Beda Calon Khalifah dengan Calon Presiden :D

Saat Umar bin Abdul aziz dibaiat menjadi khalifah (kepala negara), kalimat pertama yg meluncur dari bibir beliau adalah ”inna lillaahi wa inna ilayhi raaji’un”

sebelumnya, Umar memang sudah berusaha keras menolak untuk di angkat menjadi khalifah. Namun umat tampaknya lebih keras memaksa agar beliau bersedia menjadi khalifah. Lalu terjadilah pembaiatan itu. Akhirnya, dengan ikhlas dan ridha, Umar menerima baiat umat. Namun hal itu tidak membuat beliau tenang. Kegelisahan di dada ia bawa saat pulang ke rumahnya. Ia mengurung diri di kamarnya dan menangis. Dalam benaknya terbayang, jutaan rakyatnya siap menuntutnya di hadapan pengadilan Allah pada hari kiamat nanti jika ia tidak bisa melayani, mengayomi dan melindungi mereka. Karena itulah, bagi beliau, amanah kekuasaan yang baru saja beliau terima adalah ‘musibah besar’. Khalifah umar bin abdul aziz menyadari betul sabda baginda Nabi saw.

”sesungguhnya kekuasaan itu amanah. Pada hari kiamat nanti ia akan berubah menjadi kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang mengambilnya dengan haq dan menunaikan apa yang diamanahkan di dalamnya.” (HR. Muslim)

sumber: hikmah-hikmah bertutur untuk jiwa yg mudah futur, karangan arief b. Iskandar

kisah singkat tentang khalifah Umar bin Abdul Aziz di atas telah memunculkan pertanyaan dalam benak saya, “Ada tidak ya, di zaman sekarang orang yang seperti ini? Yang tidak mau dipilih menjadi pemimpin karena takut akan pengadilan Allah di hari akhir jika ia tak mampu melakukan amanah yang diembankan padanya? yang takut tidak dapat menerapkan hukum dan syariat islam dengan baik di tengah-tengah rakyat yang dipimpinnya????

kenyataan yang kita saksikan saat ini, para penguasa dan calon penguasa negeri ini sangat percaya diri mempromosikan dirinya, bahkah jauh-jauh hari sebelum putaran pemilu dimulai. mereka dengan mudahnya menebarkan janji, membual tentang ini dan itu, tapi ketika diberikan kekuasaan, bisakah mereka amanah? bisakah mereka menjalankan janji-janji yang sudah terlanjur dilontarkan itu? sudah terlalu banyak bukti yang memperlihatkan bahwa sesiapa yang begitu menginginkan kekuasaan dan sampai melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkan kekuasaan itu, ketika sudah di dapat apa yang diinginkannya, tidak akan ingat pada tanggung jawab utamanya, tidak ingat apa yang diamanahkan rakyat kepadanya, tidak ingat dosa, tidak ingat hukuman dan azab dari Allah….

jadi marilah kita mencari pemimpin yang tidak berlebihan mempromosikan dirinya. kalau sekarang tidak ada, ya berarti tak usah pilih siapa-siapa. hihihi….

Inilah efek pornografi dan pornoaksi yang dibiarkan ‘kebablasan’

10409332_684942041543286_8509011404064918780_n

inilah efek pornografi dan pornoaksi yang dibiarkan ‘kebablasan’. pemerintah ataupun masyarakat sama2 punya andil dalam hal ini. penerapan ilmu agama di rumah2 memang penting, penting sekali malah, tapi bisakah kita yakin anak-anak kita nantinya ketika ‘keluar’ dari lingkungan rumah bisa terlindungi dari bahaya ‘budaya seks’ yang sudah sangat amat MENGAKAR ini???

 sekuat apapun iman seseorang, jika di lingkungan sekitarnya masih banyak hal yang dapat meng’eksitasi’ nafsu syahwatnya, lihat saja apa yang akan terjadi selanjutnya. saya bukan ingin mendiskreditkan tokoh agama ya, sungguh bukan, tapi ini adalah contoh efek buruk lingkuang terhadap individu. sering kita lihat berita “seorang ustadz, atau guru ngaji menjadi pelaku sodomi dan pemerkosaan terhadap anak didiknya”. apakah lantas ustadz itu tidak punya ilmu agama? jelas punya. tapi kenapa bisa sampai begitu? karena pengaruh lingkungan yang tidak mendukung…astaghfirullah….

beginilah kalau demokrasi dibiarkan merajalela, kebebasan berargumen, kebebasan menentukan jalan hidup pribadi dijadikan ‘asas hidup’. semua-semua serba bebas tanpa aturan. ketika mulai ada aturan islam yang muncul, malah dianggap melanggar HAM, atau ada orang-orang yang mengatakan “suka-suka gue lah mau hidup kayak apa, hidup-hidup gue juga, kenapa mesti lo yang ribet, kenapa mesti pemerintah yang ribet, pakai mau nerapin syariat islam segala, nggak usah ngurusin hidup orang lain lah, urusin aja diri lo sendiri, sok suci banget”. ya Allah T_T nafsu sudah tidak ada bentengnya lagi, batasan maksiat sudah tak jelas lagi, PACARAN dianggap lumrah, dianggap sah2 saja asal masih saling menjaga (yakin bisa benar-benar ‘menjaga’, segimana kuat sih iman kita ngelawan godaan syaithan yang datang dalam segala bentuk dan rupa?!) sampai saking bingungnya mau melampiaskan syahwat kemana, BINATANG dan ALAT-ALAT dirumah pun bisa jadi objek pemuas nafsu, sampai ada muncul istilah ‘sex toys’ itu awalnya darimana? ya dari itu, orang2 yang sudah nggak tahu lagi mau memuaskan nafsu syahwatnya dengan cara apa. ya Rabbi, hancur sekali generasi islam di negara dengan MAYORITAS MUSLIM TERBESAR DI DUNIA ini… T_T

sudah sehancur ini ummat islam, sudah begini fakta yang dipaparkan, sudah sampai begini Allah memperingatkan kita, belum lagi dengan segala macam bencana alam yang (entah kenapa) lebih banyak terjadi di Indonesia, di negeri muslim ini, ketimbang di negaranya orang2 kafir sono, masih saja kita menganggap penerapan syariat islam dalam bingkai pemerintahan itu TIDAK PENTING? tidak pernah diajarkan Rasulullah? tidak perlu asalkan individu nya diperbaiki? Allahu Rabbiii….kita pakai logika saja, pernah tidak ma’mum itu rapi duluan sebelum imamnya naik? imam nya naik dulu kan baru ma’mum yang tadinya bergosip, yang tadinya ketawa ketiwi, yang tadinya main-main sama anaknya, yang tadinya ngaji sendiri, akhirnya bangkit dan sholat secara berjama’ah mengikuti imam yang mengkoordinir mereka? begitulah juga ummat islam. jika tidak ada KHALIFAH yang memimpin ummat ini, maka tidak akan pernah rapi ummat ini sampai kapapun. yang satu bilang A, yang satunya lagi kekeh pengen B, yang satu kiblatnya ke barat, yang satunya lagi kiblatnya ke barat laut. yang satu lebaran tanggal 1, yang satunya lebaran tanggal 2, teruuuus akan seperti ini, teruuuus akan terpecah belah, terkotak-kotak oleh nasionalisme, terkotak-kotak oleh ego masing-masing golongan, terkotak-kotak oleh kebijakan negara yang berbeda-beda. kalau pecah belah terus seperti ini, KAPAN BISA MASALAH PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI YANG SUDAH PARAH INI BISA TERSELESAIKAN?

mengikuti pemimpin yang sekarang? atau yang akan terpilih nantinya melalui pemilu, apakah bisa menyelesaikan masalah? selama sistem yang dipakai masih sistem RUSAK ini, maka masalah seks bebas dan masalah lainnya tidak akan pernah bisa terselesaikan! “ah, omongan lu aja itu! bisa kok kalau kita pilih pemimpin yang baik, kan banyak didukung ulama”. hehehe, boleh nggak saya kasi contoh, nanti kalau si presiden ini terpilih (siapapun itu) berani tidak dia terang2an mengatakan ingin menerapkan syariat islam secara menyeluruh di Indonesia? berani tidak dia memberantas semua lokalisasi semacam dolly? berani tidak dia merubah semua tayangan di stasiun TV agar hanya menayangkan tontonan yang bernuansa islami? berani tidak dia mewajibkan rakyatnya untuk menggunakan pakaian yang sesuai dengan norma (no more hot pants, no more tank top, no more bikin, no more hijab tapi KETAT)?? berani tidak dia melarang riba dalam sistem perekonomian masyarakat? berani tidak dia memberantas peredaran Khamr, bahkan tidak membolehkan sama sekali khamr masuk ke indonesia? BERANI TIDAK???????? kalau memang berani, saya mungkin akan memilih dia dalam pemilu nantinya. tapi kalau keberaniannya masih redup, kalah saing dengan rasa takut nya terhadap ‘penguasa’ sesungguhnya (Amriki dan Wahyudi) maka jangan harap indonesia ini akan berubah, jangan harap budaya ngeseks dan pornografi serta pornoaksi akan bisa diberantas selamanya, jangan pernah berharap.

wallahu a’lamubissawab…semoga AllAh selalu menunjukkan kita jalan yang Ia ridhoi…

Anda Menolak Penerapan Syariat Islam??? Taubat aja deh, mumpung ada waktu…

berikut beberapa alasan2 “penolakan” kaum muslimin trhdp penerapan syariat islam :

(dikutip dari status seorang teman di akun FB nya)

  1. indonesia bukan negara islam jadi tidak bisa menerapkan syariat islam. memang betul indonesia bukan negara islam, justru itu kita perjuangkan supaya jadi negara islam, masak orang kafir aja berbondong-bondong menyeru kita untuk masuk ke agamanya, sampai bawa misionaris ke daerah2 terpencil, terus kita ummat muslim ini mau kalah? aduh nggak banget deh. hukum mendirikan daulah islamiyah (negara islam) fardlu sekaligus wajib jg bagi kita membai’at (mengangkat) seorang khalifah yaitu pemimpin umat islam, krn ini dicontohkah oleh rasulullah kemudian berdirilah negara islam pertama di Madinah. masak contoh dari rasulullah mau dijadikan “sejarah” aja? kalau cuma sejarah, berarti tata cara shalat, puasa, zakat dll jg cuma sejarah dong? ini nama nya mengambil yg mana disuka dan meninggalkan yg tidak disukai atau dianggap berat. ‪#‎Muslim‬SetengahHati
  2. indonesia itu plural terdiri dari berbagai macam agama suku dll. siapa bilang aturan islam cuma untuk islam dan hanya untuk suku tertentu saja? aturan islam itu dtg dari Tuhan (aturan nya pasti sempurna, TUHAN LHO YG TURUNKAN, masih berani pake alasan PLURAL?). Allah swt berfirman : islam adalah rahmatalilalamin (rahmat bagi sekalian alam), berarti kelompok ini secara tidak langsung mengatakan “Allah bohong” atau “Allah tidak benar”? ‪#‎mungkin‬, hanya mreka yg tahu
  3. kalau kita terapkan syariat islam kita akan digempur Mama rika dan wahyudi serta konco2 nya, berani sama mereka? jelas mreka kebakaran jengkot dan tidak akan pernah ridho islam bangkit dan bersatu, mreka akan tetap menggiring kita dg budaya2 nya (ultah, valentine, budaya pacaran , khalwat, ikhtilat dll) smpai kita mengikuti millah (agama) mreka, solusi nya adalah kita umat islam harus kuat, jangan anggap remeh thalabun-nusrah (minta dukungan politisi,ekonom dan yg penting jg adalah militer), memang tidak gampang tp itu tahap akhir perjuangan rasulullah dan kalau memperjuangkan secara instan (read: masuk parlemen), jika belum ada thalabun nusrah, percuma, malah jadi senjata makan tuan, seperti FIS di aljazair, IM di mesir, dan partai2 dari saudara muslim kita yg lain justru tumbang krn militer mreka sendiri.

bahkan pada zaman Rasulullah, pendirian daulah khilafah dianggap sebuah hal yang utopis

Sempatkanlah membaca ini, meski hati dipenuhi rasa anti terhadap penegakan khilafah, coba sempatkanlah utk membaca nya dan renungkan kembali isinya…

ternyata Rasulullah pun dulu menghadapi keadaan yang sama seperti sekarang, perjalanan beliau utk mendirikan daulah islam tidaklah mudah. Cita-cita dakwahnya terkesan utopis, tapi meski sulit dan tampak mustahil beliau tak pernah menyerah…

sumber: facebook page ustadz fahmi amhar

CARA MENJADIKAN SEBUAH NEGERI DAULAH KHILAFAH

Ini sebuah tulisan yang sangat singkat.
Mudah-mudahan untuk orang-orang sibuk zaman sekarang cukup tepat.
Bagi yang ingin mendalami segala dalil dan data yang akurat.
Silakan rujuk ke kitab-kitab fiqih, tarikh dan siyasi yang tidak “keramat”,
atau berdialog dengan pengemban dakwah yang sabar dan berbakat 

Pertama-tama, harus jelas dulu ya,
Bahwa Rasulullah memang tidak mendirikan Khilafah dari mula !!!
Tapi Rasulullah mendirikan Daulah Islam, itu fakta !
Yang dengannya masyarakat terlayani secara sempurna,
hukum-hukum syari’ah menjadi tegak secara nyata,
hakim, gubernur, tentara dan duta, semua memang ada,
untuk menjadikan dakwah Islam efektif ke seluruh dunia.
Jadi Rasulullah memang mendirikan negara, walaupun bersahaja.
Nah, Khilafah itu adalah sebutan negara itu setelah Rasul tiada.

Kedua, jadi yang perlu kita dalami adalah bagaimana sejarahnya.
Muhammad diangkat sebagai Rasul, itu tanpa campurtangan manusia.
Tetapi dakwah Rasul itu punya tahapan-tahapan yang sempurna,
yang semua menjadi hukum yang mengikat kita semua.

Awalnya Rasul membina pribadi-pribadi manusianya,
dimulai dari tauhid, dibina aqliyah dan nafsiyahnya,
diperkenalkan dengan ibadah dan ahlaq lewat teladan yang luar biasa,
satu per satu para assabiqunal awwalun, sahabat pioner, direkrutnya.

Sampai turun wahyu agar Rasul dakwah terbuka ke masyarakatnya,
berpesan agar manusia beriman dan tidak menyekutukanNya,
juga Rasul membawa ayat-ayat yang mencela perbuatan durhaka,
semacam membunuh anak-anak perempuan, berzina atau berdusta,
mengingkari tradisi Quraisy yang sekedar ikut-ikutan nenek moyangnya,
juga menohok tokoh-tokoh Jahiliyah, bahkan menyebut namanya !
Sejak itu terjadi konflik peradaban, Rasul dimusuhi kaumnya.
Meski begitu, tak pernah Rasul dengan kekerasan menghadapinya.

Pernah juga Rasul didatangi dan ditawari untuk berkuasa,
Orang-orang Quraisy itu lewat pamanda Abu Thalib memintanya,
Kalau Muhammad inginkan harta, mereka akan kumpulkan harta;
Kalau Muhammad inginkan wanita, mereka adakan kontes miss arabia,
lalu biarlah Muhammad memilih sendiri yang mana saja yang disukainya;
Kalau Muhammad itu sakit, mereka akan carikan tabib terhebat di dunia;
Kalau Muhammad ingin berkuasa, mereka akan jadikan raja;
Yang penting Muhammad berhenti mengolok-olok tradisi zamannya.

Apa jawab nabi kita?
Bahkan jika mereka meletakkan matahari di tangan kanan saya,
dan bulan di tangan kiri saya, agar berhenti ini dakwah saya,
lebih baik saya teruskan dakwah ini, atau saya binasa !!!
Begitu tegasnya !!!

Ketika tekanan demi tekanan semakin berat terhadap jama’ahnya,
Rasul kemudian mencari perlindungan dari orang-orang kuat yang ada,
yang bersedia masuk Islam, dan untuk melindungi cukup kekuatannya.
Ada tokoh-tokoh itu siap memberi perlindungan namun ada syaratnya,
Ada yang syaratnya: jangan bikin gara-gara dengan Persia!
Ada yang syaratnya: kalau kamu wafat, kami yang menggantikannya.
Ada juga syarat lainnya, tapi semua oleh Rasul ditolaknya.
Rasul ingin dukungan orang kuat tanpa syarat apapun juga.
Ah sepertinya utopia ya?

Tidak, karena ternyata suku Aus dan Khazraj dari Yatsrib dibuka hatinya.
Setelah sekelompok masuk Islam, lalu Mush’ab dikirim membinanya.
Di Yatsrib satu demi satu tokoh-tokoh kunci mendukungnya.
Lalu Mush’ab melaporkan, tak ada rumah kecuali Islam memasukinya.
Maka kemudian terjadilah bai’at Aqabah yang kedua.
Inilah momentum terbentuknya sebuah negara !
Muhammad diangkat menjadi Nabi itu tanpa campurtangan manusia, 
tetapi bai’at umat lah yang menjadikannya kepala negara.
Baiat adalah sebuah aqad, ketika orang-orang kuat siap membelanya,
agar orang yang dibai’at siap dengan Islam memerintahnya.

Maka kemudian Rasul Hijrah, datang ke Madinah sebagai penguasa.
Kaum Muhajirin dan kaum Anshar dipersaudarakannya.
Dengan Yahudi dan Nasrani dibuat Piagam yang mengatur hubungannya.
Baru saat itu Islam bisa diterapkan secara efektif seluruhnya.
Sejak itu kemudian Daulah Islam menghadapi kafir harbi dengan senjata.
Hingga akhirnya kemenangan diraih ketika Mekkah ditaklukkannya.
Tapi Rasul tidak berhenti, karena timur dan barat telah dijanjikanNya.
Tak untuk dijajah, tetapi untuk disampaikan nur dan rahmat pada mereka.
Itulah misi Negara Khilafah selanjutnya,
sekalipun sejarah menunjukkan pasang surutnya.

Tetapi hikmah tadi bisa kita runut, amat jelasnya.
Orang-orang kuat yang sekarang berkuasa, itu bisa berubah kapan saja.
Kalau pikiran mereka terbuka, dan nuraninya berbicara,
Dengan tiba-tiba mereka bisa ikhlas untuk Islam memberikan segalanya.
Kita hanya ditugaskan untuk berdakwah dengan hikmah pada mereka.
Selanjutnya biarlah Allah yang membuka hatinya.

Ini juga rahasia revolusi damai di mana saja.
Lihatlah bagaimana tahun 1991 adikuasa Russia mengganti ideologinya!
Lihatlah bagaimana Afrika Selatan yang apartheid diganti oleh Mandela!
Lihatlah juga, bagaimana 1998 Soeharto mengakhiri kekuasaannya!
Apakah pergantian itu dengan pemilu atau kudeta?
Tidak, tidak sama sekali saudara-saudara!
Pergantian itu ada karena mereka yang berkuasa berubah pikirannya!
Pertanyaannya bagaimana merubah pikiran mereka?

Mereka berubah pikiran karena orang yang tepat telah berbicara,
orang yang tepat yang mereka percaya, itu belum tentu kita,
tetapi dakwah kita akan memunculkan orang yang tepat di tengah mereka.
Dan itu mudah bagi Allah mengatur semuanya.
Allah akan mengubah nasib kita, selama kita mengerjakan bagian kita.

 

Pompei, negeri para pezina yg dikutuk. Akankah Indonesia mengalami nasib yang sama?

Mungkin sebagian dari teman2 pernah mendengar mengenai kisah negeri pompei. Negeri yang diluluh-lantahkan Allah karena seluruh rakyatnya melakukan kemaksiatan secara terang2an, termasuk ZINA. Hampir setiap rumah dijadikan sbg tempat perzinahan, bahkan tak ada cerita ada rumah yg dihuni oleh keluarga ‘normal’ yg terdiri dari suami, isteri dan anak. Mereka menganggap isteri bisa dipakai bersama. Lantas apa yg terjadi pada mereka? Allah menghancurkan mereka dengan meledakkan gunung berapi yang berada tepat disamping kota pompei yg mengeluarkan semburan lahar yg luar biasa, dan rakyat kota pompei dikutuk Allah menjadi BATU. Bukti nyatanya masih ada sampai saat ini, sudah ditemukan situs peninggalannya oleh para arkeolog. Dari patung2 batu itu kita bisa melihat beberapa ada yang sedang melakukan perzinahan ketika kutukan Allah datang pada mereka. Na’udzubillahimindzalik..

Beberapa dati teman2 mungkin ada yg berpendapat ”ah lebay, indonesia kan nggak separah itu, apa kaitannya indonesia sama si negeri pompei?!” apa yakin indonesia sudah tak berada dalam kondisi parah? Ketika kita setiap saat mendengar berita mengenai pemerkosaan, anak yg dicabuli, anak kecil memerkosa temannya sendiri, orang dewasa mencabuli bayi, seks bebas artis yg berujung pada kehamilan diluar nikah dan pernikahan yg dilangsungkan terburu-buru setelah itu, video seks siswa/siswi SMP di jakarta yg direkam di lingkungan sekolah oleh teman2nya sendiri pada jam sekolah, dan hasil survei dari beberapa lembaga survei indonesia yg menyatakan ”jumlah remaja putri indonesia yg masih perawan semakin berkurang”. Tidak kah itu cukup membuktikan bahwa indonesia sudah sampai pada taraf sangat parah? Lantas apa harus mirip dengan kondisi rakyat negeri pompei baru bisa dikatakan parah? Ya Rabbi, gunakanlah hati nurani teman2 sebelum memberikan komentar..

Kadang ada juga kita mendengar kalimat2 toleransi kebebasan yg kebablasan seperti ini dari rekan2 yg bahkan beragama muslim ”itu kan tergantung individu, kembalikan lagi ke diri masing-masing”. Apa maksudnya dengan kalimat ini? Tidak kah miris hati kalian ketika melihat kemaksiatan sudah semakin merajalela dan pemerintah justru seakan memberikan jalan pintas bagi kemaksiatan itu utk semakin berkembang? Tak adakah di hati kalian sedikit saja keinginan utk menyuarakan kebenaran agama Allah? Istighfar lagi jika di hati masih ada toleransi bagi hal-hal seperti ini.

Allah itu tak pernah membuat aturan utk menyengsarakan makhluknya. Dalam Al Qur’an sudah jelas dan tegas Ia katakan ”jangan dekati zina!”. mendekati zina disini diartikan sebagai hal-hal ataupun aktivitas yg bisa mendorong seseorang utk melakukan zina, seperti: nonton video porno (istighfar sebanyak2nya untuk rekan2 yg masih hobi nonton video laknat seperti ini!!!), tidak menutup aurat (utk wanita) sehingga bisa merangsang laki2 yg lemah imannya utk mendekatinya dengan melihat kecantikan dan kemolekan tubuhnya, berkhalwat (berdua-duaan antara laki2 dan perempuan yg bukan muhrim), komunikasi yg berlebihan dan menggunakan syahwat antara laki2 dan perempuan seperti telpon2an dengan nada mesra dan berbicara dengan nada yang dilembut2kan dan dibuat seperti centil dan menggoda, melihat dan menatap lawan jenis dengan berlebihan bahkan sampai menggunakan syahwat (contohnya, melihat wanita cantik atau seksi sampai terpikir hal-hal aneh di kepalanya), menyentuh laki2 atau perempuan yg bukan muhrimnnya dengan menggunakan syahwat. Empat kegiatan terakhir yg disebutkan di atas biasanya lazim dilakukan oleh pasangan yg tak halal atau yg disebut dgn PACARAN! Dasar inilah yg menjadi dalil HARAM PACARAN, karena semua kegiatan yg dilakukan oleh orang pacaran adalah kegiatan/tindakan yang mendekati zina, dan Allah sudah meletakkan kata ”JANGAN” sebagai perintah tegasnya agar makhluknya tidak melakukan hal tersebut! Bisakah kita, manusia yg lemah ini, yg belum bisa mengontrol nafsu ini, yang tak sempurna ini, menganggap diri mampu utk tidak melakukan hal2 yang tidak mendekati zina selama berpacaran? Sungguh tak bisa! Mari kita renungkan bersama, mari istighfar sebanyak-banyaknya.

Lantas apakah masih ada dari kita yang tetap ingin melanggar perintah Allah meski sudah ada bukti dan dalil yang kuat yang asalnya dari Al Qur’an? Setelah semua petunjuk diperlihatkan oleh Allah, dan setelah dakwah demi dakwah diutarakan oleh para alim ulama yg mengajarkan hal yang sama namun kita masih berani membangkang pada perintah Allah, maka biarkanlah Allah yang tentukan apa yg ingin Ia lakukan. Apakah nasib kita akan sama dengan kaum negeri pompei? Na’udzubillahimindzalik. Semoga saja hal itu tak akan pernah terjadi pada kita, dan semoga Allah masih berkenan utk membukakan pintu ampunan selebar-lebarnya utk kita hamba2nya yg bebal dan pembangkang ini… T-T