presiden baru, harapan baru?

siapa bilang kebijakan makro ekononomi bisa dikendalikan oleh seorang presiden?

lihat saja buktinya, kekuasaan moneter ada di tangan BI, kekuasaan keuangan ada di tangan otoritas jasa keuangan (OJK), otoritas jaminan sosial ada di tangan BPJS, otoritas fiskal dalam bentuk pajak nantinya akan dipegang oleh badan penerimaan negara yg akan segera terbentuk.

semua ini terjadi lantaran ada ‘kekuatan besar’ di balik seluruh kebijakan ekonomi di negeri kita tercinta ini, kekuatan yg mampu mengatur segalanya demi menguntungkan diri mereka sendiri, bahkan bisa mengatur presiden dan anggota parlemen sekehendak hati. siapakah pemilik kekuatan besar tersebut? mereka lah para pemilik modal.

welcome to reality, dear muslim brothers and sisters!

entah sadar atau tidak kehidupan kita sudah sejak lama dipermainkan oleh para pemilik modal ini.

kekayaan alam pun tak luput dari santapan mereka. kita tak sekalipun pernah seutuhnya menjadi pemilik seluruh potensi alam negeri ini. 80% SDA kita dikuasai dan di kelola pihak asing, dan yg tersisa untuk rakyat ini tak lebih dari sejumput debu belaka.

siapapun presidennya, mau dia sederhana atau tegas, mau dari kalangan militer atau non militer, dia tak akan punya gigi untuk menghentikan pengaruh ‘kekuatan besar’ ini, karena keberadaan dan keberlangsungan hidup mereka pun dijamin oleh para pemilik modal.

jadi apa yang tersisa untuk rakyat?
penderitaan..hanya penderitaan…

itu bukti nyata sistem ekonomi kapitalis yg saat ini digunakan indonesia tak seujung kuku pun memberikan kesejahteraan untuk rakyat. kesejahteraan untuk penguasa modal dan petinggi negara sih iya, kesejahteraan rakyat? jangan mimpi.

islam sudah memiliki sistem perekonomian sendiri dan dengan sistem ini terbukti rakyat sejahtera dan kesejahteraan itu benar-benar merata. sumber daya alam dikelola langsung oleh negara utk menjamin kehidupan seluruh rakyat! dan sistem ekonomi seperti ini hanya akan koheren dengan sistem pemerintahan yg islami pula. pemerintahan islami hanya ada dalam khilafah islamiyah, yg telah terbukti 1300 tahun membawa kejayaan bagi ummat muslim.

masih mau meragukan bukti-bukti yg bertebaran di depan mata ini?

kalau saya mah sudah males mikir. karena mau jungkir balik pun demokrasi dan sistem ekonomi kapitalis ini tidak akan pernah bisa diobati. hanya bisa dihapuskan dan diganti oleh khilafah islamiyah, sistem yg telah diwariskan Rasulullah, sistem yg menjunjung hukum dan aturan Allah di atas segala-galanya.

#UdahKhilafahAja

“Karena kami hanyalah orang palestina…”

Urusan pilpres lebih penting untuk diberitakan dan dibicarakan di negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia ini ketimbang nasib saudara-saudaranya yg sedang berjuang mempertahakan hidup. Astaghfirullah…bagaimana bisa kita dengan nikmatnya berbuka puasa bahkan hingga kekenyangan sedangkan kita tak peduli di luar sana saudara kita berbuka puasa dengan diiringi suara dentuman bom dan tembakan? ๐Ÿ˜ฅ

10464358_731570923555653_2004397723908521936_n

betapa seringnya kita tidak menyukuri apa yang telah kita miliki, apa yang sudah dikaruniakan Allah, tanpa pernah melihat orang lain yg mungkin hidupnya tak jauh lebih baik ketimbang kita. seperti yang terjadi pada rekan-rekan kita di Gaza saat ini. beginilah perumpamaan itu digambarkan:

Outside gaza: “ah…this food isn’t well cooked. I don’t like it.”

Inside gaza: “do we still have enough food for today? There’s no way we can go buy some food. It’s too danger out there.ย “

di bawah ini adalah ‘sketsa’ dari sebuah Fan page the muslim show yg dibuat oleh seorang muslim asal prancis.

10514654_552143008241111_8604661478282663233_n

Ya Rabbana…maafkan kami ummatmu ini. Ummat yg jumlahnya begitu banyak namun tak memiliki semangat kesatuan, mudah dipecah belah, mudah di profokasi, mudah ashobiyah dan menganggap sesat kelompok lain bahkan mengkafirkan saudara sesama muslim yg masih mengucapkan syahadat yg sama..

Maafkan kami, satukanlah hati-hati kami untuk berjuang di jalanmu, berani dan bangga menyuarakan penegakan hukum-hukumMu di muka bumi, dan tidak lemah oleh berbagai macam profokasi dan janji-janji muluk demi kepentingan duniawi…

10516766_792693240770816_6961321006096069599_n

Tunggulah saudara-saudaraku di palestina, di suriah, mesir dan rohingnya. Tunggulah janji Allah bahwa kita semua akan dipersatukan dalam satu kepemimpinan, pemimpin yg akan melindungi kalian semua, pemimpin yg akan menyerukan panji-panji agama Allah dengan gagah berani, pemimpin yg hanya takut pada Allah, pemimpin yg akan menghancurkan sekat-sekat nasionalisme yg membuat sebagian besar ummat muslim tak mampu melalukan apa-apa ketika melihat kalian didzolimi seperti ini. Tunggulah… ๐Ÿ˜ฅ

in the end, the most IMPORTANT thing that i want to say is…

10462503_753674461351149_3164396081224378127_n

Yang tak pernah disadari oleh pendukung capres nomor urut 1 atau 2…

yang tak pernah disadari oleh pendukung capres nomor urut 1 atau 2, bahwa mereka berdua tak akan memberi perubahan apa-apa pada kehidupan umat islam di Indonesia, apalagi di seluruh dunia. uang riba akan selalu berada di sekitar kita, dan sebagian besar masyarakat masih menganggap riba bukan sesuatu yang haram karena pemerintah tak pernah melarangnya, tak pernah mengharamkannya, dan membiarkannyaย tumbuh bebas dalam sistem perekonomian negara ini. Dalam tiap rupiah gaji yang kita terima, dalam tiap suap makanan yang kita makan, yakinkah semua itu tak pernah dihinggapi oleh debu-debu riba? mungkin tak heran jika iman kita masih sulit untuk tetap berada di atas, kita masih sulit untuk bisa istiqomah, karena kita tak bisa memastikan apakah semua makanan yang masuk ke dalam perut ini bersih dari hal yang HARAM…

yang tak pernah disadari oleh pendukung capres nomor urut 1 atau 2, bahwa mereka berdua tak pernah sekalipun menyebut-nyebut akan menerapkan syariat islam, akan menjunjung hukum2 Allah sang pencipta, dan masih memelihara bahkan membuat kembali hukum2 baru, hukum2 yang menyaingi hukum buatan Allah, menyaingi hukum buatan sang pembuat manusia. Siapalah kita ini, berani menyaingi Allah dalam membuat hukum. siapalah kita ini, berani memberikan toleransi kebablasan pada kemaksiatan, berani melegalkan penjualan minuman keras, berani melegalkan perzinahan, bahkan berani membuat aturan untuk melarang wanita muslimah yang ingin berhijab. Tidak ingatkah dari mana kita berasal? dari setetes air yang kotor, na’jis dan hina. tak ada hak untuk kita yang lemah ini berani menandingi hukum2 Allah sang pemilik tubuh ini, pemilik seluruh jagad raya dan seisinya.

yang tak pernah disadari oleh pendukung capres nomor urut 1 atau 2, bahwa mereka berdua adalah penganut paham sekulerisme. paham yang memisahkan agama dari kehidupan, agama hanya berlaku di masjid dan di rumah, tidak untuk diterapkan dalam pergaulan, dalam perekonomian, dalan dunia pekerjaan, apalagi dalam pemerintahan. Paham yang sangat mengagungkan kebebasan seperti kebebasan mengeluarkan pendapat, kebebasan berprilaku, kebebasan kepemilikan. Kebebasan-kebebasan inilah yang membuat tatanan kehidupan ummat islam menjadi hancur. SIapa saja akan merasa bebas bersuara, mengatakan apapun, bahkan menghina Allah dan Rasulullah. Siapa saja bebas bergaul seluas mungkin, tak memperhatikan kaidah pergaulan antar ikhwan dan akhwat, bercampur baur antara yang bukan muhrim menjadi hal yang sangat lazim, pacaran sudah jadi budaya yang susah sekali dihilangkan, seks bebas? jangan tanya! sudah banyak bukti hasil survei yang menunjukkan angka kejadian seks bebas di kalangan remaja semakin meningkat. kebebasan kepemilikan mengakibatkan semua sumber daya alam bangsa bebas di raup oleh pihak swasta dan asing, dan yang tersisa untuk rakyat hanyalah debunya saja.

yang tak pernah disadari oleh pendukung capres nomor urut 1 atau 2, bahwa mereka berdua akan tetap mengusung sistem perekonomian kapitalis. Sistem yang hanya akan menguntungkan para pemilik modal besar. sehingga tidak heran jika pemerintahan ini dikendalikan pula oleh para pemilik modal tersebut. kebijakan pemerintah ‘dijinakkan’ agar keberadaan perusahaan-perusahaan besar ini tidak mudah digoyahkan. ada simbiosis mutualisme antara para pengusaha besar dengan pemerintah, simbiosis yang tak pernah sekalipun menguntungkan pihak lain selain mereka (baca: rakyat kecil). yang miskin akan tetap miskin. mati pun tak akan dipedulikan. Kapitalisme, adalah paham yang sangat mengagung-agungkan UANG. jadi jangan heran jika korupsi bisa jadi sangat mengakar begini di dalam pemerintahan kita. jangan pernah heran! karena demi uang dan kekuasaan, apapun akan dilakukan, bahkan memakan rakyat nya sendiri.

yang tak pernah disadari oleh pendukung capres nomor urut 1 atau 2, bahwa meskipun ada salah satu capres yang dengan lantang dan berapi-api mengatakan “Saya akan menjaga kedaulatan bangsa ini dari tangan-tangan asing yang ingin menguasai dan mengeruk kekayaan kita…!!!!” kita lihat saja, apakah nantinya setelah mereka terpilih mereka bisa serta merta meruntuhkan kerajaan perusahaan asing yang sudah bertahun-tahun bercokol di Indonesia, bertahun-tahun mengeruk kekayaan alam kita seperti newmont, freeport, petronas, dan lain-lain?! padahal dalam sistem islam, kepemilikan individu tidak boleh menguasai kepemilikan umum. sedangkan dalam sistem yang diusung para capres ini (sistem demokrasi) jangankan kepemilikan umum, pulau saja bisa dibeli oleh siapa saja yang berduit.

Mungkin para pendukung capres ini merasa bahwa indonesia telah merdeka SEPENUHNYA. padahal kenyataannya tidak demikian. Mungkin benar bahwa kita telah merdeka secara fisik, tidak dijajah seperti dulu, tidak dijadikan buruh, tidak disuruh untuk kerja rodi, tapi tidak kah kalian sadar bahwa kita masih dijajah melalui budaya, melalui nilai-nilai agama yang dibuat menyimpang, melalui undang-undang yang kufur terhadap Allah???!!!! justru penjajahan seperti ini yang jauh lebih berbahaya! penjajahan fisik lebih bisa membuat rakyat mendekat pada Allah, mengingat Allah, meminta bantuan kepada Allah. sedangkan penjajahan mental? karena masyarakat tidak merasakan penjajahan itu secara langsung, maka mereka membiarkan diri mereka terlena, memasrahkan diri mereka untuk dijajah, Terlena oleh aturan yang tak menganggungkan Islam, karena merasa diri sudah hidup nyaman, karena merasa “yang penting kita bisa ibadah tenang”. padahal di luar sana, ada masih banyak saudara kita sesama muslim yang tak bisa beribadah dengan tenang, yang setiap detik hidupnya diwarnai oleh suara ledakan bom, yang anggota keluarganya dibunuh dan dibantai di depan matanya. Padahal di luar sana, saudari kita yang ingin berhijab malah terbentur oleh aturan negara, dianggap teroris, bahkan dilecehkan secara seksual. Apakah masyarakat indonesia ini harus diberikan penjajahan fisik (lagi) baru mau menyadari bahwa kembali pada jalan Allah adalah jalan yang paling benar? tidak kah mereka menyadari bahwa AS telah mengepung Indonesia dengan mendirikan pangkalan militer di berbagai titik yang mengelilingi negara ini? akan sangat mudah untuk kita secara fisik dijajah lagi oleh mereka. tinggal lemparkan saja bom nuklir ke Indonesia, kacaulah negara ini. na’udzubillahimindzalik. semoga tidak seperti itu kejadiannya, semoga Allah masih memaafkan kita dan memberikan kita kesempatan untuk bertaubat… ๐Ÿ˜ฅ

saya benar-benar tak habis pikir. bagaimana bisa mereka begitu menggebu-gebu mempromosikan capres yang tak pernah sedikit pun memikirkan nasib ummat islam? sedangkan kemaksiatan di sekitar mereka dibiarkan begitu saja? bagaimana bisa mereka marah dan berang ketika pancasila dihina, NKRI diganggu kedaulatannya, sedangkan ketika Rasulullah di caci, dibuat karikaturnya, dihina, dan Al Qur’an dijadikan tissue toilet mereka tidak bersuara? malah mengatakan “kita orang islam harus sabar, bukankah dulu Rasulullah sabar saja ketika dilempari kotoran oleh kafir quraisy?” Astaghfirullaaah….dimanakah kita letakkan hati nurani kita??? ๐Ÿ˜ฅ

mari pikirkan kembali pilihan kita, 1 atau 2 itu sama saja. pilih saja Allah dan Rasulullah agar hati lebih tenang. saling mencerca dan menghina hanya karena fanatik pada salah satu capres tak akan menambah timbangan amal baik kita di hari penghisaban nanti, malah akan memberikan kehinaan pada kita dihadapan ALLAH. selagi masih ada umur, selagi masih ada sisa waktu, selagi Allah masih menganugerahkan kita kesempatan untuk menghirup napas dalam-dalam, renungkanlah kembali semuanya, semua yang terjadi dalam hidup ini, semua realita ummat saat ini. kembalilah pada jalan yang diridhoi Allah. kembalilah pada jalan yang dicontohkan Rasulullah. bergabunglah bersama mereka yang istiqomah menyuarakan penegakan syariat islam tanpa harus masuk ke dalam sistem pemerintahan yang kufur ini. semoga Allah membuka pintu-pintu hati kita yang masih tertutup rapat. semoga Allah selalu menunjukkan kita jalan yang Ia Ridhoi… ๐Ÿ™‚

Hukum Memilih Presiden

โ€ช#โ€ŽIndonesiaMilikAllahย โ€ช#โ€ŽPolitik

[Al-Islam edisi 711, 22 Syaโ€™ban 1435 H โ€“ 20 Juni 2014 M]

ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…

Tanggal 9 Juli 2014 akan diselenggarakan Pemilu Presiden (Pilpres) untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden secara langsung oleh rakyat. Pilpres berbeda dengan Pemilu Legislatif (Pileg) yang diselenggarakan untuk memilih para wakil rakyat. Dalam Pilpres berlangsung pemilihan kepala kekuasaan eksekutif. Hal itu mencerminkan pengelolaan rakyat atas kekuasaan mereka.

Hukum mengangkat penguasa itu berkaitan dengan dua perkara: (1) perkara yang berkaitan dengan karakter dan sosok penguasa; (2) perkara yang berkaitan dengan sistem/aturan yang akan diterapkan penguasa.

Berkaitan dengan sosok yang sah memangku kepemimpinan negara maka harus memenuhi tujuh syarat: Islam, laki-laki, balig, berakal, merdeka (bukan budak), adil (bukan orang fasik) serta mampu memikul tugas-tugas dan tanggung jawab kepala negara. Jika seseorang tidak memiliki salah satu syarat ini, dalam pandangan hukum syariah, ia tak layak menjadi kepala negara.

Adapun berkaitan dengan sistem/aturan yang diterapkan, maka penguasa wajib menerapkan sistem dan hukum-hukum Islam seluruhnya. Sebab, itu adalah tugas seorang kepala negara. Ia wajib menegaskan kepada masyarakat bahwa ia akan menerapkan syariah Allah SWT dengan semua bagiannya. Jika ia menjanjikan penerapan hukum-hukum Islam secara terbuka tanpa tedeng aling-aling dan berbelit-belit, maka boleh ia dipilih.

Di antara hukum Islam yang wajib dilaksanakan adalah mendeklarasikan sistem Khilafah, menyatukan negeri-negeri kaum Muslim di bawah negara Khilafah, membebaskan negeri-negeri kaum Muslim dari penjajahan dan pengaruh kaum kafir dalam segala aspek kehidupan, serta mengemban risalah Islam ke seluruh dunia.

Siapa saja yang memperhatikan calon presiden yang ada, niscaya ia bisa memahami dengan jelas, bahwa tidak ada satu pun di antara mereka yang mengumumkan akan menerapkan syariah Islam serta mendeklarasikan pendirian Khilafah yang telah diwajibkan oleh Rabb kita dan merupakan sumber kemuliaan kita.

Tidak ada pula dari mereka yang akan membersihkan negeri ini dari pengaruh penjajahan asing; juga tidak ada yang akan mengembalikan kemandirian umat dalam membuat keputusan, kesatuan dan kekayaannya. Karena itu secara syarโ€™i, tidak boleh memilih siapapun dari mereka sebagai kepala negara. Sebab, partisipasi dalam memilih merekaโ€”padahal mereka akan terus berpegang pada konstitusi sekular, berkomitmen menjaga sistem republik sekular dan bersumpah atas yang demikianโ€”berarti ikut berpartisipasi dalam menjaga konstitusi buatan manusia, menjaga pengaruh asing kafir, menjaga kerusakan yang tersebar luas di negeri serta membantu para penguasa memerintah dengan selain hukum yang telah Allah SWT turunkan. Padahal kaum Muslim telah diperintahkan berhukum dengan hukum yang telah Allah SWT turunkan. Allah SWT telah berfirman:

๏ดฟุฅูู†ู ุงู„ู’ุญููƒู’ู…ู ุฅูู„ูŽู‘ุง ู„ูู„ูŽู‘ู‡๏ดพ

Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah (TQS al-Anโ€™am [6]: 57).

๏ดฟูˆูŽุฃูŽู†ู ุงุญู’ูƒูู…ู’ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ู’ ุจูู…ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุชูŽู‘ุจูุนู’ ุฃูŽู‡ู’ูˆูŽุงุกูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงุญู’ุฐูŽุฑู’ู‡ูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูู’ุชูู†ููˆูƒูŽ ุนูŽู†ู’ ุจูŽุนู’ุถู ู…ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ๏ดพ

Hendaklah kamu menghukumi mereka menurut wahyu yang telah Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Berhati-hatilah kamu terhadap mereka yang akan memalingkan kamu dari sebagian wahyu yang telah diturunkan Allah kepada kamu (TQS al-Maidah [5]: 49).

Penguasa yang meyakini Islam tetapi tidak memerintah dengan Islam adalah penguasa yang zalim dan fasik.

๏ดฟูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุญู’ูƒูู…ู’ ุจูู…ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ููŽุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ุธูŽู‘ุงู„ูู…ููˆู†ูŽ๏ดพ

Siapa saja yang tidak berhukum dengan apa yang telah Allah turunkan, maka mereka itu adalah orang-orang zalim (TQS al-Maidah [5]: 45).

๏ดฟูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุญู’ูƒูู…ู’ ุจูู…ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ููŽุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ู’ููŽุงุณูู‚ููˆู†ูŽ๏ดพ

Siapa saja yang tidak berhukum dengan apa yang telah Allah turunkan, maka mereka itu adalah orang-orang fasik (TQS al-Maidah [5]: 47).

Adapun tidak berhukum dengan hukum Islam karena mengingkari Islam dan menganggap Islam itu tidak layak untuk memutuskan perkara, maka itu merupakan kekufuran. Kita berlindung hanya kepada Allah dari hal itu.

๏ดฟูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุญู’ูƒูู…ู’ ุจูู…ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ููŽุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ู’ูƒูŽุงููุฑููˆู†ูŽ๏ดพ

Siapa saja yang tidak berhukum dengan apa yang telah Allah turunkan, maka mereka itu adalah orang-orang kafir (TQS al-Maidah [5]: 44).

Wahai kaum Muslim:

Sesungguhnya masalah ini ada di tangan Anda semua. Apakah Anda semua akan menempuh langkah yang benar dengan mendeklarasikan Indonesia sebagai benih Daulah al-Khilafah ar-Rasyidah kedua yang telah disampaikan kabar gembiranya oleh Rasul saw. yang mulia:

ยซุซูู…ูŽู‘ ุชูŽูƒููˆู†ู ุฎูู„ูŽุงููŽุฉู‹ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุงุฌู ุงู„ู†ูุจููˆูŽู‘ุฉูยป

Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj Kenabian.

Sungguh, era Al-Khilafah ar-Rasyidah itu telah menjelang dengan izin Allah. Kaum Muslim di seluruh negeri mereka, khususnya di Indonesia, rindu untuk diperintah/dihukumi dengan Islam dan hidup dengan kehidupan yang islami.

Wahai kaum Muslim:

Anda semua adalah pemilik kekuasaan yang sebenarnya. Karena itu deklarasikanlah secara gamblang dan lantang, pada kesempatan Pemilu Presiden ini, bahwa Anda semua tidak akan rela dengan selain Islam, dan Anda semua tidak akan menerima dihukumi dengan perundang-undangan buatan manusia. Akan tetapi, Anda semua hanya menginginkan Islam yang suci, yaitu Khilafah yang mengikuti manhaj Kenabian.

๏ดฟูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุณู’ุชูŽุฌููŠุจููˆุง ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽู„ูู„ุฑูŽู‘ุณููˆู„ู ุฅูุฐูŽุง ุฏูŽุนูŽุงูƒูู…ู’ ู„ูู…ูŽุง ูŠูุญู’ูŠููŠูƒูู…ู’๏ดพ

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul jika Rasul menyeru kalian pada sesuatu yang memberikan kehidupan kepada kalian (TQS al-Anfal [8]: 24).

22 Syaโ€™ban 1435 H
20 Juni 2014 M

Hizbut Tahrir Indonesia

****
PERINGATAN

Pemerintahan bermakna kekuasaan yang menerapkan hukum. Kepemimpinan ini adalah kekuasaan untuk menolak kezaliman dan menyelesaikan berbagai persengketaan. Pemerintahan dan kekuasaan adalah wilayatul-amri yang dinyatakan di dalam firman Allah SWT:

๏ดฟูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุฃูŽุทููŠุนููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูˆูŽุฃูŽุทููŠุนููˆุง ุงู„ุฑูŽู‘ุณููˆู„ูŽ ูˆูŽุฃููˆู„ููŠ ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุฑู ู…ูู†ูƒูู…ู’ ููŽุฅูู† ุชูŽู†ูŽุงุฒูŽุนู’ุชูู…ู’ ูููŠ ุดูŽูŠู’ุกู ููŽุฑูุฏูู‘ูˆู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุงู„ุฑูŽู‘ุณููˆู„ู ุฅูู† ูƒูู†ุชูู…ู’ ุชูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุขุฎูุฑู ุฐูŽูฐู„ููƒูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ูˆูŽุฃูŽุญู’ุณูŽู†ู ุชูŽุฃู’ูˆููŠู„ู‹ุง๏ดพ

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah serta taatilah Rasul-Nya dan ulil amri di antara kalian. Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (as-Sunnah) jika kalian benar-benar mengimani Allah dan Hari Akhir. Yang demikian itu lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya (TQS an-Nisaโ€™ [4]: 59).

Pemerintahan dan kekuasaan itu merupakan pelaksanaan riโ€™ayah asy-syuโ€™un atau pemeliharaan urusan rakyat secara praktis.
Islam sebagai ideologi untuk kehidupan bermasyarakat telah menetapkan, bahwa negara dan pemerintahan adalah bagian dari Islam. Islam memerintahkan kaum Muslim untuk menegakkan negara dan pemerintahan yang berhukum dan memerintah hanya dengan hukum Islam.

Banyak ayat di dalam al-Quran al-Karim yang memerintah kaum Muslim untuk berhukum dengan apa yang telah Allah turunkan. Banyak pula ayat mengenai pemerintahan dan kekuasaan; juga tentang rincian aktivitas kekuasaan dalam masalah perang, politik, pidana dan sanksi, tata pergaulan dan berbagai muamalah di tengah masyarakat.

Banyak juga hadis sahih tentang semua itu. Semuanya untuk dijalankan dalam pemerintahan, diterapkan dan dilaksanakan. Semua itu telah dipraktikkan oleh Rasul saw. dalam negara, kekuasaan dan pemerintahan yang beliau pimpin; lalu dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin dan para khalifah sesudahnya.

Semua itu menunjukkan dengan gamblang dan jelas bahwa Islam merupakan sistem untuk pemerintahan dan negara, sistem untuk masyarakat dan kehidupan serta sistem untuk umat dan individu. Semua itu juga menunjukkan bahwa negara tidak memiliki pemerintahan legal secara syarโ€™i kecuali jika berjalan menurut sistem Islam. Islam pun tidak akan eksis kecuali jika hidup di dalam negara yang menerapkan hukum-hukumnya.

Jadi Islam merupakan agama dan ideologi. Pemerintahan dan negara merupakan bagian dari Islam. Negara adalah metode syarโ€™i satu-satunya untuk menerapkan hukum-hukum Islam di tengah-tengah kehidupan. Islam tidak akan eksis dan hidup kecuali jika punya negara yang menerapkan Islam dalam seluruh aspek.
Maka dari itu, menegakkan negara dan mengangkat pemimpin diwajibkan oleh Islam, tentu bukan sembarang pemimpin, melainkan pemimpin yang menerapkan hukum-hukum Islam. Pemimpin itu diangkat semata-mata untuk menerapkan hukum-hukum Islam seluruhnya dalam segala aspek, memelihara urusan rakyat (riโ€™ayah asy-syuโ€™un) menurut hukum Islam dan mengemban risalah Islam ke seluruh dunia.

Adapun mengangkat pemimpin yang bakal melakukan kemaksiatan, menerapkan hukum-hukum selain Islam, serta mengatur urusan rakyat tidak berdasarkan syariah Islamโ€”sehingga melahirkan ketimpangan, ketidakadilan, kezaliman, keterpurukan, kesengsaraan dan kehidupan yang sempit akibat berpaling dari petunjuk dan peringatan Allahโ€”justru dilarang. Mengangkat pemimpin semacam ini merupakan keharaman dan kemaksiatan besar yang menjadi pintu bagi ragam kemaksiatan lainnya. Tidak selayaknya kaum Muslim terjerumus dalam aktivitas semacam ini.

WalLรขh aโ€™lam bi ash-shawรขb. []

Sumber:ย http://hizbut-tahrir.or.id/2014/06/18/hukum-pemilu-presiden/

Inilah efek pornografi dan pornoaksi yang dibiarkan ‘kebablasan’

10409332_684942041543286_8509011404064918780_n

inilah efek pornografi dan pornoaksi yang dibiarkan ‘kebablasan’. pemerintah ataupun masyarakat sama2 punya andil dalam hal ini. penerapan ilmu agama di rumah2 memang penting, penting sekali malah, tapi bisakah kita yakin anak-anak kita nantinya ketika ‘keluar’ dari lingkungan rumah bisa terlindungi dari bahaya ‘budaya seks’ yang sudah sangat amat MENGAKAR ini???

ย sekuat apapun iman seseorang, jika di lingkungan sekitarnya masih banyak hal yang dapat meng’eksitasi’ nafsu syahwatnya, lihat saja apa yang akan terjadi selanjutnya. saya bukan ingin mendiskreditkan tokoh agama ya, sungguh bukan, tapi ini adalah contoh efek buruk lingkuang terhadap individu. sering kita lihat berita “seorang ustadz, atau guru ngaji menjadi pelaku sodomi dan pemerkosaan terhadap anak didiknya”. apakah lantas ustadz itu tidak punya ilmu agama? jelas punya. tapi kenapa bisa sampai begitu? karena pengaruh lingkungan yang tidak mendukung…astaghfirullah….

beginilah kalau demokrasi dibiarkan merajalela, kebebasan berargumen, kebebasan menentukan jalan hidup pribadi dijadikan ‘asas hidup’. semua-semua serba bebas tanpa aturan. ketika mulai ada aturan islam yang muncul, malah dianggap melanggar HAM, atau ada orang-orang yang mengatakan “suka-suka gue lah mau hidup kayak apa, hidup-hidup gue juga, kenapa mesti lo yang ribet, kenapa mesti pemerintah yang ribet, pakai mau nerapin syariat islam segala, nggak usah ngurusin hidup orang lain lah, urusin aja diri lo sendiri, sok suci banget”. ya Allah T_T nafsu sudah tidak ada bentengnya lagi, batasan maksiat sudah tak jelas lagi, PACARAN dianggap lumrah, dianggap sah2 saja asal masih saling menjaga (yakin bisa benar-benar ‘menjaga’, segimana kuat sih iman kita ngelawan godaan syaithan yang datang dalam segala bentuk dan rupa?!) sampai saking bingungnya mau melampiaskan syahwat kemana, BINATANG dan ALAT-ALAT dirumah pun bisa jadi objek pemuas nafsu, sampai ada muncul istilah ‘sex toys’ itu awalnya darimana? ya dari itu, orang2 yang sudah nggak tahu lagi mau memuaskan nafsu syahwatnya dengan cara apa. ya Rabbi, hancur sekali generasi islam di negara dengan MAYORITAS MUSLIM TERBESAR DI DUNIA ini… T_T

sudah sehancur ini ummat islam, sudah begini fakta yang dipaparkan, sudah sampai begini Allah memperingatkan kita, belum lagi dengan segala macam bencana alam yang (entah kenapa) lebih banyak terjadi di Indonesia, di negeri muslim ini, ketimbang di negaranya orang2 kafir sono, masih saja kita menganggap penerapan syariat islam dalam bingkai pemerintahan itu TIDAK PENTING? tidak pernah diajarkan Rasulullah? tidak perlu asalkan individu nya diperbaiki? Allahu Rabbiii….kita pakai logika saja, pernah tidak ma’mum itu rapi duluan sebelum imamnya naik? imam nya naik dulu kan baru ma’mum yang tadinya bergosip, yang tadinya ketawa ketiwi, yang tadinya main-main sama anaknya, yang tadinya ngaji sendiri, akhirnya bangkit dan sholat secara berjama’ah mengikuti imam yang mengkoordinir mereka? begitulah juga ummat islam. jika tidak ada KHALIFAH yang memimpin ummat ini, maka tidak akan pernah rapi ummat ini sampai kapapun. yang satu bilang A, yang satunya lagi kekeh pengen B, yang satu kiblatnya ke barat, yang satunya lagi kiblatnya ke barat laut. yang satu lebaran tanggal 1, yang satunya lebaran tanggal 2, teruuuus akan seperti ini, teruuuus akan terpecah belah, terkotak-kotak oleh nasionalisme, terkotak-kotak oleh ego masing-masing golongan, terkotak-kotak oleh kebijakan negara yang berbeda-beda. kalau pecah belah terus seperti ini, KAPAN BISA MASALAH PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI YANG SUDAH PARAH INI BISA TERSELESAIKAN?

mengikuti pemimpin yang sekarang? atau yang akan terpilih nantinya melalui pemilu, apakah bisa menyelesaikan masalah? selama sistem yang dipakai masih sistem RUSAK ini, maka masalah seks bebas dan masalah lainnya tidak akan pernah bisa terselesaikan! “ah, omongan lu aja itu! bisa kok kalau kita pilih pemimpin yang baik, kan banyak didukung ulama”. hehehe, boleh nggak saya kasi contoh, nanti kalau si presiden ini terpilih (siapapun itu) berani tidak dia terang2an mengatakan ingin menerapkan syariat islam secara menyeluruh di Indonesia? berani tidak dia memberantas semua lokalisasi semacam dolly? berani tidak dia merubah semua tayangan di stasiun TV agar hanya menayangkan tontonan yang bernuansa islami? berani tidak dia mewajibkan rakyatnya untuk menggunakan pakaian yang sesuai dengan norma (no more hot pants, no more tank top, no more bikin, no more hijab tapi KETAT)?? berani tidak dia melarang riba dalam sistem perekonomian masyarakat? berani tidak dia memberantas peredaran Khamr, bahkan tidak membolehkan sama sekali khamr masuk ke indonesia? BERANI TIDAK???????? kalau memang berani, saya mungkin akan memilih dia dalam pemilu nantinya. tapi kalau keberaniannya masih redup, kalah saing dengan rasa takut nya terhadap ‘penguasa’ sesungguhnya (Amriki dan Wahyudi) maka jangan harap indonesia ini akan berubah, jangan harap budaya ngeseks dan pornografi serta pornoaksi akan bisa diberantas selamanya, jangan pernah berharap.

wallahu a’lamubissawab…semoga AllAh selalu menunjukkan kita jalan yang Ia ridhoi…

sudah sejelas ini Allah memperingatkan kita, masihkah kita ingin ingkar?

”Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim* yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolong pun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.” (QS. Huud [11]: 113)

*cenderung kepada orang yang zalim maksudnya menggauli mereka sera meridhoi perbuatannya. Akan tetapi jika bergaul dengan mereka tanpa meridhoi perbuatannya dengan maksud agar mereka kembali pada kebenaran atau memelihara diri, maka dibolehkan

”Jikalau Tuhamu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat. Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusanNya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya. Dan semua kisah dari Rasul-rasul kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya kami teguhkan hatimu: dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yg beriman. Dan katakanlah kepada orang-orang yg tidak beriman: ”berbuatlah menurut kemampuanmu, sesungguhnya kami-pun berbuat (pula).” dan tunggulah (akibat perbuatanmu), sesungguhnya kamipun menunggu (pula). Dan kepunyaan Allah-lah apa yg ghaib dan di bumi dan kepada-ร‘ya lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia, dan bertawakallah kepadaNya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yg kamu kerjakan.” (QS. Huud [11]: 118-123