Diskusi sore yang bermanfaat bersama Ust. Ismail Yusanto

Sore ini, selepas acara Konferensi Islam dan Peradaban selesai diadakan dengan sukses (alhamduillah) di aula graha bakti praja, kami para anggota HTI seluruh lombok diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan almukarrom ustadz Ismail Yusanto, juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia yang terkenal dengan ketegasannya dalam menyampaikan materi-materi dakwah. Tapi ternyata, setelah mendengar cerita-cerita dan tausyiah beliau mengenai perjuangan dakwahnya selama 25 tahun ini, beliau tidak melulu menggunakan tata bahasa yang tegas dan saklek, tapi kita diajak berdiskusi ringan dan santai, dalam suasana yang nyaman sambil duduk bersama-sama. Beliau sesekali juga mengeluarkan beberapa celetukan-celetukan lucu yang membuat kami cengengesan atau tertawa kecil. Dalam diskusi singkat tersebut, beliau membagi beberapa tips yang bermanfaat agar kita, para pengemban dakwah ini, tetap semangat dalam berdakwah, tapi juga dapat mengimbanginya dengan kehidupan di lingkungan bekerja, belajar, rumah tangga, dan lain sebagainya, diantaranya yaitu:

  1. Dalam rencana berumah tangga, kita sebaiknya mencari calon pasangan yang memiliki visi dan misi yang sama. Nahhh….ketika ust. Ismail menyampaikan tips yang ini semua syabab/syabah sepertinya pada cengengesan sendiri deh, entah membayangkan apa atau siapa. hehehe. Beliau mengatakan, visi misi yang harus disamakan itu ya sama-sama harus memiliki jiwa pejuang syariah dan khilafah, supaya rumah tangga itu bisa sejalan, bisa adem ayem, dan karena seperjuangan jadi nanti in syaa Allah bisa bertemu di surganya Allah. coba bayangkan jika calon pasangannya tidak sevisi-misi, yang satu pengen ngaji (halaqoh) yang satu nggak mau, atau malah yang lebih parah ada yang melarang pasangannya untuk halaqoh. yang satu sibuk ngontak tokoh masyarakat, yang satunya ribut karena pasangannya sering pergi ke luar rumah terus, nggak pernah ada waktu untuk keluarga, nggak pernah ada hari libur karena hari libur full dipakai untuk jadwal dakwah dan acara2 publik, padahal dakwah itu yang lebih penting, tapi karena punya pasangan yang tidak mengerti, malah jadi masalah. Yang ada malah pusing, nyusahin, bikin stress, ribet. (untuk tips yang satu ini saya bener-bener setuju deh ustadz, untuk saya ngurus diri sendiri aja masih susah banget buat istiqomah, yang sudah ikut halaqoh aja masih bisa melenceng, apalagi yang nggak pernah ikut halaqoh, nggak sevisi-misi, bisa berabe urusannye)
  2. Dalam kehidupan berumah tangga, ust. Ismail juga menyarankan untuk selalu membangun komunikasi. segalanya harus dikomuikasikan, biar sama-sama enak. jangan apa-apa dipendem. punya masalah, bukannya dibagi dengan pasangan agar bisa dibantu cari penyelesaiannya malah dipendem sendiri, susah-susah sendiri, stress sendiri, ujung-ujungnya berdampak pada keharmonisan keluarga juga nantinya. komunikasi itu sangat penting pokoknya.
  3. dalam berdakwah, kuncinya cuma ada 3: sabar, sabar, dan sabar. itu saja. tapi untuk bisa menjalankannya itu susaaaah sekali. sering sekali kita terbawa emosi jika menanggapi orang-orang yang nyinyir, nyindir, mencibir, menyangsikan pergerakan kita, dan lain sebagainya. padahal sabarnya Rasulullah saat disiksa fisik dan batin nya oleh kafir quraisy saja sampai tak terhingga. seharusnya kita berusaha melakukan hal yang sama. meskipun tidak 100% bisa sama dengan manusia se-mulia Rasulullah, paling tidak berusaha untuk menyamai. 🙂
  4. Kuatkan qolbu dengan sholat malam. itulah kunci keteguhan hati Rasulullah dalam berdakwah. selain itu jangan lupa banyak-banyak mengaji dan puasa senin kamis untuk semakin memperkuat qolbu. kalau kita sudah berusaha untuk sering qiyamullail, meskipun kita mulai melenceng dan tidak istiqomah di jalan dakwah, in syaa Allah akan cepat sadar dan taubatnya ketimbang tidak pernah melakukan amalan tersebut.

Islam bicara ‘CINTA’

Islam tidak pernah mengaharamkan cinta. Islam mengajarkan cinta agar berjalan pada koridornya, yakni dgn mengikatnya dalam pernikahan. Sebaliknya islam melarang keras segala interaksi cinta yg tdk halal. Karena islam adalah agama yg memuliakan manusia. Islam mencegah kerusakan2 yg akan terjadi pada diri manusia dikarenakan cinta yg dilangsungkan dalam ikatan tdk halal tersebut. 

Sayangnya, kaum muslimin kini hidup dalam kungkungan masyarakat yg sebagian besar salah kaprah dalam hal cinta. Karenanya tdk dikenal lagi kesakralan pernikahan dan kesucian diri, apalagi kehormatan dan kemuliaan jiwa. Semua sudah terganti dengan pergaulan bebas, ada yg menyebutnya pacaran, teman tapi mesra, dibalut dlm alasan adik-kakak, teman dekat, atau yg lainnya.

#UdahPutusinAja, apapun namanya, kelak akan bersaksi seluruh bagian tubuh di hadapan Allah. seluruhnya! tanpa terkecuali. Mulut yg bicara bermesra-mesraan dengan nada suara dimanja-manjakan, mata yang memandang dengan tatapan penuh cinta (baca: nafsu), kulit yang menyentuh seseorang yang belum halal untuk disentuh, otak yang berpikir mengenai si dia (entah pikiran bersih atau kotor yang muncul), semuanya akan bersaksi dihadapan ALLAH kerak di akhirat dan mengatakan “dulu kami pernah digunakan untuk melakukan kemaksiatan yang tidak engkau sukai, duhai Allah.” astaghfirullaah… T_T

Mari mendidik cinta, mengajarinya agar ia bersemi dalam taat, bukan direndahkan oleh maksiat. Ajarkan cinta agar ia benar hingga membuat pemiliknya terhormat, bukan nista yg ditanggung karena terbuai cinta yg terlaknat.

– disadur dari buku #UdahPutusinAja karya ust. felix y. siauw

Lokalisasi bisa meminimalisir penularan HIV? HAHA…Ngawur!

ada pernyataan yang benar-benar tidak masuk akal yg saya dapatkan dari situs resmi sebuah lembaga pengemban dakwah negeri ini, lembaga yang punya banyak jama’ah di seluruh Indonesia, bunyinya begini:

“Lokalisasi hadir sebagai solusi pemerintah untuk mengurangi dampak negatif perzinahan, bukan menghalalkannya. Dengan dilokalisir, efek negatif perzinahan dapat dikelola dan dikontrol sehingga tidak menyebar ke masyarakat secara luas, termasuk penyebaran virus HIV. Dengan kontrol yang ketat dan penyadaran yang terencana, secara perlahan keberadaan lokalisasi akan tutup dengan sendirinya karena para penghuninya telah sadar dan menemukan jalan lain yang lebih santun.”

ckckckck…sudah sejak kapan lokalisasi didirikan di Indonesia, apakah bisa mencegah semakin tingginya insidensi HIV? orang-orang yang tidak bekerja di bidang kesehatan dan berhubungan langsung dengan pasien itu tidak akan pernah tahu seberapa hebat peningkatan insidensi HIV dan penderita AIDS di seluruh indonesia saat ini. Di Lombok? Jangan tanya. daerah ini sudah mulai berkembang jadi daerah pariwisata pula sekarang. tahu sendiri lah resiko daerah pariwisata seperti apa. sedangkan kita para petugas kesehatan ketar-ketir berhadapan dengan pasien-pasien seperti itu, takut ikut terjangkiti karena kesalahan prosedur dalam pemeriksaan. apa iya dengan di lokalisir lantas orang-orang yang hobinya nge seks itu hanya akan melakukannya dengan para PSK saja?

logikanya berpikirnya begini. ada seorang laki-laki, sebut saja namanya Mr. A. dia mengunjungi sebuah lokaliasi dan ‘berhubungan’ dengan PSK di sana (entah dengan satu orang atau lebih). sudah sangat pasti bahwa para PSK tersebut sudah terjangkit penyakit menular seksual, bisa juga sudah positif mengidap HIV. kemudian Mr. A ini pulang ke rumah dengan membawa ‘bekal’ dari hasill jajanan nya dari lokalisasi tadi. kemudian dia menghibahkan bekalnya itu kepada isterinya. isterinya pun ujung-ujungnya mendapat hadiah tak terduga. selanjutnya si isteri hamil. ia bisa saja melahirkan anak lebih dari 5 setelah terjangkiti penyakit-penyakit hadiah dari sang suami tersebut. tertular lah ke 5 (atau lebih) anak tersebut. lalu si Mr. A yang tabiatnya tak karuan ini tidak puas hanya bermain-main dengan PSK dan isterinya, dia mencari mangsa lain. gadis-gadis remaja di bawah umur dia kencani. anak-anak kecil dia sodomi. jadilah semakin tak terhitung korbannya. selanjutnya korban-korbannya ini mengalami gangguan psikis akibat diperlakukan tidak senonoh oleh Mr. A. ingat kasus sodomi di JIS? tahu apa latar belakang pelakunya? dulu dia pernah menjadi korban pelecehan seksual saat masih kecil, dan kini ia yang menjadi pelakunya. korban-korban Mr. A tadi juga bisa melakukan hal yang sama, menjadi pelaku pelecehan seksual kepada orang lain. jadi semakin tak terhingga lah makhluk yang kecipratan hadiah dosa dan infeksi menular seksual yang dibawa oleh Mr. A tadi.

jika seperti ini kejadiannya, inikah yang disebut bisa MELOKALISIR? bisa MENGONTROL? para penghuninya bisa sadar dan menemukan JALAN YANG LEBIH SANTUN?

ya Rabbi…dunia macam apa ini… T_T

Apa kabar indonesia malam: Kondom untuk (si) apa?! – video

eng i eeeng…. -..-”

keliatan banget nara sumber yang pro pekan kondom nasional ‘hilang bahan’ buat ngejawab pernyataan jubir HTI sebagai nara sumber yang kontra.

kemenkes sudah menyadari bahwa yang jadi penyebab utama penyebaran HIV yang semakin meningkat di indonesia itu adalah perilaku seks yang menyimpang. contohnya ya free sex, homosex, bisex, transgender, tapi kok ya bukannya masalah itu yang diselesaikan, ini malah pakai kondom dijadikan solusi…lucu 😀

alhamdulillah sekarang kabarnya PKN sudah dihentikan. tapi yang disayangkan, KATANYA nih program ini sudah diberlakukan 7 tahun di Indonesia, tapi lihat apa yang terjadi? angka penderita HIV malah semakin meningkat to selama beberapa tahun ini? dan peningkatannya bukan lagi dari penggunaan jarum suntik (yang malah makin menurun angkanya) tapi dari hubungan heteroseksual! kenapa? ya karena penyebab utamanya tidak diperangi!

*maaf videonya kepotong, udah berusaha nyari yg full, tapi dapetnya cuma yang ini, semoga dengan video ini pun masyarakat bisa cukup tercerahkan. 🙂

remaja sekarang doyan ngeseks sebelum nikah!

MERDEKA.COM. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional menyatakan, angka kehamilan pada usia remaja semakin meninggi. Hal itu itu disebabkan oleh kurangnya pendidikan seks yang sehat di kalangan remaja.

“Perilaku seksual yang tidak sehat di kalangan remaja di Indonesia khususnya yang belum menikah cenderung meningkat,” ujar Kepala BKKBN Sugiri Syarif di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jl Kramat Raya, Jakarta, Selasa (12/2).

Sugiri mengatakan, menurut data Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI), sebanyak 1 persen remaja perempuan dan 6 persen remaja laki-laki menyatakan pernah melakukan hubungan seksual pranikah.

“Bahkan menurut data Kementerian Kesehatan, 35,9% remaja mempunyai teman yang sudah pernah melakukan hubungan seks pranikah dan 6,9% responden telah melakukan hubungan seks pranikah,” kata dia.

Selanjutnya, kata Sugiri, terdapat pola kenaikan angka perilaku seks pranikah yang cukup tinggi pada remaja di wilayah perkotaan. Sedangkan untuk daerah pedesaan, angka tersebut cenderung menurun.

“Tapi, angka perilaku seks pranikah di pedesaan masih dua kali lipat dibandingkan dengan di perkotaan,” terang Sugiri.

Untuk menekan agar angka tersebut tidak semakin meninggi, kata Sugiri, BKKBN tengah menjalin kerjasama dengan beberapa pihak, salah satunya PBNU. “Kami melihat PBNU memiliki potensi akar rumput yang cukup kuat,” terang dia.

Lebih lanjut, Sugiri berharap, kerjasama ini dapat menekan semakin meningkatnya aktivitas seks pranikah di kalangan remaja. “Salah satunya melalui pendidikan seks,” pungkas dia.

Sumber: Merdeka.com

sebenarnya ada yang kurang dari artikel di atas. bukan hanya pendidikan seks yang kurang pada remaja saat ini, tetapi yang terpenting adalah pendidikan agama. tanpa ilmu agama, tanpa iman, dan tanpa ketakwaan terhadap sang maha pencipta, tak akan mungkin para remaja bisa bertahan dengan gaya pergaulan yang semakin bebas belakangan ini. mereka tak akan tahu seberat apa dosa yag dan balasan yang akan diberikan Tuhan jika melanggar perintahNya. keluarga dan orang tua lah yang seharusnya memaksimalkan hal ini. dari keluarga yang beriman dan bertakwa, akan tumbuh anak yang juga akan memiliki pendirian agama yang teguh dan iman yang kuat.  insya Allah… 🙂