Yang ditulis oleh seseorang itu kadang bukan kisah nyata, bukan kejadian yang sesungguhnya terjadi dalam kehidupan si penulis, tapi lebih pada harapan, reka-rekaan masa depan, sesuatu yang ia impikan akan terjadi dan berlaku dalam kehidupannya

Yang ditulis oleh seseorang itu malah lebih sering berupa teguran dan tamparan bagi dirinya sendiri, bukan untuk orang lain, tapi semata-mata untuk mengadili dirinya, atas kesalahan yang pernah dan sedang ia lakukan..

[ Mindeulle ]

Akan selalu ada laki-laki yang baik-baik untuk wanita yang terus berusaha memperbaiki dirinya. Juga, akan selalu ada, wanita yang baik-baik untuk laki-laki yang selalu berusaha memperbaiki dirinya. Jangan ragu mengambil prinsip hidup.

*Tere Liye

Hadirmu, ujian, pembelajaran, dan perjalanan

Aku mengartikan hadirmu sebagai ujian. Menguji seteguh apa imanku melawan arus perasaan.
Aku mengartikan hadirmu sebagai pembelajaran penuh harga
Mengajarkanku tentang kesabaran menahan perih yang tak tertahankan di dalam hati, keikhlasan melepaskan perasaan dan harapan, dan berserah pada ketentuan Sang Maha Kuasa
Jika hadirmu semata-mata hanyalah sebagai ujian dan pembelajaran, maka tak ada lagi yang perlu kunanti darimu
Kurelakan kau pergi melanjutkan perjalanan hidupmu yang kau rasa masih panjang
Jangan lagi menoleh ke belakang
Karena di belakang hanya ada aku dan aku bukan siapa-siapa bagimu
Aku pun demikian
Akan melanjutkan kembali pengembaraanku di jalan Tuhan
Mengembara mencari kebahagiaan yang tak akan pernah kudapat jika terus bergumul dengan segala urusan dunia yang menyesakkan ini
Mungkin saat ini, berjalan sendiri tak jadi masalah
Karena aku yakin, di jalan ini, akan kutemukan seseorang yang kelak mau menemani
Menemani untuk berjalan beriringan, saling berpegangan tangan, berjalan sampai akhir, sampai Tuhan memisahkan
Karena aku percaya, tujuan yang sama akan mempertemukan orang-orang dalam perjalanan….

Untuk bisa taat itu cobaan yang harus dilalui nggak main-main….nggak main-main beratnya….lulus satu ujian, dinaikin lagi tingkatnya ke ujian yang lebih berat…..karena Allah nggak akan membiarkan seorang hamba mengatakan dirinya beriman sebelum diuji betul keimanannya itu seberapa kuat….

Tidak ada yang salah dari mencintai, sungguh tak ada yang salah….

Tapi bagi wanita, jika harus dihadapkan pada suatu kondisi yang memaksanya untuk menentukan pilihan, alangkah lebih baiknya jika dia memilih untuk dicintai, bukan mencintai…

Orang-orang yang pernah merasakan sakitnya mencintai pasti akan mengerti nasehat lama ini…. 🙂

– mindeulle