Di Indonesia, mau cari apa aja, semuanya ada :D

Di negeri dengan mayoritas muslim terbesar di dunia ini, mau cari tempat buat berzina ada. Tinggal pergi ke lokalisasi, sarangnya para PSK, atau kalau mau kerenan dikit, pergi ke club2 malam, habis dugem terus dapet cewek seksi yang bisa dipake, tinggal pergi ke hotel, nggak bakal ada yang larang. Atau buat yang sekedar pacaran, yang masih beraninya cuma pegang2an tangan, peluk2an, dan sebagainya, tinggal pergi ke taman2 kota seperti udayana, mau pacaran gaya apa aja disana sah2 saja, tak ada yang melarang, bahkan tak ada yang peduli.

Di negeri dengan mayoritas muslim terbesar di dunia ini, mau cari pasangan homoseks dan lesbian ada, bahkan kadang bikin komunitas sendiri, kumpul2 di sudut kota. diperhatikan orang sekitar tak masalah. Toh negara tak pernah melarang. Mereka bebas melakukan apapun, karena punya bekal ‘HAM’. Tinggal panggil LSM yang mendukung saja jika ada yang berani macam2. Dan para aktivis HAM pun akan senang hati berkoar-koar sampai isi tenggorokannya mau keluar demi membela mereka.

Di negeri dengan mayoritas muslim terbesar di dunia ini, minuman keras boleh kok diperjual belikan, boleh kok dikonsumi, asalkan punya hak izin aja untuk menjualnya. DI warung deket rumah juga sudah ada, nggak perlu cari yang mahal2 sekelas Gyn atau Vodka, kelas murahan kayak Bir BINTANG juga ada yang versi kalengan tuh di warung itu. DI letakkan sejajar dengan minuman lain seperti fruit tea, pocari sweat, dan minuman anak-anak seperti Milkuat. Ada yang takut buat membeli? Ada memang, tapi cuma orang2 yang masih takut sama Allah aja, nah kalau di hatinya sudah tak ada ketakutan sama Allah? Peduli amat sama dosa. beli ya beli aja. Toh disediakan. Toh bisa bebas ditemukan dimana-mana. Toh pemerintah nggak bakal ngasi hukumana apa2 asalkan mabuknya tidak sampai mengganggu ketentraman hidup orang lain.

Di negeri dengan mayoritas muslim terbesar di dunia ini, riba itu bukan lagi suatu hal yang haram. Bank-bank konvensional bertebaran di mana-mana. Bahkan kadang orang muslim lebih milih dan percaya sama Bank2 itu ketimbang Bank yang berbasis syariah. Malah ada yang dengan entengnya bilang “nabung banyak2 biar bunganya makin banyak, kan lumayan” padahal dia orang islam.

Di negeri dengan mayoritas muslim terbesar di dunia ini, sumber daya alam digunakan untuk kesejahteraan rakyat? Ohh, tentu tidak.  Lihat apa yang terjadi di Sumbawa, di Papua, emas-emas kita dikeruk sampai habis. yang tersisa buat masyarakatnya apa? Limbah yang meracuni sumber air, dan membuat tanah menjadi kering dan tidak subur lagi. Coba saja lihat, daerah pertambangan mana yang pohon2nya subur? Minyak bumi apa lagi. Jangan tanya deh. Wong pemerintahnya sudah bikin undang2 yang memperbolehkan pihak swasta dan asing untuk menguasai daerah2 sumber daya alam itu kok. Jadi gimana coba kita mau protes kalo pemerintah aja sudah memberikan izin agar sumber daya kita dikeruk habis-habisan sama pihak asing?

Di negeri dengan mayoritas muslim terbesar di dunia ini, kesehatan dan pendidikan NGGAK PERNAH kenal yang namanya GRATIS. duit, duit dan duit, semuanya harus serba duit. mau sekolah tinggi, sampai jadi dokter konsultan atau profesor, harus ada duit tebel. Mau dapet dokter terbaik dengan fasilitas kesehatan paling canggih ya harus punya duit segepok. Jangan heran kalau yang bisa sekolah tinggi + pake fasilitasn kesehatan yang wah itu cuma orang cina (maaf bukan bermaksud rasis) yang notabene berduit, punya banyak perusahaan atau toko. lah kalo yang miskin? miskin ya miskin aja, bodoh ya bodoh aja. dana buat sekolah orang miskin ya paling segitu2 aja dikasi sama pemerintah. mati ya mati aja. mana pernah orang miskin dapet fasilitas kelas satu apalagi VIP di rumah sakit, hidiiih, ngarep!

Di negeri dengan mayoritas muslim terbesar di dunia ini, pornografi dan pornoaksi memang masih dianggap tabu. tapiiiii, ada tapi nya ya. batasan tabu nya itu nggak tabu2 banget sih sebenernya. lihat aja di TV, betapa banyak paha murah dipamerin, bukan hanya di TV malah, di jalanan juga sudah nemu paha kalau mau nyari, nggak perlu repot2. Pakaian minim itu sudah jadi trend mode. Nggak ngikuti mode dianggap nggak gaul. orang pakai gamis panjang lebar dibilang “ibuk2” karena nggak pernah tuh biasanya ada mbak2 atau anak muda yang pakai baju nggak stylish begitu. boro2 stylish, kelihatannya kayak kurungan ayam. apalagi kerudung lebar+panjang. bahhh….satu kata menurut masyarakat indonesia untuk orang2 berpakaian seperti itu –> teroris atau radikal. gile beneeeer masyarakat kita ini. oke lah sekarang hijab lagi ngetrend, tapiiii, yang ngtrend itu yang gimana coba? hijab plintir2 kayak sarang burung (malah sarang burung pun kalah), pakai jarum petul sana-sini (nggak takut ketusuk apa), rambut dibikin pentolan bakso segede kepalan tangan biar kelihatan bagus (bagus dari hongkong! yang ada kepalanya jadi kelihatan besar kayak kena tumor). pakai jilbab tipis2 nggak nutupin dada, pakai jilbab tapi bajunya seksi aduhai, lika liku lekuk tubuhnya ditampilkan kesana-kemari, mata laki2 masih bisa dengan nyaman menikmati tubuh2 yang cuma dibalut itu, apa bedanya sama telanjang kalo begitu? kata-kata saya pedes ya? hehe, afwan deh, kalo mau protes jangan sama saya ya, protes coba sama Allah kalau berani. Azab Allah itu lebih pedes dan lebih menyeramkan lho ketimbang kata-kata saya 

Di negeri dengan mayoritas muslim terbesar di dunia ini, memberantas peredaran narkoba dan penggunaanya itu bagaikan mimpi di siang bolong. Mustahil. orang-orang dipenjara aja masih bisa nyabu, dari mana coba mereka dapet? apa tidak ada pengawasan terhadap mereka? ada, pasti ada, tapi ya gimana ya. ntar kalau terlalu banyak ngomong masalah oknum pemerintah yang bekerja dibidang itu malah dibilang sok tahu, sok tempe. Apalagi di generasi muda. haduuuh, tinggal pergi aja ke diskotik atau club malam, pasti nemu lah barang haram itu. sangat gampang!

beginilah nasib Indonesia. Kalau diibaratkan makanan, Indonesia ini versi lengkapnya, versi 4 sehat 5 sempurna nya. Sudah jadi ladang subur untuk kemaksiatan. Beginilah nasib ummat Islam di Indonesia yang KATANYA sudah merdeka ini. Merdeka secara fisik sih iya kali ya, tapi merdeka secara mental? BELUM. kita masih dikendalikan kekuatan di luar sana yang mengobrak abrik tatanan kehidupan ummat agar semakin jauh dari unsur2 agama, semakin jauh dari syariat islam, semakin jauh dari Allah. dalam bidang pemerintahan apa lagi. coba lihat berapa banyak orang2 politik itu yang mengambil paham sekuler untuk dijadikan landasan berpikir, dan mereka dengan bangganya mengatakan “Jangan bawa-bawa agama ke ranah politik. Agama itu terlalu suci untuk dikotori oleh politik. Agama hanya berlaku di masjid2 saja” astaghfirullah….mau sampai kapan kita begini? Mau sampai kapan kita biarkan diri kita diperlakukan seperti ini? Sudah, nggak usah mikir pakai cara aneh2 lah. ganti segera sistem demokrasi saat ini dengan khilafah islamiyah. nggak usah dukung capres mana2. semuanya sama aja sekulernya. mau sampai kapan kita biarkan diri kita dipimpin oleh orang sekuler? buka mata dan pikiran selebar-lebarnya. permasalahan bangsa ini tidak akan selesai hanya dengan menggenati ‘orang’, apalagi jika orang itu tidak pernah dengan jelas menyatakan ingin menerapkan syariat islam di Indonesia. kembali lah pada Allah, kembalilah pada Allah, kembalilah pada Islam yang sempurna..

Islam bicara ‘CINTA’

Islam tidak pernah mengaharamkan cinta. Islam mengajarkan cinta agar berjalan pada koridornya, yakni dgn mengikatnya dalam pernikahan. Sebaliknya islam melarang keras segala interaksi cinta yg tdk halal. Karena islam adalah agama yg memuliakan manusia. Islam mencegah kerusakan2 yg akan terjadi pada diri manusia dikarenakan cinta yg dilangsungkan dalam ikatan tdk halal tersebut. 

Sayangnya, kaum muslimin kini hidup dalam kungkungan masyarakat yg sebagian besar salah kaprah dalam hal cinta. Karenanya tdk dikenal lagi kesakralan pernikahan dan kesucian diri, apalagi kehormatan dan kemuliaan jiwa. Semua sudah terganti dengan pergaulan bebas, ada yg menyebutnya pacaran, teman tapi mesra, dibalut dlm alasan adik-kakak, teman dekat, atau yg lainnya.

#UdahPutusinAja, apapun namanya, kelak akan bersaksi seluruh bagian tubuh di hadapan Allah. seluruhnya! tanpa terkecuali. Mulut yg bicara bermesra-mesraan dengan nada suara dimanja-manjakan, mata yang memandang dengan tatapan penuh cinta (baca: nafsu), kulit yang menyentuh seseorang yang belum halal untuk disentuh, otak yang berpikir mengenai si dia (entah pikiran bersih atau kotor yang muncul), semuanya akan bersaksi dihadapan ALLAH kerak di akhirat dan mengatakan “dulu kami pernah digunakan untuk melakukan kemaksiatan yang tidak engkau sukai, duhai Allah.” astaghfirullaah… T_T

Mari mendidik cinta, mengajarinya agar ia bersemi dalam taat, bukan direndahkan oleh maksiat. Ajarkan cinta agar ia benar hingga membuat pemiliknya terhormat, bukan nista yg ditanggung karena terbuai cinta yg terlaknat.

– disadur dari buku #UdahPutusinAja karya ust. felix y. siauw

Urusan Perasaan, Pacaran, Galau2an yang bikin RIBET manusia zaman sekarang

jika kalian sudah bosan mendengar larangan pacaran dengan dalil agama, “maka mari kita coba bicara pakai dalil logika manusia” begitu kurang lebih bahasanya bang tere liye 🙂

ada satu part yang menurut saya paling penting dari tulisan yang panjang ini:
”Dan sy harus bilang, orang2 yg paham, mengerti benar bahwa pacaran adalah pintu gerbang pergaulan bebas. Itu mengerikan. Masa’ kalian mau dekat2 dengan pintu yg ada tandanya ‘pergaulan bebas’. Saya bisa menjaga diri kok, tenang saja. Well, rasa2nya tidak ada orang di muka bumi ini, di zaman sekarang, yg bisa bilang dia sempurna bisa menjaga dirinya. Kalau bisa, maka setan akan gigit jari..!”

selamat membaca *semoga mau dibaca, hehe

*Urusan perasaan, perasaan, dan perasaan

Saya akhirnya menulis tentang ini, sebenarnya akan lebih baik jika kalian berproses menemukan pemahaman ini, proses yg kelok-kelok, terjaga, penuh kehormatan, selamat tiba di ujungnya. Itu akan lebih spesial, membekas, lantas mengenang semuanya sambil tertawa, ah, dulu ternyata semua itu lucu ya.

Tapi baiklah, karena page sy ini persentase anggota remaja hingga usia 22-nya tinggi sekali, dan jika sy tdk hati2, malah bisa salah paham, ada yg seolah2 mendapatkan pembenaran, maka akan sy rangkum beberapa poin penting urusan perasaan menurut versi tere liye (yg akan kalian jumpai paralel konsepnya dgn di novel, buku2).

1. Jatuh cinta itu manusiawi. Urusan perasaan, urusan membolak-balik hati itu adalah milik Allah. Boleh jatuh cinta? Ya boleh, tidak ada ulama dari mazhab manapun yg melarang jatuh cinta lawan jenis, mengharamkannya. Apalagi, duhai, seperti terjatuh, kita tdk pernah tahu kapan jatuh cinta itu terjadi. Tiba2 perasaan itu sudah mekar tak berbilang.

2. Lantas, kalau kalian jatuh cinta, so what? Nah, ini bagian yg menariknya. Kalian mau menyatakan perasaan itu? Lantas so what? Kalian mau dekat2 dgn seseorang itu? Kalian mau telpon2an, tahu dia sedang apa, apakah bisulnya sudah sembuh, apakah panunya tidak melebar, apakah konstipasinya sudah hilang, sudah bisa ke belakang? Kebanyakan di usia remaja, hingga 20-an something, lantas kemudiannya ini yg tidak jelas. Pacaran? Tidak pacaran? Langsung menikah?

3. Ketahuilah, kita hidup dalam norma2, nilai2, batasan2 yg harus dihormati. Kecuali kalau kalian menolak norma2, nilai2, batasan2 tersebut, silahkan (dan berhenti sudah meneruskan membaca notes ini, karena kalian sudah tdk se-zona waktu lg dgn tulisan ini). Itu benar, memiliki perasaan itu kadang serba salah, makan tak enak, tidur tak enak. Itu benar, ada keinginan utk tahu apakah seseorang itu balik menyukai, keinginan utk bilang, cemas nanti dia digaet orang. Tapi kalau hanya ini argumen kalian, oh dear, orang2 sakau, ngobat, lebih tersiksa lagi saat dipisahkan dr hobinya tersebut. Mereka bisa mencakar2, bahkan melukai diri sendiri hingga begitu mengenaskan dan (maaf) is dead. Sy rasa, seingin apapun kalian jumpa dia, paling cuma nangis, tidak akan mati. Itulah kenapa hidup kita ini punya peraturan, agar semua orang bisa punya pegangan, selamat dr merusak dirinya sendiri. Sy tdk akan menggunakan dalil2 agama dalam notes ini–karena orang2 yg pacaran, kadang risih mendengarnya. Jadi kita sama2 kuat, sy pakai logika kalian sj.

4. Tapi saya harus bilang agar lega, bagaimana dong? Ya silahkan saja kalau mau bilang. Tapi camkan ini baik2, cinta sejati adalah melepaskan. Catat itu baik2, tanyakan pd pujangga kelas dunia, hingga pujangga amatiran narsis tere liye, semua bersepakat, cinta sejati adalah melepaskan, lepaskan dia jauh2, maka kalau memang berjodoh, skenario menakjubkan akan terjadi. Jadi? Kalau kalian belum jelas so what-nya, lantas kemudian mau apa setelah bilang, maka mending ditahan, disimpan dalam hati. Tuhan itu mendengar, bahkan desah tersembunyi anak manusia di pojok kamar paling gelap, paling sudut, di salah-satu kampung paling terpencil, paling jauh dari peradaban, paling tdk ada aksesnya. Jodoh itu misteri. Kalau nggak pakai usaha, nanti nggak dapat, gimana dong? Tentu saja usaha, tapi bukan dengan pacaran. Usaha terbaik mencari jodoh adalah: dgn terus memperbaiki diri. Nggak paham, kok malah aneh, malah disuruh memperbaiki diri. Ya itulah, dalam banyak hal, kalau kita nggak nyambung, memang nggak ngerti. Misalnya, banyak orang yg mikir kalau mau dapat ikan itu harus mancing di sungai. Padahal sebenarnya sih, kalau mau ikan, ya tinggal pergi ke pasar ikan. Lebih tinggi kemungkinan dapat ikannya–asumsinya punya uang.

5. Tapi apa salahnya pacaran? Boleh2 saja dong? Saya justeru merasa lebih semangat, lebih kreatif, lebih apa gitu setelah pacaran? Nah itu dia, kalian benar2 menyimpan bom waktu jika meyakini pacaran itu memberikan energi positif. Pacaran itu bentuk hubungan, dan sebagaimana sebuah bentuk hubungan antar manusia, posisinya rentan rusak, gagal, dan binasa. Boleh jadi betul, riset canggih akademik membuktikan orang2 pacaran bisa memperoleh motivasi baik, tapi saya, tidak akan memilih menggunakan ‘pacaran’ sbg sumber energi, mengingat sifatnya yg temporer sekali. Mending sy milih kekuatan bulan, jelas2 bulan itu sudah ada milyaran tahun, pacaran paling mentok hitungan jari tangan bertahannya.

6. Baik, baik, lantas kalau tidak boleh pacaran, gimana dong? Kongkretnya apa yg harus sy lakukan? jawabannya mudah: Tidak ada yg perlu dilakukan. jatuh cinta, alhamdulillah, itu berarti tanda kita normal. lantas? Biarkan saja. Sibukkan diri sendiri dgn hal2 positif, isi waktu bersama teman2, keluarga. Belajar banyak hal, mempersiapkan banyak hal. Hanya itu. Nggak seru, dong? Lah, memangnya kalau pacaran seru? Paling juga cuma nonton ke manalah, pergi kemanalah. Pacaran itu seolah seru, karena dunia telah menjadi etalase industri entertainment. Pesohor2 menjadi teladan–padahal akal sehat siapapun tahu itu bahkan rendah sekali nilainya. Dari jaman batu, hingga kelak dunia ini game over, pegang kata2 saya: menghabiskan waktu bersama orang tua, kakak, adik, teman2 terbaik selalu paling seru. Apalagi jika ditambah dgn terus belajar, produktif, dsbgnya.

7. Lantas bagaimana sy melewati masa2 galau ini? Lewati seperti kebanyakan remaja lainnya. Lurus. Boleh kalau kalian mau menulis diary tentang perasaan2 kalian. Boleh galau menatap langit2 kamar. Boleh cerita2 curhat sama teman dekat dan orang tua. Boleh, tapi ingatlah selalu perasaan itu punya kehormatan. Kalian pasti sebal kan lihat teman sekelas yg tiba2 datang ke sebuah pesta ultah (padahal dia tidak diundang), sudah tdk diundang, makannya paling banyak, teriakannya paling kencang, paling gaya, norak, tidak tahu malu. Nah, ada loh–bahkan banyak– orang2 yg tdk sadar kalau dia sebenarnya juga norak dan tidak tahu malu dalam urusan perasaan. Ya, kita sih kadang tdk merasa kalau sudah genit, ganjen, lebay. Sy tahu, istilah menjaga kehormatan perasaan ini boleh jd susah dipahami, tapi itu nyata, orang2 yg bisa menjaga perasaannya, maka se galau apapun dia, sesengsara apapun dia menanggung semua perasaan, besok lusa, kemungkinan untuk tiba di ujungnya dgn selamat akan lebih besar. Jangan coba2 berdua2an, jangan coba2 pergi kemanalah hanya berdua, bergandengan tangan, dsbgnya. Itu benar2 menghabisi kehormatan kalian.

8. Nah, bersabarlah. Tunggu hingga kalian memang telah siap. Jika sudah yakin, silahkan kirim sinyal2, menyatakan perasaan, lantas silahkan libatkan orang tua. Btw (masih ngeyel), tapi banyak juga orang2 yg menikah tanpa pacaran bercerai, kok. Dan sebaliknya, orang2 yg pacaran malah langgeng? Itu benar. Sama benarnya dgn banyak orang2 yg mabuk2an, ngobat, tetap saja umurnya panjang. Eh, ada tetangga, alimnya ampun2an, malah meninggal lebih dulu. Harusnya kan kalau mereka melanggar peraturan, langsung ada petir menyambar. Menikah, membina keluarga, langgeng atau tdk, bahagia atau tidak, boleh jadi tdk ada korelasinya dgn pacaran atau tidak. Kita mungkin tdk pernah tahu misteri ini, tapi dengan menjalani prosesnya dgn baik, mengakhirinya dgn baik, semoga fase berikutnya berjalan dgn baik.

Sy konsen sekali masalah pacaran ini, karena sy tdk ingin kalian menghabiskan masa2 penting kalian utk urusan perasaan yg sebenarnya di usia kalian tdk penting2 amat. Dan sy harus bilang, orang2 yg paham, mengerti benar bahwa pacaran adalah pintu gerbang pergaulan bebas. Itu mengerikan. Masa’ kalian mau dekat2 dengan pintu yg ada tandanya ‘pergaulan bebas’. Saya bisa menjaga diri kok, tenang saja. Well, rasa2nya tidak ada orang di muka bumi ini, di zaman sekarang, yg bisa bilang dia sempurna bisa menjaga dirinya. Kalau bisa, maka setan akan gigit jari.

Sy membuat beberapa novel tentang perasaan, semoga itu bisa menjadi salah-satu alternatif kalian memahami beberapa poin di atas, hidup ini memiliki batasan2 yg tdk bisa dilanggar, bahkan sekuat apapun cinta tsb. Selalu ambil sisi positif dlm cerita2 tsb, lihat dr sudut pandang berbeda, maka boleh jd kalian akan menemukan pemahaman baru yg baik. Bukan sebaliknya, mengambil yg bisa memberikan argumen buat kalian–karena namanya novel, tentu sj sy harus memasukkan tokoh2 buruk, jahat. Sy juga menumpahkan banyak postingan soal ini, konsen saya.

Sy benar2 tdk bisa melakukan hal yg lebih kongkret dalam urusan ini, selain dgn tulisan2. Tapi itu hanya tulisan2. Itulah kenapa sy sangat menghormati guru2, orang2 dewasa, orang tua di sekitar remaja yg lebih kongkret, secara terus menerus menanamkan pemahaman itu ke remaja2 mereka. Dan di atas segalanya, yg akan membuat itu berhasil atau tidak, adalah kalian sendiri.

Mari kita janjian, yuks, hari ini, 13 September 2012, maka dua puluh tahun lagi, 2032, kalau umur kita panjang, dan kalian masih ingat postingan ini, kenanglah kembali masa remaja, masa usia 20-an something kalian. Rasa2nya sy bisa menebak, kalian akan nyengir mengingatnya. Boleh, nanti tiba2 mengirimkan email ke saya, Bang tere, sy masih ingat postingan 20 tahun lalu itu–asumsi sy masih ber narsis ria di mana2. Dan Bang tere ternyata salah. Boleh. Atau kalau sebaliknya, tentu saja boleh, kirim email, bilang, ternyata Bang tere benar.

Udah Putusin Aja – by ust. Felix Siauw

kocak, tapi *ngeJleb! 😀
intinya #UdahPutusinAja hehe… ^_^

“karena wanita cenderung dihargai dari masa lalunya | sedang lelaki dihargai dari masa depannya

bila kehormatan lelaki bisa dicari | kehormatan wanita tiada bisa terganti

karenanya Islam muliakan wanita | kehormatannya benar dilindungi dijaga | agar hanya lelaki terhormat yang mengambilnya 🙂 “

“aku pacaran nggak ngapa-ngapain kok” | kalo nggak ngapa-ngapain ya ngapain pacaran? #UdahPutusinAja

“aku pacaran cuma pegangan tangan doang kok” | kalo dia cowok asli, mana ada puas sampe pegang tangan doang.. #UdahPutusinAja

“nikah kan perlu kenal dulu” | kenalan kok tahunan? yakin jadi? yang udah-udah juga pada nyesel.. #UdahPutusinAja

“pacaran kan enak, ada yang perhatiin” | cari perhatian bukan harus taruhan badan kan? #UdahPutusinAja

“kata dia, penjajakan dulu biar cocok” | itulah nasibmu, tester, haduuh..#TepokJidatTetangga #UdahPutusinAja

“enak pacaran, makan gratis, kemana-mana ada yang anter” | ooo.. it’s all about money eh? #UdahPutusinAja

“bukankah Allah ciptakan cinta untuk dirasa? pacaran salah satunya” | nguras laut aja dulu sana, biar adem tuh kepala.. #UdahPutusinAja

“tapi cintanya padaku mendalam” | tukang gali sumur kali ye.. bangun, bangun! #UdahPutusinAja

“tapi aku nggak tega putusin dia” | jadi kamu tega dia dan kamu terus maksiat gitu? tega dia dan kamu dosa mulu gitu? #UdahPutusinAja

sebrengsek apapun masa lalu cowok, kalo dia tobat masalahnya selesai | kalo cewek? nggak bisa begitu neng..

kalo cewek, setaubat apapun dia | pas nikah cowok akan sangat menyelidik masa lalunya | hati-hati track recordmu neng..

karena wanita cenderung dihargai dari masa lalunya | sedang lelaki dihargai dari masa depannya

bila kehormatan lelaki bisa dicari | kehormatan wanita tiada bisa terganti

karenanya Islam muliakan wanita | kehormatannya benar dilindungi dijaga | agar hanya lelaki terhormat yang mengambilnya

yang jelas suami yang terhormat | tidak didapat dengan pacaran maksiat

Muslimah hati-hati melangkah | jagalah agar masa depanmu indah

lelaki harus pantaskan diri | agar pantas meminang istri

supaya #MoveOn nya barokah ^_^

1. belajar melupakan itu sama seperti belajar mencinta | sama-sama haruskan waktu yg berjalan, sama-sama perlukan kesabaran 🙂

2. bukan melupakan yg jadi prioritas, namun yang penting adl niat yg pantas | niatkan hanya untuk Pencipta, bukan pelarian semata

3. berat tinggalkan kemaksiatan belum tentu miskin pahala | justru bisa jadi lipatan pahala karena taat dipilih diatas berhala

4. jangan pikirkan kenikmatan maksiat yg ditinggal dibelakang | bayangkan kenikmatan yang dijanjikan Allah yang bakal dijelang

5. sibukkan diri di masjid Allah, kumpulkan diri dengan pejuang dakwah | agar tak banyak pikiran salah, pikiran harus terus diarah

6. awalnya mungkin terasa susah, kedepan semua akan baik-baik saja | satu hari semua akan indah, saat hati terpaut Allah sahaja

7. jangan khawatirkan kesendirian di dunia | lebih layak khawatirkan kesendirian saat hanya ada kita dan Allah yg bertanya

8. harus selalu diingat bahwa kita sudahi semua karena itu maksiat | bila diteruskan kedepan juga takkan membawa kita pada taat

9. alihkan sebut nama manusia kepada sebut nama Allah, sampai tiada tersebut kecuali nama-Nya

10. gantikan baca rayuan tak halal dengan kalam Allah, sampai tiada terikat hati kecuali pada ayat-Nya

11. tukar malam minggumu dengan kajian yang kenalkan Allah, sampai tiada terkagum jiwa kecuali pada ilmu-Nya

12. enyahkan percakapan malam dengan berdiri hadapkan diri pada Allah, hingga tak tersisa tenagamu kecuali saat bersujud pada-Nya

13. ubah tangismu karenanya dengan tangis karena takut akan Allah, hingga kering airmatamu akan keringkan murka-Nya

14. banggalah jadi Muslim/ah yg tempatkan Allah lebih dari seluruh ciptaan-Nya | halalkan yg Dia halalkan, haramkan yg Dia haramkan

15. kita mungkin takkan kuat bila harus jalani sendiri | itulah manfaat teman yang bisa terus nasihati

16. kita mungkin takkan kuat bila harus jalani sendiri | karena itulah harus dekati Allah dan Rasul, dengannya kita kuat

17. dan bila kenangan membuatmu risau, mungkin harus mengingat lagi | bahwa engkau lakukan semua karena Allah

#MoveOn! get a life! Bangkitlah! Allah menantimu ^_^

1. why it is so hard to #MoveOn? | apakah karena senyum manisnya yang terlanjur mengakar di relung hatiku?

2. why it is so hard to #MoveOn? | apakah karena menit-detik bersamanya terekam lengkap dan selalu memutarkan romantisme dalam kepala?

3. why it is so hard to #MoveOn? | apakah waktu tak dapat menghapus memoar yang selalu menampilkan nostalgia?

4. why it is so hard to #MoveOn? | seolah setiap benda pemberiannya memiliki kenangan otonom, aku merasakannya dimanapun wajahku berpaling

5. why it is so hard to #MoveOn? | namanya tanpa sadar kusebut, sukmaku merindukan saat-saat yang tak terulang laksana kabut

6. now, you’re know, why it is so hard to #MoveOn | because you don’t want to! you don’t take it seriously! is it?

7. cinta tak lebih dari perasaan yang terbiasa, it’s not that hard to #MoveOn | menjadi sulit bila engkau berlebih-lebihan artikan cinta

8. it’s not that hard to #MoveOn | bila anda tak simpan kenangan-kenangan, baik fisik ataupun pikiran, beranilah untuk singkirkan semua

9. it’s not that hard to #MoveOn | bila anda serius melakukannya karena Allah, berpisah dari maksiat, demi kebaikannya dan kebaikanmu

10. it’s not that hard to #MoveOn | bila anda mau menyibukkan diri dalam perjuangan dan dakwah yang tak pernah cukup perhatian untuknya

11. it’s not that hard to #MoveOn | siapkan diri demi kebahagiaan yang menanti didepan, bukan memaku diri karena yang belakang

12. it’s not that hard to #MoveOn | bila kamu mau lihat kedepan perhatikan jalan, bukan perhatikan kaca spion belakang

13. it’s not that hard to #MoveOn | watch your talk and your walk, your mind and your friend, your memories and worries

14. Just #MoveOn | selalu ada jalan bagi yang ingin berjalan, tidak akan ada jalan bagi yang menutup mata

15. Just #MoveOn | waktu tidak bisa berbalik, masa lalu bukan untuk disesali, tapi dijadikan sebagai pelajaran

16. Just #MoveOn | banggalah atas keputusanmu bila itu karena Allah semata, karena mencintai Sang Pemberi Cinta

17. Just #MoveOn | ini bukan sinetron, termenung dan berlagak melow not helping, ini bukan komik remaja, get a life!

18. Just #MoveOn | cintailah umat dan berdakwahlah untuk selamatkan umat, Islam menanti anak muda yg siap korbankan nikmat demi surga

19. Just #MoveOn | don’t feel sorry for someone that should say sorry for you, it’s not worthed

20. Just #MoveOn | dekati Allah dengan berjalan, maka Allah akan dekatimu dengan berlari, dakwah adalah dunia tanpa galau negatif, yuk!