penguasa negeri muslim pro Amerika?

ada yg aneh dari kejadian penyerangan amerika dan sekutunya ke suriah & irak.
yg aneh adalah para pemimin negeri2 muslim malah ikut andil dalam penyerangan ini, dengan mengirimkan pesawat-pesawat tempur untuk membombardir negeri yang (katanya) jadi sarang teroris bernama ISIS.

tapi……

pada saat penyerangan Israel terhadap Gaza, mereka kemana? sembunyi? tidur? sedang wisata keluarga ke luar negeri? atau sedang sedang makan makanan mewah dengan lahapnya?

Allah itu maha adil. sungguh. mereka bisa membiarkan ummat islam dibunuhi dan dibantai padahal mereka punya kekuatan untuk membantu, maka kelak Allah pun bisa melakukan hal yg sama terhadap mereka jika Ia berkehendak. tapi sebelum hal itu terjadi, semoga Allah membukakan pintu hati mereka yg tertutup rapat, agar segera memohon ampun atas dosa besar yg telah mereka lakukan.

aamiin..

Please, pray for Ghaza, pray for our muslim brothers and sisters… T_T

Bulan Ramadhan tahun 2014 menjadi catatan kelam bagi ummat muslim di seluruh dunia. Di saat ummat muslim menikmati tiap suap makanan yg dilahapnya saat ifthar, di saat mereka semua berhamburan ke jalan-jalan setelah melaksanakan tarawih di malam hari, di saat sebuah negeri dengan mayoritas muslim terbesar di dunia fokus melihat layar televisi, menantikan hasil quick count pemilu capres yg baru saja di gelar pagi tadi, ada sekelompok manusia yang bermukim di daerah bernama Ghaza, daerah tempat masjidil Aqsha berada, meregang nyawa, berusaha bertahan dari serangan keji bertubi-tubi dari kafir yahudi la’natullah. Tak lagi terpikir oleh mereka rasa lapar dan haus, yang mereka pikirkan hanyalah “apakah aku harus bertahan hidup atau memilih mati syahid dan kembali ke pangkuan ilahi Rabbi”. 

Duhai saudara2ku ummat islam indonesia, tidak kah kalian bisa melupakan sedikit saja urusan dunia kalian dan Berkaca pada apa yang terjadi pada mereka yg berada di ghaza? Bisa kah kalian meninggalkan semua euforia capres ini, semua euforia dunia yg fana ini utk duduk bersimpuh dihadapan Allah, bermunajat untuk keselamatan saudara2mu di sana, bahkan menangis karena merasakan penderitaan yg mereka rasakan? Bisakah kalian lakukan itu sebentar saja?

jika kita tak punya daya upaya apapun untuk membantu, bantulah mereka hanya dengan sekedar berdo’a, agar Allah melindungi mereka, agar Allah menjadikan mereka mati sebagai syuhada yang syahid di medan perang, agar Allah memberikan azab pada Israel dan siapapun yang mendukungnya. Dan lebih dari do’a, mari berjuanglah bersama kami untuk menyuarakan penegakan kembali syariat islam secara kaffah, menyuarakan penyatuan ummat islam di seluruh dunia dalam satu kepemimpinan di bawah naungan khilafah. Agar kelak, jika khilafah sudah tegak, kita punya kekuatan untuk bisa menghancurkan kekuasaan kafir yang selama ini mengobrak-abrik nasib kita melalui penjajahan secara fisik dan penjajahan melalui ideologi sekulernya.

Jika pun kalian tak mau melakukannya, Allah tak akan pernah rugi. Akan sangat mudah bagi Allah utk menggantikan kita semua dengan ummat yg lebih taat, lebih patuh pada aturan dan hukum2 Allah, lebih memiliki rasa kemanusiaan. Semoga hal itu tak pernah terjadi, semoga Allah masih memberikan kita kesempatan utk bertaubat dan tidak membinasakan kita semua.

Please, pray for ghaza, pray for our muslim brothers and sisters…please… T_T

unite people under khilafah

unite All Muslim People under KHILAFAH!

ALLAHU AKBAR..!!!!

Antara Euforia Pemilu Capres dan Derita di Ghaza

Pagi tadi kita sudah menyaksikan bersama pesta demokrasi yang diselenggarakan di seluruh indonesia dan melibatkan ratusan juta pendudukan negeri ini. Seperti yang biasa terjadi setelah pemilu berlangsung, akan ada lembaga2 survey yang mengadakan quick count atau hitung cepat pemilu untuk memberikan kabar pada masyarakat yang ‘ngebet banget’ ingin cepat tahu hasil pemilu nya seperti apa dan siapa yang jadi pemenang.

Untuk pemilu tahun 2014 ini, dari kebanyakan berita yang saya lihat, terjadi kesimpang siuran mengenai masing-masing capres yang mendeklarasikan dirinya sebagai pemenang. Hasil survey dari berbagai lembaga tersebut fifty-fifty, sebagian mengatakan yang menang itu nomor 1, sebagian lagi berkata sebaliknya.  

Saya jadi ingat kembali bagaimana hari-hari pra pemilu kemarin. Hari-hari yang membuat saya muak dengan segala promosi lebay dari masing-masing pendukung capres, yang dipenuhi dengan caci maki dan fitnah kepada capres yang bukan jagoannya. Hari-hari dimana terlihat jelas seperti ada dua kubu hitam dan putih yang berseteru dan saling berjuang untuk jadi pemenang. Kubu putih (kita panggil saja begitu) didukung oleh banyak ulama, diusung dengan membawa-bawa nama islam. Sedangkan kubu hitam, (katanya) didukung oleh kebanyakan tokoh JIL dan syiah. Kenapa saya sebut mereka kubu putih dan hitam? Karena kesan seperti itulah yang diciptakan oleh masyarakat kita. Kubu putih lah yang paling benar, paling suci, karena didukung kaum agamais dari kalangan ulama-ulama islam, sedangkan kubu hitam terkesan seperti kubunya orang kafir. Ini bukan kesimpulan asal-asalan, tapi begitulah kesimpulan yang bisa kita tarik dari semua pendapat supporter dadakan yang nampak di sosmed. Kubu hitam selalu terbentur dengan tema ‘agama’, kesannya seperti orang-orang yang mendukung kubu ini tidak pro terhadap islam dan mengusung asas liberal dan sekuler. Padahal, mereka berdua sama saja. Mereka berdua berasal dari partai yang sama-sama sekulernya. Mereka tidak pernah sekalipun menyuarakan akan membela islam mati-matian. Betul kan?

Para pendukung kubu putih begitu percaya diri bahwa pilihan merekalah yang paling benar, “yang penting ini didukung ulama” begitu katanya. Padahal tidak semua ulama melabuhkan pilihan pada capres yang itu. Ada pula ulama yang mendukung kubu lawan, dan banyak pula yang tak sudi mendukung kubu manapun karena tahu mereka berdua sama-sama pengusung sistem demokrasi yang tak sejalan dengan Islam. Mereka yakin betul bahwa capres dari kubu mereka lah yang akan menang. Tapi sepertinya kenyataannya tidak sejalan dengan opini mereka. Capres yang diusung kubu putih sepertinya tak mendapat suara dengan jumlah luar biasa, tidak benar-benar bisa mengungguli suara kubu hitam, meskipun sudah dapat dukungan dari ulama. Harusnya ya, kalau kita pikir-pikir, di negara ini mayoritas penduduknya kan beragama islam, tapi kenapa tidak semua setuju dengan pilihan beberapa ulama itu dan malah memilih kubu seberang? Hmmmm…..

Dan biasanya, ketika kubu yang didukung ulama itu tidak menang, akan selalu ada yang dijadikan kambing hitam, yak! Itulah kubu ketiga, yakni kubu golput. Mereka selalu dipersalahkan dengan pernyataan, “kalau saja kamu tidak golput, pasti si ini yang menang!” mereka yang senang mencari-cari kambing hitam itu melupakan ‘keputihan dan kemurnian’ kubu nya dengan menyalahkan orang lain atas apa yang tidak didapatkannya. Mereka tidak pernah berpikir, “kan yang golput tidak banyak, lebih banyak ummat muslim indonesia yang memilih, tapi kenapa tidak semua dari mereka menyumbangkan suaranya kepada kubu putih padahal isu agama sudah sangat santer terdengar?”. Saya tidak punya wewenang untuk menjawab pertanyaan “kenapa dan kalau” seperti itu, saya rasa kita berikan saja kesempatan kepada yang bersangkutan untuk menjawab dan introspeksi diri.

Sama hal nya dengan pemilu legislatif kemarin. Partai yang mengusung nama islam tidak memenangkan pemilu, bahkan tidak masuk dalam jajaran 3 besar partai yang meraih poling terbanyak. Lantas siapa yang disalahkan? KUBU GOLPUT. hahaha, selaluuuu begitu. saya rasa saya pernah membahas hal ini dalam tulisan sebelumnya, bahwa ada rekan yang menjadi pendukung salah satu partai islam itu tiba2 protes pada saya karena saya golput, menyalahkan saya karena tidak memilih partai yang didukungnya. Semoga pada pemilu kali ini orang tersebut tidak melakukan tindakan yang sama lagi. Semoga sekarang dia bisa berpikir dengan lebih arif, bijak dan dewasa. -.-” 

Ada pula yang menganggap, “Meskipun kubu putih kalah, ini adalah ketentuan Allah, berarti 5 tahun kedepan Allah memberikan kita ladang dakwah yang lebih banyak” astaghfirullah, pendapat seperti ini lebih memprihatinkan lagi. Bukannya introspeksi diri, tapi malah mengait-ngaitkan qadha Allah dengan kemenangan kubu yang mereka anggap “kubunya orang kafir” sebagai ladang untuk berdakwah dan berjihad, seakan-akan di Indonesia akan terjadi pembantaian terhadap ummat islam setelah kubu hitam menang. Padahal meskipun capres dari kubu putih yang menang pun, keadaan ummat islam indonesia tak akan berubah! Ummat islam di indonesia akan tetap di cap sebagai sarang teroris, kaum yang lemah, miskin, bodoh dan mudah dipecah-belah! Selama sistem yang digunakan adalah sistem yang memisahkan antara agama dengan kehidupan, maka akan selamanya ummat islam jadi ummat yang ditindas, siapapun capres yang menang dalam pemilu itu tidak penting lagi.

Ada hal lain yang mungkin tak pernah disadari oleh pendukung kedua kubu ini, bahwa ummat islam sedang ditampar keras oleh Allah dengan serangan Israel terhadap saudara2 kita di Ghaza pada bulan Ramadhan yang suci ini. Allah sedang menegur kita yang sibuk mengurusi pemilu untuk memilih pemimpim-pemimpin yang akan melanggengkan hukum2 buatan manusia dan mengesampingkan hukum2 ALLAH. Allah sedang menegur kita yang sibuk mencari pembenaran masing-masing kubu, sibuk menyalahkan kubu lawan. Allah sedang menegur kita yang terlena dengan euforia dunia yang fana ini. Allah sedang menegur kita dan menguji sejauh mana rasa kemanusiaan masih tersisa di hati kita saat melihat saudara sesama muslim dirongrong, dibantai dan dianiaya. Allah sedang menegur pemimpin negeri-negeri muslim, menampar tepat di wajah mereka, agar mereka sadar bahwa kekuasaan yang mereka miliki tak akan bisa membawa perubahan apa-apa pada keadaan ummat ini jika tidak mengusahakan seluruh ummat muslim untuk bersatu dibawah satu kepemimpinan oleh seorang khalifah, jika mereka masih saja tunduk patuh dan takut pada kekuatan Amerika, Israel dan antek-anteknya. 

Jika saja ummat muslim semuanya—dari ujung timur hingga barat—bersatu, bayangkan betapa hebat kekuatan yang kita miliki. Dengan menjunjung nama Allah, kita bisa punya kekuatan untuk melawan musuh-musuh Allah yang selama ini menindas kita. Kita akan punya satu pemimpin yang didengarkan oleh seluruh ummat, yang kekuasaannya bisa melindungi seluruh ummat muslim, yang menjaga kita agar tidak terpecah belah lagi seperti sekarang.

Duhai saudara2ku ummat muslim se Indonesia, bukalah pikiran kalian. Jangan biarkan pemikiran “demokrasi lah sistem pemerintahan yg paling baik” itu merasukimu. Kembalilah pada islam. Islam sudah punya sistem pemerintahan yang begitu sempurna mengatur segala segi kehidupan rakyatnya. Islam sudah diciptakan begitu komplit oleh Allah. Tidakkah kita ingin menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari? Tidakkah kita ingin melindungi saudara2 kita di palestina, suriah, mesir dan rohingnya? Ya Allah, ketuklah hati seluruh ummat islam di Indonesia agar mau berjuang untuk menerapkan syariatMu. Ketuklah hati para pemimpin kita agar mereka berani dengan lantang menyerukan panji-panji agamaMu, berani melawan penguasa kafir yang menghancurkan islam. Hamba mohon, ya Allah….  

“Karena kami hanyalah orang palestina…”

Urusan pilpres lebih penting untuk diberitakan dan dibicarakan di negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia ini ketimbang nasib saudara-saudaranya yg sedang berjuang mempertahakan hidup. Astaghfirullah…bagaimana bisa kita dengan nikmatnya berbuka puasa bahkan hingga kekenyangan sedangkan kita tak peduli di luar sana saudara kita berbuka puasa dengan diiringi suara dentuman bom dan tembakan? 😥

10464358_731570923555653_2004397723908521936_n

betapa seringnya kita tidak menyukuri apa yang telah kita miliki, apa yang sudah dikaruniakan Allah, tanpa pernah melihat orang lain yg mungkin hidupnya tak jauh lebih baik ketimbang kita. seperti yang terjadi pada rekan-rekan kita di Gaza saat ini. beginilah perumpamaan itu digambarkan:

Outside gaza: “ah…this food isn’t well cooked. I don’t like it.”

Inside gaza: “do we still have enough food for today? There’s no way we can go buy some food. It’s too danger out there. “

di bawah ini adalah ‘sketsa’ dari sebuah Fan page the muslim show yg dibuat oleh seorang muslim asal prancis.

10514654_552143008241111_8604661478282663233_n

Ya Rabbana…maafkan kami ummatmu ini. Ummat yg jumlahnya begitu banyak namun tak memiliki semangat kesatuan, mudah dipecah belah, mudah di profokasi, mudah ashobiyah dan menganggap sesat kelompok lain bahkan mengkafirkan saudara sesama muslim yg masih mengucapkan syahadat yg sama..

Maafkan kami, satukanlah hati-hati kami untuk berjuang di jalanmu, berani dan bangga menyuarakan penegakan hukum-hukumMu di muka bumi, dan tidak lemah oleh berbagai macam profokasi dan janji-janji muluk demi kepentingan duniawi…

10516766_792693240770816_6961321006096069599_n

Tunggulah saudara-saudaraku di palestina, di suriah, mesir dan rohingnya. Tunggulah janji Allah bahwa kita semua akan dipersatukan dalam satu kepemimpinan, pemimpin yg akan melindungi kalian semua, pemimpin yg akan menyerukan panji-panji agama Allah dengan gagah berani, pemimpin yg hanya takut pada Allah, pemimpin yg akan menghancurkan sekat-sekat nasionalisme yg membuat sebagian besar ummat muslim tak mampu melalukan apa-apa ketika melihat kalian didzolimi seperti ini. Tunggulah… 😥

in the end, the most IMPORTANT thing that i want to say is…

10462503_753674461351149_3164396081224378127_n

Ya Allah, please, save muslim people… T_T

masihkah kalian ingat bahwa di rohingnya, dan di beberapa negara islam lainnya, ada saudara2 kita sesama muslim, yang hidupnya penuh penderitaan, dianiaya dan disiksa oleh orang2 yang tak menyukai islam, dibunuh, dibiarkan mati kelaparan dan mati karena penyakit mematikan di kamp pengungsian, dibombardir, anak-anak mereka mati dihadapan mereka, isteri dan suami mereka meregang nyawa tepat di depan wajah mereka, masihkah kalian ingat? apakah kalian pikir kejadian-kejadian ini sudah berakhir? apakah kalian pernah sekali saja memikirkan nasib mereka? mendo’akan mereka? memohonkan keselematan mereka kepada Allah? pernahkah?

sedangkan kita, ummat muslim Indonesia, ummat dengan jumlah yang begitu banyak, yang (syukur alhamdulillah) masih diberikan kesempatan untuk bebas bernafas, masih diberikan kesempatan untuk menunaikan ibadah, masih dapat menjalani kehidupan dengan normal dari mulai bangun tidur hingga tidur lagi, malah berlomba-lomba berkampanye, memposting berbagai kehebatan capres ini dan itu, gegap gempita tak peduli kiri-kanan menyeru kepada calon yang menjadi pujaan! ah…kenapa begini sekali kita ini? kemana rasa kemanusiaan kita? kemana dibawa akal pikiran kita? apakah capres yang dipuja-puja itu mampu menyelamatkan saudara2 kita yang sedang menderita di luar sana? apakah mereka bisa membawa sedikit saja perubahan untuk ummat muslim di seluruh dunia yang sekarang sudah tak lagi punya nama, tak lagi dianggap ada dan hanya mendapatkan cap “miskin, kotor, kampungan, ketinggalan jaman, lemah, mudah diperdaya, mudah dipecah-belah, teroris”. Mau sampai seberapa jauh kita pergi dari Allah? mau sampai seberapa jauh kita mempercayai mereka yang TAK SEKALIPUN pernah mengatakan akan membela islam hingga titik darah penghabisan? apa sebegitu suci nya negara ini, sebegitu sucinya nasionalisme ini, hingga agama sendiri dibuang, dianggap tak layak pakai, dan hanya dipelihara di masjid dan dirumah saja, dan hanya digunakan untuk perbaikan individu saja, tidak bisa dipakai untuk membangun sebuah negara, tak bisa digunakan untuk berpolitik?!

ya Rabbi….ya Allah….maafkan kami yang begitu ingkar dan membangkang ini…maafkan kami ya Rabbi, maafkan kami….izinkan kami menangis ya Rabbi, izinkan kami menangis melihat keadaan ummat islam diseluruh penjuru bumiMu yang kini lemah dan tak punya daya upaya apapun untuk membela diri, apalagi untuk menyerukan namaMu dengan lantang dan berani, tak berani mengibarkarkan panji-panji agamaMu karena takut dianggap teroris, takut dianggap ekstrimis, radikalis, takut dianggap SESAT..!! ya Allah ya Tuhanku, izinkan kami menangis karena sudah tak tahan lagi rasanya melihat agamaMu dihina, dicemooh, Rasulmu dijadikan olok-olokan, Al Qur’anmu yang suci disobek-sobek, dijadikan tissue toilet, dibakar…izinkan kami menangis, sekali ini saja, duhai Tuhanku…

sumber artikel di bawah: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10151565016765891&set=a.10150234881225891.358582.202547135890&type=1&relevant_count=1
SAVE ROHINGYA

Bayangkan betapa hancurnya perasaan seorang ayah di Rohingya ini. Anaknya sedang sakit keras dan butuh pertolongan medis, namun ia tak dapat membawa buah hatinya berobat karena minimnya obat-obatan dan peralatan medis di Rohingya. Dan akhirnya ia harus melihat buah hatinya kembali kepada Allah SWT dipangkuannya.

Sahabat sekalian, saat ini suku rohingya banyak yg tinggal di pengungsian. Namun tempat tinggal mereka tidak layak kesehatannya. Sehingga cerita diatas adalah salah satu contoh akibatnya.

Photo: FamilyGuide

SAVE ROHINGYA

Bayangkan betapa hancurnya perasaan seorang ayah di Rohingya ini. Anaknya sedang sakit keras dan butuh pertolongan medis, namun ia tak dapat membawa buah hatinya berobat karena minimnya obat-obatan dan peralatan medis di Rohingya. Dan akhirnya ia harus melihat buah hatinya kembali kepada Allah SWT dipangkuannya.

Sahabat sekalian, saat ini suku rohingya banyak yg tinggal di pengungsian. Namun tempat tinggal mereka tidak layak kesehatannya. Sehingga cerita diatas adalah salah satu contoh akibatnya.

Inginkah Anda membantu mereka?

1. Jadikan posting status ini populer (viral) agar lebih banyak orang melihat dan tergerak membantu
- Klik LIKE atau berikan komentar di status ini
- SHARE status ini di timeline/wall Anda agar teman-teman Anda bisa juga tergerak membantu

2. Ingin membantu lebih, silakan salurkan donasi atau sedekah Anda melalui lembaga kemanusiaan yang peduli rohingya ACT( Aksi Cepat Tanggap)

Like n share ya ^^