Di Indonesia, mau cari apa aja, semuanya ada :D

Di negeri dengan mayoritas muslim terbesar di dunia ini, mau cari tempat buat berzina ada. Tinggal pergi ke lokalisasi, sarangnya para PSK, atau kalau mau kerenan dikit, pergi ke club2 malam, habis dugem terus dapet cewek seksi yang bisa dipake, tinggal pergi ke hotel, nggak bakal ada yang larang. Atau buat yang sekedar pacaran, yang masih beraninya cuma pegang2an tangan, peluk2an, dan sebagainya, tinggal pergi ke taman2 kota seperti udayana, mau pacaran gaya apa aja disana sah2 saja, tak ada yang melarang, bahkan tak ada yang peduli.

Di negeri dengan mayoritas muslim terbesar di dunia ini, mau cari pasangan homoseks dan lesbian ada, bahkan kadang bikin komunitas sendiri, kumpul2 di sudut kota. diperhatikan orang sekitar tak masalah. Toh negara tak pernah melarang. Mereka bebas melakukan apapun, karena punya bekal ‘HAM’. Tinggal panggil LSM yang mendukung saja jika ada yang berani macam2. Dan para aktivis HAM pun akan senang hati berkoar-koar sampai isi tenggorokannya mau keluar demi membela mereka.

Di negeri dengan mayoritas muslim terbesar di dunia ini, minuman keras boleh kok diperjual belikan, boleh kok dikonsumi, asalkan punya hak izin aja untuk menjualnya. DI warung deket rumah juga sudah ada, nggak perlu cari yang mahal2 sekelas Gyn atau Vodka, kelas murahan kayak Bir BINTANG juga ada yang versi kalengan tuh di warung itu. DI letakkan sejajar dengan minuman lain seperti fruit tea, pocari sweat, dan minuman anak-anak seperti Milkuat. Ada yang takut buat membeli? Ada memang, tapi cuma orang2 yang masih takut sama Allah aja, nah kalau di hatinya sudah tak ada ketakutan sama Allah? Peduli amat sama dosa. beli ya beli aja. Toh disediakan. Toh bisa bebas ditemukan dimana-mana. Toh pemerintah nggak bakal ngasi hukumana apa2 asalkan mabuknya tidak sampai mengganggu ketentraman hidup orang lain.

Di negeri dengan mayoritas muslim terbesar di dunia ini, riba itu bukan lagi suatu hal yang haram. Bank-bank konvensional bertebaran di mana-mana. Bahkan kadang orang muslim lebih milih dan percaya sama Bank2 itu ketimbang Bank yang berbasis syariah. Malah ada yang dengan entengnya bilang “nabung banyak2 biar bunganya makin banyak, kan lumayan” padahal dia orang islam.

Di negeri dengan mayoritas muslim terbesar di dunia ini, sumber daya alam digunakan untuk kesejahteraan rakyat? Ohh, tentu tidak.  Lihat apa yang terjadi di Sumbawa, di Papua, emas-emas kita dikeruk sampai habis. yang tersisa buat masyarakatnya apa? Limbah yang meracuni sumber air, dan membuat tanah menjadi kering dan tidak subur lagi. Coba saja lihat, daerah pertambangan mana yang pohon2nya subur? Minyak bumi apa lagi. Jangan tanya deh. Wong pemerintahnya sudah bikin undang2 yang memperbolehkan pihak swasta dan asing untuk menguasai daerah2 sumber daya alam itu kok. Jadi gimana coba kita mau protes kalo pemerintah aja sudah memberikan izin agar sumber daya kita dikeruk habis-habisan sama pihak asing?

Di negeri dengan mayoritas muslim terbesar di dunia ini, kesehatan dan pendidikan NGGAK PERNAH kenal yang namanya GRATIS. duit, duit dan duit, semuanya harus serba duit. mau sekolah tinggi, sampai jadi dokter konsultan atau profesor, harus ada duit tebel. Mau dapet dokter terbaik dengan fasilitas kesehatan paling canggih ya harus punya duit segepok. Jangan heran kalau yang bisa sekolah tinggi + pake fasilitasn kesehatan yang wah itu cuma orang cina (maaf bukan bermaksud rasis) yang notabene berduit, punya banyak perusahaan atau toko. lah kalo yang miskin? miskin ya miskin aja, bodoh ya bodoh aja. dana buat sekolah orang miskin ya paling segitu2 aja dikasi sama pemerintah. mati ya mati aja. mana pernah orang miskin dapet fasilitas kelas satu apalagi VIP di rumah sakit, hidiiih, ngarep!

Di negeri dengan mayoritas muslim terbesar di dunia ini, pornografi dan pornoaksi memang masih dianggap tabu. tapiiiii, ada tapi nya ya. batasan tabu nya itu nggak tabu2 banget sih sebenernya. lihat aja di TV, betapa banyak paha murah dipamerin, bukan hanya di TV malah, di jalanan juga sudah nemu paha kalau mau nyari, nggak perlu repot2. Pakaian minim itu sudah jadi trend mode. Nggak ngikuti mode dianggap nggak gaul. orang pakai gamis panjang lebar dibilang “ibuk2” karena nggak pernah tuh biasanya ada mbak2 atau anak muda yang pakai baju nggak stylish begitu. boro2 stylish, kelihatannya kayak kurungan ayam. apalagi kerudung lebar+panjang. bahhh….satu kata menurut masyarakat indonesia untuk orang2 berpakaian seperti itu –> teroris atau radikal. gile beneeeer masyarakat kita ini. oke lah sekarang hijab lagi ngetrend, tapiiii, yang ngtrend itu yang gimana coba? hijab plintir2 kayak sarang burung (malah sarang burung pun kalah), pakai jarum petul sana-sini (nggak takut ketusuk apa), rambut dibikin pentolan bakso segede kepalan tangan biar kelihatan bagus (bagus dari hongkong! yang ada kepalanya jadi kelihatan besar kayak kena tumor). pakai jilbab tipis2 nggak nutupin dada, pakai jilbab tapi bajunya seksi aduhai, lika liku lekuk tubuhnya ditampilkan kesana-kemari, mata laki2 masih bisa dengan nyaman menikmati tubuh2 yang cuma dibalut itu, apa bedanya sama telanjang kalo begitu? kata-kata saya pedes ya? hehe, afwan deh, kalo mau protes jangan sama saya ya, protes coba sama Allah kalau berani. Azab Allah itu lebih pedes dan lebih menyeramkan lho ketimbang kata-kata saya 

Di negeri dengan mayoritas muslim terbesar di dunia ini, memberantas peredaran narkoba dan penggunaanya itu bagaikan mimpi di siang bolong. Mustahil. orang-orang dipenjara aja masih bisa nyabu, dari mana coba mereka dapet? apa tidak ada pengawasan terhadap mereka? ada, pasti ada, tapi ya gimana ya. ntar kalau terlalu banyak ngomong masalah oknum pemerintah yang bekerja dibidang itu malah dibilang sok tahu, sok tempe. Apalagi di generasi muda. haduuuh, tinggal pergi aja ke diskotik atau club malam, pasti nemu lah barang haram itu. sangat gampang!

beginilah nasib Indonesia. Kalau diibaratkan makanan, Indonesia ini versi lengkapnya, versi 4 sehat 5 sempurna nya. Sudah jadi ladang subur untuk kemaksiatan. Beginilah nasib ummat Islam di Indonesia yang KATANYA sudah merdeka ini. Merdeka secara fisik sih iya kali ya, tapi merdeka secara mental? BELUM. kita masih dikendalikan kekuatan di luar sana yang mengobrak abrik tatanan kehidupan ummat agar semakin jauh dari unsur2 agama, semakin jauh dari syariat islam, semakin jauh dari Allah. dalam bidang pemerintahan apa lagi. coba lihat berapa banyak orang2 politik itu yang mengambil paham sekuler untuk dijadikan landasan berpikir, dan mereka dengan bangganya mengatakan “Jangan bawa-bawa agama ke ranah politik. Agama itu terlalu suci untuk dikotori oleh politik. Agama hanya berlaku di masjid2 saja” astaghfirullah….mau sampai kapan kita begini? Mau sampai kapan kita biarkan diri kita diperlakukan seperti ini? Sudah, nggak usah mikir pakai cara aneh2 lah. ganti segera sistem demokrasi saat ini dengan khilafah islamiyah. nggak usah dukung capres mana2. semuanya sama aja sekulernya. mau sampai kapan kita biarkan diri kita dipimpin oleh orang sekuler? buka mata dan pikiran selebar-lebarnya. permasalahan bangsa ini tidak akan selesai hanya dengan menggenati ‘orang’, apalagi jika orang itu tidak pernah dengan jelas menyatakan ingin menerapkan syariat islam di Indonesia. kembali lah pada Allah, kembalilah pada Allah, kembalilah pada Islam yang sempurna..

Lokalisasi bisa meminimalisir penularan HIV? HAHA…Ngawur!

ada pernyataan yang benar-benar tidak masuk akal yg saya dapatkan dari situs resmi sebuah lembaga pengemban dakwah negeri ini, lembaga yang punya banyak jama’ah di seluruh Indonesia, bunyinya begini:

“Lokalisasi hadir sebagai solusi pemerintah untuk mengurangi dampak negatif perzinahan, bukan menghalalkannya. Dengan dilokalisir, efek negatif perzinahan dapat dikelola dan dikontrol sehingga tidak menyebar ke masyarakat secara luas, termasuk penyebaran virus HIV. Dengan kontrol yang ketat dan penyadaran yang terencana, secara perlahan keberadaan lokalisasi akan tutup dengan sendirinya karena para penghuninya telah sadar dan menemukan jalan lain yang lebih santun.”

ckckckck…sudah sejak kapan lokalisasi didirikan di Indonesia, apakah bisa mencegah semakin tingginya insidensi HIV? orang-orang yang tidak bekerja di bidang kesehatan dan berhubungan langsung dengan pasien itu tidak akan pernah tahu seberapa hebat peningkatan insidensi HIV dan penderita AIDS di seluruh indonesia saat ini. Di Lombok? Jangan tanya. daerah ini sudah mulai berkembang jadi daerah pariwisata pula sekarang. tahu sendiri lah resiko daerah pariwisata seperti apa. sedangkan kita para petugas kesehatan ketar-ketir berhadapan dengan pasien-pasien seperti itu, takut ikut terjangkiti karena kesalahan prosedur dalam pemeriksaan. apa iya dengan di lokalisir lantas orang-orang yang hobinya nge seks itu hanya akan melakukannya dengan para PSK saja?

logikanya berpikirnya begini. ada seorang laki-laki, sebut saja namanya Mr. A. dia mengunjungi sebuah lokaliasi dan ‘berhubungan’ dengan PSK di sana (entah dengan satu orang atau lebih). sudah sangat pasti bahwa para PSK tersebut sudah terjangkit penyakit menular seksual, bisa juga sudah positif mengidap HIV. kemudian Mr. A ini pulang ke rumah dengan membawa ‘bekal’ dari hasill jajanan nya dari lokalisasi tadi. kemudian dia menghibahkan bekalnya itu kepada isterinya. isterinya pun ujung-ujungnya mendapat hadiah tak terduga. selanjutnya si isteri hamil. ia bisa saja melahirkan anak lebih dari 5 setelah terjangkiti penyakit-penyakit hadiah dari sang suami tersebut. tertular lah ke 5 (atau lebih) anak tersebut. lalu si Mr. A yang tabiatnya tak karuan ini tidak puas hanya bermain-main dengan PSK dan isterinya, dia mencari mangsa lain. gadis-gadis remaja di bawah umur dia kencani. anak-anak kecil dia sodomi. jadilah semakin tak terhitung korbannya. selanjutnya korban-korbannya ini mengalami gangguan psikis akibat diperlakukan tidak senonoh oleh Mr. A. ingat kasus sodomi di JIS? tahu apa latar belakang pelakunya? dulu dia pernah menjadi korban pelecehan seksual saat masih kecil, dan kini ia yang menjadi pelakunya. korban-korban Mr. A tadi juga bisa melakukan hal yang sama, menjadi pelaku pelecehan seksual kepada orang lain. jadi semakin tak terhingga lah makhluk yang kecipratan hadiah dosa dan infeksi menular seksual yang dibawa oleh Mr. A tadi.

jika seperti ini kejadiannya, inikah yang disebut bisa MELOKALISIR? bisa MENGONTROL? para penghuninya bisa sadar dan menemukan JALAN YANG LEBIH SANTUN?

ya Rabbi…dunia macam apa ini… T_T

Apa kabar indonesia malam: Kondom untuk (si) apa?! – video

eng i eeeng…. -..-”

keliatan banget nara sumber yang pro pekan kondom nasional ‘hilang bahan’ buat ngejawab pernyataan jubir HTI sebagai nara sumber yang kontra.

kemenkes sudah menyadari bahwa yang jadi penyebab utama penyebaran HIV yang semakin meningkat di indonesia itu adalah perilaku seks yang menyimpang. contohnya ya free sex, homosex, bisex, transgender, tapi kok ya bukannya masalah itu yang diselesaikan, ini malah pakai kondom dijadikan solusi…lucu 😀

alhamdulillah sekarang kabarnya PKN sudah dihentikan. tapi yang disayangkan, KATANYA nih program ini sudah diberlakukan 7 tahun di Indonesia, tapi lihat apa yang terjadi? angka penderita HIV malah semakin meningkat to selama beberapa tahun ini? dan peningkatannya bukan lagi dari penggunaan jarum suntik (yang malah makin menurun angkanya) tapi dari hubungan heteroseksual! kenapa? ya karena penyebab utamanya tidak diperangi!

*maaf videonya kepotong, udah berusaha nyari yg full, tapi dapetnya cuma yang ini, semoga dengan video ini pun masyarakat bisa cukup tercerahkan. 🙂

#TolakPekanKondomNasional – a short review from somebody’s interesting post

Pembagian kondom dengan maksud utk mencegah penyebaran HIV sehingga orang-orang yang dianggap ‘beresiko’ bisa berhubungan sex dengan ”save”, sama saja dengan memberikan arena tanding, helm, sarung tangan tinju dan pengaman lainnya utk siswa/mahasiswa yg suka tawuran. Solusi gila macam apa itu?! #TolakPekanKondomNasional selamatkan ummat dari bahaya seks bebas, Allahu Akbar!!!

berikut adalah tulisan yang menurut saya sangat menarik, saya tak tahu kejadian seperti di bawah ini apa pernah terjadi atau tidak, tapi layak untuk dibaca, jadi kelak ada bahan untuk melawan pejabat-pejabat yang rada nggak bener cara berpikirnya itu. 😀

SOLUSI GAGAL NEGARA AMBURADUL
=======================

suatu hari seorang pejabat (p) berdiskusi dengan seorang aktivis dakwah (ad) terkait beberapa permasalahan negara dan solusinya

P : saya heran mengapa anda dan teman2 anda menolak kondomisasi sebagai solusi atas permasalahan semakin mewabahnya virus HIV/AIDS

ad: saya lebih heran mengapa anda menjadikan kondomisasi sebagai solusi atas permasalahan HIV/AIDS

p: memangnya kenapa? kondomisasi itu kan supaya orang yang berhubungan intim bisa main “save” dan tidak tertular virus itu.

ad : begini, kalau untuk maraknya kasus tawuran pelajar, apa solusi anda?

p: ya kita akan perketat pengamanan, jangan sampai terjadi tawuran, kita juga perintahkan ke sekolah2 mereka supaya di razia yang membawa senjata tajam, dan supaya mereka digerakkan untuk ikut ekskul2 supaya ada kegiatan positif dan tidak kepikiran untuk tawuran.

ad: solusi apa itu? kenapa mereka tidak di fasilitasi saja, di buatkan arena tanding, diberikan helm dan baju pengaman, mereka boleh tawuran asal “save” dan tidak mengganggu masyarakat.

p: solusi apa itu? solusi ngawur, anda ini mau menjadikan negara ini rusak? itu sama saja dengan melegalkan kekerasan dan menjadikan generasi ini kecanduan dengan penyelesaian2 kekerasan kelak dewasa mereka menjadi anti damai, tau anda?!?!?!?!

ad : nah, kalo kondom? sama saja kan dengan tawuran? anda memfasilitasi orang ngeseks dengan bagi2 kondom asal “save”, itu sama saja dengan melegalkan prostitusi, menjadikan generasi bangsa ini rusak kecanduan seks, kelak dewasa mereka mau jadi apa? pencandu seks, tidak apa-apa asal aman???? begitu???

ad: harusnya anda memperketat pengamanan, jangan sampai ada orang ngeseks bebas, jadikan hidup generasi muda sehat dengan memudahkan mereka menikah atau puasa, izinkan poligami bagi mereka yang sudah menikah, buat juga ketentuan yang mengatur hukum sanksi bagi orang yang pacaran dan berdua-duaan, ini langkah pencegahan, tapi hukum seberat-beratnya orang yang berzina, ini langkah pengobatan dan efek jera. bukan malah bagi-bagi kondom???? solusia apa itu??? solusi ngawur!!! anda mau menjadikan negara ini rusak?!?!?!?!

p:?&*%&#^*#&!!!!

Pompei, negeri para pezina yg dikutuk. Akankah Indonesia mengalami nasib yang sama?

Mungkin sebagian dari teman2 pernah mendengar mengenai kisah negeri pompei. Negeri yang diluluh-lantahkan Allah karena seluruh rakyatnya melakukan kemaksiatan secara terang2an, termasuk ZINA. Hampir setiap rumah dijadikan sbg tempat perzinahan, bahkan tak ada cerita ada rumah yg dihuni oleh keluarga ‘normal’ yg terdiri dari suami, isteri dan anak. Mereka menganggap isteri bisa dipakai bersama. Lantas apa yg terjadi pada mereka? Allah menghancurkan mereka dengan meledakkan gunung berapi yang berada tepat disamping kota pompei yg mengeluarkan semburan lahar yg luar biasa, dan rakyat kota pompei dikutuk Allah menjadi BATU. Bukti nyatanya masih ada sampai saat ini, sudah ditemukan situs peninggalannya oleh para arkeolog. Dari patung2 batu itu kita bisa melihat beberapa ada yang sedang melakukan perzinahan ketika kutukan Allah datang pada mereka. Na’udzubillahimindzalik..

Beberapa dati teman2 mungkin ada yg berpendapat ”ah lebay, indonesia kan nggak separah itu, apa kaitannya indonesia sama si negeri pompei?!” apa yakin indonesia sudah tak berada dalam kondisi parah? Ketika kita setiap saat mendengar berita mengenai pemerkosaan, anak yg dicabuli, anak kecil memerkosa temannya sendiri, orang dewasa mencabuli bayi, seks bebas artis yg berujung pada kehamilan diluar nikah dan pernikahan yg dilangsungkan terburu-buru setelah itu, video seks siswa/siswi SMP di jakarta yg direkam di lingkungan sekolah oleh teman2nya sendiri pada jam sekolah, dan hasil survei dari beberapa lembaga survei indonesia yg menyatakan ”jumlah remaja putri indonesia yg masih perawan semakin berkurang”. Tidak kah itu cukup membuktikan bahwa indonesia sudah sampai pada taraf sangat parah? Lantas apa harus mirip dengan kondisi rakyat negeri pompei baru bisa dikatakan parah? Ya Rabbi, gunakanlah hati nurani teman2 sebelum memberikan komentar..

Kadang ada juga kita mendengar kalimat2 toleransi kebebasan yg kebablasan seperti ini dari rekan2 yg bahkan beragama muslim ”itu kan tergantung individu, kembalikan lagi ke diri masing-masing”. Apa maksudnya dengan kalimat ini? Tidak kah miris hati kalian ketika melihat kemaksiatan sudah semakin merajalela dan pemerintah justru seakan memberikan jalan pintas bagi kemaksiatan itu utk semakin berkembang? Tak adakah di hati kalian sedikit saja keinginan utk menyuarakan kebenaran agama Allah? Istighfar lagi jika di hati masih ada toleransi bagi hal-hal seperti ini.

Allah itu tak pernah membuat aturan utk menyengsarakan makhluknya. Dalam Al Qur’an sudah jelas dan tegas Ia katakan ”jangan dekati zina!”. mendekati zina disini diartikan sebagai hal-hal ataupun aktivitas yg bisa mendorong seseorang utk melakukan zina, seperti: nonton video porno (istighfar sebanyak2nya untuk rekan2 yg masih hobi nonton video laknat seperti ini!!!), tidak menutup aurat (utk wanita) sehingga bisa merangsang laki2 yg lemah imannya utk mendekatinya dengan melihat kecantikan dan kemolekan tubuhnya, berkhalwat (berdua-duaan antara laki2 dan perempuan yg bukan muhrim), komunikasi yg berlebihan dan menggunakan syahwat antara laki2 dan perempuan seperti telpon2an dengan nada mesra dan berbicara dengan nada yang dilembut2kan dan dibuat seperti centil dan menggoda, melihat dan menatap lawan jenis dengan berlebihan bahkan sampai menggunakan syahwat (contohnya, melihat wanita cantik atau seksi sampai terpikir hal-hal aneh di kepalanya), menyentuh laki2 atau perempuan yg bukan muhrimnnya dengan menggunakan syahwat. Empat kegiatan terakhir yg disebutkan di atas biasanya lazim dilakukan oleh pasangan yg tak halal atau yg disebut dgn PACARAN! Dasar inilah yg menjadi dalil HARAM PACARAN, karena semua kegiatan yg dilakukan oleh orang pacaran adalah kegiatan/tindakan yang mendekati zina, dan Allah sudah meletakkan kata ”JANGAN” sebagai perintah tegasnya agar makhluknya tidak melakukan hal tersebut! Bisakah kita, manusia yg lemah ini, yg belum bisa mengontrol nafsu ini, yang tak sempurna ini, menganggap diri mampu utk tidak melakukan hal2 yang tidak mendekati zina selama berpacaran? Sungguh tak bisa! Mari kita renungkan bersama, mari istighfar sebanyak-banyaknya.

Lantas apakah masih ada dari kita yang tetap ingin melanggar perintah Allah meski sudah ada bukti dan dalil yang kuat yang asalnya dari Al Qur’an? Setelah semua petunjuk diperlihatkan oleh Allah, dan setelah dakwah demi dakwah diutarakan oleh para alim ulama yg mengajarkan hal yang sama namun kita masih berani membangkang pada perintah Allah, maka biarkanlah Allah yang tentukan apa yg ingin Ia lakukan. Apakah nasib kita akan sama dengan kaum negeri pompei? Na’udzubillahimindzalik. Semoga saja hal itu tak akan pernah terjadi pada kita, dan semoga Allah masih berkenan utk membukakan pintu ampunan selebar-lebarnya utk kita hamba2nya yg bebal dan pembangkang ini… T-T