau yang menyerupai atau menduduki posisinya berupa pakaian yang menutupi seluruh kepala, leher dan bukaan pakaian di dada. Jika ia memiliki kedua pakaian ini, ia boleh keluar dari rumahnya ke pasar atau berjalan di jalan umum, yakni keluar ke kehidupan umum. Sebaliknya, jika ia tidak memiliki kedua pakaian ini, ia tidak sah untuk keluar, apapun keadaannya. Sebab, perintah dengan kedua pakaian ini datang bersifat umum dan ia tetap berlaku umum dalam semua kondisi; tidak ada dalil yang mengkhususkannya sama sekali.

Dalil atas kewajiban ini adalah firman Allah SWT tentang pakaian bagian atas:

ูˆูŽู„ุง ูŠูุจู’ุฏููŠู†ูŽ ุฒููŠู†ูŽุชูŽู‡ูู†ู‘ูŽ ุฅูู„ุง ู…ูŽุง ุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู„ู’ูŠูŽุถู’ุฑูุจู’ู†ูŽ ุจูุฎูู…ูุฑูู‡ูู†ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฌููŠููˆุจูู‡ูู†ู‘ูŽ

Janganlah mereka menampakkan perhiasan-nya, kecuali yang (biasa) tampak pada dirinya. Hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya (QS an-Nur [24]: 31).

Juga firman Allah SWT tentang pakaian bagian bawah:

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ู‚ูู„ู’ ู„ุฃุฒู’ูˆูŽุงุฌููƒูŽ ูˆูŽุจูŽู†ูŽุงุชููƒูŽ ูˆูŽู†ูุณูŽุงุกู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูŠูุฏู’ู†ููŠู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู†ู‘ูŽ ู…ูู†ู’ ุฌูŽู„ุงุจููŠุจูู‡ูู†ู‘ูŽ

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang Mukmin, โ€œHendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.โ€ (QS al-Ahzab [33]: 59)

Dalil lain adalah hadis penuturan Ummu โ€˜Athiyah yang berkata:

ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู†ูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽู†ู’ ู†ูุฎู’ุฑูุฌูŽู‡ูู†ู‘ูŽ ูููŠู’ ุงู„ู’ููุทู’ุฑู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุถู’ุญูŽู‰ุŒ ุงูŽู„ู’ุนูŽูˆูŽุงุชูู‚ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุญููŠู‘ูŽุถูŽ ูˆูŽุฐูŽูˆูŽุงุชู ุงู„ู’ุฎูุฏููˆู’ุฑูุŒ ููŽุฃูŽู…ูŽุง ุงู„ู’ุญูŽูŠู‘ุถู ููŽูŠูŽุนู’ุชูŽุฒู„ู’ู†ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉูŽ ูˆูŽูŠูŽุดู’ู‡ูŽุฏู’ู†ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑูŽุŒ ูˆูŽุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ. ู‚ูู„ู’ุชู ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุฅูุญู’ุฏูŽุงู†ูŽุง ู„ุงูŽ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ู ู„ูŽู‡ูŽุง ุฌูู„ู’ุจูŽุงุจูŒุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู„ูุชูู„ู’ุจูุณู’ู‡ูŽุง ุฃูุฎู’ุชูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฌูู„ู’ุจูŽุงุจูู‡ูŽุง

Rasulullah saw. memerintahkan kami untuk mengeluarkan para perempuan pada Hari Idul Fitri dan Idul Adha; para perempuan yang punya halangan, perempuan yang sedang haid dan gadis-gadis yang dipingit. Adapun perempuan yang sedang haid, mereka memisahkan diri dari shalat dan menyaksikan kebaikan dan seruan kepada kaum Muslim. Aku berkata, โ€œYa Rasulullah, salah seorang dari kami tidak memiliki jilbab.โ€ Rasul saw menjawab, โ€œHendaknya saudaranya memin-jami dia jilbab.โ€ (HR Muslim)

Dalil-dalil ini jelas dalam dalalah-nya atas pakaian perempuan dalam kehidupan umum. Jadi, dalam dua ayat ini, Allah SWT telah mendeskripsikan pakaian yang Allah wajibkan atas perempuan agar ia kenakan dalam kehidupan umum dengan deskripsi yang dalam, sempurna dan menyeluruh. Allah SWT juga berfirman terkait pakaian perempuan bagian bawah (yang artinya):

Allah SWT pun berfirman tentang tatacara umum yang berlaku atas pakaian ini (yang artinya): Janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak pada dirinya (TQS an-Nur [24]: 31). Maknanya, hendaknya mereka tidak menampakkan anggota-anggota tubuh yang merupakan tempat perhiasan seperti kedua telinga, kedua lengan bawah, kedua betis dan selain itu kecuali apa yang bisa tampak dalam kehidupan umum ketika ayat ini turun, yakni pada masa Rasul saw., yaitu wajah dan kedua telapak tangan.

Dalam hal ini, diriwayatkan dari Ibn Umar bahwa Rasul saw. pernah bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ุฌูŽุฑู‘ูŽ ุซูŽูˆู’ุจูŽู‡ู ุฎููŠูŽู„ุงูŽุกูŽ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู†ู’ุธูุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ุฃูู…ู‘ู ุณูŽู„ูŽู…ูŽุฉูŽ ููŽูƒูŽูŠู’ููŽ ูŠูŽุตู’ู†ูŽุนู’ู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกู ุจูุฐููŠููˆู„ูู‡ูู†ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูุฑู’ุฎููŠู†ูŽ ุดูุจู’ุฑู‹ุง ููŽู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ุฅูุฐู‹ุง ุชูŽู†ู’ูƒูŽุดููู ุฃูŽู‚ู’ุฏูŽุงู…ูู‡ูู†ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽูŠูุฑู’ุฎููŠู†ูŽู‡ู ุฐูุฑูŽุงุนู‹ุง ู„ุงูŽ ูŠูŽุฒูุฏู’ู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู

โ€œSiapa yang menjulurkan pakaiannya karena sombong, Allah tidak memandang dirinya pada Hari Kiamat.โ€ Lalu Ummu Salamah berkata, โ€œLalu bagaimana perempuan memperlakukan ujung pakaiannya.โ€ Rasul menjawab, โ€œHendaknya mereka menjulurkan-nya sejengkal.โ€ Ummu Salamah berkata, โ€œKalau begitu tersingkap kedua kaki mereka.โ€ Rasulullah pun menjawab, โ€œHendaknya mereka menjulurkannya sehasta, jangan mereka lebihkan atasnya.โ€ (HR at-Tirmidzi; ia menyatakan hadis ini hasan-shahih).

Hadis ini gamblang menjelaskan bahwa jilbab yang dikenakan di atas pakaian itu wajib dijulurkan ke bawah sampai menutupi kedua kaki. Jika kedua kaki ditutupi dengan sepatu atau kaos kaki, itu belum cukup (jika jilbabnya tidak menjulur ke bawah, red.). Jilbab tetap harus menjulur ke bawah hingga kedua kaki dalam bentuk yang menunjukkan adanya irkhaโ€™ (dijulurkan) sehingga diketahui bahwa itu adalah pakaian kehidupan umum yang wajib dikenakan perempuan di kehidupan umum. Jilbab harus tampak irkhaโ€™ sebagai realisasi dari firman Allah: โ€œyudnรฎnaโ€ yakni yurkhรฎna (hendaknya mereka menjulurkan).

[Sumber: Nasyrah Soal-Jawab Amir HT/Athaโ€™ bin Khalil Abu ar-Rasytah, 1 Muharram 1435/4 November 2013] :ย http://hizbut-tahrir.or.id/2014/04/25/busana-muslimah-syari/

Semua yang kita punya ini akan dimintai pertanggung jawaban kan kelak di akhirat? Termasuk tubuh dan paras…jika kecantikan tubuh tidak dilindungi dengan hijab, dan kecantikan paras tidak dilindungi dengan menundukkan pandangan dan menghindari rasa sombong karena memiliki paras cantik, kelakย ketika kita ditanya Allah di akhirat, mau jawab apa?ย 

– the girl with the broken wings

“Anakku, terakhir kali umi ingatkan kepadamu, carilah lelaki yang memiliki impian dan keinginan yang sangat besar akan surga. karena jika kau bertemu lelaki semacam ini, semua langkah hidup, pilihan, keputusan untuk diri dan keluarganya akan disandarkan pada Allah pemiliki surga. jangan hanya mencari lelaki hanya karena mapan, prestise dan kemuliaan yang dicanangkan orang, namun hatinya tak dekat dengan Allah, tak dekat dengan masjid, tak dekat dengan orang dhuafa, karena lelaki seperti ini hanya akan membuat kau tersenyum saat di dunia, namun menangis saat di akhirat kelak.” – Ratu Bilqis

Udah Putusin Aja – by ust. Felix Siauw

kocak, tapi *ngeJleb! ๐Ÿ˜€
intinyaย #UdahPutusinAjaย hehe… ^_^

“karena wanita cenderung dihargai dari masa lalunya | sedang lelaki dihargai dari masa depannya

bila kehormatan lelaki bisa dicari | kehormatan wanita tiada bisa terganti

karenanya Islam muliakan wanita | kehormatannya benar dilindungi dijaga | agar hanya lelaki terhormat yang mengambilnya ๐Ÿ™‚ “

“aku pacaran nggak ngapa-ngapain kok” | kalo nggak ngapa-ngapain ya ngapain pacaran?ย #UdahPutusinAja

“aku pacaran cuma pegangan tangan doang kok” | kalo dia cowok asli, mana ada puas sampe pegang tangan doang.. #UdahPutusinAja

“nikah kan perlu kenal dulu” | kenalan kok tahunan? yakin jadi? yang udah-udah juga pada nyesel.. #UdahPutusinAja

“pacaran kan enak, ada yang perhatiin” | cari perhatianย bukan harus taruhan badan kan? #UdahPutusinAja

“kata dia, penjajakan dulu biar cocok” | itulah nasibmu, tester, haduuh..#TepokJidatTetanggaย #UdahPutusinAja

“enak pacaran, makan gratis, kemana-mana ada yang anter” | ooo.. it’s all about money eh? #UdahPutusinAja

“bukankah Allah ciptakan cinta untuk dirasa? pacaran salah satunya” | nguras laut aja dulu sana, biar adem tuh kepala.. #UdahPutusinAja

“tapi cintanya padaku mendalam” | tukang gali sumur kali ye.. bangun, bangun! #UdahPutusinAja

“tapi aku nggak tega putusin dia” | jadi kamu tega dia dan kamu terus maksiat gitu? tega dia dan kamu dosa mulu gitu? #UdahPutusinAja

sebrengsek apapun masa lalu cowok, kalo dia tobat masalahnya selesai | kalo cewek? nggak bisa begitu neng..

kalo cewek, setaubat apapun dia | pas nikah cowok akan sangat menyelidik masa lalunya | hati-hati track recordmu neng..

karena wanita cenderung dihargai dari masa lalunya | sedang lelaki dihargai dari masa depannya

bila kehormatan lelaki bisa dicari | kehormatan wanita tiada bisa terganti

karenanya Islam muliakan wanita | kehormatannya benar dilindungi dijaga | agar hanya lelaki terhormat yang mengambilnya

yang jelas suami yang terhormat | tidak didapat dengan pacaran maksiat

Muslimah hati-hati melangkah | jagalah agar masa depanmu indah

lelaki harus pantaskan diri | agar pantas meminang istri

pernah tahu isi pikiran ayahmu saat melihat kamu dekat dengan laki-laki?

isi pikiran ayah kita mungkin tidak jauh beda dengan apa yang ditulis di bawah ini…

mari berusaha jadi anak perempuan yang baik untuk ayah kita…

semakin banyak dosa kita, semakin kita akan menyeret ayah yang kita cintai ke dalam neraka yang apinya menyala-nyala, tegakah?

jika kau mulai berdua-duaan dengan laki-laki, ingatlah ayahmu

jika lelaki yang belum halal mulai menyentuh kulitmu meski hanya seujung jari, ingatlah ayahmu

ingatlah ayahmu yang akan merasakan siksaan atas maksiat yang kau lakukan

ingatlah ayahmu yang sejak kecil selalu berusaha menjagamu, melindungimu, ingatlah ayahmu…

*berkut ini adalah postingan ust. felix siauw dalam akun resminya yang dibuat untuk putrinya, Alila

1. Allah menganugerahkanku satu putri alila namanya | padanya cintaku penuh seperti ayah lainnya

2. kudidik dia sepenuh ilmuku dan kuajarkan padanya tentang Tuhanku | kubimbing dia dalam berdoa kubacakan padanya ilmu yang kutahu

3. baginya asupan hanya yang baik dan kucukupkan hanya yang terbaik | urusan harta tak kupikir walau raga dipanggang matahari terik

4. takkan kubiarkan ia menangis karena dunia | kulindungi dia dari kejamnya manusia

5. pernah kusampaikan “disekolah bertemanlah dengan perempuan saja” | tidak perlu bermain dengan lelaki karena engkau wanita

6. kupesankan saat hari pertama ia berseragam putih-merah | “laporkan ke gurumu bila ada lelaki mengganggu dan salah”

7. kusampaikan berapi-api “bila ia tetap mengganggu dan gurumu acuh” | “tidak mengapa biar nanti abi bakar dia punya rumah!”

8. haha.. mungkin bagimu berlebih dan tak mengerti | tak mengapa.. engkau akan paham saat engkau jadi ayah seorang putri

9. hanya menatap binar bening matanya saja | engkau akan korbankan apapun engkau punya

10. celotehnya mendadak jadi syair tatkala bepergian | dan setiap bentakan padanya jadi selaksa penyesalan

11. bagimu pelukannya bahkan lebih engkau rindu dari pelukan ibunya | bagimu genggam tangannya bercanda riang itulah uang muka surga

12. dan bagimu yang paling engkau takutkan dan khawatirkan | adalah saat engkau harus melepas dirinya dengan pernikahan

13. ketika engkau harus menyerahkannya kepada lelaki selain dirimu | pertanyaan besarmu “apakah dia akan memuliakan putrimu sepertimu?”

14. maka sesaat setelah akad terucap hakmu atasnya hilang | maka bahagia bagimu tinggal apa yang engkau kenang

15. dia tetap putrimu namun bukan milikmu lagi | dia bukan lagi putri namun juga istri

16. sekarang engkau mengerti mengapa ayah terbata mengeja akad nikah | menangis tertahan ketika semua serah terimamu menjadi sah

17. sekarang akupun memahami mengapa baginda Rasulullah | menjadikan ayah seorang putri menjadi wali nikah

18. akupun mengerti mengapa tatkala lelaki menyukai wanita | maka yang pantas didatangi bukanlah wanitanya namun ayahnya

19. ayahnya yang menghidupi, membimbing, mengajari, melindungi | maka daialah yang pantas menilai kepantasan calon suami

20. ayah yang memiliki hak bertanya | “apakah anak ini bisa menggantikanku memuliakan dan menghormati putriku sebagaimana aku?”

21. mohon dengarkan putriku | sungguh ayahmu lebih tahu

22. bagimu ini adalah lembar baru kehidupanmu | bagiku kehidupan sampai lembar ini masih bagimu

23. maka abi harus memastikan dirinya buatmu terhormat | imannya jadi jaminannya dan akhlaknya jadi penguat

24. takkan pernah abi biarkan lelaki mendekatimu | yang tak punya nyali dan keyakinan mendekatiku

25. hanya lelaki yang bisa menjaga kehormatannya | dia yang bisa menghormati dirimu buatmu mulia

26. abi dianugerahi Allah amanah dan itu adalah engkau | takkan abi sia-siakan, takkan abi lalaikan, karena abi menyayangimu

27. dan bila saat itu pasti menghampiri | abi berdoa itu lelaki semisal Nabi